Tampilkan postingan dengan label Surat Kaleng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Kaleng. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Februari 2011

Untuk @kennedymuslim

Untuk
@kennedymuslim

Halo Keny,
Pasti sebel banget yah dipanggil begitu. Tapi aku suka manggil begitu, soalnya jadi nggak terlalu serius. Dan aku dapet nama itu dari kamu sendiri, kapan pernah kamu #twittunyu. Dan tahu nggak sih, itu satusatunya twitt kamu yang bikin aku ketawa, selebihnya aku harus ngerutin dahi karena kebanyakan kayak headline majalah politik atau nyinyir.

Maaf yah kalau aku nulis surat kaleng. Aku cuma bisa jadi pengagum rahasia ajah. Kalau aku terangterangan, mungkin dunia akan gempar, lebih menggemparkan dari berita SBY bikin album kayaknya. Yang ini sih aku lebay ajah :) yang penting kamu tahu bahwa di antara ribuan followermu, ada yang benarbenar memperhatikanmu.

Sebenarnya yah Ken, kita beberapa kali ketemu. Cuma ketemu ajah sih, nggak ngobrol. Aku juga nggak terlalu yakin kamu notice apa nggak. Sepanjang pengamatanku, kamu orangnya cuek banget. Suka nggak peduli sama yang di sekeliling kamu. Jadi yah aku pasrah ajah kalau nggak dikenal. Toh buat pengagum rahasia, nggak penting dikenal atau nggak, yang penting dia bisa selalu tahu kabar orang yang dikaguminya. Klise tapi sungguh aku praktikan.

Oh ya, selamat yah dengan bukanya Sabang 16. Walaupun orangorang tahunya itu Timothy Marbun yang punya. Aku dari awal tahunya itu punya kamu. Percaya atau nggak, aku nggak kenal Tim Marbun sebelumnya. Ternyata barengbareng gitu yah. Sebagai pengagum, gak mungkin aku nggak pernah ke sana. Aku udah ke situ beberapa kali. sempat sih kamu yang ngelayanin sekali dan aku seneng banget. Waktu ngelayanin, kamu tetep dengan wajah serius gitu. Sesungguhnya bukan contoh pelayan yang ramah, tapi karena kamu yah aku tetep seneng deh. Kamu tahu nggak sih, aku sebenernya degdegan waktu itu, cuma nggak mungkin kan aku pingsan di situ. Tapi hari itu aku puas banget bisa liat wajah engkoh Cinamu dari jarak deket. Hari itu, kamu juga keliatan kece pake celana pendek.

Aku emang nggak berani sih buka percakapan sama kamu. Abis takut minder di tengah percakapan. Aku tipe orang yang nggak suka ngikutin seluruh perkembangan dunia, bahkan indonesia apalagi politik. Makanya bingung mau mulai percakapan apaan. Jadi daripada kelihatan bego mending diem kan. Aku takjub sama kamu yang kayaknya baca semua isi koran dan majalah di seluruh dunia ini.

Tahu nggak sih Ken, kalau ada yang aku paling nanti dari kamu, yah ngeliat kamu senyum. Selama ngeliat kamu, aku gak pernah liat kamu senyum. Aneh yah, tapi emang begitu. Kalaupun emang gak bisa liat senyum aslinya, paling nggak fotonya.

Nah, itu ajah sih suratku. Nggak terlalu penting tapi mudahmudahan bisa bikin kamu senyum.

Salam kecup dari jauh,

penggemar rahasia

Sabtu, 12 Februari 2011

Untuk @kupu_ajaib

UNTUK KAMU, PENDAKI-KU. .

Dear you, @kupu_ajaib

Aku masih ingat penghujung 2009 waktu itu, November. Kita sama-sama mengikuti kelas bimbingan untuk Ujian Kemampuan Bahasa Jepang level 2. Ah, kamu pasti sudah lupa mas. . :)

Itu bukan pertama kali aku melihat kamu. Tapi itu pertama kali aku memperhatikan kamu. Tidak sendiri, tapi bersama sahabatku. Kami memandang kamu secara bergantian, lalu tertawa-tawa melihat reaksi kamu yang lucu ketika kami pandang genit saat itu. Ah, itu sudah lama sekali.

Beberapa minggu kemudian, aku putus dengan kekasih empat tahun-ku. Memang, sama sekali tak ada hubungannya dengan kamu. Tapi aku membuatmu sebagai pelarianku. Aku mulai mencari-cari info tentang kamu, apapun itu. Bertanya sana-sini mengesampingkan rasa malu, hehehe. .

Aku menjadi tahu ketika orang yang bisa kupercaya mengatakan bahwa kamu itu seorang vegetarian, kamu ketua pecinta alam fakultas, dan kamu sudah nyambi kerja, dan katanya lagi, kamu mantan aktifis gereja. Ya, mantan aktifis gereja.

Hal tersebut sama sekali tidak membuatku ragu untuk terus mengagumimu, mas. .Toh aku pikir, bukankah jika hanya sekedar mengagumi, kita tidak boleh melihat apakah keyakinan kita berbeda atau tidak?

Kita sempat satu kelas dalam beberapa mata kuliah. Dan itu sangat membuatku semangat datang. Walaupun nama-ku juga aku yakin pasti kamu tidak tahu waktu itu. Tapi aku merasa tidak puas hanya mengagumimu dengan cara seperti ini. Aku coba meng-add Facebookmu, lamaaaa sekali tak kamu konfirm. Memang, pada akhirnya kita berteman di Facebook, apapun status kamu, pasti jempol-ku ada disana. Memalukan sekali ya mas?

Kemudian aku mulai berani ber-komentar di status Facebook-mu, Senang sekali ketika kamu mulai mempedulikan aku. Dan aku juga mulai memberanikan diri menawarkan sesuatu yang bisa membuat kamu menemuiku. . Yahh, walaupun setelah itu aku kecewa karena kamu masih juga tak mengenalku, bahkan tak ingat namaku siapa. Mudah lupa terhadap orang baru, alasanmu. Ya, entah alasan atau memang kamu seperti itu, aku mencoba percaya terhadap apa yang keluar dari mulut kamu mas. .

Pernah kita duduk bersebelahan di perpustakaan jurusan. Tahukah kamu mas, waktu itu aku ingin sekali menyapa-mu. Tapi yang keluar hanya gerak-gerik aneh, pura-pura meminjam buku yang ada di depanmu, dan ah, entahlah. Konyol sekali waktu itu. Lalu perpustakaan jurusan tutup karena istirahat, dan kita keluar menuju kantin. Tentu saja kita tidak berjalan beriringan. Mana mungkin? hehehe. Dan aku kaget ketika mengetahui kamu tepat di belakangku, hampir saja aku bertabrakan dengan mas-mas pembawa makanan. Lalu kamu menyalipku, dan berkata “Hati-hati jalannya”

Hal-hal kecil dari kamu itu menjadi hal besar yang sampai sekarang aku ingat mas. Beberapa SMS tentang kesukaanku yang mungkin juga menjadi kesukaanmu. Ah, senang sekali ketika mengetahui kamu juga menyukai purnama. :)

Bahkan lampu hijaumu lah yang selalu aku tunggu sambil terkantuk-kantuk. Ketika kamu muncul, kantukku hilang begitu saja, dan kadang aku berpura-pura tak mengantuk agar bisa berbagi cerita tak penting denganmu.

Beberapa sosok memang sempat mengalihkanmu mas. Tetapi entah, ketika mereka pergi, aku kembali mengagumi sosokmu. . Tapi aku senang sekali akhir-akhir ini. Karena kita mulai bisa bertukar kata. Aku suka kamu yang suka menulis.

