Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #14. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #14. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

Hadiah Untuk Pacarku

Dear buncit (@frizalt )…

Selamat tanggal 28 yang kedua, kutuliskan surat ini sebagai hadiah 2 bulan hubungan kita, hadiah yang aku bungkus dengan seluruh perasaan sayang ku untuk mu, hadiah yang seharusnya menjadi hadiah untuk tanggal 3 yang keempat.


Sering ku katakan pada mu tidak pernah menyesal karena kejadian yang kemaren, tidak ada kemaren tidak ada sekarang yang menyenangkan, terima kasih untuk kesempatan ke duanya walaupun teman-teman mu mengatakan tidak, Terima kasih sudah jadi pacar yang menyenangkan dalam 2 bulan ini.


Dear buncit… tidak pernah bosan aku mengatakan “aku sayang kamu”, semoga kata itu bisa mewakili untuk membuat kamu yakin bahwa aku benar-benar memikirkan untuk tidak meninggalkan mu (lagi), membuat mu yakin bahwa aku tidak melakukan kebodohan ku (lagi).
Aku merasa kamu yang terbaik,sempat terpikir bahwa yang terbaik hanya untuk yg terbaik,menawarkan mu untuk memilih yang terbaik. Masih ingat yang aku menawarkan untuk mengejar seseorang yang kamu kagumi, dan ikhlas untuk patah hati, naïve memang, tapi itu yang pernah terpikir oleh ku. Tidak , tapi tidak untuk sekarang„karena aku juga pantas untuk mendapatkan yang terbaik,yaa.. aku memilih mu sebagai yang terbaik untuk ku.


Semoga sekarang kamu tau begitu aku memujamu,begitu aku menggilaimu,dan takut kehilanganmu, berfikir menjadikan mu yang terakhir dan menjawab pertanyaan yang sering kamu tanyakan “berapa persen sayang ku ke kamu„100% „sekarang dengan yakin aku menjawabnya 100% ak sayang sama kamu. Dan aku rasa 2 bulan bukan waktu yang terlalu cepat untuk menyimpulkan bahwa aku benar-benar menyayangimu.


Aku tidak melebihkan surat ku,atau memperindah kata-kataku untuk menarik simpatimu,aku hanya mencoba jujur tentang perasaan ku, perasaan yang aku rasakan untuk 2 bulan yang menyenangkan ini,ehh …bukan… 2 bulan yang sangat menyenangkan, terima kasih buncit beruntung bisa menjadi kekasihmu (lagi).


Terakhir…semoga kamu menyukai hadiah yang aku buat,hadiah special dari aku, berharap semoga masih ada tanggal 28 selanjutnya…AMIN. “SAYANG KAMU BUNCIT”„„ peluk cium yang banyak untuk kamu. ILYSMFT


Pacarmu.


---Oleh: @tiwtiwot


(diambil dari: www.auliaandhika.tumblr.com )

Surat Cinta #14: Untuk Oma Sarah

weheartit



Hai, Oma Sarah.

Saya cucu dari satu-satunya anak perempuanmu, Ruth. Entah kenapa, pagi ini saya bangun dan memikirkan tentangmu. Terus terang Mama tidak pernah bercerita banyak tentangmu. Inilah yang membuat, selalu ada rasa penasaran di hati saya.

Saya selalu bertanya-tanya seperti apa wajahmu, dulu pertama kali bertemu Opa Marthen dimana? Lalu apa yang membuatmu jatuh cinta terhadap Opa Marthen. Kita memang tidak pernah bertemu, tapi bisa jadi kita punya ikatan yang kuat. Apakah itu? saya juga tidak tahu.

Pagi ini saya bertanya kepada Mama, “Ma, masih punya foto Oma Sarah? Mirip siapa sih? Meninggalnya tahun berapa?” lalu Mama jawab “Mama punya kok, masih lengkap. Mirip kamu. Meninggalnya di Semarang 13 Maret 1957.”

Ah, ternyata wajah kita mirip. Saya lalu membayangkan secara fisik, kira-kira apa ya yang kamu turunkan kepadaku. Mungkin senyummu. Mungkin matamu. Bentuk wajahmu. Atau lainnya? Keberaniannmu.

Lalu saya membayangkan, keberanianmulah yang membawamu jauh-jauh ke Semarang menemani suamimu yang seorang Polisi dan membesarkan tiga orang anak. Terima kasih untuk kekuatanmu yang sudah engkau turunkan kedalam darah saya.

Saya tidak mengenalmu Oma Sarah ketika masih hidup. Saya juga tak punya kenangan apa-apa tentangmu. Karena memang kita tidak pernah bertemu. Tapi ada darahmu di dalam darah saya. Jelaskah membaca surat saya ini Oma Sarah? kalau tidak, mungkin Oma Sarah butuh kacamata :D

Rambutmu juga keriting kah Oma Sarah? Jangan diluruskan. Karena saya juga tidak meluruskan rambut saya. Rambut ini mengingatkan kita pada akar kita. Pasti Oma Sarah juga setuju dengan ini. Ah, salam untuk Oom Jopie, Oom Fritz, dan Opa Marthen tentunya.

Sun sayang,




Cucu perempuan bungsu dari satu-satunya anak perempuanmu, Ruth.

Theoresia Laratwaty Rumthe

(nb: nama itu dari Papa, Oma. Anak menantumu, yang selalu membuat saya bangga.)

