Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #9. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

Menunggu Perahu Kecil


Untukmu

yang sedang berlayar


Hai kamu....sudah di Panama tentunya sekarang. Tapi memang belum ada fotofoto baru di facebook-mu. Mungkin kau belum sempat mengupload semua. Mengupload foto di facebook memang cukup menghabiskan waktu. Tapi jangan sampai lupa, fotofoto itu mengurangi rinduku padamu.

Hmm masak sih berkurang? Sebenarnya nggak juga. Rindu itu ibarat makanan. Tidak akan kenyang kalau hanya melihat gambarnya. Justru semakin ingin. Jadi obatnya yah Cuma bertemu denganmu.

Ngomongngomong tentang rindu. Aku jadi ingin tahu. Pernah nggak sih kamu rindu padaku? atau setidaknya terbersit di kepalamu? Ah, tapi bertanya seperti itu juga tidak akan melegakan perasaanku. Kalau dipikirpikir, aku ini seperti orang yang sedang melihat perahu kecil di gambarmu ini:



Dari bibir pantai, orang itu duduk menatap perahu kecil. Dia berharap dan menyangka perahu kecil akan mampir. Namun apa daya, dia tidak tahu ke mana perahu kecil itu akan berlabuh. Kalau memang mampir, mungkin hanya singgah bukan untuk tinggal. Tapi tahukah kamu? Bagi si penunggu, selama perahu kecil masih bisa terlihat dari tatapannya, itu sudah cukup memuaskannya. Dengan begitu ia tahu bahwa perahu kecil belum menghilang. Suatu saat, ketika ia tidak sabar lagi menunggu perahu kecil mampir, ia akan mendatanginya di tengah. Entah berenang atau menggunakan perahu lain. Ia akan datang ketika dirasa perahu kecil membutuhkannya.

Begitulah aku memaknai salah satu foto yang kau ambil. Dalam hal hubungan kita, orang yang duduk menatap perahu kecil itu adalah aku. Sementara perahu kecil itu dinahkodai olehmu. Aku sudah cukup puas kalau sekarang bisa mendengar kabarmu. Mungkin suatu saat, aku menyusulmu. Yah suatu saat...

Terima kasih kau sudah menjadi insprasi suratsuratku hingga hari ke sembilan ini. Besok hari terakhirku menyuratimu. Jaga kesehatanmu dan ingat selalu ada yang mengingatmu di sini.


salam rindu dalam keajaiban

Pengintai Bintang


(dikirim oleh @omemdisini di www.penyairduamusim.blogspot.com)

Kepada Wanita Masa Lalu

Untuk wanita tangguh, yang pernah mencintaiku.

Kepada warna kedua di barisan pelangi, di dalam enam lain yang jadikannya indah. Aku bersahabat dengan jingga, kicau burung senja, kepak kelelawar yang lapar dan matahari yang lelah menuju peraduannya tak sabar, saat menulis surat petang ini. Tak perlu kau awali suratku dengan basmalah seperti saat kau melantunkan al-fatihah. Cukup kau lafadzkan sebuah memori tentang kita yang pernah buatmu bahagia.

Kepada engkau, wanita emas berselimut perak yang pernah kucinta.
Bagaimana detik dan menitmu berbicara di sana? Apakah tentang suka, kelahiran sebuah cinta, peluk renyah suara tawa, senyum simpul seutas canda, atau mungkin ayat-ayat yang kau suka, yang kau cintai penulisnya dengan air mata malam sepertiga? Apapun itu yang sedang kau jamu dalam hatimu, kuharap bukan seperca luka, remah duka atau pun setitik lara. Aku hanya punya doa untuk segumpal asa di langit, tentang kamu yang tersenyum bahagia.

