Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #22. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #22. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Februari 2011

Kepada @amrazing

Dear Alex,
Kita baru saling kenal sejak Agustus lalu. Via Twitter, tentunya. Gue lupa persisnya sejak hari apa dan karena apa kita saling follow. Tapi yang pasti, gue termotivasi untuk follow lo karena waktu itu di Timeline banyak sekali yang membicarakan @aMrazing.
Kira-kira begini bunyinya:
"Wah, @aMrazing sekarang udah terkenal. Followersnya ribuan. Untung gue udah follow dia dari dulu"


Penasaran, guepun membuka timeline lo. Ternyata nggak heran banyak followersnya, tweetnya menarik. Waktu itu lo lagi ngebahas sinetron deh, kalo nggak salah... :))
Dan gue langsung follow. Entah sejak kapan dan entah kenapa juga lo balik follow gue. Gue heran. I mean, wow. You're like a timeline superstar, back then. Yang sempet heboh dibicarakan banyak orang. A legend. *okay, ini berlebihan* :))

Dan gue nggak inget dong, tau-tau kita udah tukeran pin BB aja. Kata orang, waktu berjalan begitu cepat. But with you, it was like so fast. Kilat. Whoooz~
Tau-tau kita udah asik BBMan aja. Oh, well.. :))

Di dunia ini, ada hal-hal aneh yang bikin kita bertanya-tanya. Waktu itu gue bener-bener baru kenal lo, you're a stranger to me, vice versa, tapi kita bisa langsung ngerasa nyaman ngebagi hal-hal yang sebenarnya sangat pribadi.
Urusan dapur masing-masing... *ngakak*

Kadang orang asing terasa seperti sahabat lama, dan sahabat lama terasa seperti orang asing. Dengan lo, gue bisa berbagi hal-hal yang bahkan nggak 'sanggup' gue ceritain ke sahabat yang udah gue kenal bertahun-tahun, a dark side, a secret.. Maybe because I was too afraid they would've judged me. Entahlah.

You were there, the moment I.....well, you-know. The very moment I crossed 'the line', the line that has taken me from one step to another step in my life's journey. It WAS a big deal for me, a sacred one. I remember I was scared, and nervous, and confused. But you were there cheering me up, not judging.

Sometimes we just need someone to tell us that its okay to feel the way we feel. And that moment, you were that someone. The funny thing was, I barely knew you. :)

And just like that, in an instant, I felt like you are -somehow- an angel God has brought into my life.
You were there all the time since that day. And when I had a nervous breakdown because I felt like my life's over, you were still there for me. Cheering me up, convincing me that I deserve much better.... when I don't even know what I deserve, what to believe, nor how to start again.

Lucu memang, kita bisa menyentuh hidup orang lain melalui jalan yang tidak masuk akal. And you, you have touched my life. BIG time.


And I can never thank you enough.


Happy birthday, Lexy.
Wish you all great things in life, because you just deserve them.


Love you.

From:
A stranger you've helped to gain her inner strength.
:'D

Anggap Saja Ini (Bukan) Surat Cinta

Halo, hey, hay @hijklnm kamu si manusia hebat.
Maafin saya ya karena sekali lagi ngirim surat kaya gini *again*
Ampe mulek, mulek deh kamu nerima surat saya kaya gini,
seperti yang saya bilang juga, pos surat kamu bakalan penuh sama surat-surat ga penting dari saya,
yang gamau ngomong ini siapa (namanya juga kan surat kaleng eheyy!)

Saya tadinya gamau ngirim surat kaleng buat siapa-siapa karena emang lagi ga mood *zzzz
Tapi, tiba-tiba tadi pagi ketahan macet, dan urang inget maneh hey! (artinya : saya inget kamu, ngerti lah ya kamu?)

Kenapa saya bilang kamu manusia hebat?
Seumur-umur, sebagian besar orang pasti benci sama macet - termasuk saya, apalagi kalo buru-buru.
Tapi kamu hebat, kemacetan kota yang identik dengan kata menyebalkan
kamu rubah menjadi sesuatu hal yang super-berkesan.
Inget ngga? Waktu kita macet-macetan di atas Si Putih (vespa kinclong tercintanya kamu yang selalu saya suka)?
Maen apa sih waktu itu kita? Maen Gagarudaan ya?
Gagarudaan nebak-nebak judul lagu yang huruf depannya dari plat mobil yang kita liat (kecuali plat D dan B)
Dan kita lupa kalo kita berada dalam suasana macet, dan hujan deras pula.
Yang saya dan kamu tau adalah...
Hari itu menyenangkan sekali..
permainan Gagarudaan bodoh yang ga mungkin saya lupain,
lantunan suara saya dan kamu, dari lagu hasil tebak-tebakan Gagarudaan kita
dan hujan.. hujan yang indah, serta kaleidoskop hujan di permukaan lensa kacamata kita.
(taukah kamu? Kaleidoskop hujan kan kata-kata yang saya suka untuk mengistilahkan bulir-bulir hujan yang tiba-tiba hinggap di permukaan benda transparan kaya kaca atau lensa kacamata, dan kaleidoskop hujan merupakan momen-momen favorit saya)
*manis banget buat saya mah ki..

Dan hey, taukah kamu? Kemarin sore gerimis lagi.. Dan saya inget kamu! Pisan!
Maafin saya ya? Dan makasih hey @hijklnm kamu orang hebat dan saya gapernah bisa ngelupain orang hebat itu.

nb : oiya, saya tau, semua kata-kata saya sekarang selalu salah di mata kamu, saya bilang pertanda, kamu bilang percuma.
Dan saya bilang ketemu lagi di hari hujan, kamu bilang ga ada gunanya,
Urang cuma mau bilang, urang kangen pisan ka maneh! (dan sekali lagi saya ngomong gini berarti ga ngehargain kamu, maaf, skali lagi maaf.)

#nowplaying The Velvet Underground - I'm Sticking With You -> ringtone kamu lah ini bunyinya, dan terputar di playlist saya. Oke, makasih...
semoga kamu bisa nebak saya siapa, dan semoga pak posnya ga salah kirim ya? Thanks.. :)

dari : saya yang gamau ngaku kepada dunia kalo saya menyukai gerimis.

Kepada: @eghofauzy si Pengagum Bintang

Hei pengagum Bintang!

