Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #8. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

Kepada Tukang Pos, Terganteng dan Tersexy!

Jakarta, 21 Januari 2011



Theo, Em, Nico!

Hari ke delapan nih, artinya udah lewat seminggu, aseeeeeeeeeeek! Lancar ya bok, antusias para pecinta ga berkurang, dan kualitas surat pun makin OK. Palingan si Nico nih yang harus dicambuk biar suratnya ga bolong-bolong. : ))


First of all, gue mau ngucapin terima kasih buat kalian, yang udah mengikutsertakan gue didalam project #30HariMenulisSuratCinta ini, it’s so FUN! Tiap hari gua ga kekurangan bacaan (lagi), dan semua yang gue baca adalah tentang cinta. Yes, kalian tau kan, gue ini Perempuan yang sangat mencintai konsep jatuh cinta, terdengar bodoh sih, tapi gue suka apapun yang berkaitan dengan cinta, semuanya. :D



Untuk Theo,

Perempuan (yang diakuinya) sexy, hitam manis berambut kribo. Penyiar dari bandung yang sampai saat ini belum pernah gue temui. Kak Theo, tau ga? Pas kakak ngetweet soal surat cinta dan gue ngajuin usul untuk bikin program #30hariMenulisSuratCinta , trus elu tanggepin, ah gila.. itu beneran bikin gue jejingkrakan :D . No, ini ga lebay sama sekali, emang bener gue suka sama elu kak, mulai dari tulisan-tulisan kakak diblog sampai isi tweet yang konsisten romantis dan anti politik.


Untuk kepercayaannya mengikut sertakan gue dalam project #30HariMenulisSuratCinta, Terima kasih Theo!



Untuk Em,

Aaaaaaaaaa…..elu tuh ramah banget Em, who can hate you? Ga akan! Udah mau ngebantuin gue dan Theo yang dihari pertama kelimpungan ngehandle surat-surat yang masuk (yang tadinya) cuma berduaan. Blog ini, yup, blog tempat berkumpulnya semua surat, kalau bukan karena elu yang sigap untuk bikin dan ngerapiin sampe selengkap ini fitur-fiturnya, entah deh.. gue dan Theo akan membuatnya jadi seperti apa. Secara gue ga ngerti dunia perblog-an (yah..liat aja tumblr gue aja berantakan gitu :p ) dan gue tau Theo itu sibuk banget, bisa jadi sampai surat ke delapan ini jadi pun belum ada blog : )).


Untuk bantuan manis dan kesigapan lu dalam mengatur project #30HariMenulisSuratCinta, Terima kasih Em!



Untuk Nico,

Siluman kucing berkumis yang sudah pernah gue temui secara langsung dan hanya 5 menit saja, kalau ga ada nico akun twitter @KotakPosCinta dan @PosCinta entah siapa yang kepikiran bikin dan pegang, secara gue, Em dan Theo udah sama-sama mutusin “aaah…PR banget sih bikin akun twitter segala, siapa yang mau pegang?” : )) Saran lu untuk mencegah banjir tweet surat-surat #30HariMenulisSuratCinta di akun personal yang akan mengakibatkan kita akan banyak diunfollow orang-orang (rese) sungguh membuat project ini menjadi keliatan lebih rapi dan teratur.


Untuk kebaikan hati mengingatkan dan membantu #30HariMenulisSuratCinta agar rapi dan teratur, Terima kasih Nico!



Guys, tetep semangat yah buat nganter-ngater surat cinta para pecinta sampai hari kasih saying datang. Dan! Wajib nih, pokoknya kita semua harus ketemu! Harus kumpul barengan dengan para penulis surat cinta yang lain, kalau bisa pas hari kasih sayang yang biasa disebut hari Valentine. Secara kita berempat ini kan jomblo, alias kemungkinan besar tahun ini masih belum (juga bisa) merayakan hari kasih sayang sama pacar. *dicekek berjamaah* : ))



Nah, pas kan dua cewe dan dua cowo, jadi nanti 14 Februari 2011 kita bisa double date aja. Nico dan Em, WAJIB beliin gue dan Theo bunga, nanti gue (mungkin) Theo pun akan ngasih kalian kado, kadonya… hmmm.. surat cinta? (gak mau modal) : ))



Ah, pokoknya kita semua harus ketemu deh secepatnya!

Gue mau liat rambutnya Theo yang lucu itu, gue iri! Dari dulu gue pengin punya rambut keriting. Gue mau duet karoke lagi sama Em, yang suaranya LAKI banget! Dan gue bener-bener masih penasaran pengin meluk nico yang biasa meluk pohon, pengin tau apa yang dirasain para pohon kalau dipeluk Nico. : D



Sekian surat cinta kali ini buat kalian, Iya, ini surat cinta, project #30hariMenulisSuratCinta ini bikin gue jatuh cinta sama kalian! Pada semangat yah dan tetap saling menyemangati satu sama lain. Makin sering ngobrol ya kita semua, meski baru melalui conference YM.



I love you, guys!



Ketjup-sampe-basah- Mesra,


Si Tukang Pos Bersayap Patah yang keren bukan main. :D





"we deliver your love... Kriiing! Pos! Pos!"



---Oleh:


(diambil dari: www.sisayappatah.tumblr.com )

Don’t hate me lah..


Hm, aku nulis surat ini.. tapi jujur rasanya kok aneh banget ya? Soalnya kamu lagi duduk di seberang aku.

hun.. ga bolehkah ini aku tulis kapan-kapan?

OKE.. kamu melotot.. i get it. Harus sekarang. Sebagai hukuman aku telat.

Iya, aku tau hari ini hujan. Tapi aku ga peduli. Yang aku tau, you really looked beautiful.. Dan iya, ada cowo yang lagi liatin kamu. Berani-beraninya.. engga tau apa kalau calon suamimu tuh udah disini? Should i kiss you now biar dia berhenti? OKE.. kamu melotot.. i get it.. aku masih dihukum gara-garamarriage proposal aku yang agak heboh. Maybe later then? *senyum unyu*

Udah aku bilang kan, aku ga pinter nulis surat cinta.. ini malah keliatan kaya percakapan satu arah yang agak freak karna kamu ada di depan aku dan aku malah megang-megang laptop instead of megang tangan kamu.

I’ll make this quick.