Hei wanita yang kupikir batari surga yang tersesat di bumi.
Sudah setengah perjalanan bumi bertamasya berkeliling matahari rupanya, saat air mata kita beradu dalam satu kata yang mengakhiri jumpa. Saat-saat dimana aku merasa begitu mencintaimu, sangat menyayangimu. Adalah hari dimana aku harus melepasmu.
Kupikir saat bumi bermusafir setengah matahari bukan waktu yang lama untuk cahaya. Tapi masa dimana cukup waktuku untuk menyimpan namamu dalam balutan kenangan sutra. Yang terindah semasa aku belajar apa itu arti cinta.
Dan kukira, inilah waktu serupa ketika aku menjadi lelaki paling beruntung dalam setiap puntung-puntung waktu yang tak sempat kuhitung. Ketika aku menjadi lelakimu, ketika kamu menjadi perempuanku. Kurasa juga, tiap angka dalam masehi tak bernyawa itu salah menghitung waktu kita tak sampai satu purnama rembulan bercahaya. Mungkin dalam hitungan nyata aku memilikimu tak sampai bulan separuh bertemu purnama. Tapi dalam hitungan cinta aku memilikimu umpama matahari terbelah dua, dan bumi mengelilinginya.

Hei puan di dalam doa.
Apa kabar wanita pemilik hati baja yang tercipta dari kepompong ditinggalkan rama-rama? Wanita tempat kau belajar cinta dan berbahasa. Aku tahu usia ia semakin menua. Dan fisiknya tak sekuat selagi ia muda. Jagalah ia puan, sampai aksara tak lagi bisa berbahasa, sampai pahala tak lagi ia gapai lewat kuasa. Dan seperti yang sangat fasih kau ketahui, tiap doa yang kau kata adalah untaian permata yang keluar dari bibirmu, sebagai pemberat di timbangan pahala miliknya.

Hei wanita hujan.
Seperti apa rupa mimpimu? Masih tergantungkah di langit asa, atau tertiup oleh angin berpenyakit lupa seorang manusia? Turki. Masjid Biru, Aya Sofya, musim salju. Indah bukan buatan jika kau habiskan senja di sisa-sisa tahun yang hampir habis bersama seorang pria yang amat kau cinta. Kau lihat matahari jatuh di pepohon jalan yang tak lagi berdaun utuh, kau dengar nama Tuhanmu dikumandangkan, kemudian kau khusuk dalam rukuk dan sujud bergelimang doa. Ah, sungguh beruntung seorang pria yang menemanimu menyusuri jalan bersalju di tengah kota Ankara.
Manis bukan, puan? Karena itu selesaikanlah skripsimu secepat mungkin di semester depan. Lalu lari sekencang-kencangnya menangkap beasiswa S2 ke negeri impianmu. Psikologi, kan? Masihkah itu ilmu yang kau minati untuk program magistermu di negara orang nanti?
Kalau kau ragu, bacalah mantra dalam buku yang kau kenalkan padaku namun aku yang memberikannya kepadamu. Man Jadda Wa Jadda!
Kau wanita tangguh, puan hujan. Malaikat yang jatuh bersama rinai hujan akan mengantarkan doa beserta ragamu sampai ranah eropa. Itu perkara tak ubah mengangkat pena bagi zat yang selalu kau cinta.

Kepadamu wanita penyuka susu coklat dingin.
Aku menulis surat ini bukan karena rindu menjemputku lalu menyampaikannya kepadamu. Bukan pula sesepoi cinta menegurku lalu menuntunku kembali pada rumah perasaan ternyamanku yang dulu. Aku hanya ingin berbincang pada kenangan yang tak sengaja bersua di depan teras rumahku.
Mungkin kau kini sudah memiliki cinta baru. Seorang pria yang memikatmu lebih dari aku. Ah, tentu saja. Aku hanya pria tak punya segala yang teramat beruntung diterbangkan cinta, lalu tak sengaja kau terima dengan hati yang sederhana. Aku hanya pria dulu yang tak layak untuk jadi pendamping hidupmu. Dan kuberharap pada senja yang mencintai barat, berdoa seperti timur yang setia pada fajar. Kelak kau bertemu adam berpribadi tiada cacat, berakhlak tanpa cela, dan hati meniru nabi kita. Sungguh beruntung dia, seorang pria yang menuntunmu dalam sholat, yang kau amini al-fatihah dan doanya.
Tak perlu khawatir aku cemburu, puan. Mungkin aku sepertimu, telah mencintai wanita shalehah impian pria. Dan sekuntum cinta telah lahir dalam taman hatiku yang bermusim semi. Wanita yang aku cintai melebihi aku mencintaimu. Yang akan aku jaga selagi nyawa masih melekat ditubuhku. Wanita yang membuatku merasa seperti nabi. Setia Muhammad kepada Khadijah yang tak pudar karena cemburu Aisyah.