Padahal, bertemu-pun kita cuma sekedar melempar senyum. Dan cuma “Hei” yang keluar dari mulut kamu. Lalu hanya “Hei mas” yang keluar dari mulut cerewetku ini.

Karena Mengagumimu cukup seperti ini. Tanpa perlu aku tahu apakah kamu sudah mempunyai wanita yang mungkin cemberut karena pria-nya aku kagumi menggebu-gebu seperti ini.

Dan Mengagumimu cukup seperti ini. Ketika aku bisa berharap lebih dekat dengan kamu tapi peka-pun kamu tidak.

Ya, Mengagumimu cukup seperti ini. Saat kita bisa tertawa, karena alasan yang sama.

Mungkin juga, mengagumimu cukup sampai saat ini. Sampai saat kamu mengetahuinya. .






Yang masih mengagumimu saat kamu membaca surat ini,

:)

Kepada @iam_good

Masih di Batas Kota,

Di 3 Februari 2011


Doa sebelum menulis surat ini :

“Semoga pak pos yg baikhati menyampaikan surat kaleng dari saya, sebab saya tak lagi punya cara untuk menyampaikannya.. L

YaAllah kabulkanlah doaku amiin”,



Dear Spiderman berperut buncit, :p

@iam_good , ku tulis surat ini diam-diam.


Hey apakabar kamu diii.. entah dimana kmu skrg aku ga lagi pernah tau hufft.. L

Sudah 3 hari sejak terakhir kamu menyapaku di 31 Januari 2011..

Terasa lama untukku, entah untukmu..

Sampai detik aku menulis surat ini untukmu, masih teringat jelas pesan singkatmu diponselku, ”Ga boleh kangen mas lagi yaa nanti ”, aku terlanjur sepakat dan ini sungguh menyebalkan. Sekali lagi menyebalkan! Maaf Buns aku melanggarnya. Nyatanya aku masih merindukanmu. Nyatanya aku masih menunggu pesan2 untuk sekedar singgah diponselku.

Detakku masih berdegup (seperti yg biasa kamu dengar),

Keempat telapakku pun masih basah (seperti yg biasa kamu seka),

Maaf, Aku melanggar lagi. Menyapamu dalam hening.

Menyampaikan rindu yg tak seharusnya.

Sebab rasa ini terlarang untukku dan mungkin untuk kita.

Buns, masih bolehkah aku menanti datangnya balon udara singgah ke rumahku?

Balon yg menyembul ke udara dengan diberi ikatan pemberat batu di bawahnya.

Aku tak berharap menemukan surat cinta terikat di sana, aku hanya berharap tawa itu ada.

Tawa kita. Ya, hanya tawa kita. Andai saja dibalik balon udara itu menyembul wajahmu.

Wajah tanpa dosa saat berkata, “Aku kesini belum mandi donk, bau ya duts?”,

Atau ku temui wajah kantuk menyembul di balik balon udaraku.

“Aku capek seharian kerja muter-muter, duts..”, sambil berakting lesu hihi aku tau kamu sedang mencuri perhatianku kan?! Ahh kamu nyebelin.. lihat sekarang sukses berat kamu mencuri semuanya buns. Juara! :p

Atau bahkan wajah usilmu yg menyembul di balik balon udaraku.

“iiihhh ya ampun si duts rajinnya nyapuuu..”, kamu meledekku sampai aku tertawa tergelak malu dan sepertinya kamu senang berhasil membuatku malu.

Terlalu banyak bayang wajahmu menyembul di balik balon udaraku buns..

Senang-sedih-seru-haru-lucu-takut-heboh-usil aahh.. dan segala bentuk ekspresi wajahmu masih ku rekam jelas dalam ingatanku. Bahkan wajah saat kamu tertidur pulas dalam pelukku.

Hey aku rindu suara dengkurmu buns.. Ternyata bukan hanya saat bernyanyi saja tapi juga saat mendengkurpun suaramu terdengar seperti giant sedang mengadakan konser hihihi.. :p

Waktu ini terlalu singkat tapi hadirmu begitu mudah melekat.

Tidak kumohon jangan lagi meminta maaf padaku. Bukan salahmu, bukan juga salahku.

Hanya saja kita bertemu di jalan buntu. Tak bisa mundur dan tak bisa maju.

Walau berat, benar saja aku tak boleh egois untuk kebaikanmu.

Tak apa pergi saja dari jalan buntu ini. Masih banyak tempat yang bisa kamu temui.

Biar aku tetap disini menanti antara pasti dan tak pasti.



Hey buns, aku masih ingin berkata banyak.

Tapi ini sudah lewat malam sebenarnya lebih tepat di sebut dini hari.

Buns, jaga badan ya. Jangan sakit.. Jaketmu buns, makanmu dan istirahatmu.

Aku hendak pergi tidu sekarang. Buns, masih bolehkan malam ini aku bermimpi menelusup masuk dalam pelukmu sampai aku terlelap disana.

Di aroma ketek baumu itu hihi..

Aahh..baiknya ku sudahi saja sebelum rindu ini kembali menggila.





Untuk Januariku, Aku kangen L

-luv duts-

Dear @Musa_Ibrahim

Dear @Musa_Ibrahim

Hei kamu pemilik hati yang dingin.
Izinkan aku menyapa dengan kehangatan disini :)

Sebelumnya, jangan dipertanyakan siapa yang menulis surat ini. Cukup kamu baca, itu sudah cukup membuatku merasa ada.
Hei, jangan kaget!
Jangan menyatukan alismu karena terheran-heran membacanya, ini baru mulai :P

Apa kabar Musa Seno Ibrahim?
Tentu baik ya? Kalau pun tidak baik, aku akan mendoakanmu agar selalu dalam keadaan baik :)
Sudah lama aku tidak menyapamu. Entahlah, ketika ingin menyapamu rasanya tidak ada keberanian dan ada sedikit rasa segan menghinggapiku.
Oh tentu saja bukan menyapa secara langsung, melainkan secara dunia maya :)
Tenang, kita belum pernah bertemu kok. Mungkin suatu saat, entah itu kapan kita bisa bertemu ketika Tuhan telah mengizinkan :)

Musa..
Ketika mengingatmu, aku jadi beda.
Beda dalam arti "gak biasa". Tiba-tiba jadi galau. *jangan heran* *ini serius* :p
Mungkin karena aku menyukaimu.
Dan rasa itu semakin lama semakin gak karuan saat kita berkenalan di dunia maya.
Mungkin aku orang yang kesekian yang beranggapan kamu itu cuek.
Tapi aku gak peduli, yang penting aku suka :p
Kamu yang cuek, beda dari yang lain.
Mendekatimu saja susah apalagi merebut hatimu?
Ya, di pikiranku selalu itu.
Aku jadi pesimis kalau memikirkan itu.