Kaget kan pasti baca surat ini.. Udah kaget terus pasti kesenengan gitu dia, semacam icon dancing di  !! Hahahaha
Saya bingung surat ke-22 ini untuk siapa, tapi tiba-tiba saya ingat hujan, ingat bintang dan lalu saya ingat kamu dan ingat beberapa waktu lalu tentang percakapan kita mengenai penghuni langit, termasuk pelangi. Kita berbicara seperti tanpa kehabisan kata, menelusuri apa yang membuat kamu mengagumi bintang dan saya mencintai pelangi. Kita berbicara sampai hampir pagi. Inget gak? Seru sekali! Hehe
Jadi saya tulis surat ini untuk kamu, sekaligus mengucapkan: selamat datang teman baru di kehidupanku.
Telat banget ya? Beruntung loh kamu dapet surat dari saya! *kibas rambut* :))

Melalui surat ini pula, saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menemani malam-malam saya dengan berbincang. Walaupun perbincangan kita hanya sebatas layar. Tapi beneran deh, saya serasa udah lama kenal sama kamu! Kenapa ya? Apa karena kita sama-sama autis? Hihihihi. :)
Terima kasih ya gho atas pertemanan yang menyenangkan, voicenote2 lagu ciptaanmu dan ucapan selamat di hari ulang tahun saya bulan Desember lalu, nada2 yang indah pada sajak saya dan hei saya mau kamu kembali menulis #SORL yaaa! Saya merindukannya hadir di timeline saya. ;)

Mudah-mudahan suatu saat semesta bisa mengijinkan kita bertatap muka dan bertegur sapa. Tolong siapkan harddisk yg isinya film yang belum aku tonton sama lagu-lagunya Buble dan KOC, jika saat itu tiba! :p

See you when universe say yes! Nice to know you! :)

Dari
Pecinta Pelangi
(Yakin tahu siapa saya? :p ping me if you know me. :D)

*if is not happy ending then it is not the end yet. if people can't see u shining because their mind are too cloudy*

Wahai Pria Berlesung Pipi

Kepada: @puang_srwlmt

Selamat Pagi, Siang, Sore, Malam (aku tak tahu saat kapan kau membaca surat kalengku ini)

Apa kabar, Abang??
Bagaimana hari sabtumu kali ini?
Senangkah mendapat surat dariku?
Atau malah merasa terganggu?
Oia, ini malam minggu kan? Sedang bersama kekasihmu atau malah meringkuk sendiri didalam kamar?
Apapun itu, aku hanya ingin kau merasakan bahagia...

Hai Abang,
Aku tahu hatimu sedang berantakan. Aku tahu, susah payah kau coba berdiri merapikah serpihan hatimu. Aku tahu itu. Hingga membuatmu berpikir jutaan kali untuk menyentuh cinta yang baru
Abang,
Tersenyumlah... Aku hadir bukan untuk menyakitimu
Mungkin aku memang sedang merasa sakit sepertimu, dan aku juga sedang merasa hancur karena cinta lalu
Tapi percayalah! Kita bisa membangun cinta baru yang mungkin akan lebih kuat dari sebelumnya.
Abang,
Bekerjalah sepenuh hati.. Jangan lupa makan.. Aku tak sampai hati jika mengetahui kau jatuh sakit..

Tak usah cari tahu siapa aku.. dan bila nanti tak ada surat selanjutnya untukmu, tenanglah, aku bukan melupakanmu. Tapi aku akan menyingkir jika ku tahu kau keberatan dengan adanya surat ini.
Jaga dirimu. Jaga hatimu, untukku kelak.


Aku yang selalu menunggu hadirmu dikotaku entah kapan masanya.

Untukmu lelaki ber ‘popok’ ( @popokman )

Selamat pagi kamu,

Apa kabarmu lelaki ber’popok’. Semoga kau baik-baik saja, tak kekurangan satu popok pun.

Oh yah, anggap aku penggemarmu. Aku penggemar linimasamu. Betah, melihat permainan kata-katamu.

Awalnya waktu jadi followersmu, kamu serasa lelaki ‘tergalau’ di twitter. Waktu itu kesannya kamu manis, enak dipeluk, seperti boneka beruang besar dengan bulu lembut. Makin kesini tweet ‘galau’ kamu hilang. Terganti tweet lucu dan konyol. Yang selalu membuatku tertawa saat berkunjung ke linimasamu. Rasanya kamu bukan cowok manis lagi. Kamu berubah. Seperti cowok nyasar, yang seharusnya ada di OVJ bareng Sule dan kawan-kawan.

Eh kamu tersenyum ya sekarang?. Wah kamu manis ya kalau tersenyum.

Lagi, avatarmu kamu terganti dengan si bocah nakal Sinchan. Padahal nih, kalau avatarmu tetap hitam putih seperti dulu, banyak lho yang betah mandangin foto kamu.

Ini aku jadi bingung mau ngomong apa lagi ya...

Pokoknya tetaplah jadi ‘PopokMan’. Pribadi unik. Dimana galau menyatu dengan lawakan konyol. Lain kali avatar kamu ganti ya dengan huruf P. Seperti Superman dengan huruf S nya. Kalau Superman penyelamat Bumi. Maka kamu Pahlawan Super baru. Penyelamat bayi-bayi tak berpopok.

Dan akhirnya...Selamat Bertugas PopokMan idolaku...

Salam SuperHero.

Aku.

Kepada: @photoindo

Dear Eka,

Mungkin kamu pernah mendengar namaku dan mungkin itu nama yang paling kamu benci. Setidaknya untuk saat ini. Jadi jika kamu ingin tahu siapa pengirim surat kaleng ini, pikirkanlah satu nama yang paling kamu benci.

Baiklah. Aku akan memberikan beberapa clues.

Semalam teman saya Fera tetiba menelepon saya. Asal kamu tahu, Fera ini tidak pernah menghubungi saya selama bertahun-tahun. Sampai tadi malam. Ya, Fera sang dokter gigi itu. Dia hanya sedikit berkeluh kesah mengenai appointment antara kamu, dia, dan kekasihmu Mike. Nah sudah ada dua nama yang keluar sekarang. Mungkin sekarang kamu sudah tahu siapa saya :))

Eka,

Kamu tidak perlu merasa terancam dengan kehadiran saya. Saya hanyalah masa lalu Mike, tidak lebih. Jika sekarang kami berteman, itu bukan berarti ancaman bagi hubungan kalian. Saya ikhlas dan bahagia untuk kalian berdua. Surat ini saya tulis atas nama cinta yang sudah lewat antara saya dengan Mike, dan atas nama cinta yang sedang berkembang antara kamu dengan Mike. Dan Mike juga menceritakan bahwa kalian berencana untuk menikah. Sempat ketika saya bertemu dengan Mike sejenak ketika itu, saya bilang. "I want to attend your wedding, Mike. Do invite me." Dia bilang, "Are you serious? Is that okay with you?" Saya menganggukan kepala saya. Apa ini artinya? I have moved on, Eka. Tidak ada tempat lagi untuk Mike di hati saya, kecuali sebagai seorang teman. Bahkan bukan sebagai sahabat.

