Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #16. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #16. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Januari 2011

Untuk the Man Who Can't be Moved


Saya terlalu percaya dalam hati tiap orang, pasti kita semua punya: the man who can't be moved.

"The man who can't be moved" itu semacam seseorang yang dengan sengaja kamu simpan di dalam hatimu, walaupun kamu telah bersama orang lain.


Dan akhirnya saya mengerti: "The man who can't be moved" inilah yang membuat saya, kamu, dan siapapun yang baca tulisan ini susah untuk moving on.

Lalu saya berpikir, kalaupun masih ada yang susah untuk moving on, kenapa musti lekas-lekas dipaksa. Terkadang menyimpan itu hal baik.


Dalam menyimpan harusnya kita belajar lebih apik mengurusi sesuatu, kita akan menjaganya supaya tidak berdebu, kita merawat, kita melindungi, kita belajar menjadi seperti Ibu.


Punya The man who can't be moved tidak selamanya merugi, bisa jadi semesta masih mempercayai orang tersebut kepada hatimu. Ataupun sebaliknya, orang itu selalu ada untuk menjaga hatimu. Tergantung kamu mau meresponinya seperti apa.


Surat ini saya tulis kepada The man who can't be moved di hati saya. Yang betah, begitu lama, selalu mendapatkan perlakuan khusus, selalu saya nomor satukan walau saya sudah punya orang lain. Selalu saya kangeni, walau kadang ia suka menyakiti.


Saya mau bilang apa lagi selain: mungkin suatu hari, kamu akan bangun di tempat tidurmu. Lalu berpikir, saya adalah orang yang tepat itu.


Saya berdoa, semoga kamu tidak terlambat menyadarinya.


Semoga.


(dikirim oleh @perempuan sore di www.perempuansore.blogspot.com)

Untuk Ibu Kekasihku

19 Januari 2011

Dear Calon Mama Mertua,

Apa kabar, Ma? Sebelum kita berbincang-bincang banyak, mungkin sebaiknya aku memulai dengan surat ini dulu. Aku cukup pemalu, Ma, jadi ketika bertemu, aku mungkin lebih banyak diam. Bukan karena aku sombong dan nggak pengen berbicara denganmu. Sungguh, berbincang denganmu adalah hal yang paling kuharapkan. Tapi pada awalnya, aku akan lebih banyak diam. Sebagian karena aku pemalu, sebagian lagi karena jantungku berdetak kencang sehingga membuatku bingung harus memulai pembicaraan dari mana. Jadi, kita mulai dari surat ini dulu ya, Ma.

Ma, sudah lama aku ingin mengatakan ini, tapi belum sempat. Terima kasih ya sudah melahirkan dan membesarkan anak yang sungguh luar biasa. Aku mencintainya dengan sepenuh hati, begitupun dengan dia. Diam-diam, aku suka memperhatikan hubungannya dengan Mama. Aku bangga sekali karena kalian sangat dekat dan dia mencintaimu dengan sepenuh hati. Jangan takut Ma, ia memperlakukanku dengan baik, sama seperti ia memperlakukanmu. Ia sangat mencintaimu, dan aku tahu aku juga akan mencintaimu, Ma.

Ada beberapa hal yang Mama perlu tahu dari aku. Aku nggak jago masak dan sering salah memasukkan takaran bumbu saat memasak. Mungkin anakmu sudah tahu itu. Dia sering terkekeh dan bilang nggak papa. Tapi aku merasa nggak enak. Jadi aku harap Mama nggak keberatan kalau aku minta diajarkan beberapa jenis masakan. Anakmu selalu memuji masakanmu, lho, Ma.