Sampai sekarang, aku masih bertanya-tanya. Kenapa aku menyukai kamu?
Aku sendiri saja tidak tau, kita kan belum pernah bertemu.
Melihatmu saja aku belum pernah, hanya melihat dari foto yang selalu kamu gonta ganti di bbm.
Dan ketika menyukaimu aku belajar tentang artinya menunggu.
Menunggu untuk kamu singgahi hati yang ingin memilikimu.
Dan ketika menyukaimu aku jadi tau kebiasaanmu.
Bermain futsal adalah utamamu :)
Kamu juga suka sekali jalan-jalan, apalagi memancing!
Sudah berapa puluh ikan yang kamu tangkap? :D
Aku tersenyum saat melihatmu memasang foto yang berhasil kamu tangkap di bbm, tampak sangat bahagia sekali dan oh tentu kamu sangat keren disitu :p

Musa..
Suatu saat, ku harap Tuhan mau mempertemukan kita.
Entah itu kapan, aku akan sabar menunggu.
Dan kamu tidak perlu tau tentang siapa yang menulis ini :)
Biarkan waktu yang menjawab semua *kayak bahasa yang disinetron² itu ya*
Aku harap kamu menyimpan surat kaleng ini.
Jika kita bertemu, kamu bisa menodongku mempertanyakan maksud dan tujuan menulis surat ini :)

Maaf sebelumnya aku sudah lancang menulis surat ini.
Aku hanya ingin mengungkapkan isi hati
Biarpun hanya dari surat tapi perasaan ini ( mungkin ) bisa tersampaikan

"Kepada satu cinta, ku alamatkan berjuta rindu"
Dari yang diam-diam mengagumimu :)

Dear @MarcellSiahaan

Dear @MarcellSiahaan

Aku cintaaaa bangett sama lagu kamu "Peri Cintaku", kereennn bangett,
sumpah atas nama bapak, putra dan roh kudus, Demi Allah Swt, Sang Hyang
Widi Dewa Batara, bikin aku nangis, sedih tapi begitu hangat mendengarkannya
atau mungkin air mataku yang bikin pipiku hangat ya tiap kali mendengarkan
lagu itu yang aku putar terus menerus.

Liriknya begitu mengena di hatiku yang mempunyai pengalaman yang sama seperti di
dalam lagu kamu, walaupun si dia dalam hatiku adalah seseorang yang beragama
hindu dan aku sendiri seorang pemeluk agama islam namun seperti lagu kamu..

"Aku untuk kamu, kamu untuk aku, namun semua apa mungkin, iman kita yang berbeda,
Tuhan memang satu, kita yang tak sama, haruskah aku lantas pergi, meski cinta
takkan bisa pergi"

duh, jadi sedih lagi deh nih nulis ini, kira-kira ini juga berdasarkan pengalaman
pribadi kamu kah? maaf ya aku jadi curhat dan sok tau. Aku cuma ingin bilang;
Thanks for the song and the video clip, it's beautifully written and sung.

Keep creating great music and sing!

Your (unrequited love) Fan.

Kepada @aidedreamer

Kepada:
@aidedreamer

dear, dreamer :)
apa kabarmu saat membaca note ini? sehat? apakah moodmu baik-baik saja?
aku agak menghawatirkan moodmu yg kurang baik, yang membuatmu tidak menyelesaikan membaca surat ini..

hey, aida a.k.a ciko,
sebelumnya kamu pernah bertanya ttg ideku menulis surat dan mengirimkannya ke PosCinta,
aku terlihat seperti tidak punya kerjaan klu aku menulis surat, apalagi surat kaleng..
sebenernya aku lagi punya kerjaan, aku harus mengurus skripsiku dan prapenelitian, dan siaran siang ini,
tapi aku menyempatkan diri untuk menulis surat, karena aku yakin kamu tidak akan punya cukup waktu untuk mendengarkanku..
karena aku lebih yakin kamu akan berjalan dalam dunia maya, dan lebih menyempatkan diri untuk membaca ini (meskipun tidak sampai selesai)


aida a.k.a ciko,
maaf klu membuatmu bingung atau bahkan tidak suka dengan keberadaan surat ini, karena sekalipun kamu bilang kamu punya banyak waktu untuk mendengarkanku,
aku akan tetap lebih menulis apa yang selama ini pengen banget ku sampaikan..
mungkin dengan menulis, aku bisa lebih baik dalam menyampaikan semua yang harus disampaikan..

seharusnya, biasanya, aku langsung menegurmu jika ada sesuatu yang ingin disampaikan sekalipun susah, sekalipun berat..
dan tidak seharusnya aku nulis surat, tapi keadaaannya sudah tidak terasa seperti biasanya..
sempat aku berfikir bahwa transmitter bahasa kalbu antara kita sedang rusak, dan itu menyebabkan kita berada pada alam fikiran masing - masing..
sempat juga aku berfikir, aku yang salah dan aku yang sudah tidak seperti biasanya, dan aku yang semakin sulit diajak (dan mengajak) bercerita?
bisa dibilang ini surat ter-egois, karena aku pribadi ngerasa tidak ada yang berubah dengan prilaku-ku..
tapi aku tidak akan menyalahkanmu sepenuhnya..
aku hanya ingin menanyakan beberapa hal saja..

1. apa arti internet dalam hidupmu??
2. apa arti impian, kesenangan, kebahagiaan dalam hidupmu??
3. apa arti sahabat dalam hidupmu??
manakah yang lebih penting diantara ketiganya?
tidak perlu mencari lembar jawaban dalam page ini, cukup jawab dalam hatimu saja, dan aku tidak akan memberikan koreksi terhadap jawabanmu :)
apapun yang menurutmu penting, aku tidak akan membenarkan atau menyalahkan, karena ini akan semakin menjadi surat ter-egois, memberikan penilaian hanya berdasarkan perasaanku..

saat menulis surat ini, aku ditemani hujan, suara gitar dari oppa @hndsm87 dan obrolan galaunya bersama @janekagaku dan @iand_black
padahal biasanya kalau hujan siang-siang begini, aku dan kamu sedang bersama dan menonton film - film pilihan..

hey aida a.k.a ciko,
aku benar - benar nyaman menulis surat ini, aku tidak perlu mengganggu waktumu yang sedang kau habiskan untuk menonton artis korea idolamu sedang konser dari youtube,
menyapa mereka via twitter dan lain-lain..
bukan aku tidak suka dengan mereka yang berwajah oriental, bukan aku tidak suka dengan dunia maya yang selalu kau sentuh..
mungkin aku sebagai sahabatmu merasakan kecemburuan, kecemburuan yang aneh, disaat aku cemburu dengan teman barumu, dengan dunia barumu..

mungkin aku bisu, tidak seperti orang-orang pilihan hatimu, yang bisa kau dengarkan suaranya..
tapi mungkin saja aku sahabatmu untuk hari kemarin saja, tidak perlu menambahkan kata 'bekas'didepannya, karena aku tidak suka kata 'bekas sahabat', seolah aku tidak pernah kembali menjadi seseorang yang nyaman untukmu mnceritakan apapun..
seperti potongan lirik lagu Drive yang sangat kita sukai, Katakanlah, "aku merindukan kamu yang dulu..."
aku merindukan saat - saat dimana tawa adalah candu bagi kita, saat dimana airmata adalah hal yang bisa mengakhiri semua masalah dan kita kembali kuat setelah itu..
aku merindukan saat dimana kita menduakan segalanya hanya demi ke mall, rela bolos kuliah dan ga siaran demi jalan - jalan dan makan dan bercerita dan tertawa dan apapun hal - hal yang sering kita lakukan, dan bukan berdiam diri dalam 1 ruangan, tiba - tiba kamu menjadi orang yang sensitif, menangis dan bersedih sendiri, bahkan aku ga tau karena apa..

apakah sudah muak membacanya? atau ternyata kamu sedang memutar hal - hal yang sudah kita lalui bersama??
aida a.k.a ciko, aku bukan psikolog yang bisa mengerti kejiwaan seseorang, tapi aku cukup menjadi sahabatmu untuk bisa mengerti apa yang sedang kamu rasakan..
baiklah, suratnya sampai disini saja yaa, semoga ada hal - hal yang kita bisa bicarakan di dunia nyata, dunia yang sesungguhnya..
semoga bisa dimaafkan atas kesalahan yang sebelumnya aku perbuat, di dunia nyata maupun dunia maya-mu..

sekian dan terimakasih aida a.k.a ciko yang sudah membaca sampai dengan kata WASSALAM :)


dari : sahabatmu yang (tidak) bisu!