Eka,

Kita semua punya masa lalu. Baik saya, kamu, maupun Mike. Dan kebetulan, saya dan Mike pernah membagi sedikit dari masa lalu kami bersama. Tapi itu bukan berarti kita semua harus terjerat dan dihantui oleh masa lalu. Demi cinta, Eka - berjuanglah demi cintamu untuk Mike. Bukan demi dirimu atau demi Mike. Itu namanya (maaf) egois dan posesif. Tapi demi cinta. Jangan batasi dia berteman dengan siapapun. Yang penting dia masih berada di dalam garis batas dan dia tahu di mana sekarang hatinya bertempat tinggal. Maaf jika saya sedikit menasehati, tetapi manusia manapun, terlebih laki-laki, tidak akan suka dilarang. Semakin kita melarangnya, semakin mereka akan mencuri-curi kesempatan. Ya, men are big boys. They don't grow up, and that's the fact.

Eka,

Ada beberapa kali saya mengutarakan maksud saya untuk berkenalan dan bertemu denganmu melalui Mike. Saya ingin kita berteman, atau setidaknya berkenalan. Karena niat saya tulus dan baik, dan saya tidak menyimpan niat busuk apa pun. Tetapi Mike selalu bilang kamu sibuk. Ya sudahlah. Yang penting saya sudah mencoba, dan Tuhan tahu hati saya.

Saya sedih untuk Mike, bukan karena saya masih mencintainya sebagai lelaki dari masa lalu saya - tapi sebagai seorang teman. Dia pernah bilang bahwa kamu menyembunyikan telepon genggamnya supaya dia tidak bisa menghubungi saya. Lalu kemarin Fera bilang, sekarang setiap kali dia mencari Mike melalui pesan singkat, kamu yang membalasnya. Sampai kapan, Eka? Mike bukan anak kecil kan? Jika memang dia mencintaimu, tanpa kau batasi pun dia tidak akan berusaha melarikan diri dari cintamu.

Eka,

Saya tidak tahu apakah saya berharap kamu akan membaca surat ini atau tidak. Surat ini dikirimkan melalui Twitter oleh @PosCinta, sementara sudah ratusan hari kamu tidak mengunjungi Twitter-mu. Jika kamu membacanya, mungkin kamu akan semakin benci kepada saya. Tapi saya harap tidak, karena saya percaya kamu wanita dewasa yang baik. Mike hanya bisa jatuh cinta kepada perempuan berhati baik. Saya percaya itu.

Sudah dulu ya, Eka. Langit di luar sangat mendung. Saya harus segera keluar membelikan ayah saya obat sebelum hujan turun. Saya masih berharap kita dapat bertemu dan berkenalan.

Selamat pagi, Eka. Stay in love, not in hatred nor jealousy.

Rockstar’s Eyes

I wanna rock right now. I’m Rob Base and I came to get down. I’m not internationally known, but I’m known to rock the microphone…..

in your eyes…..the light the heat…..in your eyes…..I am complete……in your eyes….I see the doorway to a thousand churches……

Now this is a story all about how my life got flipped upside down. And I’d like to take a minute just sit right there and tell you how I became the prince of a town called Bel-Air…..

Blame it on the rain… yeah yeah…. blame it on the stars that shine at night…. but whatever you do…. don’t put the blame on you….. blame it on the rain…. yeah yeah.

Oh baby you….. you got what I need, but you say he’s just a friend… oh you say he’s just a friend.. oh baby yooooouuuu….. you got what I need….

I think we’re alone now. Doesn’t seem to be anyone around….. I think we’re alone now…. the beating of our hearts is the only sound….

All I can say is that my life is pretty plain…. I like watching the puddles gather rain. All I can do is pour some tea for two…. and speak my point of view, but it’s not sane…..

Why is it that I can rattle off hundreds of lyrics to songs that have no particular meaning to me, but I can’t remember where I put my keys.

I can remember when Kurt Cobain died, but I can’t remember what I ate for lunch yesterday.

I can remember the song I was listening to the very first time I looked into the Rockstar’s eyes and realized I was madly in love with him……

Sad, isn’t it?

Sometimes I feel like my brain is filled with so much useless information. That there really isn’t room for anything else. :)



---Oleh:


(diambil dari: www.heykila.tumblr.com )

Kepada seorang pahlawan donor darah yang keren: @adhenoor


Assalamu'alaikum Pak Adhe.
Sedang apakah Bapak saat ini? Membaca surat saya? Disambi apa? Ngetwit atau makan sate kambing? :)

Pak, terus terang saya suka gaya santai Bapak dalam berbicara dan bergaul. Malah sepertinya saya yang kurang gaul dan terlalu kaku. Kalah deh sama yang lebih senior? :P Penampilan dengan kaos polo dan celana jeans membuat jiwa muda Bapak lebih terlihat asyik lagi.

Tetapi terus terang nih, Pak. Saya kok gak bisa dekat dengan Bapak ya? Seperti layaknya yang lain di sana? Kenapa sih? Apakah ada sesuatu yang salah pada diri saya? Sedih dan bingung nih... Galau dan lebay deh jadinya. :(

Saya juga tetap menanti janji Bapak pada saya... Setia lho... Hehehehe...

Seorang Adhe Noor yang selalu sibuk mengkampanyekan gaya hidup masa kini: Donor Darah. Wuih, seandainya saja saya bisa seperti itu. Khawatir tak bisa menjadikan donor darah menjadi bagian dari indahnya berbagi untuk diri saya. Punya riwayat anemia membuat saya berkecil hati. Ah, saya iri. Ingin rasanya saya seperti teman-teman yang lain. Sigap dan siap untuk mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali... Seandainya diijinkan...

Pak, saya nggak bisa panjang-panjang nulis surat cinta, nanti digaplok sama nyonya di rumah *ngikik* Jadi sekian saja dari saya. Semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat, senantiasa diberkahi Allah dan tetap semangat ya Pak?