Calon Mama mertua sayang,

Aku mungkin bukan calon menantu paling sempurna, tapi aku selalu berusaha untuk membahagiakan anakmu. Kalau kuminta dia jangan sering pulang malam lagi, itu supaya dia punya banyak waktu untuk beristirahat karena keesokan harinya akan ada banyak aktivitas yang menunggunya. Kalau kumarahi dia saat merokok, itu karena aku nggak pengen dia sakit. Mengerikan sekali membayangkan dia sakit karena benda itu dan terlebih-lebih rasanya aku nggak tahan lihat dia sakit. Kalau aku selalu cerewet soal pakaian yang dia kenakan, itu karena aku pengen dia kelihatan menarik karena dia memang menarik. Dan kalau aku selalu membicarakan padanya pentingnya pendidikan, itu karena aku tahu suatu hari nanti berguna untuk masa depannya dan karena anakmu itu cerdas, Ma. Percaya deh, Ma, aku sungguh ingin yang terbaik untuk anakmu.

Ma, semoga surat ini cukup mengenalkan aku denganmu. Aku harap suatu saat nanti kita bisa benar-benar ngobrol panjang. I can’t wait for that day to come.

Salam sayang,

Perempuan yang mencintai anakmu


(dikirim oleh @naomitobing di http://naomitobing.wordpress.com)

Untuk Kamu yang Tidur di Sampingku

Hai, saat sedang memperhatikan wajahmu dan helaan napas mu yang teratur, tiba - tiba saja terlintas untuk membuat surat cinta untukmu. Sebenarnya aku agak malas untuk beranjak dari pelukan mu dan dekapan selimut untuk mengambil notebook ku, tapi aku ingin sekali nanti kau membaca ini besok.

Sepertinya kamu cape sekali ya sampai - sampai jam segini udah tidur. Kasian * sambil mengusap kening mu*. Mungkin kamu kecapean karna seharian beraktivitas diluaran tanpa aku. Maaf kan, setelah gigi geraham ku dicabut tadi pagi, gitu obat bius nya abis, aku ngerasain sakiit yang teramat sangat. Jadi lebih baik dirumah, kamu juga kan yang nyuruh aku dirumah aja.

Aku selalu menyukai saat - saat ini, malam hari, kamar, dan kita. Selalu ada cerita yang mengalir, selalu ada tawa yang diiringi gelitik mesra, kadang kita beradu argumen, kadang ada hal yang membuat kita bicara dengan nada sinis, tapi semua ditutup dengan kecupan kan, sayang?

Kamar kita tidak terlalu besar. hanya ada tempat tidur ukuran 1, tv yang tidak begitu besar beserta dvd player di seberang tempat tidur, karna kita suka menghabiskan waktu luang dengan tiduran menonton dvd dengan kaki bertautan dan lenganmu yang melingkar, disebelahnya ada lemari pakaian, komputer, meja rias dengan kaca nya yang besar, lemari yang memajang sebagian buku buku ku, dipojok situ gitar mu menguasai dan segala perangkatnya, tepat di sebelah meja gambarku. Kamar ini adalah kita. Semua hal kita taruh disini, segala hobi, kecintaan dan hati. Malah kadang anjing kita ikut tidur disini.

Setiap siang ( kita kesulitan bangun pagi kecuali ada pekerjaan yang mengharuskan bangun pagi ) sekitar jam 10an aku baru bangun, melihatmu, dan tersadar aku terlepas dari pelukanmu, maka aku akan menyusup lagi ke lenganmu barang 10 atau 15 menit, menikmati hangat mu dan irama nafasmu ( irama sayang, bukan aroma. kau tau kan aroma nafasmu mengerikan di pagi hari, ntah kenapa aku masih sangat cinta. ) setelah 15 menit itu, aku membelai rambutmu, mengecup tiap jengkal tubuhmu membangunkanmu. Dan kalau kau tidak terbangun juga, baru akan kugoncang - goncangkan badanmu. bila kau sudah terbangun begitu, biasanya kau menarikku lagi dalam lenganmu, tentu saja aku meronta pelan berusaha lepas padahal senang.hihi. Lain hal kalau ada pekerjaan pagi yang menanti, maka tidak ada kecupan dan belaian, tapi teriakan dan tarikan supaya kau lekas bangun.