Dari aku dan kenangan kita,
Pria masa lalu yang masih bisa bahagia tanpamu.

(dikirim oleh @rigeladitya di http://www.rigeladitya.co.cc/)

Pasangan

Hi Pasanganku…

Ada yang bilang jika sesuatu yang dipaksakan terjadi tidak akan berjalan dengan baik. Ada pula yang bilang jika ragu membuat keputusan sebaiknya tinggalkan pilihan itu. Tapi perjodohan yang kita jalani hampir setahun ini berjalan baik-baik saja (aku kira), bukan ? Dan yang lebih penting lagi, ada kebahagiaan di mata kedua orang tua kita berdua.

Maaf ya empat bulan terakhir ini kita harus tinggal terpisah kota karena pekerjaanku. Walau begitu kau masih memperhatikan keluargaku dengan mengunjungi mereka rutin seminggu dua kali. Aku pun di kota ini tidak terlalu kesepian karena sahabatmu berbaik hati membantuku beradaptasi.

Apakah kau merasa sebulan terakhir ini ada sesuatu hal yang berubah ? Bukan tentang ketulusanmu yang kuragukan, Sayang. Aku percaya kau akan memberikan yang terbaik untuk semuanya dan selama ini kau memperlakukanku dengan sangat baik.

Kali ini aku ingin berbicara jujur padamu, karena hatiku merasakan akan ada bahagia dibalik kejujuran yang pahit. Percayalah, ini akan membuat kita bahagia dan mungkin semuanya pada akhirnya. Aku sudah berpikir berulang kali dan memberanikannya mengatakan padamu, sekarang atau tidak sama sekali.

Aku melihat ada cinta di mata adikku setiap kali melihatmu dan sebulan terakhir ini sepertinya ada pantulan yang sama dimatamu saat melihat adikku. Benarkah seperti itu, Sayang ? Jika ya.. aku akan membebaskanmu, sama halnya aku ingin kau membebaskanku untuk meniti hidup bersama dengan lelaki yang mungkin memang orang yang terpilih untuk menemaniku.

Ini aneh dan mungkin membuatmu bingung, akupun merasa bingung. Dengarkanlah nuranimu bicara. Aku percaya kau akan menjaga dan mencintai adikku lebih dari yang pernah kau lakukan padaku. Jangan kuatir.. Sahabatmu akan menjagaku dengan baik dan aku tahu kau akan bahagia jika melihatku bahagia, begitupun sebaliknya.

-Pasanganmu

(dikirim oleh @ZahriMaya di http://sofacokelat.tumblr.com)

untuk Kejujuran

Selamat malam, Mimpi Buruk.

demi semesta alam, kalimat "lebih baik jujur walaupun sakit" adalah kebohongan paling besar yang pernah diciptakan cipta, rasa, dan karsa makhluk bernama manusia. tak ada yang lebih baik. percaya padaku. tak ada sama sekali. mungkin ada sedikit yang memburuk. hancur lebur. sisanya tak ada yang berbeda. dalam kebohongan menderita, dalam kejujuran kesakitan.

Mimpi Buruk, aku tak pernah tau bahwa menyadarimu adalah hal terindah. sungguh indah saat menyadari bahwa aku baru saja mengalami mimpi buruk, karena itu berarti aku terbangun dalam dunia nyata. tapi sekarang aku tau. karena aku baru saja mengalami mimpi buruk, dan aku takkan bisa terbangun. aku akan selamanya berada di tengahmu. kenyataanku adalah kamu. dan rasanya seperti tak ada pilihan lain selain mati agar bisa bangun di tempat yang lebih jauh lagi. paling tidak aku bisa bangun.

Mimpi Buruk, aku benci kejujuran. sungguh, kenapa tak ada hal lain yang bisa mengikutinya selain air mata? air mata! itu menyakitkan. kenapa kedatangannya harus diiringi dengan detakan hebat jantung yang sesungguhnya ingin berhenti bukannya bekerja keras seperti itu, dan harus diakhiri dengan kalau tidak kecanggungan, kebencian, kehilangan, dan yang terdekat ya air mata. air mata lagi.