Wassalam,

dari:
~yang menunggu janji Pak Adhe~

Surat Singkat Dari Balik Jeruji

Sayangku tunanganku, aku selalu mengawali setiap suratku dengan menyapamu dua kali. Aku senang memanggilmu seperti itu. Kau tunanganku, kau sayangku, selalu. Bagaimana kabar si mungil dalam kandunganmu, aku tak sabar untuk segera bertemu dengan jagoan kecilku.

Hari kembali berganti, seharusnya aku senang karna sesungguhnya membuat semakin dekat dengan hari kita akan bertemu, ya seharusnya. Tapi kali ini aku merasa seperti di dalam penjara tanpa jeruji besi ataupun tembok-tembok tinggi. Aku merasa terkurung tak bisa bertemu denganmu, tanpa tau kapan aku akan keluar dari penjara ini, untuk bertemu denganmu. Kerinduanku tak berjeruji besi mungkin berjeruji waktu lebih tepat. Tak ada kebebasan disini, kebebasanku adalah kamu. Aku tak pernah sedikitpun mendengar kau melarangku, hanya sering mengingatkanku. Aku suka itu. Maaf sayangku, aku harus kembali pada sebaris laporan hasil penelitianku. Ini surat singkatku dari balik jeruji.

Aku secepat mungkin menyelesaikan penelitian ini dan kembali menemanimu disana, dikota kita.

Kekasihmu

Aulia.


---Oleh:


(diambil dari: www.auliasoemitro.wordpress.com )



note admin: surat Aulia Soemitro adalah surat bersambung, untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi:http://auliasoemitro.wordpress.com/category/30harimenulissuratcinta/

Deklarasi Hati

Kau kemarin bertanya kenapa aku mau mengenalmu,
Dan aku membisikkan sesuatu bahwa hatiku telah memilihmu karena satu alasan, yaitu tanpa alasan,
Terlalu banyak halaman malam yang pernah kita lewatkan, hingga kita memaksakan suatu waktu berubah, dari malam menjadi pagi,
Ya begitulah hari-hari yang kita lalui selama ini, belakangan ini.

Lalu dengan lembut kau membisikkan padaku, terima kasih atas ketidakegoisanmu, sayang.
Perjalanan di mana-mana selalu ada dua jalur, kekasih. Ada saatnya berselisih, menikung, dan terjal, ketika tajamnya egois semakin kuasah dalam diri ini, mungkin saja sampan kecil yang masih belajar berlayar ini akan karam lebih cepat bahkan sebelum mendapatkan ikan untuk bekal makanan kita hari ini.

Dan, janganlah ragu, singkirkanlah sendu, bukan koridor kita ataupun orangtua kita atas semua ini,
Kita hanya berbekal hati,
yang akan membangun konstelasinya sendiri.

Kemudian, tersenyumlah,
Karena hanya di pundakmu kusandarkan segala kisahku.
Kan kujelang kau di saat tanganmu siap memanggil jari manisku.


---Oleh:


(diambil dari: www.adekbakri.wordpress.com )

Hujan Malam Ini

Teruntuk tetesan yang kian menderas..

Apa kau sedang bersedih? Sampai kau tumpahkan segala curahan. Sampai tak kau beri jeda untuk diam menjamah, setidaknya biar tak bergemerisik meski sejenak. Aku kedinginan, kau ini terlalu egois untuk tak mengerti aku. Memang aku mencintaimu, mencintai derasmu. Namun tak selama ini juga kau terus basahi aku. Aku juga bisa menggigil, kau pikir aku batu yang tak kenal dingin? Bahkan batu saja bisa hancur bila terus -terusan kau tetesi.

Semakin lama aku diamkan, kau semakin bengal. Tak peduli sekitaran. Ini sudah hampir larut, dingin sudah kau bawa bersama kabut. Tak selesai juga rintikanmu? Tak lelah juga kau beri dingin pada semesta. Apa kau ingin membekukan aku dengan tiap tetes airmu? Asal kau tau, aku sudah beku. Terlebih hatiku, tak taukah kau akan hal itu? Bukan karenamu jika demikian ini terjadi. Dulu pernah ada yang berhasil membekukannya, belum cair sampai sekarang. Malah kini kau semakin mengeratkan bekunya. Aku diam.

Hujan, kenapa harus malam hari kau tumpahkan? Deraslah bila aku sedang membutuhkan. Tapi bukan sekarang, aku lelah menuntun kenangan yang berjalan terseok diseret kerinduan. Sudah seharian hadirmu menyibukkan aku dengan untaian pilu yang terlalu rumit untuk kujabarkan. Sejauh ini aku belum mampu merenggangkan kenangan masa lalu dengan keyakinan pelepasan. Aku lelah.

Bila memang kau hanya ingin mengajariku tentang keikhlasan, baiklah akan aku lanjutkan. Akan aku terima hadirmu dalam kederasan. Biar sakit sekalian, tak peduli. Tapi aku mohon sekali ini saja. Cukup. Lain kali, aku mau kau datang saat benar-benar aku butuhkan. Karena kau tau? Kau adalah ciptaan semesta pembawa ketenangan, dengan catatan bila waktumu memang tepat untuk perasaan.

Sekarang, aku akan menikmatimu. Diam dalam hening kenangan. Tertunduk atas perasaan. Kau menang.

salam, aku yang kali ini tak mengharapkanmu.


---Oleh:


(diambil dari: www.dzdiazz.blogdetik.com )

Mars Matahari

Mars,

Ada Matahari mendekat. Aku bimbang.

Matahari yang hangat dan bersemangat, memancarkan sinarnya untukku tangkap.

Mars yang dingin membeku, yang kudekati saja sulit.

Aku terlalu mencintaimu Mars, sampai aku bisa mematikan perasaan untuk Matahari.

Yang akan selalu memilihmu,

Venus.