Tapi jika imsonmia mu kambuh, maka kau tidak tidur semalaman, dan giliranmu yang mengerjaiku. Memperhatikan ku saat tidur, mengecup kedua mataku bergantian, dan kecupan - kecupann di bagian tubuh lainnya, sampai aku kegelian dan terbangun. Tapi kalau kau lagi jahil begitu, dan aku ngga terbangun juga, kau menyerah dan akan melingkarkan lenganmu di tubuhku dan ikut tertidur.
Sayang, kau... memberi begitu besar kebahagiaan. Kau bukanlah pria tertampan, kau juga bukan tercerdas, kau bukanlah seorang pegawai negeri swasta, kau juga bukan pegawai perusahaan swasta ternama. Kau dan aku hanya pengais rejeki melalui seni. Kadang kita bisa merasa kaya dan berfoya - foya, kita akan belanja apa yang kita suka, makan di tempat yang kita mau. Tapi kadang kita harus benar - benar mengencangkan ikat pinggang karna uang bulan ini yang tidak begitu banyak. Oh, untung saja kau mempunyai istri yang hebat dan pintar mengatur keuangan seperti ku yang bisa mengatur agar kita tetap makan walau pemasukan bulan ini sangat sedikit.

Sebenarnya masih sangat banyak yang ingin aku ceritakan di surat ini tentang perasaannku padamu, tapi wajahmu dan posisi tidur mu kini sangat menggodaku untuk menyusup diantara lenganmu, dan semoga kau tidak begitu kecewa, karna aku menahan keinginan yang sangat untuk menjahili mu lebih jauh, tapi aku ngga tega ngeliat wajahmu yang kecapekan dengan dunia luar. Tapi firasatku bilang, malah kau yang akan menjahiliku besok pagi saat kau terbangun duluan. Aku tunggu.


PS : aku rindu kopi buatanmu sayang, sekalian ya besok pagi tolong bikinin aku juga. hehe. :)
dan ohya, begitu kau membaca ini, kau harus langsung mengucapkan sumpah akan semua hal diatas bakal kita lakukan sampai keriput mengambil ketampananmu dan sampai kita berdua bersama - sama dengan tertatih pergi ke dokter gigi untuk membuat gigi palsu agar kita tetap bisa menikmati es krim coklat kesukaanku. cross your heart ! (aku mengutip film UP yang sukses membuat kau menertawaiku dan mengecup kepalaku yang menangis sesenggukan ;) )

LOVE,
yang sekarang sedang menuangkan bayangan masa indah yang too good to be true bersamamu, hey kamu ntah siapa dimana...


(dikirim oleh @berhentidi18 di http://sundaeschocolate.blogspot.com)

Its The Marriage, Not The Wedding

Selamat malam, Bebo…

Hari ini aku baru tau sebuah kabar, kalau salah satu teman kami menikah dengan pasangannya dulu adalah karena MBA, atau sudah bunbun duluan sebelum ada ijab kabul yang sah. Well, Im not judging. Sah-sah aja sih… Dosa kan urusan sendiri ya…

Yang tidak lucu adalah ketika ada yang bilang, “Ya pantes aja nikahannya ga dirayain gede-gedean”. Woohoo… that’s crossing the line. Rasanya perayaan pernikahan besar-besaran ga ada korelasinya tuh dengan sudah atau belum hamil duluan. We didnt get marry the way I want it to be.

Kemarin juga kita nonton di salah satu episode Grey’s Anatomy, and now the whole world know that we spend a hell lot of time just to watch TV :p, dan ada pasangan gay yang terinjak kuda di hari pernikahan mereka. Well, bukan pernikahan juga sih, pengesahan sebagai domestic partnership. Even he wants that day to be that special. Dia punya angan-angannya sendiri soal pernikahan, tapi karna yang bisa diberi negara hanya domestic partnership, dia tetap ingin membuat semuanya jadi SPESIAL. Tapi pada akhirnya tidak berjalan sesuai yang mereka inginkan, malah jadi berantakan, tapi di akhir, keduanya tetap mengucapkan kata cinta pada satu sama lainnya. Ga berbeda sama sekali, dengan pasangan yang baru diresmikan lainnya.