Maafin aku karna kamu jadi bahan pembicaraan temen sekantor, tapi aku juga malu. Taukah kamu? Aku nyaris lari pas aku keluar pintu kantor kamu, karna satpam yang bantuin aku bawa buket-buket bunga itu teriak “Saya denger lamaran nikahnya sakses ya MAS?!” sambil nyengir kuda dan angkat jempol. Wajahku merah sejadi-jadinya..

Maafin aku kalau kamu repot sama semua urusan pernikahan itu. Tapi percayalah.. aku juga repot ngurusin tagihan-tagihannya.. so.. can we call it even?

Dan kalau nanti kamu freak out,tiba-tiba ga mau nikah. Percayalah.. aku bakal gendong kamu, paksa kamu. JAMIN.

After all those trouble i’ve been through just to ask “will you marry me?”, kamu pikir aku gila? ngebiarin kamu dengan baju nikah lengkap begitu, lari-lari di jalan? No. Our marriage will be beautiful like a dream… not a horror movie hun.

So..

Don’t hate me lah..

I will love you more than you love me.. who else? Kalaupun ada, gak akan aku ijinkan!

With even more love

-pria nyentrik yang sayang kamu-

Your husband to be

Jakarta, 21Januari2011

by@gigitbintang

Dedicated to all my friends who will get married in 2011.

Now, the prep might be really sucks, but trust me,

you’ll be the happiest one later ^^

*hugs and kisses, congrats!*


---Oleh:


(diambil dari: www.gigitbintang.wordpress.com)

Surat Tanpa Tuju

i just met a man! that someday will be my man!

Byurrrr,

Hujan menenggelamkan matahari yang ceria. Mengantarkan sisa-sisa debu yang keluar dari besi knalpot yang mungkin jarang dirawat. Memaksa diriku yang diburu waktu untuk meneduh. mengumpat pada hujan. Dan disanalah aku bertemu kamu, sosok tinggi berparas biasa dan sangat bersahaja. Cahayanya bias terpencar dan begitu temaram, meyejukkan. Kita bersisian namun kita hanya terdiam. Menunggu reda. Menikmati suasana.

Ratusan pasang mata berlarian berkejaran dan tersengal memburu waktu, tak satupun peduli dengan hujan. Bisa jadi amnesia, bahwa ini adalah hujan pertama di tahun 2011. Alah, peduli setan! toh metropolis yang individualistik ini mencetak manusia-manusia super pekerja keras, yang kadang lupa bahwa dia hanya manusia yang biasa, yang bisa sakit. Berbeda dengan kita, menunggu. Dan keluarlah senyum itu.

Jam berapa. Itulah tanya pertama yang terlontar dari suaramu. Entah siapa namamu pria tampan bermata sendu, wajahmu kembali risau, menunggu busmu. disebelahku. Sedikit tanya basa basi, memecah dinginnya pagi dan mengetahui bahwa kita satu jalur, satu alur dan satu bus. Namun tidak pernah bicara. Hari ini saja, saat hujan turun.

Hei pria bermata sendu, siapa kamu, hendak kemana kamu. aku tahu kita sekampus, dan kini kau melontar kata pertamamu yang hampir mati membuatku jejingkrakan. katakan padaku. Siapa namamu? Begini ya, aku suka sekali melihat sikapmu yang begitu sopan terhadap orang tua, gaya pakaian mu juga normal, gak neko-neko, selain itu aku juga suka melihatmu menggenggam buku. Apa itu? Management of .. ah asing sekali di telingaku.. aku tidak tahu siapa kamu, sekali lagi. hanya saja aku suka melihatmu.

Surat ini ditujukan untukmu, tanpa nama pengirim, tanpa ada alamat tujuan. Dititipkan disela pohon,tempat biasa kau menunggu. Siapa tahu kau membacanya, dan ingin membalasnya. Aku berdiri, di kananmu! Setiap pagi di hari Kamis.


---Oleh:


(diambil dari: www.ardithaarditha.blogspot.com )

Teruntuk Bemo

Dear Bemo,
Sebelum lu bingung nanya-nanya gw kenapa kok gw jadi nulis surat untuk lo. Sekarang gw jelasin kalo ini adalah project-nya @ekaOtto dan @perempuansore di twitter yang namanya #30HariMenulisSuratCinta. Gw yakin lo gak ngerti, secara lo gak punya akun twitter dan antara kita berempat lo yang paling culun, eh culun-culun gitu lo yang nikah duluan yak? Oke-oke kalo untuk yang satu ini lo memang yang paling jago.

Bem, gw pengen muntah (sebelum lo muntah ato pingsan duluan) karena mau-maunya gw ngirim surat cinta ke lo, cuihh! :p. Gw sekarang lagi di jalan dari Payakumbuh ke Padang, tiba-tiba gw inget lo. Makanya malam ini gw dedikasikan surat gw ke lo dan nanti gw share di wall fb lo, lo harus baca. HARUS! :)

Oiya, belum berapa lama ini gw nulis di wall fb lo “apa kabar bemo, masihkah beroda tiga?” Itu juga pas tiba-tiba gw inget lo. Bem, lo, Rika, dan Anda adalah makhluk-makhluk yang gak mungkin gw lupain. Kalian ada space khusus di hati gw. Kita berempat itu ibarat jalan raya dan lampu merah, saling melengkapi. Dan mungkin keadaan saat ini bisa dikatakan kita sedang berada di jalan persimpangan dengan lampu kuning, harus hati-hati.

Seiring waktu berlalu, tak terasa bahwa persahabatan kita sudah lebih sepuluh tahun. Kita bertemu di tahun 2000, satu kelas di SMU 10 Padang, kelas I.6. Dan moment awal yang membuat kita kompak dan berlanjut sebagai genk adalah homestay di Maninjau. Masih ingatkan kalau homestay itu ada andilnya orang gila yang paling gw takutkan?

Bem,
Gw kangen saat-saat kita makan Bakso Bandung (BB) di Sawahan, saling patungan, saling traktir, pas jam pulang sekolah. Gw kangen nonton konser kadang sama Rika dan Anda, kadang sama temen-temen tetangga lo. Dan kebiasaan rutin kita adalah mentraktir di hari ulang tahun kita masing-masing, duduk di sudut Texas Taman Melati, berjam-jam ngobrol dari A sampai Z balik ke A lagi, mungkin kalau di F1 obrolan kita hampir 20 lap. Oiya obrolan terakhir kita adalah kado di saat masing-masing kita nikah kan? Yah sampai di sesi ini, gw sedikit sedih. Oke malam ini gw gak mau mengingat hal-hal sedih, cuma mau flashback yang seneng-seneng aja.