---Oleh:


(diambil dari: www.venusdanmars.tumblr.com )

Kepada Wanita Mungil Berkerudung

Kepada [at]nengridla

hai apa kabar wanita mungil berkerudung?

pasti kau semangat sekali membaca suratku ini karena ini adalah permintaan kau untuk dikirimkan beberapa aksara berbagai bentuk yang mungkin sangat berarti untukmu.
akhir - akhir ini sepertinya kau nampak berbeda ya, mungkin itu karena kau sibuk dengan skripsimu.
aku merasa seperti pada hari pertama waktu itu kita bertemu di Paris Van Java untuk menempelkan poster film Madame X yang akan dirilis pada bulan Oktober lalu.
dan ga cuma di PVJ saja, tetapi keliling bioskop di Bandung dari pagi sampai malam yah?
hahaha, aku ingat sekali waktu malam itu hujan, badanku yang besar dan kau yang mungil untung masih bisa bersatu berteduh di bawah payung yang juga mungil.
dan karaktermu waktu itu masih belum terlalu terbuka karena belum terlalu dekat dan kenal denganku.

tetapi sesungguhnya aku tidak menyesal mengenalmu.
sesosok wanita remaja yang berjuang untuk cita - citanya dan yah walaupun kau sedikit oh, kau sangat labil.
hahaha, maaf, aku tau kau menjadi seperti itu karena kau bekerja di salah satu produksi film yang cukup terkenal, ya, produksi film teh Nia Dinata sehingga kau sangat sibuk.
karena engkau, aku sedikit bisa menikmati hidup mandiri di Jakarta, kota yang keras.
kau tau?
dulu aku selalu mengira kalau Jakarta adalah kota yang menakutkan.
tapi lihat, aku sudah mengarunginya dengan kau dan kata - kata itu tidak pernah terngiang lagi di pikiranku.

engkau membuatku jadi pencinta film yang berkualitas dan wajib ditonton.
karenamu aku jadi tau sedikit - sedikit tentang apa itu film.
dan, oh ya.
kau juga mengenaliku kepada seorang penulis yang menjadi inspirasiku kali ini, Rahne Putri.
terima kasih banyak.
karena itu benar - benar membuatku lebih ingin mandiri dan belajar berkarya.
sekali lagi, aku berterima kasih padamu.

Teteh Ridla,
kapan kita bertemu lagi?
menonton film atau donor darah bersama kak Rahne?
kemarin juga dia membalas suratku yang ingin donor darah lagi bersama kita lalu menonton film atau apalah yang penting kita bertemu lagi bertiga.
dan unik ya?
Rahne, Ridla, dan Reza.
3 manusia dengan huruf R yang bersama - sama merantau di Jakarta.
aku sangat menunggu kejadian itu terulang kembali karena pertemuan kali ini mungkin akan menjadi pertemuan yang berbeda karena sudah sedikit lebih dekat dibanding waktu itu, aku yang masih berbicara tersendat - sendat kepada kalian berdua.

aku.
penunggu kejadian yang ajaib itu terulang lagi.



---Oleh:


(diambil dari: www.crezative.tumblr.com )

Untuk yang datang dan yang pergi

Selamat siang untuk semua orang yang pernah saya kenal dari lahir hingga sekarang.
Tadi malam saya berfikir bahwa kehidupan memang selalu berputar dan Tuhan memang selalu adil. Saya yang baru saja mendapatkan kebahagiaan ini sadar bahwa disaat saya mendapatkan sesuatu pasti saya juga akan kehilangan sesuatu.

Lalu apa masalahnya? Tidak ada.
Memiliki banyak teman merupakan anugerah untuk saya,saya selalu suka berteman,dan saya selalu menghindari konflik (sebenarnya).

Tetapi saya tidak pernah bisa menghilangkan perasaan sensitif saya terhadap banyak orang,saya yang tidak bisa membedakan antara bercanda atau tidak ini pada akhirnya memutuskan untuk tidak lagi berteman dan saya tahu bahwa itu akan membuat saya kehilangan banyak teman. Bukan menghindari konflik itu justru akan menimbulkan banyak konflik bukan?

Untuk kalian yang tidak lagi ada di kehidupan saya,saya ingin mengucapkan banyak terimakasih atas kenangannya,saya harap saat dewasa nanti saat kita semua sudah sukses dan bertemu dimanapun kita masih bisa saling bertegur sapa dan bertukar kabar,menjaga silaturahmi karena pada dasarnya kita semua saudara bukan?

Dan saya harap kalian memaafkan sifat kekanak kanakan saya :)
Dan untuk kalian yang masih menjadi teman saya,satu hal yang saya harapkan,bahwa kalian tidak akan pergi dari saya. Bahwa kita akan selalu berteman sampai tua nanti. Saya tidak ingin kehilangan teman lagi,bertahanlah,tetaplah disini,saya tidak pernah suka sendiri :)

Thank you and i'm so sorry.
Me love you guys.

XOXO
DLSA.


---Oleh:


(diambil dari: www.diajenglarasati.blogspot.com )

Untuk Lana


Teruntuk Lana, sebuah cahaya...
"Not sure if you know this, but when we first met, I got so nervous I couldn't speak. In that very moment I found the one and my life had found its missing piece." -Shayne Ward | Beautiful in White
Siapapun nama aslimu, aku lebih suka memanggilmu dengan sebutan Lana yang berarti Cahaya. Bukan tanpa sebab dan maksud hingga aku memilih nama tersebut. Sebuah nama Yunani (source) yang aku rasa lebih cocok artinya untuk dirimu. Arti lainnya adalah 'mengapung' (Polynesia).
Tahukah kamu, beberapa malam setelah kita bertemu tanpa sengaja di dalam bus kota, seperti ada gaung yang terasa di dada. Aku sendiri tidak tahu itu apa. Namun yang jelas, semacam geletar-geletar aneh yang mulai merambat makin dalam hingga dasar jiwa.
Kita sering berpapasan, duduk berdampingan tetapi bahkan kita tak saling kenal nama. Rumahmu dan rumahku hanya berjarak lebih kurang 200 meter dan kita tetap tak saling mengenal? Rasanya segudang kesibukan memaksa kita untuk menjadi seorang yang individualis atau tak peduli dengan keadaan sekitar.
Hei, tapi aku merasa bahwa kita berdua sama-sama tahu. Mengenal lewat muka atau bahkan sebenarnya kita memang ingin saling menyapa. Semoga ini bukan perasaan salah satu pihak saja, itu aku.
Apakah kamu mendengar degup jantung yang bertalu-talu tadi pagi, saat kita duduk berdampingan (kembali) untuk yang entah berapa kali, rasanya kita berdua sering dihadapkan pada keadaan yang demikian. I got so nervous, you know? Sesering kau atau mungkin aku yang tiba-tiba mendekat dan memilih tempat duduk yang sama. Lama kelamaan jadi seperti disengaja, ya? Hahaha... tapi tetap saja kita berdua duduk diam, terpaku ke arah layar handphone masing-masing, walau sama-sama saling melirik dan mencuri-curi pandang satu sama lain.
Hanya mungkin aku yang tak bisa menahan diriku untuk selalu tersenyum ke arahmu atau... sebuah senyum yang tidak jelas menurutku. Grogi berlebihan membuatku tampak bodoh di depanmu. Ya, itu aku, Lana.
Segera ku ketik sebuah tweet tadi, sengaja aku taruh handphone di depan, siapa tahu kamu ikut baca. Hahaha... sebuah trik jitu aku pikir...
'Err.. punya twitter ga? Boleh kenalan?', tulis Edu di layar hp berharap sebelahnya ikut baca. #eaa #mimisansebaskom -@edutria
Kelihatan bodoh kan. Kenapa tidak aku sapa langsung saja. Jujur, aku mulai memendam rasa dan menabung sedikit demi sedikit asa yang aku harap, kelak aku bisa menyapamu seperti seseorang yang telah kenal lama atau... jadi seseorang yang spesial di hatiku.
Lana, sebuah cahaya yang tiba-tiba hadir dalam hidupku ketika aku merasa terluka dan kecewa karena sebuah patah hati. Kau yang tidak berlebihan, sederhana tapi selalu menarik untukku. Aku memang seseorang yang suka hal-hal demikian. Sesuatu yang tampil terkesan berlebih dan dipaksakan, malah akan mengurangi penilaianku meski sesuatu itu jadi lebih 'menarik'. Eh, 'menarik' kataku? Tidak. Itu malah artifisial, dan yang sederhana membuatku bisa mengeskplor lebih dalam kelebihan-kelebihan yang ada di dalam.