Dear @pramesvhari : Aku Mencintaimu dari Jauh

AKU MENCINTAIMU DARI JAUH,

Dear @pramesvhari

Hei, apa kabar kamu hari ini? ah sepertinya kaku sekali, tapi tak mengapa setidaknya aku sudah berani menulis untukmu.
Walau surat ini tanpa pengirim, dan dinamakn surat kaleng, tapi aku yakin suatu saat nanti kau akan tahu siapa orang yang berani-berani menulis surat ini untukmu. ENtah kau mengetahuinya di dikehidupan ini atau kehidupan setelah ini.

huwaaaa, aku gerogi, dan tidak htau mesti menulis apa disini. Apakah kau tahu, aku lebih menginginkan sebuah surat yang nyata untukmu, bukan surt ini tidak nyata, tapi aku ingin menulis dalam wujud surat yang sebenarnya, goresan pena di kertas putih atau kertas berwarna, kemudian dilipat dan dimasukan kedalam amplop lalu benar benar diposkan dengan Perangko 500 diluarnya. *sepertinya perangko 500 tidak akan membuat suratku samapai ke alamat rumahmu, :-)

Entah lah, aku sudah duduk berjam-jam menatapi layar notebook ini, menekan tombol qwerty ini semuanya kulakukan hanya untuk sebuah surat pernyataan cintaku kepadamu. ops, tapi benar, aku mencintaimu benar benar mencintaimu, tapi aku malu mengaakannya, biarkan saja cints ini hanya aku yang mengetahuinya. aku tahu kau telah mencintai laki-laki itu, dan aku harap dia juga mencintaimu. oke, kenapa mesti memmbicarakn kekasih hati mu itu. baiklah change the topic.

wahai pramesvhari, andaikan waktu itu kita bisa menhabsikan banyak waktu, andaikan aku mengenalmu sebelum ini, andaikan, andaikan, aku hanya bisa berandai andai.
tpi seseoran berkata jangan pernah menyerah, dana kau tidak menyerah. aku selalu berdoa untuk memilikimu, entah sekarang atau suatu saat nanti.

salam,
aku yang mencintaimu dari jauh.

Dear @pramesvhari

SUDAH KAH KAU BACA????

dear @pramesvhari

Salam, apa kabar hari ini? semog selau dilimpahkan KaruniaNya.
apakah kau sudah membaca suratku sebelumnya?? *jangan-jangan belum*
oh tidak!!!! apa surat itu tidak kau terima?? siapa yang harus aku salahkan?? Tukang Pos yang mengantarnya, Atau aku yang lalai? perangko yang kemurahan? Alamat yang salah? tapi kalo alamatnya salah, bukankah surat itu dikembalikan kepadaku?? perasan sudah benar Surat ini tertuju kepada mu @pramesvhari atau perlu aku tulisakan disitu alamat rumahmu beserta kode pos nya?? sepertinya tidak perlu, karna aku yakin itu alamatmu, apa kamu pindah rumah? tidak lagi disana? mestinya pak pos ngembaliin surat yang ku tulis itu, karna surat tidak kau terima. OMG! aku tidak menyertakan alamku disitu, karna ini surat kalengku kepadamu.

Aku malu menyantumkan jatidiriku, aku sungguh malu, karna aku bagaikan pungguk yang merindukan bulan, aku tahu kau jauh dari jangkauan tanganku, kau jauh dari genggamanku.
tapi apa itu salah? apa aku salah mencintai dirimu?? salahkah aku??

sudah lah, aku tidak sanggup lagi berkata-kata.
semoga surat kali ini samapi kepada dirimu dan kau membacanya.

salam,
aku yang merindukanmu.

Kepada @SangPeriCinta

Kepada
@SangPeriCinta

Dear Peri Cinta,

Saya tidak tahu, apakah kamu laki-laki atau perempuan. Itu tidaklah sepenting perananmu di dunia ini. Siapa namamu yang sebenarnya? Apakah "Cupid"? Dan jika kamu Cupid, maka kamu selalu membuat orang stupid ketika jatuh cinta? Apakah kamu suka kue cubid? :))

Peri Cinta,

Hari Kasih Sayang tinggal tiga hari lagi. Dan sepertinya, seperti tahun yang lalu, akan saya lalui sendiri. Itu jika Ibu (atau Bapak) Peri tidak mengirimkan seseorang untuk saya. Jadi jika Ibu/Bapak punya kelebihan stok laki-laki yang juga sendirian di hari Valentine's nanti, tolong pinjamkan dia untuk saya. Satu hari itu saja setidaknya...

Sebenarnya saat ini saya masih jatuh cinta kepada (mantan) pacar saya yang kebetulan follow Ibu Peri di Twitter juga. Tapi sepertinya dia tidak lagi perduli kepada saya. Saya malu untuk berterus terang sebetulnya. Selama ini saya "meminjamnya" dari istrinya, dan sepertinya sekarang perempuan lain juga "meminjamnya" dari saya. Atau malah saya yang "meminjamnya" dari istrinya dan perempuan itu? Entahlah.



Dia mungkin tidak rupawan bagi kebanyakan wanita lain, meskipun saat ini sepertinya kami bertiga memperebutkannya dalam sepi. Dia juga tidak punya banyak uang. Bahkan sudah sekitar lima bulan ini dia tidak bekerja. Dia kenalan lama saya, dan dulu kami pun tidak pernah berpacaran meskipun menurut pengakuannya, dia sudah menyukai saya dari dulu. Tapi saya benar-benar mencintainya. Bukan karena saat ini tidak ada laki-laki lain yang mendekati saya, tapi dia sudah mengambil hati saya dan belum mengembalikannya lagi...

Jadi mungkin sebaiknya jika Ibu Peri bertemu dengannya, tolong katakan untuk mengembalikan hati saya secepatnya. Jika dia tidak mau, tolong tanyakan apa maunya. Karena perasaan ini sungguh menyiksa, dan saya sudah tidak tahan lagi.

Surat ini saya tulis saat subuh hampir tiba. Saya tidak bisa tidur semalaman... Jadi tolonglah saya, Ibu Peri. Nanti saya kirimi kue cubit sebanyak yang Ibu mau. Saya janji.

Dan tolong simpan rahasia kita ini dalam hati saja. Jangan kita bahas mengenai dirinya melalui Twitter secara terbuka. Terima kasih karena sudah mau mendengarkan.

Selamat pagi, Ibu Peri Cinta.


Dari saya yang (masih) jatuh cinta.

Untuk @herzZ_who

@herzZ_who
Hei..
Denger2 kamu mo nikah ya?
Sejujurnya saya aga kaget. Tapi gak apa-pa, cuma sebentar kok.

Kamu..
Maaf ya..
Saya tau semua yang udah pernah kamu lakuin melebihi apa pun yang semua laki-laki pernah lakuin buat saya. Membuat saya merasa berharga, merasa dicintai, merasa disayang, merasa dibutuhkan. Merasa ada..
Saya tau usaha keras kamu. Saya bisa ngerasain darah, keringat dan air mata kamu untuk saya. Tapi itu semua belum cukup.
Saya ga tau apa yang saya cari. Mungkin saya lebih menyukai rasa sakit. Mungkin saya lebih bisa merasa hidup jika disakiti. Mungkin orang baik itu bukan untuk saya.
Saya ga terlalu suka dengan pacar kamu sekarang. Cuma ya udah lah ya..