Mimpi Buruk, aku benci kejujuran. aku benci tak mampu mengubah apapun dari konteks di dalamnya. aku benci semuanya. aku benci diriku. aku benci usahanya menerimaku. aku benci kuantitasnya mencintaiku yang semakin meningkat. aku benci pelukannya yang semakin erat. karena semua itu membuatku semakin ingin bangun di tempat yang jauh lebih jauh itu. aku menyakiti dalam keburukan dan semua kebaikan sebagai balasan balik menyakitiku. karena aku bersalah! berdosa! dan aku tak pantas untuk itu.

Mimpi Buruk, aku benci kejujuran. tolong beri tau aku caranya untuk bangun. aku tak mampu menanggulangi perasaan bersalahku lagi. perasaan takut kehilangan. perasaan apalah. aku tak mau terus terusan bersamamu, Mimpi Buruk. tapi aku memang tak bisa bangun. aku selamanya takkan meninggalkanmu. iya kan? kalau begitu tolong biarkan aku terlelap dalam kenyataan. selama mungkin. aku tak kuat.

demi kuasa di langit dan bumi, bawa doraemon ke hadapanku sekarang juga dan aku akan merampok mesin waktunya!

Selamat malam, Kejujuran.



---Oleh:


(diambil dari: www.draftnyambemm.blogspot.com )

Ranjangku.. *hoamm*


Dear ranjangku yang unyu..

You know how much i love you? I love you that much sampai-sampai aku memanggil mu racun. Yup, kamu itu candu. Mungkin ini yang namanya cinta mati..

Kamu dikombinasikan dengan bantal guling adalah candu kuadrat..

Kamu dikombinasikan dengan bantal guling dan AC yang menderu adalah candu kuadrat kuadrat..

Kamu dikombinasikan dengan bantal guling, AC yang menderu, dan malam dingin sehabis hujan adalah candu kuadrat kuadrat kuadraaaaaat!!

-hening..

*tarik nafas..*

*biola mengais-ngais jendela : plays*

Dan itulah kamu malam ini.. paket candu lengkap yang membuat ku bergetarfrom the moment i saw you tonight. *keringat dingin mengalir saking inginnya sama kamu*

Aku berdoa semoga malam ini bumi berputar sedikit lebih lambat.

Sehingga aku bisa tidur panjang dan terlelap dalam mimpi yang pekat..

Jangan lupa satu pesanku..

Hadirkan Mr.Johny Depp dalam mimpiku.. Ah.. si Pirates of my heart itu^^

Wish me a great day tomorrow!

Majikanmu yang selalu mencintaimu

-GigitBintangYangNyarisNgetikSambilTidur-


----Oleh:


(diambil dari: www.gigitbintang.wordpress.com )

Ngantuk

Selamat jam 23.00 Mars,

Aku tahu kamu belum tidur sekarang dan kamu pasti sedang appear offline difacebook. Ingat, kamu jangan terlalu sering tidur jam 1 malam! Nanti kamu terus-terusan tidur saat pelajaran, katanya ngga suka bolos tapi tidur di kelas.

Samjahong: sama aja bohong.

Udah, ah di surat ini aku cuma mau bilang: “Selamat tidur, Mars. Mimpi indah ya. :)”

Karena jujur nih, hari ini aku sial sekali…. Internet di rumah ku mati sedari pagi dan jam 3 aku ada meeting dan aku baru saja sampai rumah, jadi aku hanya bisa mengucapkan itu. Ga bisa nulis banyak, karena aku sangat cape dan mengantuk, otakku panas, kepala pusing. Seandainya kamu cium kening ini mungkin sakitnya akan berkurang. :p

So… Goodnight Mars,

“Our dreams assured and we all, will sleep well…
sleep well
You have stolen, You have stolen my heart”

Kecup manis di kening,

Venus


---Oleh:


(diambil dari: www.venusdanmars.tumblr.com )

Surat Dari Kekasih Kebangganmu

Sayang, aku senang menerima suratmu.

Aku tak menyangka kau akhirnya menuliskan selembar surat untukku. Walau terkesan malu-malu, aku senang membacanya. Senyumku tak bisa berhenti semenjak aku membaca suratmu. Hingga semua orang terpaku melihatku, melihatku yang berjalan sambil tersenyum hingga ketika aku hendak makanpun aku masih tersenyum. Aku membaca tulisanmu berulang kali hingga aku takut suratmu akan rusak.