Sama sekali bukan impian seorang gadis buat menikah di KUA. KUA yang buat menuju ke sana jalanannya jelek sekali, ruangannya kecil dan gerah, dan tidak banyak yang hadir di sana. Merayakan dengan makan siang di satu buah Cafe di bilangan Patuha, dan foto bersama di studio foto di mall!

Bukan… Bukan demikian sebuah pernikahan idaman. Tapi kalau memang harus begitu kejadiannya pada saat kita menikah, maka tidak apa. Walimahan memang tidak harus selalu besar-besaran kan? Yang penting apa yang mereka sebut SAH, dan jadilah. Bila memang keadaan tidak mendukung, bila memang kata sang ayah percuma membuang banyak uang buat satu hari saja, ya kenapa tidak? Bukan sama sekali hal yang salah.

Ya, aku kadang iri pada foto resepsi yang sedemikian indah punya teman-teman. But hey, aku juga didandani dengan sangat cantik waktu ngunduh mantu di rumahmu. Diiringi lantunan lagu-lagu selama kita berpacaran dulu, sama sekali bukan gamelanan yang membuatku gatal telinga seriously! That was a happy day…

Bagusnya bahasa Inggris yang punya dua term buat hal ini. Wedding, and the Marriage itself. Wedding, atau si resepsi sendiri, mungkin, benar-benar cuma satu hari dimana kita mulai melakukan kuda-kuda dan ambil langkah pertama. Marriage, atau si pernikahan itu sendiri, itulah si marathon panjang yang akan dijalani sampai akhir nanti. I miss the glamour and the joyous of the perfect wedding… But I’m so gonna have one perfect marriage to make up for it!

Lalu apakah tidak dirayakan membuatku ternyata hamil di luar nikah? I can say, I wish! haha. Belum bahkan berhenti didatangi tamu bulanan sama sekali hingga saat ini. Ah… Itu sih hal lain lagi…


















Dirayakan atau tidak, rame-ramean atau tidak, aku tau sekali bahwa hari dimana kita menikah, adalah salah satu hari yang sangat kusyukuri selama hidupku.


(dikirim oleh @nonatazya di http://natazya.wordpress.com)

Kunci Hati

Untuk Pria Berkerah Biru ( @swcheini )
Dari :Kelambu Ungu

Bagaimana harimu setelah tanpa aku? tanpa desah nafas ku? tanpa gigitan gigi-gigi ku?
Bagaimana bibir mu? masih kah basah bekas cap bibir ku? bagaimana ujung bibir mu? aku selalu menikmati yang sudut itu..
Maaf mengganggu mu, mungkin saat kau membaca, aku sudah menggantung diri ku dibintang. Biarlah, ini memang niat ku. Anggap saja aku sedang meludah, jangan ddibersihkan ya.. biar membekas dan hilang dengan sendirinya.
Maaf ingkari untuk tidak menghubungi mu. Aku sudah menghapus semua nomor mu, tapi sayang, aku lupa membeli penghapus otak. Karena aku hapal setiap deret angka-angka mu.
Maaf aku membayangi mu,
Maaf aku menghantui mu,
Maaf aku mengikuti mu,
Tepat sehari sebelum kita berdua berpaling, aku terlanjur menggembok kaki ku di kaki mu. Coba kamu lihat kebawah, aku memakai gelang berlonceng kecil yang berbunyi saat aku sedang berselimut rindu.


ps: kunci nya ada dihati ku, semakin kau mencari kunci itu, semakin terkunci lah kamu dan aku

(dikirim oleh @qisstia di http://lidahkataberkaca.blogspot.com)

Teruntuk Merpati Pos

Dear Merpati Pos…

Haloo…apakah kamu sibuk mengirimkan surat-surat kepada penerima?
Mungkin iya, karena itu aku berharap surat ini akan sampai pada dirimu.