Mungkin saya cuma cemburu. Tapi untuk kembali sama-sama lagi ama kamu juga saya ga mau. Yang saya tau cuma saya ga tau apa maunya saya.
Saya sebenarnya pingin tau, kira-kira kalo kamu udah nikah ama dia, trus suatu saat kita ketemu lagi, apa yang bakalan kamu ingat tentang saya ya?
Apa kamu akan mengingat saya sebagai perempuan gila yang putus asa?
Apa kamu akan masih mengingat segala kekecewaan kamu terhadap saya?
Apa kamu akan mengingat saya sebagai perempuan yang pernah benar-benar jatuh cinta sama kamu namun semua tandas di tengah jalan akibat cinta yang terbagi sesaat?
Apa kamu akan mengingat saya sebagai orang yang pernah meluluh lantahkan hidup kamu?
Entahlah.. Bebaskan saja semua..
Kalo saya, saya akan mengingat kamu sebagai laki-laki dengan mata terindah. Laki-laki yang sanggup membangkitkan hasrat saya saat berdiri di atas panggung dan dengan lihai memainkan bass. Kamu yang selalu mengagumi kegilaan saya. Kamu yang sempurna. Walau itu pun tak cukup.

Mudah-mudahan ini yang terbaik ya..
Lupakan permintaaan saya untuk tetap berselingkuh ama saya jika kamu telah menikah nanti.
"Life time lover" itu untuk kamu dan dia. Bukan kita.

Tertanda,
Yang pernah menjalin kasih bersamamu untuk 2 thn 3 bln.

Lukisan Kenangan Saya & Kamu.

Kepada
@hijklnm

Halo, hei, hay kamu. :)

Apakabarnya, baik kah? Saya ga baik loh, sama sekali ga baik.
Saya gatau kamu tau saya atau engga hey hey.
Saya ngga tau apakah pertanda dari saya cukup untuk bikin kamu tau kalo saya yang nulis surat ini buat kamu.
Saya gabisa nulis, saya gabisa ngehayal, dan saya juga gangerti apa yang harus saya lakukan.

Inget ngga? Orang yang selalu kamu panggil : Jelek.
Inget juga ngga? Permainan bodoh kita di kala hujan bersama sang vespa kamu tercinta?
Inget juga kah? Film High Fidelity yang kita tonton bareng di Rumah Buku?
Inget juga ngga sama lagunya Art Garfunkel yang di re-make di film itu, yang judulnya I Believe (when I fall in love it will be forever) eh bener kan ya?
Inget juga kan gimana kamu bercita-cita nyusul saya kalo saya jadi berpindah ke negara Eropa nun jauh disana (walau cuma masih cita-cita belaka aja)
Dan inget juga ga kata2 kamu yang bilang : Gimana kalo saya bilang ke kamu "Nikah yuk!"

Inget juga ngga kamu?
Sweater baseball kamu masih di saya lohh..
Kemeja kotak-kotak kamu juga masih di saya loohh..
Tas saya juga kan masih di kamu, tas Soulmate yang kamu bawa-bawa terus.
Dan juga tas kamu masih ada di saya, tas Nike, inget ngga?
Inget juga kah kamu? Saya kan masih harus minjem Instax dari kamu..
Kita kan mau nyari onthel bareng jugaa..
Dan saya juga kan mau nawarin kamu ikutan bazaar produk di suatu universitas ituu..

Inget juga ngga kamu?
Gimana saya bener-bener kaget sama semua tanda yang ada.
Bukan saya gamau percaya, saya sangat percaya sama tanda-tanda itu hey!
Kebetulan yang mencengangkan di kedai pancake.
Permainan-permainan bodoh yang selalu saya dan kamu lakukan.
Berandai-andai kita jodoh atau bukan.
Sampai kode-kode huruf yang cuma saya dan kamu yang tau.

Ah ya ampun, gimana mungkin saya bisa pergi dari itu semua hey ki!
Susah ki, susah.. kalo kamu pikir cuma kamu aja yang sakit, itu salah ki.. salah banget -__-
Taun lalu, saya udah ngelewatin ini ki, saya udah pernah berada dalam keadaan seperti ini,
Tepat tahun lalu (percaya ga percaya) kita pernah ngalamin ini kan?
Ketemu, bulan Desember, deket sampe bulan Maret. Iya kan?
Dan tahun ini saya kaya gini lagi, iya kan? Dengan alasan yang sama. - maaf.
Apa kamu pikir saya ga sakit? Ki, saya yang lebih sakit ki.

Hey Rizky...
Ya udah lah.. mungkin emang musim hujan udah selesai, iya kan?
Waktunya saya - si Hujan - dan kamu - si gerimis - menghilang, dan menjadi debu, dan menghilang sekejap.

Tapi tolong banget...
simpen lukisan kenangan saya dan kamu ya?
Lukisan kenangan yang diem-diem kita rangkai hari itu.
Lukisan kenangan yang ga akan pernah ilang, yang kamu bilang udah kamu susun ulang dan dipigura.
Mungkin nasib saya, nasib lukisan kenangan cuma untuk dipigura ya?
Dilihat, dan kemudian ditinggalkan begitu aja..

Makasih ya..? Makasih banget... Makasih buat semuanya...
Semoga kamu baca surat ini ya ki..? Semoga surat ini sampai ke kamu.. dan semoga kamu tau saya siapa.. ya?
Semoga kita ketemu di musim hujan berikutnya ki...

.bandung.tigasatujanuari.ahircerita?entahlah.whoknows.jodohmahgaadayangtau

Minggu, 06 Februari 2011

Bukan surat Cinta

Hi Pos Cinta...

Sebenarnya saya ga ingin menuliskan surat cinta saat ini..saya hanya ingin tahu lebih banyak hal mengenai salah satu tukang pos kalian, Eka "si sayap patah"....

Saya ga tahu, apa ini hanya sekedar mengagumi sosoknya atau cara dia dalam hal meramu kata2 indah..hahahha *jujur ini bukan saya banget*...

Disini saya cuma mau mengatakan sesuatu buat Eka,

Dear Eka...

Terima kasih sudah membalas setiap coment2 dari ku.. dan aku senang sekali mendapat respon dari kamu...

Mmmm sebenarnya aku bukan seperti yang kamu sangkakan...:)
Aku hanya Orang yang ga pernah membuat postingan2 blog sebelumnya, dan ga sekreatif yang kamu kira..

Aku hanya orang yang ga sengaja "nyasar" diblog pos cinta ini..dan tulisan yang pertama kali aku baca adalah tentang pertemanan kamu dengan "abang" yang kamu bilang "saudara yang Tuhan lupa kasih ikatan darah" hahaha, dan dari situ, aku melihat kamu sangat "beda"...entahlah itu apa.. yang pasti aku belum tau..

dan buat orang yang kamu "anggap" itu aku

"hei, dimana pun kamu berada teruslah buat tulisan sekreatif mungkin, seperti yang dikatakan Eka : " Ikutan buat surat ga, postingan-postingan di blogmu itu keren-keran, kamu kreatif. Ingatkan, dulu aku follow kamu karena apa? karena isi blog kamu. :) "

Mmmmm jujur aku iri..lagi2 aku bukan seperti yang Eka sangkakan...tapi gpp, aku tetap senang..:)

dan aku harap Eka, ramuan kata2 indah kamu akan terus mengalir sampai seterusnya...