Kekasihku, aku tau dengan pasti kau rindu. Sama tersiksanya dengan aku disini yang membendung rindu. Kau tau tempat penyimpanan rinduku? Sebuah kanal besar yang berputar, yang sengaja kubuat agar tidak membanjirimu dengan rindu. Rindu yang bisa memicu airmatamu terjun bebas disepanjang pipimu yang aku suka. Ya aku suka pipimu.

Sayang, malam semakin larut dan aku harus menyelesaikan penelitianku secepat mungkin. Aku tak sabar ingin segera bertemu denganmu dan kekasih kecilku didalam perutmu. Jaga kesehatanmu, sebentar lagi aku akan pulang dengan senyum kebanggaan. Hanya untukmu.

Kekasih kebangganmu,

Aulia

Nb: Malam ini aku memakai baju hangat yang kau kirim. Wangimu masih melekat erat.


---Oleh:


(diambil dari: www.auliasoemitro.wordpress.com )


Surat Untuk The Lone Ranger

Sebut saja Ulung Sj (Soekarno Junior), lelaki bujang berusia 28 tahun, asli suku Betawi, berjenggot tipis dan bertato di lengan sebelah kanannya, di kaki sebelah kiri dan punggung belakang. Seorang aktifis kemanusiaan dan sang penikmat alam. Dan tentunya seorang petualang yang dahsyat dalam mengarungi pahit getirnya kehidupan yang singgah dalam dirinya. Saya pribadi mendeklarasikan dia menjadi The Lone Ranger , meniru panggilan Ikal pada Arai hehehehehe…..

Ulung kecil hidup dalam lingkungan keluarga yang tak harmonis, berpisah dari ibunya dan memilih tinggal bersama ayah dan ibu barunya bukanlah hal yang mudah untuk si kecil Ulung. Keluarga barunya rupanya tak bisa membuat Ulung kecil betah di rumah dan Ia pun memilih hidup jalanan, menjadi anak jalanan sekaligus menjadi preman sekolah, badung…badung… sekali Ulung ini ( Ibunya sudah pasti mengusap dada…). Hampir setiap hari wajahnya lebam menyisakan akhir dari perkelahian dengan teman sebayanya. Hingga menjelang remaja, setiap delik kehidupan menghampirinya,dia tumbuh menjadi pribadi yang keras. Sempat singgah dalam dunia hitam narkoba dan sempat satu kali tinggal di balik jeruji besi dengan alasan menusuk orang yang hendak menyakiti sahabatnya, hmmm….suatu niat baik sang remaja yang tak boleh dicontoh.

Sehari tinggal di rumah enam hari dia berada di jalanan, entah bagaimana pola pikirnya , tak terbayangkan kondisi psikologis ulung saat itu dan bagaimana bisa pada usia segitu dia memilih survive di luar. Luar biasa.

Ada suatu kejadian lucu sekaligus bikin kesel, pernah suatu ketika saat dia lulus SMA dan disuruh oleh ibunya untuk masuk militer, Ulung dan ibunya berselisih paham mengenai masalah ini, ulung menolak permintaan ibunya itu, ibunya heran dan bertanya kenapa Ulung bersikukuh menolak, hingga tibalah waktunya ulung menyingsingkan lengan bajunya dan dengan bangga dia berkata

“ Inilah mama…tato saya yang bagus ini alasan saya gak masuk militer”. Gubraggg…alamak…ibunya kaget setengah mati hingga akhirnya ibunya pingsan.

Seiring berjalannya waktu dia mulai melanjutkan pencarian jati dirinya kembali dan kali ini rupanya dia menengok dunia teater , beralih ke hal-hal positif sebelum akhirnya bergabung dalam suatu organisasi pecinta alam sekaligus relawan rescue untuk penanggulangan bencana alam.

Naik Gunung sana, turun gunung sini, Puncak Mahameru pun ia panjati. begitulah jejak sang Petualang Ulung ini. Merasa tak bersahabat dengan realita hidup, Ulung merasa nyaman berteman dengan alam, seolah selalu memeluknya dengan hangat alam pun menjadi curahan segala beban yang dipikulnya.

Bukan hanya gunung yang Ulung jelajahi tapi pulau di Indonesia pun dia arungi, ya selain karena penikmat alam alasan pekerjaan sebagai aktifis kemanusiaan pula yang membawa Ulung hingga menjelajahi bumi Indonesia. Mulai dari sumatera Barat di ujung timur hingga kalimantan di ujung barat Indonesia.