Lana, dan cahaya itu muncul darimu. Hampir sama persis sebuah kunci kecil yang akhirnya bisa membuka kembali pintu hati yang lama telah terkunci, tertutup rapat bahkan dipenuhi sarang laba-laba.
Kamu, menghidupkan kembali sebuah hati yang lama tidak bisa merasa sebuah cinta. Asaku semoga sama denganmu walau aku tak tahu kapan akhirnya kita bisa bertukar suara, berbagi cerita.

Pasti ada saatnya. Di sebuah ruang dan waktu yang tak terduga...


Salam manis,
Lelaki yang selalu duduk di bangku sebelahmu.


---Oleh:


(diambil dari: www.eduardtria.co.cc )

Teruntuk teman-teman #tejo-ku sayang

Kepada:

Yts. #tejo

Dear, tejo.. (@gandess @fitriapriliyani @yunanpatra @talchasultanik @rosapw @tirzaongaimeii @yuesef @TianDjuaeni)

Selamat pagiiii!!
Apa kabar kalian semua? Smg selalu sehat ya..
Bgm perasaan hari ini? Pasti semua gembira ya? Hari ini, hari spesial. Kita akan berkumpul (lagi) sm si kepala suku (@echasoemantri), yah meskipun g pertama kali kita ketemu echa, tp akan selalu ada yg spesial saat ketemu echa.. Iya kan?

Guys, inget ga? Pertama kali aku ketemu kalian? Beberapa bln yg lalu, bln Mei 2010, wkt event UGM JAZZ? Pas pertama kali ketemu, aku ngerasa kalian sombong. Maaf, tp ini emg aku yg lebay. Waktu itu jelas kalian pasti canggung,krn bertemu org asing yg ga jelas kyk aku. Tp lama-lama suasana cair, kalian bahkan menyambut diriku sangat hangat bwt jd bagian dr #tejo

Banyak bgt kenangan kl nonton si kepala suku brg kalian. Mulai dr dimarahin satpam Hyatt, pulang subuh, ditibani Talcha sm Yunan, jd bulan2an echa semalam suntuk, nonton di pinggir panggung, dan bny lagi. Yang jelas, kalo nonton & kumpul brg kepala suku & #tejo, pasti isinya ngakak terus.

Guys, terimakasih telah menerima aku, echerz nomaden ini, jd bagian dr keluarga besar #tejo. Kalian memberikan bny warna baru di kehidupanku. Terimakasih atas tawa yg selalu hadir di setiap kita kumpul. Terimakasih semua..

O iya, bersama kalian juga, aku jadi nambah banyak adik. Hahaha. Terutama Talcha sm Yunan. Makasi ya..

Semoga sukses untuk kalian semua..
Love you all.. God bless you always :)

Tertanda,
‘Mamah Dedeh’


---Oleh:



(diambil dari: www.citracahyani.tumblr.com )

Empat Perempuan Penyibak Tabir

Dear perempuan-perempuan pengintip masa lalu dan masa depan,

Sedang apa kalian? Surat ini saya tuliskan untuk kalian berempat. Dewi, Kiki, Adjo, dan Eka. Rombongan perempuan yang tahu terlalu banyak tentang saya :))

@DewiSubrata,

Kapan ya pertama kali kita bertemu? 2007 atau 2008? Saat itu kamu masih di Magenta, dan aku dikenalkan @RobertoTandrik. Kesan pertama waktu saya bertemu kamu, kamu sangat pendiam dan “dalam” :)) Waktu itu saya datang dengan @Ellaide, kemudian ada pertemuan kedua setelah itu.

Terakhir kita bertemu adalah saat kita ke Griya Windy bersama, yang ternyata Windy adalah teman SMP kamu. Hehe. Dan sekarang ternyata aku “tanpa disengaja” kenal juga dengan SDJ dan @OmarDjorghi. Seperti yang Kiki katakan melalui Twitter dua hari yang lalu, “We are all connected in some ways.” Dan buat aku itu luar biasa!

Dewi yang baik,

Kemarin sore entah kenapa aku teringat kamu. Aku ingin BBm, tapi takut mengganggu. Tapi sepertinya kamu baik-baik saja, seperti yang aku baca di garis waktuku. Aku kangen curhat dua arah kita minggu lalu saat aku masih di Ciganjur. Anyways, if you needed a friend to talk to, I am always here. Dan jangan lupa untuk jaga kesehatan baik-baik. Semoga “tamu” kamu lancar. Amin.

@kikisuriki,

Kita pertama kali bertemu tahun lalu, dan aku tahu kamu melalui Twitter-nya @sepatumerah. Kita pertama kali bertemu di My Pancake - Citos, dan aku datang bersama @Avondari dan @denzkopiko.

Salah satu ramalan kamu yang paling menjadi kenyataan adalah saat di awal tahun lalu kamu bilang bahwa aku akan bertemu dengan “the one” pada pertengahan April 2010. Seseorang dari masa lalu yang datang kembali untuk menawarkan cinta. Dan itu terjadi pada tanggal 12 April 2010. Hebat, Ki. Hebat :))

Kiki yang bersuara berat,

Terima kasih untuk jadi pendengar dan penasehat yang baik, terutama saat aku ada di Cisarua. Juga saat kamu menemani @whitelily88 ke BSD, memburu hutang. It means a lot to me, Ki. Dan juga terima kasih sudah mengenalkan aku kepada Tante Donna yang baik hati itu, yang setiap bercerita kepadanya, aku jadi serasa mengobrol dengan ibuku sendiri :’)

Sayang sekali pertemuan kita terakhir bersama Dewi dan @imelbing di Nigiri Sushi tidak sempat terekam gambar. Kalian sih, tidak mau difoto. Hehe.