Keep spirit Eka Nurul Kustia Otto "si peramu kata yang sayapnya patah" <--- gpp kan kalau aku sebut seperti itu?? kalau ga suka kasih tau aku :)

Sebelumnya Thanks buat Pos Cinta, Sampein buat Eka yah.....

Sabtu, 05 Februari 2011

Kepada @amrazing

Dear Alex,
Kita baru saling kenal sejak Agustus lalu. Via Twitter, tentunya. Gue lupa persisnya sejak hari apa dan karena apa kita saling follow. Tapi yang pasti, gue termotivasi untuk follow lo karena waktu itu di Timeline banyak sekali yang membicarakan @aMrazing.
Kira-kira begini bunyinya:
"Wah, @aMrazing sekarang udah terkenal. Followersnya ribuan. Untung gue udah follow dia dari dulu"


Penasaran, guepun membuka timeline lo. Ternyata nggak heran banyak followersnya, tweetnya menarik. Waktu itu lo lagi ngebahas sinetron deh, kalo nggak salah... :))
Dan gue langsung follow. Entah sejak kapan dan entah kenapa juga lo balik follow gue. Gue heran. I mean, wow. You're like a timeline superstar, back then. Yang sempet heboh dibicarakan banyak orang. A legend. *okay, ini berlebihan* :))

Dan gue nggak inget dong, tau-tau kita udah tukeran pin BB aja. Kata orang, waktu berjalan begitu cepat. But with you, it was like so fast. Kilat. Whoooz~
Tau-tau kita udah asik BBMan aja. Oh, well.. :))

Di dunia ini, ada hal-hal aneh yang bikin kita bertanya-tanya. Waktu itu gue bener-bener baru kenal lo, you're a stranger to me, vice versa, tapi kita bisa langsung ngerasa nyaman ngebagi hal-hal yang sebenarnya sangat pribadi.
Urusan dapur masing-masing... *ngakak*

Kadang orang asing terasa seperti sahabat lama, dan sahabat lama terasa seperti orang asing. Dengan lo, gue bisa berbagi hal-hal yang bahkan nggak 'sanggup' gue ceritain ke sahabat yang udah gue kenal bertahun-tahun, a dark side, a secret.. Maybe because I was too afraid they would've judged me. Entahlah.

You were there, the moment I.....well, you-know. The very moment I crossed 'the line', the line that has taken me from one step to another step in my life's journey. It WAS a big deal for me, a sacred one. I remember I was scared, and nervous, and confused. But you were there cheering me up, not judging.

Sometimes we just need someone to tell us that its okay to feel the way we feel. And that moment, you were that someone. The funny thing was, I barely knew you. :)

And just like that, in an instant, I felt like you are -somehow- an angel God has brought into my life.
You were there all the time since that day. And when I had a nervous breakdown because I felt like my life's over, you were still there for me. Cheering me up, convincing me that I deserve much better.... when I don't even know what I deserve, what to believe, nor how to start again.

Lucu memang, kita bisa menyentuh hidup orang lain melalui jalan yang tidak masuk akal. And you, you have touched my life. BIG time.


And I can never thank you enough.


Happy birthday, Lexy.
Wish you all great things in life, because you just deserve them.


Love you.

From:
A stranger you've helped to gain her inner strength.
:'D

Anggap Saja Ini (Bukan) Surat Cinta

Halo, hey, hay @hijklnm kamu si manusia hebat.
Maafin saya ya karena sekali lagi ngirim surat kaya gini *again*
Ampe mulek, mulek deh kamu nerima surat saya kaya gini,
seperti yang saya bilang juga, pos surat kamu bakalan penuh sama surat-surat ga penting dari saya,
yang gamau ngomong ini siapa (namanya juga kan surat kaleng eheyy!)

Saya tadinya gamau ngirim surat kaleng buat siapa-siapa karena emang lagi ga mood *zzzz
Tapi, tiba-tiba tadi pagi ketahan macet, dan urang inget maneh hey! (artinya : saya inget kamu, ngerti lah ya kamu?)

Kenapa saya bilang kamu manusia hebat?
Seumur-umur, sebagian besar orang pasti benci sama macet - termasuk saya, apalagi kalo buru-buru.
Tapi kamu hebat, kemacetan kota yang identik dengan kata menyebalkan
kamu rubah menjadi sesuatu hal yang super-berkesan.
Inget ngga? Waktu kita macet-macetan di atas Si Putih (vespa kinclong tercintanya kamu yang selalu saya suka)?
Maen apa sih waktu itu kita? Maen Gagarudaan ya?
Gagarudaan nebak-nebak judul lagu yang huruf depannya dari plat mobil yang kita liat (kecuali plat D dan B)
Dan kita lupa kalo kita berada dalam suasana macet, dan hujan deras pula.
Yang saya dan kamu tau adalah...
Hari itu menyenangkan sekali..
permainan Gagarudaan bodoh yang ga mungkin saya lupain,
lantunan suara saya dan kamu, dari lagu hasil tebak-tebakan Gagarudaan kita
dan hujan.. hujan yang indah, serta kaleidoskop hujan di permukaan lensa kacamata kita.
(taukah kamu? Kaleidoskop hujan kan kata-kata yang saya suka untuk mengistilahkan bulir-bulir hujan yang tiba-tiba hinggap di permukaan benda transparan kaya kaca atau lensa kacamata, dan kaleidoskop hujan merupakan momen-momen favorit saya)
*manis banget buat saya mah ki..

Dan hey, taukah kamu? Kemarin sore gerimis lagi.. Dan saya inget kamu! Pisan!
Maafin saya ya? Dan makasih hey @hijklnm kamu orang hebat dan saya gapernah bisa ngelupain orang hebat itu.

nb : oiya, saya tau, semua kata-kata saya sekarang selalu salah di mata kamu, saya bilang pertanda, kamu bilang percuma.
Dan saya bilang ketemu lagi di hari hujan, kamu bilang ga ada gunanya,
Urang cuma mau bilang, urang kangen pisan ka maneh! (dan sekali lagi saya ngomong gini berarti ga ngehargain kamu, maaf, skali lagi maaf.)

#nowplaying The Velvet Underground - I'm Sticking With You -> ringtone kamu lah ini bunyinya, dan terputar di playlist saya. Oke, makasih...
semoga kamu bisa nebak saya siapa, dan semoga pak posnya ga salah kirim ya? Thanks.. :)

dari : saya yang gamau ngaku kepada dunia kalo saya menyukai gerimis.

Kepada: @eghofauzy si Pengagum Bintang

Hei pengagum Bintang!