Untuk Pak Guruku

Hmmm, apa kabar pak? Sudah hampir 6 tahun kita tidak bertemu, masih ingatkah kau dengan diriku ini? Ya, aku Andrea. Andrea muridmu. Satu2nya murid yang tak pernah sekalipun tertawa saat kau berusaha melucu. Dan, aku murid muridmu yang paling istimewa. Bukan begitu? Buktinya ketika perpisahan SMP setelah aku selesai membaca puisi kau menghapiriku dan kulihat butiran2 bening menetes dari matamu jatuh kebumi membasahi pipi. Ya, saat itulah saat pertama kalinya aku tersenyum karenamu. Biasanya selucu apapun kau melucu aku tak pernah tersenyum apa lagi tertawa.
Menangis karena kehilanganku? Hmmm, sepertinya itu terlalu berlebihan. Kau menangis karena kau bahagia kan? Bahagia karena tak kan ada orang yang akan membuatmu mati kutu dan merasa tidak lucu?
Hmmm, masih tetapkah kau jadi Bapak Edi Purwanto kebanggaan sekolah? Mesih tetapkah engkau melucu disela2 pelajaran Fisika yang memusingkan? Masih tetapkah kau memakai celana panjang ala Jojon? masih tetapkah brewok dan kumismu menutupi sebagian wajahmu? Dan masihkah kau meminta susu?
Ya, setiap kali pelajaranmu kau selalu meminta segelas susu putih hangat. Dan gak tau kenapa itu yang membuatku jengah, kesel and sebel padamu.
Meminta segelas susu dengan memenggal kata itu jadi su-su. Membuatku merasa jijik. Bagiku itu terasa jorok meski bagi teman2ku itu hanya sebuah lelucon.
Waktu itu aku adalah ketua kelas. Yap, setiap kali ketika kau masuk, susu itu belum terhidang dimejamu. Kau pasti akan selalu memojokanku dengan soal2 fisikamu yang membuat aku ingin gantung diri dipohon toge.
Saat aku tak mampu menjawab pertanyaanmu, aku pasti akan lari kekantin sekolah dan membeli segelas susu untukmu. Dan setelah susu itu terhidang dimejamu. Kau tak akan pedulikanku lagi, kau akan bersikap biasa saja. Dan itu membuatku kesal. Kenapa harus aku??? selalu aku????
hmmm, tapi jujur kau adalah guru yang benar2 aku rindukan. Jika aku boleh memutar waktu aku ingin kembali kemasa dimana kau mengajarku. Ya, itu terasa sangat istimewa. Karena sering sekali kau beri aku soal2 fisika. Aku lebih maju dibanding teman2ku seenggaknya nilai tujuh selalu ada ditanganku setiap kali ulangan meskipun aku tidak belajar sama sekali. Berkatmu juga aku menyukai fisika dan ingin tahu lebih banyak soal fisika.
Hmmm, andai saja kau tidak selalu meminta susu dengan memenggal kat susu jadi su-su. Mungkin kau akan jadi guru favorite ku dan aku pasti akan memperhatikan semua yang kau ajarkan tanpa rasa kesal. Karena jujur kau orangnya sangat menyenangkan dan lucu. Sebenarnya ketika kau berusaha melucu aku ingin tertawa karena itu lucu tapi gara2 selalu ingat su-su aku mengurungkan niatku.
Owh iya...
Pak Edy ku yang baik....
disurat ini aku ingin meminta maaf yang sebesar2nya padamu. Bukan, buka karena keacuhanku, bukan pula karena kenakalanku, tapi karena sebuah rahasia yang sudah 6 tahun ini aku pendam, ya, rahasia yang hanya aku dan Tuhan yang tau.
Ketika itu.
Ketika aku benar2 diambang batas kekesalan. Entahlah setan apa yang saat itu merasuki tubuhku. Dan mungkin aku juga jadi begini karena jadi korban sinetron.
Ya, ketika ingat hari ini ada pelajaranmu, aku sengaja membeli obat tidur dan menumbuknya dirumah. Dan aku masukkan pada susumu. Namun, yang aku bingung kenapa saat itu kau tidak sedikitpun terlihat mengantuk.
Dan yang membuat aku cemas, setelah kejadian itu 1 minggu kau tidak masuk sekolah. Akh, entah apa yang terjadi, aku gusar, deg2an, dan takut terjadi apa2. Aku benar2 merasa bersalah.
Dan setelah kulihat kau muncul kembali disekolah, hmmm, kau tau perasaanku? Lega sekali rasanya...
tak bisa digambarkan dengan mudah.
Pak Edyku yang baik,
jika kau membaca surat ini, surat yang kutitipkan pada pos cinta.... aku mohon, maafkan aku.... aku benar2 merasa bersalah.
Ya, sampai detik ini kejadian itu masih saja teringat dalam otakku, disatu sisi lucu memang tapi disisis lain kadang membuat aku spot jantung, takut kalau2 itu berpengaruh pada kesehatanmu, membuatmu pingsan atau bahkan mati.
Arrrhhhggg, aku benar2 menyesalinya.
Aku benar2 minta maaf pak....
maaf sebesar2nya....!!!
aku menyayangimu pak andai saja tak ada kata su-su....


salam manis penuh kehangatan....

My Lovely Kia

Dear kamu,
Mungilku yang luar biasa istimewa. Sumpah aku kangen banget deh sama kamu! Selama kamu nggak ada, hidup terasa sepi, dan aku panik nggak karuan gara-gara kepikiran kamu! Ih rasanya nggak enak baget deh.. Makan berasa hambar, tidur mimpi buruk, jalan bawaannya nglamun… Ternyata memang bener, sesuatu yang berharga justru terasa begitu sudah tiada. Tapi untungnya kamu kembali lagi padaku! Aaaaa~
Sungguh, aku baru sadar, ternyata artianmu dalam hidupku besaaaaar sekali. Aku sepertinya sudah kecanduan dan bergantung banget sama kamu. Please, jangan pergi lagi dariku ya.. Aku bener-bener nggak bisa kalo nggak ada kamu, biar cuma sehari sekalipun! Dan sejujurnya, aku beneran kecewa dan sediiiiih banget, ketika kamu kembali dengan tak utuh… Bukan, bukan, Sayang, aku nggak nyalahin kamu… Mungkin justru aku yang salah, udah bikin kamu kayak gini. Aku egois, nggak mentingin kamu, nggak peduli sama kondisimu… Maafin aku ya… Aku sedih semua memorimu menjadi korban kesalahanku, padahal ingatanmu adalah ingatanku juga… Maaf banget, Sayang, aku udah bikin kamu jadi gini…
Aku janji, mulai sekarang, aku bakal ngejaga kamu, ngelindungi kamu dengan jauh, jauh, lebih baik lagi. I love you…
To: My special Nokia
From: Me
(Kamu mau ‘kan maafin aku?)
==Saya henfon OD, terinspirasi kegalauan hari ini karena semua data di henfon hilang setelah diservis

Untuk Mbah


Mbah,
Maaf ya cucumu ini tidak bisa ber bahasa jawa dan menulis surat dalam bahasa indonesia, semoga ada malaikat yang mau menolong menterjemahkan surat ini kepada mbah atau mungkin mbah disurga sudah bisa berbahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lainnya?
Sudah hampir 3 tahun lamanya mbah pergi meninggalkan kita semua, anak-anak dan cucu serta cicit mbah, pasti mbah sudah bertemu lagi dengan suami tercinta mbah disana? Titip salam ya mbah dengan mbah laki suami mbah? Sayang sekali aku tidak sempat mengenalnya karena beliau pergi jauh sebelum aku lahir, pasti suami mbah, pria yang baik hati dan suami yang bertanggung jawab, ah mbahku ini wanita yang setia ya? Tak mau menikah lagi dan mengurus 7 anak sendirian setelah ditinggalkan suami tercinta, mbahku wanita perkasa!Dan aku cucumu ingin seperti mbah.

Aku minta maaf tidak bisa bersama mbah ketika mbah menghembuskan nafas terakhir, seandainya waktu itu aku sudah bekerja dan mempunyai uang untuk membeli tiket pesawat, aku pasti datang menemui mbah untuk terakhir kalinya.

Mbah, aku dulu sering sekali mendengarkan dongeng mbah, walaupun aku tak mengerti bahasa jawa dan ketika mbah bercerita tentang jaman belanda dan jaman jepun, dimana waktu itu mbah bersusah payah, mencoba menyelamatkan diri, ya ! terkadang aku menangkap cerita mbah namun aku tak peduli apakah aku mengerti atau tak mengerti apa yang mbah ceritakan, aku hanya ingin menemani mbah yang kesepian, ketika anak-anak mbah jarang sekali berkunjung, ketika anak perempuan mbah yang tinggal dengan mbah tak pernah lagi mengajak mbah berbicara dan hanya bisa mengeluh dan marah-marah karena harus mengurus mbah yang mulai sakit-sakitan.