Semoga kesehatan Kiki pun semakin sempurna ya. Aku selalu berdoa untuk Kiki.

Dear Dewi dan Kiki,

Meskipun kalian sekarang sudah tidak “praktek” lagi, tapi nasehat dan “penglihatan” kalian tidak akan pernah aku lupakan.

@fortuneadjo,



Aku kenal Adjo melalui Dewi, yang menurut kesaksian Dewi, telah banyak membantunya keluar dari masalah keluarga. Pertama kali aku bertemu Adjo, aku datang dengan Maya. Dan ingat tidak, kami susah sekali pulang malam itu karena taxi-nya tidak kunjung datang? Hahaha!

Adjo yang ganteng,

Terima kasih untuk selalu menjawab pertanyaan aku dengan ramah melalui BBm. Dan oh ya, aku masih berhutang arti lirik lagu “Just Once” ya? Ingatkan aku lagi. Aku sudah sangat pelupa soalnya :D

Aku doakan semoga Adjo semakin banyak klien, dan lebih banyak orang dapat dibantu. Amin.

Dear @ekaOtto,



Meskipun kamu belum pernah membaca kartuku secara langsung, melalui surat ini aku ingin mengucapkan terima kasih untuk suatu malam di mana kamu membaca “abang” melalui kartu tarot. Sebagian besar benar. Aku yakin suatu hari Eka akan lebih “tajam”, karena saat ini pun Eka sudah pandai membaca padahal baru belajar :))

Kita sebetulnya pertama kali bertemu itu di PIM ya? Saat gathering @anjinggombal. Tapi waktu itu aku terburu-buru karena ditunggu teman-temanku. Baru Sabtu minggu yang lalu kita sempat mengobrol, bahkan makan siang bersama di warung dalam Kebun Binatang Ragunan.

Eka yang cantik,

I feel your love for your late father. Aku juga sudah kehilangan ibuku, and it took six months for me to stop crying each time I remembered her. Sekarang pun masih sedih, tapi tidak seperih waktu itu. Time heals. Itu benar adanya.

Aku harap Eka segera keluar dari kesedihan yang berlarut. Kamu masih beruntung punya ibu dan saudara kandung. You’ll never be lonely in this world, Eka. So, smile! :))

By the ways, seperti yang aku bilang waktu itu, kamu mirip dengan sahabatku @NonaHujan_. Cara tertawamu, rambutmu, wajahmu, semuanya mengingatkan aku kepadanya. Kalian cocok menjadi kakak beradik. Nanti suatu hari jika dia mudik, kamu harus bertemu dan berfoto bersamanya ya. Hehe.

Dewi, Kiki, Adjo, dan Eka,

Terima kasih untuk kalian semua. Untuk energi yang terkuras, untuk perhatiannya, untuk semangat yang disuntikan saat aku putus asa, saat aku tidak tahu harus berbuat apa….. I believe in some ways, God talks to me through all of you, and that’s amazing!

Semoga Tuhan yang memberikan kalian anugerah dan talenta itu yang membalas segala kebaikan kalian. Amin.


Peluk erat semuanya. Satu persatu.

P.S. Ini benar-benar “aneh”. Saat saya mau mengirimkan surat ini, mendadak Dewi BBm saya! Semesta!



---Oleh:


(diambil dari: www.poeticonnie.tumblr.com )

Selimut abu-abu

Jakarta, 4 Februari 2011


Senja, akhirnya aku kembali mendengar suara mu lagi, suara (masih) mengantuk mu. Seolah kamu membaca surat-surat ku yang tak pernah berani kukirim. Senja, ah..kenapa aku jadi memanggilmu Senja? Entahlah.. itu nama yang teman-teman ku berikan untuk pria (misterius?) yang selama ini ku hujani kata-kata rindu, kamu.

Senja, kudengar di kota mu malam ini hujan? Aku tau kamu mencintai hujan, tapi ingat jangan malu untuk berselimut atau sekedar memakai kaos kaki jika memang hujan kali ini membuat kulit mu mengigil.

Kamu ingat, ucapan Kogoro Mouri saat menemui kasus pembunuhan di villa tempat shooting-entah-diserial-Conan-nomer-berapa- dia bilang, ada selimut berwarna abu-abu yang menyembul dari tempatnya, beda dengan yang lain, kemungkinan besar si pelaku tadinya ingin menggunakannya untuk menutupi tubuh korban, namun tidak jadi karena takut ketahuan, itu warna kesukaan si pelaku atau karena si pelaku mencintai si korban. Saat ditanya Conan, kenapa warna abu-abu artinya mencintai? Kogoro kurang lebih menjawab;

“Entahlah, abu-abu itu kan bulu tikus, warna yang hangat, pasti pelakunya orang yang mencintai korban, dia merasa sedih melihat mayat korban dibiarkan ‘dingin’ tak berselimut, dia refleks mengambil selimut abu-abu, entah karena itu warna kesukaannya atau karena warna abu-abu dianggap warna yang bisa menghangatkan.”

Analisa yang konyol memang, tapi aku pernah mencobanya, benar warna abu-abu itu (lebih) hangat, kamu coba deh. Nanti, jika dingin di kota mu menggila, coba gunakan selimut, jaket atau kaos kaki berwarna abu-abu. Semoga analisis detektif konyol yang muncul diserial komik kesukaan kita terasa ‘hangat’ didingin mu.

Senja, aku iri.. lagi-lagi iri dengan lirik lagu.. kamu tau Iron and Wine? Ada lagu yang membuatku setengah mati iri ditiap hujan datang;

“Some days, like rain on the doorstep, she’ll cover me with grace in all she offers. Sometimes I'd like just to ask her, what honest words she can’t afford to say, like.. I want your flowers like babies want God’s love, or maybe as sure as tomorrow will come~”

Aku iri dengan ‘She’ yang disebutkan dilirik lagu itu. Andai kamu bisa mengeja lirik tersebut untuk ku., ya, andai.. Senja, mungkin saat ini dikala ‘dingin’ menyerangmu selimut abu-abu yang memelukmu, tapi aku yakin suatu saat kamu akan sadar, kedua lengan ku akan jauh lebih hangat meredakan dinginmu dengan pelukan.