Dalam waktu kurang dari 1 bulan saja dia mendatangi beberapa tempat untuk misi kemanusiaan , terakhir dia baru pulang dari Padang memenuhi panggilan jiwanya di ranah Minang yang tengah berduka digoncang gempa. Setelah sebelumnya Ulung baru menyelesaikan misinya di Bandung Selatan.

Sungguh manusia langka yang pernah saya temui sepanjang hidup, tak salah saya memberi dia gelar a Lone Ranger…. satu kisah dari berjuta-juta kisah pemuda baik hati dan selalu menbarkan cinta bagi sesama di Indonesia.

Sampai saat ini saya pun tak tahu keberadaannya, semoga dia dapat membaca tulisan saya ini.

*Kisah ini saya share sebagai tributte saya pada dia yang namanya tak boleh disebut.



---Oleh:


(diambil dari: www.desitahana.wordpress.com )

Untuk Aku Diusia 25 Tahun

hai anggi . ini suratku yang pertama untuk aku sendiri. apakah ketika kamu membaca ini kamu masih cengeng dan cemen ? masih sering sok kuat kah ? atau kamu sudah berani membiarkan orangorang sekitarmu mengetahui semua kelemahan dan keburukanmu? atau kamu masih berusaha memakai topengmu itu ? aah , aku harap , di umurmu yang sudah 25 ini kamu bisa jujur terhadap dirimu sendiri. jujur terhadap setiap keinginanmu dan setiap perasaanmu. yep , no more fake smile :)

eh anggi , apa pas kamu baca ini, kamu udah nikah ? kan kamu bilang kamu pengen nikah muda , minimal 24-an ? udah ? atau janganjangan kamu sudah punya anak . semoga anak pertamamu lakilaki . biar ada yang membelamu dari preman . tapi , sekarang jiwa premanmu masih ada , aku gatau apakah kamu di 25 tahun nanti masih sepreman sekarang . aku harap sih engga :| ah ya kamu masih pacaran sama raja :| ? aku pensaran . ceritakan aku tentang dia nanti ya . di 25 tahunmu. apakah dia masih mengenakan behelnya ? aku juga penasaran tentang dia 6 tahun lagi .

aku yakin di umurmu yang udah 25 ini , kamu masih suka sama bintang . sama kaya aku sekarang yang ngetik surat ini bersama bintangbintang glow in the dark di kamarku. padahal dulu kamu bercitacita jadi astronot kan ya ? tapi garagara takut sama ketinggian , kamu langsung putar haluan . hahaha . eh diumur 25 tahun kamu pasti udah lulus kuliah . kamu ambil S2 ? atau kamu malah kuliah tataboga di Wina kaya yang kamu rencanakan sekarang ? aku penasaran . sungguh .


heeeeei , aku sangat ingin menemuimu 6 tahun lagi . tapi aku akan bersabar nunggu 6 tahun lagi . gada gunanya buruburu . ah ya , selamat menikmati umur sembilanbelaasmu , anggi!

- dari seorang Anggi yang sangat menantikan usia 25 tahunnya—


---Oleh:


(diambil dari: www.ibitetheworld.tumblr.com )

Aku di beranda belakang sekarang

Aku ada di beranda belakang saat kau membaca surat ini. Surat yang sengaja kulipat bentuk katak dan ku masukkan sebuah amplop berwarna merah hati kemudian ku letak di pintu depan, agar kau mudah mengenalinya.

Kau pasti terkejut aku sudah di rumah sore ini. Maap ya sayang, aku selalu menghabiskan sore di meja kerja lapuk, menulis ‘drama’ yang esok pagi harus sudah di baca semesta.

Namun ini harimu..
Aku ada di berandan belakang sekarang menantimu untuk bersama menikmati sore jingga, hembusan angin yang meresap ke tiap lubang pori - pori..

Aku sudah menyiapkan dua kursi tempat kita menyanggah lelah. satu vas bunga lili yang ku beli tadi siang, dan secangkir kopi untukku serta segelas susu untukmu.

Tolong singkirkan laptop, modem, buku laporan, dan koran sore. Karena yang ku ingin hanya aku, kau, cerita senja kita, serta sebuah kecupan penyejuk.