Sebagian cucu-cucu mbahpun ada yang tak peduli dan hanya datang apabila diberi uang jajan, sebagian lagi dengan tulus memberikan waktu dan tenaga untuk mbah, mendengarkan mbah bercerita dan membuatkan mbah teh manis juga menyuguhkan singkong goreng kesukaan mbah. Aku ingat ketika mbah tertatih-tatih mencoba berjalan keluar rumah karena tak mau di dalam rumah sendirian, mbah memanggil namaku untuk duduk di depan teras dan bercakap-cakap denganku juga cucu kesayang mbah adalah abangku, yang selalu siap mengangkat mbah untuk mandi dan ke dokter. Terkadang aku kesal terhadap beberapa anak-anak mbah yang hanya datang menginginkan warisan, namun itu bukan urusanku dan aku hanya cucu mbah dan bukan tempatku untuk memarahi mereka walaupun ada beberapa anak-anak mbah lainnya yang baik dan mencoba menasehati namun dipastikan ujung-ujungnya mereka beradu pendapat dan saling memusuhi, memang moral manusia sekarang banyak yang bermoral binatang, terkadang binatang lebih bermoral daripada mereka.

Ah Mbah sekarang sudah tak perlu memikirkan itu semua ya ? mbah sudah bahagia di surga bersama suami terkasih mbah, tak merasa sakit dan renta lagi, tak perlu memikirkan anak-anak mbah yang sampai sekarang masih memperebutkan warisan mbah. Aku rindu cerita-cerita mbah, rindu minum teh manis dan makan singkong goreng bersama mbah di bangku depan teras rumah, aku rindu ketika keluargaku setiap kali mengadakan liburan keluar kota dan selalu mengajak mbah, Terima kasih ya mbahku sayang, cucumu ini bangga mempunya nenek seperti mbah.

Sebelum aku tutup surat ini, titip salam rindu untuk papa ya ? semoga suatu saat aku bisa bertemu lagi dengan mbah dan papa dan saling bertukar cerita.

Kamu yang Selalu Mampir Dalam Doaku

Dear kamu..kamu..kamu..


Selamat Pagi
Selamat Siang
Selamat Malam
Tak lupa kusisipkan “Assalamualaikum”


Hey kamu….sudahkah kamu mampir dalam doaku hari ini…?
Pasti kamu tidak ingat, kalau begitu mari aku bantu kamu mengingatnya.


Pagi ini, saat adzan Shubuh berkumandang, dan keluarga ayam bersahutan. Aku masih tertidur pulas, terbangun bukan karena suara tadi, melainkan karena alarm yang bunyi tepat di sebelah kanan bantalku. Mengucap syukur, aku terbangun dalam keadaan sehat dan aku masih mencintaimu. Absen kamu yang pertama saat aku terbangun dari tidur.


Dalam sujudku di waktu subuh, absen keduamu padaku. Kembali hadir dalam doaku untuk meminta kamu bahagia sepanjang hari ini. Seperti biasa aku pun berangkat mengais rejeki ku setiap hari, sampai bertemu jam setengah 8 nanti.


Waktu dhuha ku kau kembali menyapaku, untuk menyisipkan namamu diantara nama-nama orang terkasih yang aku sebutkan didalam doa dhuha-ku. “Tuhan…Limpahkanlah semua rejeki dari bumi dan langit untuk kami semua juga dia (baca: kamu)”. Mulai beraktivitas sampai jam makan siang. Hemm…sudikah kamu mampir jam makan siang nanti.


Kebiasaanku setiap hari adalah makan siang dulu, ngobrol dengan teman-temanku, baru bergegas Dhuhur. Mengambil wudlu, berjamaah kalau ada teman yang bisa diajak berjamaah, kalau gak ada ya “single fighter”, menutup dhuhurku dengan bertanya pada Tuhan, “Berkahilah kami dan dia (baca:kamu) siang ini, makan siang dengan apa ya Tuhan dia? Apapun jadikanlah makanannya berkah…amiin”. Kembali lagi kamu masih rajin mampir didoa-doaku… Alhamdulillah.


Bel berbunyi, pertanda jam pulang 16:00. Pekerjaanku ternyata masih belum selesai. Baru setengah lima nanti, mungkin kamu akan hadir lagi didalam doa Ashar-ku. Dan kamu pun masih hadir dalam doaku, menjaga aku tetap mendoakan kamu “Lindungilah kami dan dia (baca:kamu) dalam perjalanan pulang kami”.


Maghrib pun tiba, terkadang aku masih dijalan pulang saat waktu maghrib tiba. Tapi beberapa hari terakhir ini, sebelum maghrib aku sudah berada dirumah. Jadi jujurku, aku suka agak sedikit menunda magrib-ku, iya karena aku makan malam dulu tepat jam 18:00. Luar biasa sekali, kamu masih setia menungguku mengabsen dirimu diwaktu Maghrib-ku. Tidak banyak doa yang kupanjatkan di waktu Maghrib-ku “hanya berharap kamu menyapaku malam ini”


Ternyata..tak juga kamu menyapaku malam ini. Kututup malamku dengan waktu Isya-ku, dan masih terselip namamu diujung doaku malam ini. Kalau aku cukup kuat menahan kantuk, kamu akan beruntung ada dalam sunah Hajat-ku. Kalaupun tidak dimalam ini mungkin di malam-malam yang lain atau di sepertiga malamku nanti. Tapi tidak cukup dengan itu, kamu masih saja serakah ingin ada dalam doa sebelum tidurku. Kuselipkan kamu “Berikanlah dia mimpi indah”. Pulaslah aku tidur, berharap bertemumu dalam mimpi-mimpi tidurku.


Jika aku cukup beruntung, aku akan bertemu kamu lagi dalam sepertiga malamku. Selalu tidak pernah terlupa menyelipkan kamu disitu.. “Tuhan, siapakah dia itu? Apapun dia, jadikanlah dia sebagai imamku kelak, jadikanlah dia sebaga tiket surgaku kelak..siapapun dia Tuhan, segeralah pertemukan kami…”


Hey kamu…aku mencintaimu bahkan sebelum kita bertemu, tidak akan pernah aku tidak mendoakanmu dalam sujud-sujudku.


“Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takan pernah selesai mendoakanmu” ~ Sapardi Joko Damono


Sebelum ku akhiri surat ini pun, kamu masih mampir dalam doaku. Semoga kita dipertemukan kelak dalam keadaan yang paling sempurna dan indah..amiinn…


Wasalamualaikum kamu yang selalu mampir dalam doaku… :*


Dari,


-Aku yang selalu mendoakanmu-


(oleh @neeyaisme di http://niyajothi.wordpress.com/2011/01/27/day14-kamu-yang-selalu-mampir-dalam-doa-ku/)

Surat Peringatan untuk Para Penebar Senyum

         Hei, anak-anak matahari! Kalian ini terbuat dari apa sih? Mengapa selalu membuatku rindu? 
dan mengapa selalu membuatku rela berlama-lama sambil memandangi senyum kalian? Sebenarnya aku agak heran, tapi aku menikmati setiap detik keherananku. Sampai akhirnya aku sadar betapa tulusnya senyum kalian. Sssst...jangan bilang-bilang ya, diam-diam aku mengoleksi senyum kalian dan menyimpannya di tempat yang aman. Di benak. Ya! di dalam otakku!
         Tahukah kalian, senyum kalian adalah candu. Rasanya tak perlu repot-repot mengonsumsi si heroin, si ganja, atau bahkan ngelem seperti beberapa dari kalian. Senyum kalian pun sudah membuatku melayang. Sungguh, aku pun sadar ini berlebihan. Tapi tidak ada yang berlebihan ketika seseorang jatuh cinta bukan? Ya begitulah adanya. Kita memang tidak terlalu sering bertemu. Tapi saat waktunya bertemu, rasanya semangatku seperti di-charge selama beberapa hari ke depan. Ajaib! (dan berlebihan lagi). Kalian benar-benar harus bertanggung jawab atas kebahagiaanku ini! Sungguh! Aku merindukan saat-saat menunggu kalian pulang mengamen. Aku juga merindukan saat-saat kita belajar hitung-hitungan bersama, menulis, mengaji, dan hal-hal per-sekolah-an lainnya. Tapi yang paling aku rindukan adalah bermain layangan bersama kalian! 
         Ini keterlaluan! Sungguh keterlaluan! Kalian akan kuberi SURAT PERINGATAN ke I karena telah tega membuatku merindu begini...berhati-hatilah, karena jika kalian kembali menebar senyum, AKU AKAN SANGAT MENCINTAI KALIAN! 


 oleh @minumino di http://ht.ly/3LHG1)

kangen setengah mati

dear, kamu..



yang ngangenin..


yang nyebelin..


yang ngebetein


yang nyenengin..


yang wara-wiri di otakku tiap hari..


yang bikin kelabakan..


yang bikin deg-degan..


yang bikin geregetan..


yang bikin salah tingkah..


yang merampas hatiku diam-diam..


yang sering bikin kepikiran..


yang bikin nyaman..


yang bikin senang..


yang bikin aku gak karuan..





aku kangen kamu luar biasa.. ngerti?





dari aku,


yang lagi kangen setengah mati




(oleh @muphii di http://mufidaa.posterous.com/hri-ke-14-kangen-setengah-mati)




menulis surat (untuk) cinta

hai kamu, apa kabar?


mungkin kamu kaget menerima suratku ini. kenapa tiba-tiba menulis surat?kenapa sekarang? jujur ya, ada dua alasan utama kenapa aku menulis surat untukmu sekarang.  yang pertama, karena sebentar lagi valentine, dan sepertinya aku sudah terkena euforia hari kasih sayang ini sehingga teringat padamu .
yang kedua, kebetulan sedang ada acara ini, #30harimenulissuratcinta. maka kupikir, kenapa tidak kutulis saja surat untukmu? dan aku benar-benar ingin menulis untukmu, sampai sengaja membuat blog ini. aku ingin menulis untukmu, cinta. dan aku juga punya beberapa alasan kenapa aku ingin menulis untukmu..


yang paling pertama aku ingin berterimakasih padamu. setelah mengenalmu dulu, sedari kukecil, hidupku penuh warna. tak semua warna bagus, ada hitam yang gelap, jingga yang menyilaukan, hijau yang busuk. tapi aku berwarna! aku tau rasanya senang, gembira, marah, cemburu, sedih, bingung. aku dewasa dengan mengenalmu. karenamu juga aku tahu cara membuat orang tersenyum dan menangis. saat kamu ada disampingku, semua punya arti! aku bisa menulis lagu dari rintikan hujan, aku menyanyi bersama ilalang, aku menyukai semua masakan-bahkan sayur dan buah!.. lagi-lagi tidak semua menyenangkan, aku menangis bersama matahari, aku cemburu saat orang tertawa, aku merindu bahkan saat bersamanya. kamu, adalah pensil warna didalam hidupku, seperti permen segala rasa milik harry potter, tanpamu, aku tak punya rasa. 
karena itu aku juga berterimakasih pada yang Esa, karena telah menciptakanmu. menurutku kamu adalah ciptaan terindah, lebih daripada manusia. coba saja bayangkan jika manusia diciptakan, dan yang Esa lupa menciptakanmu. sedangkan ada kamu didunia saja, manusia sudah seperti ini, bagaimana jika tidak ada kamu? hiii aku tidak mau membayangkannya. 
mari membayangkan, apa yang telah kamu perbuat pada dunia dan diriku saja. kamu adalah konektor paling canggih yang pernah ada, karenamu semua orang dipelosok dunia bisa disatukan. dan kita sudah sering mempraktekannya.


alasan lain kenapa aku menulis untukmu adalah, aku minta maaf. atas pernyataanku dulu. dulu aku bilang, bahwa cinta itu rakus, dan kamu itu mengambil semua rasa tepat di asanya, lalu mengaduk dan menjejalkannya dalam satu masa... tapi saat itu aku naif, aku lupa apa saja yang sudah kamu berikan untukku.  saat itu ada seorang bocah yang mematahkan hatiku, kemudian hatiku terbelah menjadi bagian, cinta. bagian itu terlalu kecil untuk menampung semua rasa yang telah kau berikan, semua meluap dan membanjir. aku lari. aku lari karena tak sanggup menerima lebih banyak lagi darimu, dan malu karena aku tak bisa menampungnya juga. aku lupa bahkan jika bukan karenamu aku tidak bisa merasakan apapun. maafkan aku..


maka alasan selanjutnya kenapa aku menulis surat untukmu.. aku kangen padamu, cinta. hari-hari tanpamu adalah hari yang mati. saat aku tidak jatuh cinta atau saat aku tak patah hati seperti ini, seperti sedang terbaring koma ditempat tidur. tak ada lagi bedanya malam dan siang, manis dan asam, hitam dan putih. ini baru namanya mati rasa, semua keseharianku adalah rutinitas, dan asal kamu tahu, rutinitas itu lebih kejam dari patah hati. dia membuatku tidak bisa bernafas, membuatku berjalan terus sehingga aku tak tahu apa saja yang sudah kulewati. aku tak mau berteman dengannya cinta. dia tidak mengerti esensi dari hidup. bersama dia, musik seperti kehilangan irama, hujan jatuh karena siklus semata bukan karena daya tarik gravitasi yang ajaib, juga pelangi semata-mata hanyalah sebuah permainan cahaya, bukan paduan kuas ajaib yang dilukis malaikat. jangan tanya soal keajaiban, dia tidak akan mengerti itu.


yang terakhir kenapa aku menulis untukmu, aku mohon, kembali padaku. kembali pada hidupku cinta, aku tidak bisa hidup didunia ini tanpamu.  denganmu, aku melihat, merasa, mengerti dan belajar dari semuanya. aku tak mau lagi berteman dengan rutinitas, aku mau berteman denganmu, dulu kita berteman baik kan? kembalikan masa-masa itu, buat aku hidup lagi atau setidaknya kembali padaku pada bulan penuh cinta ini. aku bisa lebih mati rasa lagi melihat kamu bersama semua orang kecuali aku. tanpamu, hidupku sepi sekali..


akhirnya, aku lega mengatakan semua ini padamu. semoga kamu membaca surat ini sampai selesai. dan pertimbangkan perkataanku..
selamat malam cinta.