Bem,
Tetangga lo yang pernah naksir gw itu namanya siapa (eaaa). Apa kabar dia sekarang. Eh gw lupa namanya Bem. Eh yang naksir gw apa dia Bem, LOL. *lupa beneran*. Bem, di surat ini gw mo minta maaf sekali lagi gak bisa liat Papa untuk terakhir kalinya. Jujur sampe sekarang ada semacam penyesalan kecil di hati :(

Bem,
Semoga rumah tangga lo langgeng ya, sampe ajal menjelang. Cepat punya anak lo, gw pengen dipanggil mamah sama anak lo, gw gak mau dipanggil tante pokoknya. Kayaknya kalo Rika lebih cocok dipanggil Etek (secara kan Rika paling kecil) dan Anda lebih enak dipanggil Tante.
Gw kangen kalian, tahun ini kita kumpul ya. Gw berharap, sangat berharap.

Padang, 21 Januari 2011
@adekmaia


---Oleh:


(diambil dari: www.adekbakri.wordpress.com )

Maaf, kupatahkan sekalian sayapmu yang satunya..

teruntukmu, malaikat tak bersayap (karenaku)

ya, ini untukmu. Malaikat bersayap, yang terluka karena satu sayapnya terluka. Aku beranjak dari dudukku, ketika melihatmu tertunduk lesu meneteskan airmatamu. Boleh aku seka sedihmu dengan tanganku? kataku waktu itu, kau ingat? Mungkin kau lupa, atau memang kau tak pernah menganggap waktu kita dulu itu tak ada? Ya, biar aku saja yang tetap mengingat, sendiri.

Ku bawa kau ke rumah, mengobati luka sayapmu. Kelak biar kau mampu melanjutkan ingin terbangmu. Lama sembuhmu, sampai waktu menyuruhku mencintaimu, meletakkan rasaku pada hatimu. Ah, benarkan aku jatuh hati padamu. Lalu aku berpikir, untuk bisa memilikimu. Apa yang harus aku lakukan? Seharusnya aku tak melakukan itu, aku sungguh tak ingin menyakitimu, melukaimu. Namun inginku milikimu melebihi akal sehatku. Sudah kuputuskan untuk mematahkan sayapmu yang satunya. Benar-benar patah, sampai tak mampu kuobati lagi. Tapi memang itu tujuanku, tak membuatmu sembuh lalu terbang meninggalkan aku.

Aku egois ya. Karena cinta, kau yang kulukai. Salahkan aku, salahkan semua rasaku. Hukum aku, tapi jangan tinggalkan aku. Aku hanya ingin hidup denganmu, sebagai sepasang manusia biasa, tanpa perlu terbang. Karena denganmu aku sudah merasa mampu terbang, menerbangkan semua kepiluan. Ya, cuma sama kamu.

Atas semua salahku, mohon ampuni aku. Beri aku maafmu dan akan kuusahakan obati sayapmu. Terbanglah bila memang kau ingin terbang, nanti saat sayapmu sudah mampu aku sembuhkan. Jika belum, maka selama itu kau boleh jadikan aku sayapmu, jadikan saja aku budak untuk hadirkan bahagiamu, asal jangan tinggalkan aku. Aku, siap jadi sayap sementaramu.

dari, pematah sayapmu yang hanya ingin milikimu


---Oleh:


(diambil dari: www.dzdiazz.blogdetik.com )

Ajakan Terselubung

Hmm aku cuma mau ngasih tau aja ko (kalau mungkin kamu kepingin tau). Sabtu ini aku free..

Salam hangat.

Aku.


---Oleh:


(diambil dari: www.anggitriandana.blogspot.com )

Surat Untuk @ekaOtto

Hello dear admin #30HariMenulisSuratCinta,

Luka di kakinya udah sembuh belum? :) Semoga ga membekas ya.
Ngga terasa udah seminggu #30HariMenulisSuratCinta bikin kita semua sibuk. Berarti tinggal tiga perempat jalan lagi nih.

Gimana sih rasanya jadi admin? Biar gue tebak. Sibuk baca semua surat, bingung milih surat favorit plus emosi campur aduk tiap baca isi surat. Ayo ngaku :p

3 minggu dari sekarang, semua euforia ini selesai. Acara senang-senang kita menyambut valentine mungkin bakal jadi archive di twitter aja. Bisa dibilang, sebenernya ini kali pertama gue antusias sama valentine (and it’s on twitter, no less), dan lo orang pertama yang tau kalo gue baru kali ini ‘ngerayain’ valentine :)

Mungkin sekalian aja gue cerita alasan gue ikutan #30HariMenulisSuratCinta ya? Alasan ini bukan hal yang sering gue ungkapin ke orang lain sih sebenernya. But, just like popular saying: Sometimes, it’s better to trust a someone you don’t really know. So here goes. Karena gue belum pernah jatuh cinta. Tapi kalo naksir sih sering hehehe.. Jadi mungkin gue ngejadiin #30HariMenulisSuratCinta ini semacam tantangan, bisa ngga gue ngomongin cinta sementara gue sendiri belum ngalamin. Well, kecuali cinta yang berkaitan sama Tuhan, keluarga n teman ya :)

Hmm.. Sebenernya gue ga rencana mo bikin surat panjang begini sih. Ga nyangka aja ternyata gue bisa nulis sebanyak ini ke orang yang baru gue tau selama 7 hari, from a complete stranger into someone whom I can wrote a letter worth hundred of words. Amazing, right?

Untuk penutup, pertama gue mo minta maaf. Sorry kalo gue ngirim surat sering banget pas hampir jam 12 malem, karena waktu gue untuk nulis (dan online) cuma ada pas jam segini :( Mungkin ini sedikit bikin lo susah untuk ngebaca semua surat karena gue ngirimnya mepet terus. Kalo lagi ga dapet jadwal malem gue bakal usahain ngirim lebih cepet. It’s a promise :)
Kedua, gue mo ngucapin terima kasih. Thanks udah nyediain tempat buat kita para lovemailers untuk nyebarin cinta kita yang ternyata banyak, menggebu-gebu dan perlu diungkapkan.