Aku di beranda belakang rumah kita sekarang. Menabung rindu akan ceritamu. Menahan diri untuk segera mencium harum tubuhmu.

Kau cepat ke sini,
Beranda belakang rumah kita..
Aku rindu menggebu..


--Oleh:


(diambil dari: www.heditiadamanik.tumblr.com )

Kecup Untuk Dimitar

Teruntuk lelaki tampan berkaos merah.
Corner kick.
Hattrick
What a 'kece' goal baby.

Aku pada mu Dimitar Berbatov.
Sampaikan cinta ku untuk Van der Sar, O'Shea, Vidic, Smalling, Evra, Nani Carrick, Anderson, Giggs, Rooney dan Sir Alex.
Kecup jauh dari Bandung, semoga sampai ke Old Trafford meski terhalang layar kaca.

Dari Kamar di Lantai Dua,
MU 5 - 0 Birmingham
76' saat Nani baru saja menyumbangkan gol ke-5

(dikirim oleh @zabrinams di http://justzabrina.blogspot.com)

Falling

Jakarta, January 22nd 2011


Dear You,

I just had to let you know that these last two weeks without so much as seeing you has given me a lot of time to think about how I feel about you.

I have decided that I am definitely, hopelessly fall for you. What made me realize it’s not so much that I think about you all the time, though I do. It was how I think about you. Not only do I think about how much I want you, but why how much, and mostly do I deserve to be loved by you.


It just feels so lucky to finally be able to love you like I have been wanting to for so long. Your eyes leave me speechless with each perfect gaze. What have I done to deserve this?

And that is another thing I was thinking, It’s a little too strange, I think, that we are so right for each other. Some might want to argue this, but I have a few examples for those poor misguided souls. Your smile is like a heroin, make me addict.

When I saw you, it’s like I found my lost puzzle. When we hold each other, time seems to stand still. When I look into your eyes I see the love in your heart reflecting on my own.


All of this tells me one thing ... my love is real.

If it was love which made me fall for you, then I am still falling…. :)  -ekaOtto  (picture via: Artemis Wilde )














and if it was love which made me fall for you, then I am still falling….


Love,

Me


---Oleh:


(diambil dari: www.sisayappatah.tumblr.com )

Penuh Cinta Untuk Bali



Dear Bali,

Aku sungguh beruntung bisa tinggal disini dan menikmati keindahan dan keunikanmu setiap hari. Dari sejak matahari terbit disela-sela padi yang sedang menguning hingga terbenam diujung samudera. Menikmati embun pagi di Ubud hingga keriuhan malam hari di Kuta. Denganmu aku sungguh tak pernah bosan.

Disini juga terukir banyak bermacam kenangan. Kenangan penuh cinta dengan kekasihku hingga kenangan buruk ketika bom meledak menghancurkan jantung kotamu. Semuanya masih teringat jelas ketika malam itu aku dan teman-temanku hendak bersenang-senang, namun engkau masih melindungi kami dengan segala kemistisanmu menciptakan serangkaian musibah kecil sehingga kami tidak jadi pergi. Lututku lemas ketika malam itu salah satu teman yang terjebak disana menelpon dan memberitahukan musibah besar itu. Kesedihan itu masih terasa hingga berbulan-bulan kemudian, mungkin bertahun-tahun atau selamanya bagi yang terkena musibah itu.

Aku menyukai bau harum dupa dan bunga segar dipagi hari ketika hari raya Galungan tiba serta menikmati keindahan penjor-penjor yang berjajar sepanjang jalan disetiap sudut kotamu hingga kepelosok. Aku juga tersenyum ketika Demam Piala Dunia mendera dan setiap rumah memasang bendera Negara yang mereka dukung. Aku menikmati kebingunganku mencari jalan pulang sehari sebelum hari raya Nyepi karena semua jalan ditutup untuk pawai Ogoh-Ogoh.

Terberkatilah aku yang bisa menikmati sunset indah dari pantai seminyak hampir setiap sore, juga suara burung-burung berkicau didahan pohon didepan rumahku dan suara kodok yang bersahut-sahutan saat musim hujan datang. Aku menikmati setiap detik adrenalin arung jeram disungai Telaga Waja, keindahan bawah laut dipantai nusa penida dan bersepeda dijalan-jalan desa di Ubud. Aku menyukai makanan tradisionalmu yang pedas dan tentu saja ada begitu banyak pilihan tempat makan-makan dengan berbagai masakan dari seluruh dunia.