_yang menunggu jawabanmu


(dikirim oleh @oryzanikita di http://selimutbirutua.multiply.com/journal/item/1/1)

Hari Empat Belas: Untuk Pasir di Kakiku

Kamu mungkin tidak tahu, betapa rindu aku merasamu menyusupi sela-sela jemari kakiku. Sampai tadi kita berjumpa lagi di Pantai Geger. Kamu yang hangat terpanggang mentari menyambut telapakku yang telanjang. Lembut sangat. Kukira tadi pertemuan kita singkat sekali, terpotong hujan yang nyaris tidak berhenti. Tetapi malam ini saat aku beranjak tidur dan cuci kaki, kutemukan sebutirmu terselip di bawah kuku. Oh, ternyata kamu pun berat melepasku. Malam ini aku akan lelap karena ternyata cinta ini tidak bertepuk sebelah tangan.


(dikirim oleh @miyaa di http://literaturdiatasranjang.blogspot.com/2011/01/30harimenulissuratcinta-hari-empat.html?zx=6083fec447ec2bef)

hari keempatbelas: yuk!


Hei kamu, daripada kita liat-liatan terus, gandengan aja yuk!
Maaf kalo ngagetin. Tadinya aku pengen nulis yang indah-indah sebagai pembukanya. Tapi hanya kamu yang paling indah di mataku, gimana dong?
Jangan pingsan dulu sebelum balas surat ini ya.

Hujan, Senja, Malaikat, Kopi

Jakarta, 27 Januari 2011

Dear You,

Hay, selamat malam..

Belum genap satu bulan kita saling sapa, belum terlalu lama untuk sekedar berkata “kita saling kenal”. Aku enggan berbagi cerita panjang lebar bagaimana kita bertemu dan sejak kapan sosokmu menguasai relung pikiran dan menghuni alam astralku.

Aku pun masih belum tau, apakah yang aku rasakan ini sekedar euphoria semata atau ini benar yang namanya cinta. Bagaimana mungkin, aku bisa mengagumi sosok Adam yang sekedar warna kesukaannya pun aku tidak tau, yang aku tau saat ini, malamku ku tutup dengan merindukanmu dan pagiku ku buka dengan senyum karena kunjunganmu dimimpi ku.

Masih terekam rapi kenangan saat pertama kali Tuhan mengizinkan aku menatap langsung pemilik tatapan hangat yang selama ini hanya kukagumi dari foto, yang hanya bisa kulihat di layar telepon genggamku. Ya..mata mu.. mata yang penuh kedamaian. Malam itu perpaduan antara kaos hitam, celana jeans berwarna biru tua, jam tangan hitam, gelang tipis berwarna biru muda, senyuman renyah dan tatto-entah- imitasi dipergelangan tangan kiri mu, kamu.

Kamu tau? Aku sedikit kaget saat tau, kamu mengagumi Hujan, Senja dan Sayap (Malaikat), serta belakangan ini aku pun sadar biji kopi juga salah satu minat mu, paket lengkap yang selama ini aku cari dari seorang Adam, menyukai hal-hal sederhana, kesederhanaan yang juga menjadi kekaguman ku.

Mungkin ini masih terlalu dini, tapi bersamaan dengan surat ini, aku-yang-baru-saja-kamu-kenal-ingin sekali membebaskan kata-kata yang selama ini kupenjarakan atas nama malu dan takut.

Kamu, mungkin disana.. di hati mu, di pikiranmu, di mimpi mu, kamu sudah memiliki “seseorang”-entah-siapa, namun nanti, disaat kamu tidak memiliki siapa pun untuk digenggam dikala dunia mengucilkanmu, bolehkah aku menjadi “seseorang” yang menemani mu untuk mengusir kelabu? Meminjamkan kedua lengan untuk memeluk mu? Bisakah kamu memberikan ku kepercayaan untuk membuktikan, aku bisa membuat dunia mu kembali tersenyum?

Tidak, surat ini bukan surat pernyataan cinta , ini juga bukan surat tawaran, (sekali lagi) ini hanya sekedar “note”, yang mungkin-saja-akan kamu lupakan setelah membacanya. Aku menulis surat ini-sekedar- untuk membebaskan kata-kata yang selama ini terpenjara didalam hatiku, yang selama ini berontak ingin keluar dari mulut tiap kali kita bersapa. Aku ingin membebaskan diriku dari kepura-puraan. Itu saja, tidak lebih.

Ya.. hanya paragraf diatas inti dari surat ini, sekedar memberi note kecil yang mungkin sudi kamu tempel dunia mu sebelum tidur, ingat.. kamu masih punya aku, disini yang akan selalu siap menemanimu tersenyum menikmati hujan dikala senja sambil menikmati secangkir kopi hangat diteras, mengomentari tingkah laku malaikat kecil tak bersayap yang menari-nari dibawah rintiknya, atau mungkin menjadi pasangan mu berdansa diderasnya hujan caci maki dunia.

Akhirnya, aku bisa melepaskan kata-kata yang selama ini hampir mati kedinginan karena terpenjara. Dan semoga setelah membaca surat ini, aku masih bisa memanggilmu.. teman. Tidak ada yang berubah.


Regards,

Your someone when you have no one

PS: #NowPlaying Adele -Make You Feel My Love-



---Oleh:


(diambil dari: www.sisayappatah.com )

Teh Panas yang Bikin Kangen

Teristimewa untuk Ian, saudara Siliwangiku si Brendy* yang baik hati dan tidak sombong :D

Apa kabar dunia? Semoga selalu penuh rasa bahagia dan berlimpah berkah hanya dari Allah, ya?

Sebelumnya aku harus sekali lagi mengingatkanmu: JAGA KESEHATAN!!!! Karena aku sering sekali mendapat laporan kalau kamu sakit. :( Menyebalkan, sumpah!

Jaga pola makan. Gak sempat makan? Ngemil yang mengandung karbohidrat kan bisa? Cracker kan gampang dapetinnya. Di warung juga ada. Jangan bilang gak sempat. Jangan sok sibuk! Kamu kalah sibuk dibanding Rasulullah. *mulai deh ceramah* :P Begitu punya kesempatan, segera ke warung untuk beli cracker, simpan di tas. Jadi begitu kamu sibuk karena meeting atau apapun, bisa ngunyah untuk ganjel perut kan?

Jadi ingat pertama kali kita kenal di Rumah Damai Indonesia, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Senyum ramah dan ceria bikin aku ikutan ceria. Hingga saat ini yang membuatku kangen kamu tuh teh panas buatanmu yang unik. Teh celup yang kantongnya dirobek dan isinya baru dituang ke gelas air panas. Seperti teh tubruk. Hadeuuuuhhh, beneran deh tak terlupakan!

Ketika pun aku tahu kita masih ada hubungan keluarga (meski belum terlacak benar), rasanya semakin seru kedekatan kita. Asik deh, ketemu saudara lain di belantara Jakarta!

Aku gak bisa menulis banyak karena usia perkenalan kita yang masih singkat ini. Tetapi kapan-kapan kalau Allah mengijinkan, kita rafting yuk? Hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang. Kalau naik gunung sudah tidak bisa lagi :)

Oke,Ian. Sekian dulu deh surat ini kukirim untukmu dengan pos tercatat dari hatiku!