Last but not least, you’re my fave admin, and I feel lucky to have you as my mailwoman :D Anyway, I hope you enjoy your ‘job’ as mailwoman just like we enjoy our job as lovemailers :)

Oh iya, cepet sembuh juga ya buat matanya :D

P.S. Bales ya. Ditunggu loh :p


---Oleh:


(diambil dari: www.somniamemorias.com)

Surat Balasan Dari Kekasihku

Untuk kekasih yang membuat tasku penuh,

Sayang, aku tak bisa menulis surat seperti yang kamu kirim untukku, aku malu kalau kamu harus membacanya. Jangan tertawakan suratku ini yaaah.Aku tidak akan lupa denganmu, tapi aku senang kau mengingatkanku kenangan kita dulu. Hal-hal manis nan bodoh yang sering kita lakukan bersama. Aku rindu asal kamu tau. Aku menunggumu disini. Aku setia menunggumu disini, kuharap kamu juga.


Kemarin mama titip salam untukmu, seperti biasa mama bilang jangan suka nunda makan hehe. Pesanku, jangan lupa gunting kuku. Tak ada aku yang memotong kukumu, tapi kamu tidak boleh malas atau lupa lho. Aku gak akan bosan ngingetin buat kebaikanmu disana.
Sayang, aku bingung mau nulis apa lagi.
Pokoknya kamu jangan berenti nulis surat buat aku yah, aku suka bacanya. Gak apa-apa tasku penuh sama surat kamu, kalau perlu aku nanti beli koper kecil buat nyimpen surat kamu. Nanti tetep aku bawa kemana-mana kok. Aku baca satu-satu sambil senyum-senyum, sambil ngetawain kamu. Tapi kamu gak boleh ngetawain aku hehehe.

Oiya ini aku kirim juga baju hangatmu, sudah aku cuci. Tapi sebelum aku kirim, kemarin aku pakai untuk tidur hehe.
Aku tunggu surat-suratmu.


Kecup rindu,

Kekasihmu


---Oleh:


(diambil dari: www.auliasoemitro.wordpress.com )

Jumat, 21 Januari 2011

Untuk Calon Anak Kami...

Dear Calon Anak Kami (Yang Entah Kapan)...

Bahkan sebelum surat ini siap pun, aku yakin kamu gak akan baca.

Kenapa? Yah, karena aku gak tau kapan kamu akan datang, kapan kamu akan tinggal di rahim ku, kapan kamu akan manggil kami dengan mama dan papa.

Tapi satu hal yang pasti, kapanpun kamu Tuhan mau titipkan kamu ke kami, insyaAllah kami sudah lebih siap sekarang. Calon mama dan papamu ini sudah jarang berantem lagi, sudah lebih kompak, sudah tidak boros, dan pekerjaan juga sudah tetap. Kami mau kamu tidak kekurangan satu apapun. Kami mau memberikan kamu limpahan kasih sayang dan materi yang cukup. Biar kamu tumbuh jadi anak baik dan sehat.

Hanya buat kamu, calon anak kami yang entah kapan..

Kamu tau gak, di profesi aku, hampir tiap hari aku liat orang hamil. Ada yang baru menikah 1 bulan langsung test pack nya positif. Ya, test pack itu alat melihat hamil atau tidak. Ada juga yang sudah punya anak 4, tapi kali ini hamil lagi. Semua tampak mudah di mereka. Tiap kali melihat itu, aku sering nangis dalam hati, sambil bertanya-tanya kapan giliran aku yang test packnya positif. Apalagi kalo aku dengar berita mereka yang menggugurkan kandungannya. Sangat miris.

Kenapa gak dikasih ke aku aja, ya Tuhan? Sedih sekali rasanya.

Dear calon anak kami yang entah kapan..

Nanti, kalo aku dikasih kesempatan untuk mengandung kamu, aku janji tidak malas dengerin musik klasik, yang katanya bisa bikin kamu pinter. Aku juga janji mau makan sayur, segala macam sayur, supaya kamu sehat. Aku janji akan minum susu dan berbagai vitamin, walaupun aku sangat mual mencium aroma susu. Aku janji mengurangi waktu jalan-jalan dengan teman-temanku, dan perbanyak istirahat. Aku juga janji gak akan tidur larut, kebiasaan jelek yang bikin calon papa kamu itu marah-marah, dan harus dicium dulu pipinya biar gak marah lagi.

Sekarang ini, entah kamu denger atau gak, doain calon mamamu ini berhasil pengobatannya ya. Sudah 10 bulan kami berusaha biar kamu datang, tapi ternyata Tuhan masih minta kami sabar, dan benar-benar dalam kondisi fit sebelum punya kamu. Doain ya. Katanya doa anak untuk orang tuanya itu manjur loh.

Semoga suatu saat kamu memang datang ke kehidupan calon papa dan mamamu ini ya. Sampai saat itu tiba, kami gak akan berhenti berdoa dan melakukan segala yang perlu biar siap didatangin kamu. Cuma buat kamu, anak kami yang entah kapan..

Ya sudah, aku harus kerja lagi ya. Ini ada pasien yang nunggu buat diperiksa, dan pasti mereka heran liat mata aku yang bengkak. Oh ya, cerita ini jangan sampai dibaca calon papamu ya, pasti nanti dia nangis. Orangnya lembut hati, calon papamu itu. Gampang terharu. Tapi nanti pasti dia akan sayang sekali sama kamu, karena dia memang suka anak-anak.

Dear calon anak kami yang entah kapan..

Jangan lupa datang ya, kami masih menunggu di sini.

Ayo, nanti kami ajak kamu melihat dunia.


---Oleh:


(diambil dari: www.ikamemangcerewet.blogspot.com )