Walaupun semakin hari kotamu kini semakin ramai, semakin bising dengan suara motor dan mobil, semakin macet dan mulai banjir diwaktu hujan turun, Tapi aku semakin menyukaimu. Menurutku tempatmu kini semakin semarak, semakin beragam dan semakin tidak membosankan. Aku harap meskipun orang-orangmu semakin modern kini tapi kebudayaan dan tradisimu akan tetap dipertahankan. Karena keunikan itulah yang membuatmu berbeda.

Malam ini, aku disini dan membayangkan esok pagi akan melihat matahari muncul dari sela-sela padi yang menguning, burung berkicau dari dahan pohon dan aku akan berangkat pergi bekerja melewati jalan yang macet, bertemu dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia, menikmati sunset dipantai lalu pulang dan membeli ayam betutu diwarung langgananku. Life is so beautiful here.

Penuh cinta untuk Bali,

Utary

(dikirim oleh @utary di www.myutary.blogspot.com)

Janji Kelingking Sumpah Darah

Jika kalian bisa membaca surat ini, ketahuilah satu hal bahwa surat ini sudah saya bayar lunas pakai darah dari jari kelingking yang saya gigit. Surat ini mahal harganya. Semahal nyawa ganti nyawa bila kau bersahabat dengan seseorang yang mempercayaimu mati-matian. (Mati-matian men!! Mati-matian!!) Karna saya, tidak sendirian menulis surat ini *pake kaca mata hitam* B)

Dan aku akan menamai surat ini : Perasaan Jangan Di Pendem Atuh, Di Suratin Aja Kalo Gak Bisa Ngasih Tau Orangnya Mah (ngahahahahahaaa)

Dan saya yakin, mungkin banyak pembaca surat ini yang mengalami hal serupa dengan kisah di bawah ini. Oke!! Mulai!!

Hey kamu, iya kamu!!

Senyum senyum dan tersenyum. Itu yg paling sangat aku sukai ketika mengobrol denganmu. Kamu itu selalu membuatku selalu tersenyum tiap kali aku kesal dan sedih dibuat olehnya. Ya, dia. Dia yg mengacuhkanku. Aku sayang dengannya, namun dia tidak ada usaha sama sekali untuk membuatku tergila gila padanya. Namun bila denganmu, kamu suka membuat kata kata yg seringkali membuatku jungkir balik. Girang dengan kata katamu yg biasa, terkadang suka menghina, dan sering juga kita adu mulut.

Namun itu semua menghibur dan berarti buatku. Kamu selalu ingat akan hal hal sepele, tapi itu sangat penting bagiku. Ya, aku suka. Aku suka denganmu. Aku sudah jujur kalau aku suka denganmu.

Tapi tidak, kita tidak bisa bersama. Itu salah, aku sudah punya dia. Dan aku tidak tahu sampai kapan aku bertahan dengannya. Aku masih sayang dia. Dia pacarku. Tp sering kali aku dibuat khawatir karenanya.

Dan kamu, kamu berbeda denganku. Sungguh berbeda. Kita dilahirkan untuk tidak bersatu. Sering kali di benakku bertanya tanya, “apakah dia benar benar sayang padaku?”, “apakah dia akan berkorban demi aku?”, “apa aku harus bertahan atau mengakhiri sampai disini?” “apakah kamu ada rasa denganku?”, “kenapa sikapmu begitu padaku sampai membuatku kege-eran setengah mati?” terimakasih untuk semuanya, terimakasih untuk lagu galaunya, terimakasih untuk geishanya. Aku suka kamu, suka hal hal kecil yg km lakukan untukku. Aku suka kamu.

Mungkin simpel surat ini, tapi ketahuilah. Aku gak gampang loh bisa menuliskan ini untukmu. Apalagi ikut nyempil memostingnya di deretan surat surat cinta yang lagi jadi trending topik di timelineku. Dan aku, juga tidak berharap kok kamu membacanya. Aku Cuma ingin begini, walau sedikit aku bisa mendapat kesempatan sekali saja untuk berkata (sekali lagi ya) “aku suka kamu”

Tertanda,

(#seseorangyangkaupanggilsahabat)



---Oleh:


(diambil dari: www.heykila.tumblr.com )