Salam hangat penuh cinta untuk adikku.

*) Brendy: Berondong Trendy asuhan pak Adhe :D



---Oleh:


(diambil dari: www.romansapena.wordpress.com )

Untuk Kamu Yang Memantraiku

Hei kamu yang memantraiku,

Iya, kamu yang disitu. Huh. Aku benci kamu. Bisa-bisanya kamu memenuhi pikiranku. Padahal, aku sedang ingin fokus pada diriku sendiri. Padahal, aku sudah berjanji, dalam waktu dekat ini tidak akan merindukan cowok lagi.

For the way you changed my plans
For being the perfect distraction
For the way you took the idea that I have
Of everything that I wanted to have
And made me see there was something missing

Ini aneh. Benar-benar aneh. Jelas-jelas selama ini aku hanya menganggapmu sebagai teman baik. Teman baik yang entah bagaimana *aku juga tidak mengerti* bisa selalu ada disaat aku butuhkan.Ya. Aneh memang. Tapi kamu selalu bisa kuandalkan ketika aku membutuhkan sesuatu. Aneh. Padahal, dulu, dulu sekali, jelas-jelas aku menolakmu. Bahkan aku sempat menghindar darimu kan? Hatiku tertutup rapat. Tapi, entah kenapa kamu selalu muncul. Muncul di waktu-waktu yang tepat saat aku membutuhkan. Kamu bisa memposisikan diri sebagai sahabat baikku. Teman diskusi buku atau film, teman insomnia, bahkan teman curhat.


For the ending of my first begin
And for the rare and unexpected friend
For the way you're something that I'd never choose
But at the same time, something I don't wanna lose
And never wanna be without ever again

Dan kini, aku bahkan nggak tahu, sejak kapan kamu muncul di hatiku. Oke. Sekarang aku mengaku. Aku merindukanmu. Ya. Tiba-tiba saja aku merindukanmu setengah mati. Tiba-tiba saja aku memikirkanmu. Sejak kapan aku mulai melihat ke arahmu? I had no idea. Aku sampai berpikir. Jangan-jangan kamu memantraiku! Bagaimana mungkin kau bisa merindukanmu setengah mati?


You're the best thing I never knew I needed
So when you were here I had no idea
You the best thing I never knew I needed
So now it's so clear, I need you here always

Setelah kupikir-pikir lagi, aku baru menyadari, bahwa kamu ternyata selalu ada untukku sejak dulu. Bahkan sebelum yang dulu-dulu. Mulai dari ketika aku dengan si A, si B, si C, si D, dan seterusnya. Hingga kini, aku putus dengan pacarku yang terakhir, kau masih ada untuk menghiburku dengan candaanmu. And yes, you makes me laugh again and again.


I must admit you were not a part of my book
But now if you open it up and take a look
You're the beginning and the end of every chapter

Hmmm, apakah kamu chapter terakhir di bukuku nanti? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu :)

Dari aku, yang sukses terkena mantramu,

(hil)

PS: Hei boy, terimakasih ya :)


---Oleh:


(diambil dari: www.pecintarasa.posterous.com )

Belum ada cinta untuk malam

Selamat malam, malam..

Apa yang harus kukatakan padamu? kerinduan? kenangan? masa lalu? ya, mungkin itu yang lebih menyatu denganmu. Mungkin gelapnya yang tegas yang hadirkan itu. Kelam tanpa kompromi pada perasaan. Senang kau, aku termasuk jadi korbanmu? Tertawalah di bentangan gelapmu. Tertawakan aku, yang selalu merindu pada kenangan masa lalu dalam sendiriku. Puaskan bahagiamu sampai nanti pagi kau kehilangan kuasa yang dilahap mentari. Di waktu aku akan menari menyudahi mimpi.

Gelapmu itu adalah pijar-pijar rindu, lidah-lidah api yang menyulut kenangan dalam hati. Semburat masa lalu kau bawa dan kau singgahkan dalam nurani, aku seperti mati. Tak punya jiwa untuk hela masa, diam mendiami raga.

Bisa saja aku mencintaimu, biar tak selalu kau peluk aku dengan masa lalu. Namun maaf, hati sudah terpaut pada senja. Jingga sudah mengikatku dengan cinta yang merona pada batas bentang cakrawala. Aku lebih senang dengan yang berwarna, terang mencerahkan. Bukan gelap, hingga senyap menyekap.

Ah, sudahlah malam. Aku tak mau menghakimimu. Kau juga adalah ciptaan Tuhanku. Berdosa jika aku mengumpat hadirmu, sekalipun sering kau beri aku pilu. Sesungguhnya kau adalah indah, sebab bintang selalu berpendar, hiasi kelam biar tak terlalu mencekam. Bulan bersinar, beri lukisan akan ketenangan. Namun, tetap saja gelap adalah penguasamu, dan aku tak mau dikuasai itu.

Sudah ya malam, terlalu banyak tulisan, terlalu banyak pula kepedihan. Aku akan berusaha untuk bisa menerimamu, untuk bisa mencintaimu seperti aku mencintai senja.

salam, aku yang terluka gelapmu.



---Oleh:


(diambil dari: www.dzdiazz.blogdetik.com )

Untuk kalian.

Dear kalian.
Apa kabar Dika dan Yuna?. Semoga cinta bersama kalian, memeluk erat dan enggan melepaskan diri dari kalian. Surat ini kutulis lima bulan sebelum kalian memutuskan untuk bersama. Menjadi pasangan jiwa. Aku menyuruh seseorang mengirimkan ini pada kalian. Saat ini, seperti kalian tahu aku tak disini lagi. Aku memutuskan menjauh dari kalian. Menjauh dari semua kenangan akan kita. Menjauh dari semua sudut kota yang penuh cerita tentang kita.

Dua tahun bersamamu, Dika. Akhirnya aku tahu cinta milikku sebenarnya tak bersambut. Aku tak seutuhnya menggenggam cintamu.

Dua tahun, dan akhirnya aku sadar. Tapi kalian tahu ini bukan membenci. Tak ada. Aku bahkan menjadi kasihan pada kalian.Mengutuk diriku sendiri yang tak peka. Menghalangi cinta kalian yang seharusnya bersatu. Menghalanginya dengan cemburu membabi buta. Dengan egois yang menakutkan. Tapi akhirnya sesuatu membuka hatiku. Kalian lebih cocok berdua. Cinta kalian lebih kuat. Alam memang menyatukan kalian. Dan Tuhan berkehendak.

Terima kasih untuk persahabatan yang indah. Biar ini menjadi buku tebal yang harum penuh cerita milik kita bertiga. Biarkan terbungkus dalam sampul indah, tersimpan di hati. Aku tak pernah marah pada kalian. Buatku Tuhan berkehendak, itu hakNya. Aku ikhlas. Bukankah hakekat mencintai, tak selalu harus memiliki?. Bukankah mencinta adalah melihat orang yang kita sayang bahagia?.