Untuk Kak Rio

Kediri, 21 januari 2010
Teruntuk Kak Rio
Kak Rio, apa kabar? Mudah-mudahan kabar baik ya kak. Semoga kakak selalu diberikan kesehatan. Saya disini juga baik meskipun kakak pasti tahu, kabar saya tak sepenuhnya baik. Iya, saya sakit.
Seharusnya sejak tujuh hari yang lalu saya ingin menuliskan surat ini. Sehari sejak kita bertemu. Hanya saja, saya takut. Saya takut kalau nanti kakak salah paham. Tapi tenang saja kak, ini bukan surat cinta kok. Ah, siapa saya? Berani-beraninya menuliskan surat cinta. Walaupun sebenarnya saya berharap, saat ini saya sedang menulis surat cinta.
Kak Rio, terimakasih. Terimakasih kakak sudah berkenan mengunjungi kami. Terimaksih kakak sudah mau berbagi bersama kami, mendengarkan keluh kesah kami. Kak Rio tahu, kakak telah membuat saya merasa menjadi manusia kembali, karena terus terang saya mungkin juga teman-teman saya disini sudah lama tak diperlakukan selayaknya manusia. Iya, karena kami sakit.
Kak Rio, kakak masih ingat? Kakak pernah bertanya pada saya, “Kamu pernah marah sama Tuhan?” tapi waktu itu saya hanya diam. Saya bingung harus bilang apa. Tapi jujur kak, saya pernah marah. Sangat marah. Saya kecewa. Saya merasa Tuhan tidak adil. Saya merasa Tuhan setengah hati memberikan kehidupan untuk saya. Usia saya baru 12 tahun, kondisi saya tak jauh beda dengan sekarang. Saya sakit. KUSTA. Bahkan untuk menyebutnya saja, saya jijik. Apalagi orang lain. Sampai sekarang, melihat bayangan saya sendiri di cermin, saya bergidik, merinding, bulu kuduk saya berdiri. Apalagi orang lain.
Dulu hampir tiap hari saya berdoa, “ Tuhan kalau hanya untuk hidup seperti ini, lebih baik Kau ambil kembali saja nyawaku. Aku rela.” Kata orang, hidup itu anugrah. Meski sulit, saya berusaha untuk menerimanya. Tapi apalah artinya anugrah, kalau akhirnya menjadi bencana untuk orang lain, untuk keluarga, untuk teman-teman saya. Kehadiran saya membuat mereka tidak nyaman, takut, jijik. Saya ingin mati karenanya.
Bahkan sampai detik ini, saya merasa keberadaan saya di Sumah Sakit Kusta ini, bukan karena biaya yang dibebaskan, bukan karena pemerintah yang menanggungnya, namun semata-mata karena keluarga saya lelah, lelah dengan keberadaan saya di dekat mereka. Tapi tak apa, justru saya lebih merasa nyaman berada di sini. Saya nyaman bersama orang-orang yang memiliki nasib seperti saya. Paling tidak saya tak perlu takut dan khawatir membuat orang lain tidak nyaman karena saya.
Kak Rio, sadar atau tidak kakak telah memberikan saya semangat baru untuk hidup. Kakak menjadi bukti bahwa diluar sana masih ada orang-orang yang peduli. Masih ada orang-orang yang memanusiakan kami. Perhatian seperti itulah yang membuat saya berusaha bertahan hidup. Karena terus terang saya lelah kak. Saya capek, bosan, sepertinya keberadaan saya di rumah sakit ini sia-sia. Hari demi hari, minggu demi minggu, kondisi saya sama saja, tak jauh beda. Rasanya ingin menyerah saja, tapi kemudian saya ingat, masih ada orang-orang yang peduli, orang-orang yang menginginkan kesembuhan saya.
Oh iya, waktu itu kakak pernah bilang kalau nama saya bagus. Reda. Seperti hujan berhenti jatuh ke bumi. Seperti air mata yang tak lagi menetes di pipi. Seperti sakit yang tak lagi menyiksa. Kita tentu tak akan mampu mencegah hujan turun, namun jangan khawatir ada saatnya hujan akan reda. Begitupun saya, tak mampu mencegah sakit ini menyiksa, air mata ini menetes, tapi saya kini yakin, ada saatnya semua akan mereda.
Masih akan ada minggu, bulan, bahkan mungkin tahun untuk pengobatan ini. Saya masih akan lama berada di rumah sakit ini. Tapi saya akan berusaha sabar menunggu saatnya tiba, saat hujan kan reda.
Kak Rio, terimakasih…
Reda

(untuk gadis kecil di Rumah Sakit Kusta Kediri dan malaikat berwujud laki-laki ganteng, Victorio)

(dikirim oleh @yuyaone di http://yuya16.wordpress.com)

Hari Kedelapan

Lily yang manja,

Apa rasanya membaca setumpuk surat dariku? Banyak? Tentu! Setiap hari aku menulis surat untukmu. Setiap hari, Li! Waktu luang menghampar-hampar di sini. Wajar bila sepucuk surat dalam sehari adalah hasilnya. Namun jauh dari semua itu, menulis surat adalah caraku mengabarimu dengan menuang rindu memakai kata. Karena itu, hari jadi nikmat sekali.

Bila aku suka menulis surat, bagaimana bisa aku memberikanmu sedikit? Mustahil menurutku. Namun di sini aku cekikikan sendiri. Kurasa kau kewalahan menerima surat-suratku. Namun berbagai kata di atas kertas yang terlipat, itu semua kata pencurahanku. Kuharap ada waktu bagimu untuk ikut merasakanku di sini. Dari suratku itu. :)

Namun aku tak yakin bahwa kau sanggup membaca semua suratku itu dalam sehari. Sejak kapan Lily mau membaca yang “sok puitis” semacam itu? Bahkan aku mengingat-ingat lagi atas apa saja yang aku tulis untukmu, AH! Pasti kau menganggapku berlebihan, aneh dan mungkin stress. Diungkapkannya cinta dengan bahasa yang berat nan acak-acakan. Yah.. Apa mau dikata. Aku hanya penulis surat pemula yang di isi suratnya, itu kamu yang aku istimewakan.

Masih kuingat waktu pertama Dion melihat surat-suratku, ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Jadi ini keseharianmu yang baru? Menulis surat setiap hari?” Tanyanya agak tidak percaya.

Aku pun hanya mengangkat alis dengan senyum yang cukup menjawab penasarannya. Untung yah, ada Dion. Ya kalau kupikir, banyak temanku di luar sana, tetapi tidak ada yang sepeduli Dion. Ia hanya seorang teman, lho.. Bukan keluargaku. Tetapi di balik sifatnya yang pendiam, terselip kasih seorang sahabat yang patut diacungi jempol. Aku beruntung memilikinya.

Lily, selama aku sedang menulis suratku ini, aku masih terbayang-bayang suratmu. Bahkan masih kubaca-baca terus.

“Lily kangen sama Igo. Kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen!”