Senja..baik-baik disana, dan semoga kali ini kata-kata ku bisa menemani secangkir kopi menghangatkanmu.

Berpelukan ditengah hujan sepertinya menyenangkan.

E

mungkin?

#NowPlaying Iron and Wine –Fever Dream-


---Oleh:


(diambil dari: www.sisayappatah.tumblr.com )

Jumat, 04 Februari 2011

Untuk @TimMarbun

Halo Mas Timothy!
Hehe sorry ya sebenarnya saya bingung mau panggil Pak/Mas/Bang/Bung/Kak, tapi akhirnya saya pilih "Mas" karena panggilan itulah yang saya pake pas kita ketemu pertama kali. Ketemu di mana? Yah di mana lagi kalo bukan di Sabang 16 :)

Saya inget banget pas pertama kali ke Sabang 16. I found your cafe by accident. Waktu itu saya lagi nunggu jam kerja dan saya terjebak di Jl. Sabang dalam kondisi kelaparan. Beruntung sih, jalan itu kan isinya makanan semua haha.. Sayangnya dari dulu rasio parkiran dan restoran sangat tidak berimbang. Akibatnya tiap kali ketemu tukang parkir pasti mobil saya disuruh-suruh terus sampe ujung. Dari jauh saya liat ada kinciran toko roti di sebelah kafemu, lalu saya langsung mikir "asik, bisa beli srikaya cheese roll nih!" dan beruntungnya (lagi) saya dapet parkiran deket toko roti itu (atau lebih tepatnya lagi, di depan kafemu). Kaki saya yang udah melangkah mantap demi srikaya favorit (yes, I'm a srikaya-hunter) langsung berhenti di tempat pas nengok ke kiri sedikit dan ngebaca tulisan "Kopi & Srikaya". And I was like, "Huh? What's this? A srikaya heaven?" Tentu saja, sebagai penggemar srikaya (yang lagi laper berat) tanpa pikir panjang saya langsung belok kiri dan masuk menjemput srikaya tersayang. 

Saya bahkan ngga sempet liat nama kafenya apa, yang saya inget cuma putih dan mungil. Pas masuk, saya langsung disambut seulas senyum ramah "Selamat siang!" dan saya cuma bisa diem sambil mikir "Wuih.. Cakep juga nih waiter-nya!" hahahaha.... And seriously, I didn't recognize you at that time. Saya bener-bener ngga ngeh kalo kamu itu Timothy Marbun yang terkenal dan banyak pengunjung yang dateng cuma buat ngeliat kamu, moto-motoin kamu, and just wanna test their luck whether they'll meet you there or not, etc. Yang saya lakukan cuma ngebales senyum dikit, langsung duduk n nyender di sofa lalu nungguin menu sambil mikir (lagi) "kok kayaknya gue kenal yah tu waiter, kenal di mana ya??" Gila, sok akrab bangettt hahaha...

Akhirnya menu yang ditunggu-tunggu datang dan saya langsung memesan srikaya panggang dan.. minuman malt? Ah! Minuman malt. MALT. M-A-L-T. Malt is one of my favorite drink. Srikaya is one of my favorite food. Seandainya kamu tahu perasaan saya waktu ngebaca menu itu pas pertama kali... Saya sampe nanya lagi ke mas-mas yang ngasih menu untuk memastikan apakah benar ini malt kesukaan saya atau saya lagi halusinasi. Seandainya kamu bisa denger isi hati saya pas makan srikaya panggang n minum Horlicks.. tak bisa dilukiskan dengan kata-kata saking senengnya. Lebay? Ah, ngga juga. Orang yang lagi kelaperan, kecapekan, pusing ama kerjaan trus dikasih makanan dan minuman kesukaan di tempat yang cozy pasti seneng dong.

Well, I don't know whether I'm in a such hypoglycemic state that day or I've been living under a rock lately. Sampe saya keluar dengan perasaan puas dari kafemu itu, bahkan pas saya manggil kamu "Mas, tolong bill-nya ya!" saya tetap ngga tau siapa kamu. Tapi saya sedikit inget sih sama Sabang 16 yang sering muncul di timeline saya, tapi waktu itu saya emang kurang merhatiin sih hehehe. Besok-besoknya pas lagi nonton Metro TV, saya ngeliat kamu lagi. Lagi-lagi saya mikir "Ih, kayaknya pernah liat deh ni orang.. Di mana ya??" lalu setelah berusaha mengingat-ingat dan beberapa angle berlalu, saya spontan teriak, "OMG!! Itu kan mas-mas yang di toko srikayaaa!!"

Hemm.. Maaf ya, selama ini saya menyangka kamu itu waiter. Beneran deh saya ngga tau kalo kamu itu salah satu owner =/

Oke, terakhir, kenapa saya ngirimin kamu surat kaleng? Well, I don't know, I'm just shy. Haha. Maybe you'll know me someday, I'm the girl who always ordered Horlicks every time I visit your cafe :)

Sukses ya buat Sabang 16-nya. 


See you soon and GBU,

Malt Lady :p

Senasib

Kepada @sheila_marcia_joseph

Halo Ibu Muda,
Apa kabar little Ticia? :) Sheila pasti nggak kenal saya, karena saya memang bukan siapa-siapa. Cuma seorang perempuan 21 tahun, mahasiswa, yang... kebetulan berkisah sama dengan Sheila. Tapi bedanya, saya tak pernah mengakui dan mengumumkan keberadaan putri kecil saya, yang November kemarin berulang tahun ke-3.

Dulu saya sempat stres betul. Itu bukan hal yang mudah 'kan untuk dilalui gadis berusia 17-18 tahun... Gosh, itu betul-betul nightmare. Saya tak pernah bisa mencintai bayi yang saya kandung waktu itu. Meksipun, ketika dia lahir, saya secara otomatis mendapat kekuatan yang sangat besar dan cinta yang melimpah untuknya. Memang bayi itu penyembuh ya...

Dan sama, ibu saya adalah orang paling berpengaruh di masa-masa itu. Saya cuma ingin mengatakan kekaguman dan kesalutan saya untukmu. Saya harap, kelak saya bisa mengumumkan pada dunia, bahwa saya adalah seorang ibu dari putri kecil yang sangat manis, tanpa takut dan ragu akan pendapat mereka...

Sun jauh untuk Ticia dan Neneknya dari saya :)