Kaget kan pasti baca surat ini.. Udah kaget terus pasti kesenengan gitu dia, semacam icon dancing di  !! Hahahaha
Saya bingung surat ke-22 ini untuk siapa, tapi tiba-tiba saya ingat hujan, ingat bintang dan lalu saya ingat kamu dan ingat beberapa waktu lalu tentang percakapan kita mengenai penghuni langit, termasuk pelangi. Kita berbicara seperti tanpa kehabisan kata, menelusuri apa yang membuat kamu mengagumi bintang dan saya mencintai pelangi. Kita berbicara sampai hampir pagi. Inget gak? Seru sekali! Hehe
Jadi saya tulis surat ini untuk kamu, sekaligus mengucapkan: selamat datang teman baru di kehidupanku.
Telat banget ya? Beruntung loh kamu dapet surat dari saya! *kibas rambut* :))

Melalui surat ini pula, saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menemani malam-malam saya dengan berbincang. Walaupun perbincangan kita hanya sebatas layar. Tapi beneran deh, saya serasa udah lama kenal sama kamu! Kenapa ya? Apa karena kita sama-sama autis? Hihihihi. :)
Terima kasih ya gho atas pertemanan yang menyenangkan, voicenote2 lagu ciptaanmu dan ucapan selamat di hari ulang tahun saya bulan Desember lalu, nada2 yang indah pada sajak saya dan hei saya mau kamu kembali menulis #SORL yaaa! Saya merindukannya hadir di timeline saya. ;)

Mudah-mudahan suatu saat semesta bisa mengijinkan kita bertatap muka dan bertegur sapa. Tolong siapkan harddisk yg isinya film yang belum aku tonton sama lagu-lagunya Buble dan KOC, jika saat itu tiba! :p

See you when universe say yes! Nice to know you! :)

Dari
Pecinta Pelangi
(Yakin tahu siapa saya? :p ping me if you know me. :D)

*if is not happy ending then it is not the end yet. if people can't see u shining because their mind are too cloudy*

Wahai Pria Berlesung Pipi

Kepada: @puang_srwlmt

Selamat Pagi, Siang, Sore, Malam (aku tak tahu saat kapan kau membaca surat kalengku ini)

Apa kabar, Abang??
Bagaimana hari sabtumu kali ini?
Senangkah mendapat surat dariku?
Atau malah merasa terganggu?
Oia, ini malam minggu kan? Sedang bersama kekasihmu atau malah meringkuk sendiri didalam kamar?
Apapun itu, aku hanya ingin kau merasakan bahagia...

Hai Abang,
Aku tahu hatimu sedang berantakan. Aku tahu, susah payah kau coba berdiri merapikah serpihan hatimu. Aku tahu itu. Hingga membuatmu berpikir jutaan kali untuk menyentuh cinta yang baru
Abang,
Tersenyumlah... Aku hadir bukan untuk menyakitimu
Mungkin aku memang sedang merasa sakit sepertimu, dan aku juga sedang merasa hancur karena cinta lalu
Tapi percayalah! Kita bisa membangun cinta baru yang mungkin akan lebih kuat dari sebelumnya.
Abang,
Bekerjalah sepenuh hati.. Jangan lupa makan.. Aku tak sampai hati jika mengetahui kau jatuh sakit..

Tak usah cari tahu siapa aku.. dan bila nanti tak ada surat selanjutnya untukmu, tenanglah, aku bukan melupakanmu. Tapi aku akan menyingkir jika ku tahu kau keberatan dengan adanya surat ini.
Jaga dirimu. Jaga hatimu, untukku kelak.


Aku yang selalu menunggu hadirmu dikotaku entah kapan masanya.

Untukmu lelaki ber ‘popok’ ( @popokman )

Selamat pagi kamu,

Apa kabarmu lelaki ber’popok’. Semoga kau baik-baik saja, tak kekurangan satu popok pun.

Oh yah, anggap aku penggemarmu. Aku penggemar linimasamu. Betah, melihat permainan kata-katamu.

Awalnya waktu jadi followersmu, kamu serasa lelaki ‘tergalau’ di twitter. Waktu itu kesannya kamu manis, enak dipeluk, seperti boneka beruang besar dengan bulu lembut. Makin kesini tweet ‘galau’ kamu hilang. Terganti tweet lucu dan konyol. Yang selalu membuatku tertawa saat berkunjung ke linimasamu. Rasanya kamu bukan cowok manis lagi. Kamu berubah. Seperti cowok nyasar, yang seharusnya ada di OVJ bareng Sule dan kawan-kawan.

Eh kamu tersenyum ya sekarang?. Wah kamu manis ya kalau tersenyum.

Lagi, avatarmu kamu terganti dengan si bocah nakal Sinchan. Padahal nih, kalau avatarmu tetap hitam putih seperti dulu, banyak lho yang betah mandangin foto kamu.

Ini aku jadi bingung mau ngomong apa lagi ya...

Pokoknya tetaplah jadi ‘PopokMan’. Pribadi unik. Dimana galau menyatu dengan lawakan konyol. Lain kali avatar kamu ganti ya dengan huruf P. Seperti Superman dengan huruf S nya. Kalau Superman penyelamat Bumi. Maka kamu Pahlawan Super baru. Penyelamat bayi-bayi tak berpopok.

Dan akhirnya...Selamat Bertugas PopokMan idolaku...

Salam SuperHero.

Aku.

Kepada: @photoindo

Dear Eka,

Mungkin kamu pernah mendengar namaku dan mungkin itu nama yang paling kamu benci. Setidaknya untuk saat ini. Jadi jika kamu ingin tahu siapa pengirim surat kaleng ini, pikirkanlah satu nama yang paling kamu benci.

Baiklah. Aku akan memberikan beberapa clues.

Semalam teman saya Fera tetiba menelepon saya. Asal kamu tahu, Fera ini tidak pernah menghubungi saya selama bertahun-tahun. Sampai tadi malam. Ya, Fera sang dokter gigi itu. Dia hanya sedikit berkeluh kesah mengenai appointment antara kamu, dia, dan kekasihmu Mike. Nah sudah ada dua nama yang keluar sekarang. Mungkin sekarang kamu sudah tahu siapa saya :))

Eka,

Kamu tidak perlu merasa terancam dengan kehadiran saya. Saya hanyalah masa lalu Mike, tidak lebih. Jika sekarang kami berteman, itu bukan berarti ancaman bagi hubungan kalian. Saya ikhlas dan bahagia untuk kalian berdua. Surat ini saya tulis atas nama cinta yang sudah lewat antara saya dengan Mike, dan atas nama cinta yang sedang berkembang antara kamu dengan Mike. Dan Mike juga menceritakan bahwa kalian berencana untuk menikah. Sempat ketika saya bertemu dengan Mike sejenak ketika itu, saya bilang. "I want to attend your wedding, Mike. Do invite me." Dia bilang, "Are you serious? Is that okay with you?" Saya menganggukan kepala saya. Apa ini artinya? I have moved on, Eka. Tidak ada tempat lagi untuk Mike di hati saya, kecuali sebagai seorang teman. Bahkan bukan sebagai sahabat.

Eka,

Kita semua punya masa lalu. Baik saya, kamu, maupun Mike. Dan kebetulan, saya dan Mike pernah membagi sedikit dari masa lalu kami bersama. Tapi itu bukan berarti kita semua harus terjerat dan dihantui oleh masa lalu. Demi cinta, Eka - berjuanglah demi cintamu untuk Mike. Bukan demi dirimu atau demi Mike. Itu namanya (maaf) egois dan posesif. Tapi demi cinta. Jangan batasi dia berteman dengan siapapun. Yang penting dia masih berada di dalam garis batas dan dia tahu di mana sekarang hatinya bertempat tinggal. Maaf jika saya sedikit menasehati, tetapi manusia manapun, terlebih laki-laki, tidak akan suka dilarang. Semakin kita melarangnya, semakin mereka akan mencuri-curi kesempatan. Ya, men are big boys. They don't grow up, and that's the fact.

Eka,

Ada beberapa kali saya mengutarakan maksud saya untuk berkenalan dan bertemu denganmu melalui Mike. Saya ingin kita berteman, atau setidaknya berkenalan. Karena niat saya tulus dan baik, dan saya tidak menyimpan niat busuk apa pun. Tetapi Mike selalu bilang kamu sibuk. Ya sudahlah. Yang penting saya sudah mencoba, dan Tuhan tahu hati saya.