Wow! Di bagian itu, aku seperti merasa engkau menjerit dalam hatiku. Pula di tiap kata-kata yang kau sediakan, itu serupa keseharian kamu bicara. Jauh berbeda denganku di surat ini, aku sengaja mengistimewakan bahasa baku untuk kusajikan dalam benakmu agar kau tahu, Igo yang di sini ingin berubah jadi Igo yang lebih dewasa. Makanya Igo memulainya dalam bertutur kata kepada kertas. Setidaknya setelah Igo menghormati bahasa, mudah bagi Igo menghormati orang lain, terlebih lagi menghormati hidup. Tetapi bukan berarti tulisan Lily, jelek lho… Tulisan Lily tetap nomor 1 buat Igo, karena Lily menulis surat itu dari hati Lily. Itu yang penting. :)

Lily, tidak banyak yang ingin aku ceritakan di surat ke-8 ku ini. Seharian aku hanya terbuai oleh suratmu. Rasa semangatku berapi-api. Aku tak sabar menunggu surat yang berikutnya. Tetapi aku berterima kasih padamu, kau telah membuatku semakin tabah. :)

Baiklah, sebelum aku menyudahi surat hari ini, izinkan jari menari sejenak untuk menyanjungmu! Mari kita panggilkan, “jeng-jeng-jeng-jeng!” :p

Aku mencintaimu karena ombak yang tinggi, badai yang kencang, malam mencekam, gunung meletus, gempa yang hebat, gedung yang runtuh, hujan yang lebat, petir menyambar, sungai menguap dan dunia hancur, namun ku tetap merasa rindu.
Sepatah kata dalam doamu,

Igo.

NB: Kau dapat salam dari Iwan, seorang sahabatku di sini yang seharian tadi, tak pernah menang melawanku bermain catur. :)

(dikirim oleh @zarryhendrik di http://zarryhendrik.tumblr.com)

Boneka

ai, Kakak. Sempat ke SMA kita dulu? Ah, tidak sempat ya pasti. Kamu kan mengagumkan, pasti setelah liburan Natal usai kau langsung landas kembali ke Bandung dan melanjutkan kehidupan mahasiswamu yang isinya penuh dengan kekerenan. Ah gombal. Maksudku, kau pasti sibuk sekali. Kan sudah tingkat tiga. Aku sih masih mahasiswi-mahasiswian, masih baru, jadi selama liburan masih panjang, aku manfaatkan waktuku dengan orang tuaku di rumah. Nanti kususul ke Bandung ya, toh nanti ketemu juga di kampus.

Ngomong-ngomong, suka kucing tidak? Ah sial, kenapa aku belum tahu yang ini tentang dirimu? Dasar, pengagum macam apa lah, nanti kutanya adikmu kau suka kucing apa tidak. Yang jelas di SMA kita ada kucing yang lucu banget. Bulunya warna kuning loreng-loreng, gendut, matanya bagus, jinak pula. Mengingatkanku pada Garfield dan Puss In Boots. Waktu aku masih kelas 3 SMA, kunamai dia Boneka.

Aaaah, heran ya kenapa kunamai dia Boneka? Entah kenapa aku suka menamai setiap kucing yang kutemui dengan nama yang aneh-aneh seperti Kelinci, Panda, Jin-Dol. Biasanya susah ya memanggil kucing, tidak seperti anjing yang biasanya tahu namanya sendiri. Pernah aku memanggil kucing bernama Kelinci seperti ini, “Kelinciiii! Hoi Kelinci kesini dong ada makanan!! Hei, Kelinci! Kelinci!!” yang benar-benar tolol sekali berhubung memanggil seekor kucing dengan sebutan Kelinci.

Tapi si Boneka ini lain. Sejak aku kelas 3 SMA dia selalu datang jika kupanggil ‘Boneka’. Jadi tidak terlalu tampak bodoh lah kalau kupanggil Boneka dan dianya datang untuk makan sesuatu dari tanganku atau apa.

Ceritanya—setelah satu semester aku meninggalkan SMA kita dan pindah untuk kuliah—kemarin aku menyempatkan diri mengunjungi SMA kita itu. Aku menemui Boneka sedang tidur-tiduran di bawah ring basket. Senang sekali melihatnya masih hidup dan tambah gemuk seperti itu. Jadi kupanggil dia, “Boneka!” dan dia menoleh lalu datang dan berlari kepadaku. Dia tahu namanya Boneka. Dia ingat namanya Boneka. Dan dia masih ingat padaku.

Aku selalu mengingatkan pada adik-adik kelas kita untuk selalu menyayangi dan memelihara serta memberi makan si Boneka. Tapi katanya namanya berubah. Dia dipanggil dengan nama Abraham sekarang. Aaah, dia tidak akan datang kalau diteriaki “Abraham!” sebab dia tahu namanya Boneka.

Namanya Boneka, Kak. Lucu kan?? Sudah lihat dia belum??

Coba tanya, seberapa besar cintaku pada Boneka?

Tidak sebesar cintaku padamu, sih. 11-12 lah.


(dikirim oleh @sophielavoine di http://lettredamourpourtoi.tumblr.com)

Surat Tanpa Gambar


Untukmu

yang sedang belayar

Hai sayang,

Hari ini aku masih terus memantau facebookmu. Belum ada kabar baru. Kabarnya hanya kau mengganti foto profilmu. Ini pilihan foto profilmu yang paling centil menurutku. Kau sedang makan permen karet dan meniupnya. Mirip seperti gambar lupus di sampul bukunya. Cuma kamu tetap lebih cakep sih buatku...

Hari ini aku tidak punya gambar untuk dikirim. Sedang malas membuka folderfolder foto di laptop sih. Lagian hari ini aku banyak sekali pekerjaan yang membuat risetku tentangmu agak terhambat. Surat ini saja aku bikin malam sekali. Jadi maaf kalau tidak ada gambar dulu di surat ini.

Tapi aku punya puisi. Ini puisi sudah aku bikin lama sih...tapi entah mengapa pas saja menggambarkan keadaanku saat ini. Judulnya saja “menunggu kabar”. Baca yah...

Aku menunggu beberapa hari lepas
Menunggu kabar lekas-lekas
Kabar cinta yang mengeras
Cinta platonik yang selalu naas

Bagaimana menurutmu? Sangat tragis dan platonis kan? Yah seperti penantianku padamu. Yang kurasakan sekarang, yah seperti itu. Kalau kau meminta aku menggambarkannya, kurasa tidak ada gambar yang merepresentasikan.

Kurasa itu saja. Kuharap kau baikbaik saja dalam pelayaranmu. Jangan lupa kabari aku.

Yang kurasakan sekarang, yah seperti itu.

salam rindu dalam keajaiban,

Pengintai Bintang


(dikirim oleh @omemdisini di www.penyairduamusim.bogspot.com

Tetangga

Hi Tetanggaku…

Sebulan pertama saya menempati rumah yang baru, hampir setiap hari saya melihatmu tanpa sengaja melalui jendela ruang kerjaku. Tanpa disadari, aku sudah hapal kapan kamu berangkat dan pulang dari kantor, jam makan kamu, apa kebiasaan kamu, bahkan apa yang kamu lakukan saat sedang bercengkrama mesra dengan istrimu. Rumahmu begitu indah, memiliki banyak jendela besar dan beberapa diantaranya tidak bertirai, disitulah kerap aku melihatmu. Dan tak hanya sekali juga tatapan mata kita saling bertemu saat kau sedang sendiri. Tidak pernah ada kata terucap selain senyum simpul yang berbalasan.