Jadi sahabat. Izinkan aku. Dihari bahagia milik kalian. Izinkan aku hadir. lewat selembar surat ini. Dengan cinta dan sayang, pada kalian berdua. Teriring doa semoga Tuhan menyatukan kalian dalam cinta yang tak pernah usai, walau usia berakhir. Semoga Tuhan melimpahkan kalian dalam keberkahan dan kebahagian.

Dan teriring itu pula aku ucapkan, "Selamat Menempuh Hidup Baru". Jalan membentang banyak aral dan rintang, tapi aku tahu kalian berdua sanggup melewati, karena kalian disatukan dalam cinta yang besar.

Aku pamit. Maaf tak bisa datang. Kesibukan dan jarak alasannya. Sama sekali tak ada sakit hati.
Suatu saat ketika nasib mempertemukan kita bertiga aku mau lingkar sahabat itu meyatu lagi. Aku, dan kalian.


Dariku.
Sahabat.


---Oleh:

(diambil dari: www.amaachmad.blogspot.com )

Untuk Ibu Dosen Cantik..

Teruntuk:

Ibu dosen cantik @veronikasakti

Selamat pagi, Ibu cantik.. :)

Bagaimana kabar ibu hari ini? Pastinya, tetep asyik seperti biasa.. hehe

Beberapa hari yang lalu, Ibu berkata bahwa Ibu sudah membaca tulisan-tulisan di tumblr saya, perasaan saya saat itu kaget sekaligus malu, karena ibu membaca surat-surat saya untuk proyek #30HariMenulisSuratCinta ini. Akhirnya, saya memutuskan untuk membuat surat cinta di hari ke-14 ini untuk ibu, semoga ibu berkenan menerima dan membaca surat cinta dari saya.. :D

Bu Vio, Apakah ibu masih ingat pertemuan pertama kali kita? (#tsaaaaah) hehehe.. kalau boleh saya mereview kenangan itu, begini ceritanya… hari itu ibu pertama kali datang mengajar di kampus Psikologi dan diajak pak Hans ke kelas kami, kelas mata kuliah Pengantar Psikoterapi (eh, apa Psikologi Dalam ya, Bu? Hahaha.. malah saya yang lupa) waktu itu di ruang 102, saat kami (angkatan 2006) masih lucu-lucunya.. :D kemudian ibu perkenalan di kelas, lalu saya yang duduk di bangku paling depan, mengajukan pertanyaan ke Ibu.. Ingat tidak, Bu? Hehe.. itu awal keterpesonaan saya pada ibu #eaaaa *blushing

O iya, Ibu masih ingat tidak dengan pertanyaan saya? Ibu ingat tidak dengan gaya bicara saya saat itu? Saya yang (entah kenapa) selalu terbata-bata ketika ingin mengungkapkan sesuatu (salah satu alasan knp saya jarang aktif jika di kelas), kemudian memberanikan diri bertanya tentang mayor keprofesian ibu? Kalau diceritakan semua detail kejadian hari itu, sungguh memalukan buat saya.. hahaha

Ibu ingat tidak, ada semester di mana kami bisa bertatap muka dengan Ibu selama 3 kali seminggu? Semester “sadis tapi penuh kenangan”, di mana tiada hari tanpa tugas, tiada minggu tanpa revisi KaUPsi, tapi di sisi lain perkuliahan juga sangat menyenangkan, banyak mata kuliah aplikatif. Jadi kalau sekarang mau mengingat-ingat semester itu, rasanya menyenangkan dan penuh kenangan.

Ibu termasuk dosen yang rajin memberikan tugas, yang rajin bertanya tentang materi perkuliahan terakhir, dan yang sering membuat jantung saya berdegup kencang (serasa kayak mau ketemu gebetan) karena takut kalau-kalau ibu menunjuk saya untuk menjawab pertanyaan ibu.

Ibu adalah salah satu dosen yang dekat dengan mahasiswa, saya beruntung termasuk di dalamnya.. meskipun sebenarnya, saya merasa tidak se-istimewa teman-teman lain yang juga dekat dengan dosen. Terima kasih, Ibu cantik..

Sepertinya sudah banyak tempat yang saya dan teman-teman kunjungi bersama Ibu, wisata kuliner (Cuma kurang leker Paimo ya, Bu? Hehe), foto-foto (jadi inget peristiwa foto di Tinjomoyo, Bu), dan tentu saja mengunjungi tempat mengikuti Ibu bertugas (sebagai trainer atau sedang pengabdian masyarakat).

Banyak teman lain fakultas atau teman SMA saya, yang pernah tau saya dan teman-teman sering pergi sama Ibu, merasa heran. Cuma di psikologi dimana dosen dan mahasiswa bisa jalan-jalan, makan bareng, dan foto-foto.. Hehe. Beruntungnya kami.

Ibu cantik, semakin hari saya mengenal ibu.. semakin saya kagum sama ibu.. banyak hal yang saya kagumi dari ibu.. Ibu itu sudah seperti kakak buat saya.. banyak hal yang saya ceritakan sama ibu.. Terima kasih banyak, Bu..

Ah, ibu.. kalau saja saya bisa menuliskan semua hal tentang ibu yang saya kagumi dan semua hal yang saya pelajari dari ibu, mungkin akan panjang sekali.. Saya takut ibu bosan membaca surat saya. Intinya, saya ingin berterimakasih.. berterima kasih karena telah membuat saya belajar banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak hal. Berterimakasih juga karena telah memberikan saya kesempatan bekerja dengan ibu di beberapa proyek penelitian ibu. Berterimakasih juga karena telah mempercayai saya, seorang yang tidak pede ini.. hehe..

Ibu dosen Cantik, saya berdoa untuk kesuksesan ibu. Semoga semua kegiatan, proyek kampus, penelitian, rencana di masa depan, sukseeeeeeeeeiiiisss dan lancaaaaaaar. Amin

Cukup sekian surat saya untuk Ibu.. Jika diteruskan lagi, mungkin air mata yang keluar akan jadi seember penuh.. :’) Sekali lagi, terima kasih sudah bersedia membaca surat saya ini..

Salam sayang,

Mahasiswa Ibu-yang-masih-hutang-mengajak-Ibu-ke-Leker-Paimo

p.s: Saya kangen sama proyek Indigenous Psychology, Bu.. :)



---Oleh:


(diambil dari: www.citracerita.tumblr.com )

Surat Pertama Untuk Tuhan

Yang Terhormat Tuhan di manapun Engkau berada.

Tuhan, ini surat pertama yang aku tulis untukmu. Ga nulis surat bukan berarti aku tidak cinta padaMu, tapi karena aku bingung harus menulis apa. Yang ada, aku malah curhat dan trus menangis. Lalu, siapa yang akan menghapus air mataku kalo aku nangis? Siapa yang akan meminjamkan bahunya untuk aku basahi dengan air mata dan ingusku? Siapa yang akan mengelus rambutku untuk meredakan tangisku? Siapa yang akan memelukku untuk memberikan kekuatan? Siapa Tuhan?
Tuh khan belum apa-apa aku sudah banyak tanya ini itu. Meskipun demikian, tolong jangan berhenti membaca suratku ini hingga selesai. Kita lanjut lagi.