Saya sedih untuk Mike, bukan karena saya masih mencintainya sebagai lelaki dari masa lalu saya - tapi sebagai seorang teman. Dia pernah bilang bahwa kamu menyembunyikan telepon genggamnya supaya dia tidak bisa menghubungi saya. Lalu kemarin Fera bilang, sekarang setiap kali dia mencari Mike melalui pesan singkat, kamu yang membalasnya. Sampai kapan, Eka? Mike bukan anak kecil kan? Jika memang dia mencintaimu, tanpa kau batasi pun dia tidak akan berusaha melarikan diri dari cintamu.

Eka,

Saya tidak tahu apakah saya berharap kamu akan membaca surat ini atau tidak. Surat ini dikirimkan melalui Twitter oleh @PosCinta, sementara sudah ratusan hari kamu tidak mengunjungi Twitter-mu. Jika kamu membacanya, mungkin kamu akan semakin benci kepada saya. Tapi saya harap tidak, karena saya percaya kamu wanita dewasa yang baik. Mike hanya bisa jatuh cinta kepada perempuan berhati baik. Saya percaya itu.

Sudah dulu ya, Eka. Langit di luar sangat mendung. Saya harus segera keluar membelikan ayah saya obat sebelum hujan turun. Saya masih berharap kita dapat bertemu dan berkenalan.

Selamat pagi, Eka. Stay in love, not in hatred nor jealousy.

Kepada seorang pahlawan donor darah yang keren: @adhenoor


Assalamu'alaikum Pak Adhe.
Sedang apakah Bapak saat ini? Membaca surat saya? Disambi apa? Ngetwit atau makan sate kambing? :)

Pak, terus terang saya suka gaya santai Bapak dalam berbicara dan bergaul. Malah sepertinya saya yang kurang gaul dan terlalu kaku. Kalah deh sama yang lebih senior? :P Penampilan dengan kaos polo dan celana jeans membuat jiwa muda Bapak lebih terlihat asyik lagi.

Tetapi terus terang nih, Pak. Saya kok gak bisa dekat dengan Bapak ya? Seperti layaknya yang lain di sana? Kenapa sih? Apakah ada sesuatu yang salah pada diri saya? Sedih dan bingung nih... Galau dan lebay deh jadinya. :(

Saya juga tetap menanti janji Bapak pada saya... Setia lho... Hehehehe...

Seorang Adhe Noor yang selalu sibuk mengkampanyekan gaya hidup masa kini: Donor Darah. Wuih, seandainya saja saya bisa seperti itu. Khawatir tak bisa menjadikan donor darah menjadi bagian dari indahnya berbagi untuk diri saya. Punya riwayat anemia membuat saya berkecil hati. Ah, saya iri. Ingin rasanya saya seperti teman-teman yang lain. Sigap dan siap untuk mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali... Seandainya diijinkan...

Pak, saya nggak bisa panjang-panjang nulis surat cinta, nanti digaplok sama nyonya di rumah *ngikik* Jadi sekian saja dari saya. Semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat, senantiasa diberkahi Allah dan tetap semangat ya Pak?

Wassalam,

dari:
~yang menunggu janji Pak Adhe~

Jumat, 04 Februari 2011

Untuk @TimMarbun

Halo Mas Timothy!
Hehe sorry ya sebenarnya saya bingung mau panggil Pak/Mas/Bang/Bung/Kak, tapi akhirnya saya pilih "Mas" karena panggilan itulah yang saya pake pas kita ketemu pertama kali. Ketemu di mana? Yah di mana lagi kalo bukan di Sabang 16 :)

Saya inget banget pas pertama kali ke Sabang 16. I found your cafe by accident. Waktu itu saya lagi nunggu jam kerja dan saya terjebak di Jl. Sabang dalam kondisi kelaparan. Beruntung sih, jalan itu kan isinya makanan semua haha.. Sayangnya dari dulu rasio parkiran dan restoran sangat tidak berimbang. Akibatnya tiap kali ketemu tukang parkir pasti mobil saya disuruh-suruh terus sampe ujung. Dari jauh saya liat ada kinciran toko roti di sebelah kafemu, lalu saya langsung mikir "asik, bisa beli srikaya cheese roll nih!" dan beruntungnya (lagi) saya dapet parkiran deket toko roti itu (atau lebih tepatnya lagi, di depan kafemu). Kaki saya yang udah melangkah mantap demi srikaya favorit (yes, I'm a srikaya-hunter) langsung berhenti di tempat pas nengok ke kiri sedikit dan ngebaca tulisan "Kopi & Srikaya". And I was like, "Huh? What's this? A srikaya heaven?" Tentu saja, sebagai penggemar srikaya (yang lagi laper berat) tanpa pikir panjang saya langsung belok kiri dan masuk menjemput srikaya tersayang. 

Saya bahkan ngga sempet liat nama kafenya apa, yang saya inget cuma putih dan mungil. Pas masuk, saya langsung disambut seulas senyum ramah "Selamat siang!" dan saya cuma bisa diem sambil mikir "Wuih.. Cakep juga nih waiter-nya!" hahahaha.... And seriously, I didn't recognize you at that time. Saya bener-bener ngga ngeh kalo kamu itu Timothy Marbun yang terkenal dan banyak pengunjung yang dateng cuma buat ngeliat kamu, moto-motoin kamu, and just wanna test their luck whether they'll meet you there or not, etc. Yang saya lakukan cuma ngebales senyum dikit, langsung duduk n nyender di sofa lalu nungguin menu sambil mikir (lagi) "kok kayaknya gue kenal yah tu waiter, kenal di mana ya??" Gila, sok akrab bangettt hahaha...

Akhirnya menu yang ditunggu-tunggu datang dan saya langsung memesan srikaya panggang dan.. minuman malt? Ah! Minuman malt. MALT. M-A-L-T. Malt is one of my favorite drink. Srikaya is one of my favorite food. Seandainya kamu tahu perasaan saya waktu ngebaca menu itu pas pertama kali... Saya sampe nanya lagi ke mas-mas yang ngasih menu untuk memastikan apakah benar ini malt kesukaan saya atau saya lagi halusinasi. Seandainya kamu bisa denger isi hati saya pas makan srikaya panggang n minum Horlicks.. tak bisa dilukiskan dengan kata-kata saking senengnya. Lebay? Ah, ngga juga. Orang yang lagi kelaperan, kecapekan, pusing ama kerjaan trus dikasih makanan dan minuman kesukaan di tempat yang cozy pasti seneng dong.

Well, I don't know whether I'm in a such hypoglycemic state that day or I've been living under a rock lately. Sampe saya keluar dengan perasaan puas dari kafemu itu, bahkan pas saya manggil kamu "Mas, tolong bill-nya ya!" saya tetap ngga tau siapa kamu. Tapi saya sedikit inget sih sama Sabang 16 yang sering muncul di timeline saya, tapi waktu itu saya emang kurang merhatiin sih hehehe. Besok-besoknya pas lagi nonton Metro TV, saya ngeliat kamu lagi. Lagi-lagi saya mikir "Ih, kayaknya pernah liat deh ni orang.. Di mana ya??" lalu setelah berusaha mengingat-ingat dan beberapa angle berlalu, saya spontan teriak, "OMG!! Itu kan mas-mas yang di toko srikayaaa!!"

Hemm.. Maaf ya, selama ini saya menyangka kamu itu waiter. Beneran deh saya ngga tau kalo kamu itu salah satu owner =/

Oke, terakhir, kenapa saya ngirimin kamu surat kaleng? Well, I don't know, I'm just shy. Haha. Maybe you'll know me someday, I'm the girl who always ordered Horlicks every time I visit your cafe :)

Sukses ya buat Sabang 16-nya. 


See you soon and GBU,

Malt Lady :p