Bulan kedua, entah siapa yang memulai tapi tiap pandangan kita bertemu tak sengaja akan ada lambaian tangan yang berbalasan. Satu hal yang sempat membuatku kaget adalah ketika aku memergoki kamu yang sedang memeluk istrimu tapi tanganmu melambai ke arahku dengan senyummu yang manis.

Bulan ketiga, saat sore hari aku sedang meletakkan pot bunga lavender kau menghampiriku. Menyapaku ramah dan di momen itulah kita saling berkenalan, sungguh tak terduga saat itu juga istrimu yang menyambutmu pulang ternyata mengundang aku makan malam. Aku dan kekasihku dijamu suguhan lezat masakan istrimu tercinta. Sejak itu, aku dan kekasihku juga kau dengan istrimu memiliki hubungan yang dekat. Sepertinya kita berempat mendapat chemistry yang menakjubkan.

Bulan keenam, kita sedang menikmati makan malam dirumahku. Kau memuji masakanku sambil menatap mesra ke arahku. Suasana malam yang menyenangkan walau purnama tampak muram di langit yang kelam. Di ruang makan itu, ketika kau memelukku.. apakah kau sadar yang kau peluk itu adalah tetanggamu yang baru saja menempati rumah ini enam bulan yang lalu ?.


(dikirim oleh @ZahriMaya di http://sofacokelat.tumblr.com)

Hari Ini Sibuk Sekali, Tapi Aku Masih [Sempat] Memikirkanmu

Hari ini sibuk sekali, tapi aku masih sempat-sempatnya memikirkanmu. Itulah sebabnya beberapa hari ini aku lemot, kerjaanku banyak salahnya, dan ditegur berkali-kali sama si Ibu… =p

Jatuh cinta itu berat ya? Pikiranku penuh sama kamu, sulit untuk menyisakan sedikit saja volume otakku untuk nggak mikirin kamu. Aku norak, memang. Kinda hopeless, ya? Tapi biar deh. Toh udah lama aku nggak mengalami perasaan sekuat ini.

Kemarin malam kamu tanya aku mau apa. Aku nggak mau apa-apa, Mas. Aku cuma mau kamu. Dan ini bukan gombal belaka. I mean every single of my words. Do you want me as much as I want you, that’s what I really want to know…

Aku jatuh padamu lebih dalam dari yang kurencanakan. Aku hampir gila menahan rindu yang makin hari malah semakin bertambah. Tapi aku nggak menyesalinya, Mas. Aku sayang kamu. Sangat.


[Surat-surat ini bakal aku kasih liat ke kamu kalau sudah lengkap tiga puluh, Mas. Biar malunya dirapel sekalian =p]


(dikirim oleh @yoand di http://mungkinpuisi.wordpress.com)

Kepada Kekasih Abadiku

Hey…

Apa kabar?

Ingatkah dulu kau pernah membuat mimpi indah untukku?
Dimana kita akan selalu bersama menikmati keindahan yang selalu kau janjikan.

Dulu aku mencintaimu, sampai akhirnya aku berselingkuh karena aku bosan menunggu janji-janjimu.

Apakah kau tau susahnya menjaga mimpi itu agar tetap hidup?

Aku harus terus memberi makan mimpi itu dengan harapan-harapan yang terkadang hanya kamuflase belaka untuk menumbuhkan sugestiku.

Kau telah mematri alamku dengan mimpi buatanmu yang membuat standart hidupku diatas batas keangkuhan semesta.

Kau telah membuatku berdarah-darah demi menafkahi mimpi yang kau doktrin kedalam seluruh organ tubuhku.

Kau telah memberikan kesedihan terbesar dalam hidupku sehingga aku dapat menelusuri sungai air mataku dengan kayak yang kubuat dari ketakutan terbesarku

Kau telah membuat seolah-olah orang lain lebih mencintaimu yang akhirnya membuatku terlihat lemah dan semakin tertinggal dari jarak jangkau absurdmu

Kau sombong!
Kau kejam!
Kau sungguh gila akan cinta dan hormat!

Disaat aku berusaha meninggalkanmu dari hidupku, semua orang terus membisikkan namamu di telingaku.

Aku lemah dan aku gila.

Ya… AKU GILA!

Dan aku tidak punya kekuatan lagi untuk melawan rasa rindu yang terus mencacah hatiku.

Aku akan kembali kepadamu…
Dihari ini, Jumat 21 Januari 2011, jam 12:10 semua orang mengelu-elukan namamu

Aku akan kembali kepadamu…
Aku yakin kau masih menerimaku karena kau adalah…
Yang Maha Pemaaf, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Penyayang, dan…

Yang Maha Menepati Janji

Tuhan… Aku selalu mencintaimu

-Steno Ricardo-
Kekasihmu yang penuh dosa

(dikirim oleh @stenoricardo di http://mysplitego.tumblr.com/)

Membaca Buku Harianmu

Adikku sayang,

Maafkan aku membaca buku harianmu yang tergeletak dimeja. Aku tau perbuatanku tidak pantas, namun aku menangis membaca isinya.

Aku sungguh tidak menyadari betapa berat bebanmu sebagai adik, kamu hidup dalam bayang-bayangku yang telah menciptakan standar baru untuk semua hal yang kamu lakukan. Aku jadi tau bahwa ibu jadi sering membanding-bandingkanmu dengan aku, bahkan teman-temanmu juga. Tentu saja kita berbeda dalam banyak hal dan kamu hanya ingin mendapat kebebasan melakukan apapun dengan caramu tanpa harus mengikuti caraku.

Aku tidak sadar bahwa usahaku untuk jadi anak yang baik yang membahagiakan dan membanggakan bagi orang tua telah membuatmu terpuruk karena merasa tidak bisa melakukannya sebaik aku. Aku juga tidak sadar bahwa sifatmu yang tomboy dan cuek kamu lakukan hanya agar kamu semakin terlihat berbeda dariku, sebagai tanda pemberontakanmu pada orang tua kita yang selalu membandingkanmu dengan aku.