Aku tahu, bahwa Tuhan itu sumber kekuatan, sukacita dan penghiburan. Dan ketika aku curhat padaMu, lalu menangis, aku khan ga bisa mendengarkan langsung suaraMu, tidak bisa merasakan pelukmu, aku malah menyeka airmata sendiri :(
Tuhan, tolong jangan tertawa ataupun marah membaca suratku ini, ini belum selesai Tuhan, aku sedang berusaha menulis untukMu.

Balik ke surat lagi, aku tidak tahu pasti kenapa aku akhirnya memulai menulis surat ini padaMu dan berusaha untuk tidak curhat. Sudah 2 lembar aku alamatkan ke tempat sampah karena isinya malah curhatanku yang ga jelas yang membuat Engkau geleng-geleng kepala dan berkata "gitu aja koq repot". Sejauh ini aku ga curhat khan Tuhan, ga ngoral-ngidul ga jelas khan?
Aku menulis surat ini didasari oleh mimpiku tadi malam.
Dalam mimpiku, Engkau memelukku dan berkata "hei, kamyu ke mana saja aling? Aku kangen padamu" Aku tercengang.
Dengan mesra Engkau memelukku erat hingga badanku terguncang oleh pelukan maha dasyatMu. Dengan penuh senyum gembira engkau berkata "Aku lama menunggumu Aling, suratmu tak kunjung tiba. Aku kira kamu melupakanKu. Tapi aku sabar kok Ling menunggumu"
Aku terdiam. Engkau memandangku yang terpaku heran dengan tampang bloonku.
"Aku tahu, cepat atau lambat, kamu akan kembali Ling. Dan jika kamu pergipun, gapapa Ling, tetaplah kirim surat untukKu apapun isinya, aku pasti akan membaca dan membalasnya, karena aku mencintaimu Ling".
Mendadak aku menangis meraung-raung dalam pelukanMu. Tidak ada permen saat itu tapi þada pelukan yang hangat dariMu.

Lalu aku terbangun Tuhan dan mulai menulis surat padamu, beberapa gagal karena bingung. Tapi yang ini ga akan gagal sepertinya.

Ahk Tuhan, tuh khan aku curhat lagi. Malu deh Tuhan. Ahk biarin deh, egp deh kalo isinya amburadul, curhat, ga jelas dan ngoral-ngidul. Tolong jangan senyum-senyum jenaka membaca suratku ini, karena aku akan semakin malu.

Tuhan meskipun tidak ada yang memelukku, menghapus air mataku, meminjamkan bahunya dan mengelus rambutku, aku akan tetap menulis surat untukmu meskipun aku harus menangis untuk itu.

Tuhan, sekian surat pertamaku padaMu, semoga besok aku bisa menulis surat lagi padamu dari hatiku yang paling dalam dan paling ga goblok.
Sampai jumpa Tuhan.


Xoxo
Aling


---Oleh:


(diambil dari: www.tangtingtangtintung.blogspot.com )

Sayang kamu, alter ego

Dear,
Katanya kotamu lagi musim hujan ya? Hati-hati ya jangan sampai kehujanan, bawa payung kalau mau ke mana-mana. Badan kamu kan agak sensitif gitu, sering kalo kena air hujan jadi gatal-gatal gak jelas kan? Eh kalo ngomongin hujan, aku jadi kangen dulu waktu kecil, kapan lagi ya kita bisa main hujan-hujanan gak pake baju, tanpa takut petir, dan pas pulang ibu nungguin kita marah-marah eh tapi ujung-ujungnya tetep ngasi minyak kayu putih biar anget. Kangen.

Oya akhir-akhir ini kamu keliatannya agak random deh. Kadang happy banget, kadang terlihat jelas juga betenya. Mungkin karena pengaruh zodiak juga kali ya, orang taurus kan gak bisa nyembunyiin perasaan gak sukanya. Kamu udah cek belum zodiakmu berubah gak karena pergeseran rotasi bumi itu? Oh gak berubah ya, berarti kalo bete tetep gak bisa disembunyiin :p

Kantor apa kabar? Hah, apa, banyak masalah? Gak heran gw, orang kerja ya ada masalah lah, tidur aja kadang ada masalah kalo pas dapet mimpi jelek. Masalah apa sih? Bukannya lo dulu pernah bilang gw kalo Kak Irma pernah ngasi wejangan kalo masalah kantor itu ibarat little stone in your shoes, you can throw away anytime. Jadi lo bisa buang kapan aja kan? Iya gw tau gak segampang itu, gw juga yakin di hati lo terdalam pasti lagi dongkol sambil bilang: ngomong apa susahnya sih, coba lo rasain sendiri! ƗƗɐƗƗɐ”̮ ƗƗɐƗƗɐ”̮ gw tau kan apa isi yang di sono *nunjuk jidat*. Oke, sekarang anggap aja lo kena batunya, kesalahan lo terlibat di sini kan? Dan gw tau cuma kecil persentase kesalahan lo, tapi ketika itu jadi fatal attraction (eh itu judul salah satu film favorit kita kan?), liat hasilnya apa? Kacau kan? Ya udah kesalahan lalu jangan sesali, ambil aja pelajarannya, gw yakin hikmahnya di sini akan jauh lebih besar. Percayalah.
Sekedar ngingetin lo aja kalo orang yang udah jahatin lo itu pasti akan dapat balasannya, kalo gak sekarang ya nanti, kalo gak melalui tangan lo langsung, ya melalui orang lain, dan bahkan oleh Allah langsung. Tapi menurut gw, lo gak mesti balas langsung kejahatan ke dia karena pada dasarnya sesama muslim itu bersaudara kan? Oya gw abis baca artikel yang pas banget buat lo sekarang:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Jadi sekarang lo paham kan, dan gak usah lagi punya niat ngebalas orang lain.

Love,
Ego


---Oleh:


(diambil dari: www.adekbakri.wordpress.com )

hai, cantik..

hai, cantik.

aku suka caramu berbisik.
bisikan lembut yang selalu membuatku terjaga di gelap malam buta.
aku suka caramu memanggil namaku. penuh rasa.
menggetarkan jiwa.
aku suka caramu tertawa, renyah dan tak henti.
menusuk hati.
aku suka caramu membekukanku, menyihir menjadi batu, membisu.
kamu selalu berhasil membuatku diam terpaku dengan cara-caramu itu.

cantik..
selama ini,
tak pernah kusadari jika kau ada di sana. di tempat yang tak terkira, begitu dekat. seperti hati kita yang melekat. kita hanya berjarak oleh jendela dan tirai tua, di malam sepi ketika bulan menemani.
mengapa bisa tak pernah kusadari selama ini?

masih putihkah gaun panjang kesayanganmu itu?
ataukah berubah merah muda karena jatuh cinta?
semakin berkilaukah pesona rambut hitam panjangmu?

hai, cantik..
gadis bergaun putih, aku suka caramu mengayunkan kaki, saat terduduk di tempat kesukaanmu, di atas pohon depan jendela kamar ini.
tapi,
jangan jumpai aku malam ini. semua harus diakhiri.
jika kamu memang cinta, berhentilah.
mau kan?

-pemuda di balik jendela-

[untuk: tante bergaun-putih-berambut-panjang di pohon jambu halaman belakang]