Membaca buku harianmu sungguh membuatku merasa berdosa, berdosa karena melanggar privasimu dan berdosa karena sudah membuatmu merasa terbebani olehku. Seandainya kita punya lebih banyak waktu untuk bersama mungkin kamu akan bercerita dan aku akan lebih memahamimu.

Aku sudah bicara pada ibu dan bapak untuk lebih memahamimu dan menerimamu sebagai individu yang memiliki kepribadian sendiri. Aku katakan pada mereka agar membiarkanmu mengekspresikan dirimu dengan caramu sendiri. Tentu mereka mengerti karena bagaimanapun mereka juga menyayangimu sebesar mereka menyayangi aku.

Aku harap kamu tidak marah padaku karena sampai saat ini aku masih berpura-pura tidak pernah membaca buku harianmu. Suatu saat nanti ketika saatnya tepat aku akan berterus terang kepadamu.

Satu hal yang sangat ingin kubantah dari tulisan dibuku harianmu adalah ketika kamu menulis bahwa aku sama sekali tidak menyayangimu adalah 100% salah. Aku memang tidak memiliki banyak waktu untuk mengenalmu lebih dekat, terutama karena kita juga tinggal berjauhan tapi aku sangat menyayangimu. Aku menyayangimu sejak kamu lahir dan rasa itu tidak pernah berubah sampai sekarang.

Love you forever

Kakakmu

(dikirim oleh @utary di http://myutary.blogspot.com)

Bukan Untuk Sahabatku

Kepada angin, hujan, awan, matahari bersembunyi dan siapa saja

Surat ini bukan untuk seseorang, tapi untuk banyak orang dan segala apa yang ada di bumi, langit, semesta dan yang tak terlihat.
Surat ini sengaja kutulis di blog, membagi tautan di twitter, dan mengeposkannya ke kotak pos #30HariMenulisSuratCinta agar seseorang yang ‘gaptek’ tidak membacanya.
Surat ini berisi kalimat sederhanaku:

Kalau aku tidak ingin kehilangan sahabat terbaikku, Rizka Fitriana.

(dikirim oleh @rigeladitya di http://www.rigeladitya.co.cc/)

Untuk si no 27

Halooooooooooo celana jeans no 27…


Apakabar dirimu di dalam lemari? Masih sabar menunggu aku kan? Jangan using dulu ya? Maaf ya Levi (itu nama buat si no 27 itu) aku sudah lama tidak menggunakan mu, bukan karena aku bosan atau punya baru tapi karena dari 3 kancingmu hanya 1 yang bersedia di kancing, 2 laginya ngga mau.


Levi, kamu tau kan kalau aku sangat mencintai dirimu, aku melakukan pengorbanan besar untuk dapat memakaimu dulu. Levi, asal kamu tau ya waktu sekita tahun 2004 aku mau beli kamu pas aku cobain ternyata kamu hanya masuk sampai betis aku aja.


Sejak saat itu aku merindukan mu, aku ingin memilikimu dan mengenakkan mu. Aku lakukan segenap pengorbanan loh buat bisa memakai kamu, aku fitnes pagi dan sore, aku musuhan sama coklat dan es krim dan demi cintaku padamu aku sampai ngga mau ketemu makan malam loh.


Ternyata pengorbananku untuk mendapatkanmu ngga sia-sia ya, 1 tahun eh 1,5 tahun kemudian setelah masa PDKT akhirnya kamu mau menerima aku, kamu mau masuk ke dalam tubuhku. Bangga loh aku pake kamu Levi karena kamu berukuran 27.


Selama 2 tahun kamu menjadi celana andalanku Levi, kalau bisa setelah mama mencuci dan kamu sudah muncul di keranjang setrikaan maka aku akan segera memakainya lagi. Kamu setia Levi, kamu nemanin aku kuliah, jalan-jalan, dan hampir semua aktifitasku. Bahkan aku jarang menyentuh celana jeans selain dirimu.


Tapi aku melakukan kesalahan, aku mulai berteman lagi dengan makan malam, coklat dan es cream, aku terlena, aku mengkhianati kamu dan akhirnya kita semakin menjauh. Kamu dan aku sudah sama-sama tidak merasakan kenyamanan saat bersama.


Tapi Levi, yang namanya cinta mati itu ngga pernah hilang, setiap saat aku berusaha melihatmu, aku mati-matian mempertahankanmu di lemari saat mama nyuruhku menyerahkannya kepada orang lain.. Aku masih percaya kalau kita pasti bisa bersama? Kamu juga percaya itu kan?


Aku mau membuktikan kata-kata itu, sekarang setiap pagi aku selalu berangkat ke gym dan bermain RPM, kamu tau Levi betapa beratnya RPM itu tapi tak apa semua demi kamu kok.


Sabar ya Levi, cepat atau lambat kita pasti bersama….


PS: melihatmu adalah semangatku setiap pagi ke gym


Pemuja celana jeans no 27


(dikirim oleh @nongdamay di http://nongdamay.blogspot.com/2011/01/untuk-si-no-27.html)

Kangen Panya (buat @vanyasunanto)

Panya, kamu kemana aja? Sibuk sekali sepertinya. Aku sedih…
Aku kan pingin menggila sama kamu lagi. Pasang kuteks sambil haha hihi sampai pagi seperti waktu itu lagi. Mau cobain semua warna kuteksnya Panya! Pokoknya aku turut mendoakan semoga impian punya kuteks selemari segera terwujud. Trus nanti aku pinjem. Panya kan baek, pasti boleh. Sesama banci kuteks, wajib saling mendukung, yes?
Pingin ngomongin tentang lenongan dari A-Z lagi. Si cupu ini wajib, kudu, musti belajar dendong dari The Fashionable Panya biar cepet laku dagangan… bhihik…
Ayo karaoke lagi, Panya! Nyanyi Madu dan Racun sama YMCA pake jejogetan sampe keringetan. Lumayan, sekalian bakar lemak. Tapi jangan kebanyakan ya, nanti kita dibuang dari Suku Pantat Tebal. Walau tebal tapi kita kan unyuuuu!!!!! (wajib monyong maksimal ngomongnya)
Kapan mengalay di sepen ilepen lagi? Kita sebagai anak muda yang ceria harus tampil di emperan sepen ilepen biar eksis. Jangan lupa bawa kartu pelajar, siapa tahu ada razia!
Panya, kamu kemana aja? Atu taneeennnn!!!!!!


(dikirim oleh @peggybunny di http://peggybunny.tumblr.com/post/2857749679/hari-kedelapan-kangen-panya)