Aku hanya ingin bertanya sedikit padamu, bolehkah? Hemm ya harus boleh lah karena aku memaksa. Tidak banyak juga yang ingin aku tanyakan. Apakah selama ini aku menulis penerima dan alamat penerima di amplop surat yang kukirim sudah benar? Jika salah, tolong kembalikan surat-surat itu kepadaku ya, biar aku benarkan jika memang salah.

Lalu, apakah kamu tidak pernah tersesat saat mengirimkan surat-suratku? Kalau tersesat nanti aku akan gambarkan peta dibalik amplopnya, supaya kamu bisa dengan mudah menemukan alamatnya. Tapi sih aku yakin kamu mengirimkan semua surat-suratku ke alamat yang benar.

Tapi kenapa sampai hari aku menulis surat ini untukmu, tak kunjung juga ku terima balasan surat darinya. Hemmm,,padahal aku selalu menunggu kotak suratku terisi satu saja amplop berisi surat balasan dari dia. Tak peduli isi suratnya seperti apa jadinya. Jangan-jangan dia tidak bisa membaca dan menulis,, “Tuhan, apa-apaan ini? Semoga dia tidak cukup bodoh untuk membaca surat-suratku”.

Merpati pos yang tampan, tak apa kok kalau kamu belum menerima surat balasan kiriman dia untukku. Bukan salahmu juga. Yang terpenting kamu sudah pintar terbang mengantarkan surat untuknya, walaupun memang aku sempat meragukanmu..

Merpati pos jangan pernah kamu bosan, mengirimkan surat cintaku untuknya ya..

Rgrds,

-niya-

(dikirim oleh @neeyaisme di http://niyajothi.wordpress.com)

Officially Addicted to Your Words

Ya, ini untukmu...
untukmu yang mengukir kata hingga imajinasiku meliar.
untukmu yang mampu memindahkan peristiwa ke dalam bahasa tak terduga.
untukmu sang penulis yang bahkan tak peduli arti ketenaran.
untukmu yang mampu membuatku penasaran, bahkan menjadi kepo! Sungguh tega...



Sebenarnya belum lama aku resmi menjadi pengagum rahasiamu. Entah berawal kapan, yang pasti, saat aku menemukan jiwamu bersemayam dalam kata-kata yang kau ramu dalam blog keramatmu itu. Saat itulah jiwa kepo-ku menguasai. Aku penasaran. Kuobrak-abrik gudang arsip maya-mu untuk membaca kisah demi kisah. Kubaca kata per kata sekalipun beberapa kali kutemukan bahasa orang-orang Eropa yang tak kumengerti. Biarlah, aku tetap melanjutkan. Tetap ditemani jiwa kepo yang semakin mengganas. Maaf.
Aku suka gayamu bertutur, perbendaharaan kata-katamu yang luas membuatku tak bosan membaca setiap kisahmu. Terlepas dari isi tulisanmu yang liar, bahkan beberapa pemikiranmu yang tidak ku-iman-i, aku tetap suka caramu memindahkan kehidupanmu di sana. Kau juga selalu mengatakan bahwa berapa lama kita hidup tidaklah penting, tapi apa yang sudah dilakukan selama kita hiduplah yang penting. Ya, kau sempat membuatku iri dengan pengalamanmu. Terima kasih sudah pernah menulis sedikit tentangku dan beberapa yang lainnya, rupanya aku pernah meninggalkan jejak.

Akhirnya saat itu tiba, saat aku tak lagi menemukan trilyunan ramuan kata-katamu dalam sebuah alamat di dunia maya. "The authors have deleted this blog". Tiba-tiba kutemukan kata-kata itu.
Kau pernah bilang untuk tidak mencintaimu karena kata-kata.
Sepertinya terlambat.
Aku memang tidak mencintaimu.
Mungkin lebih tepatnya, aku hanya terlanjur mencintai tulisanmu.
Ya, tulisanmu...

dan ke mana kau membawa 'semua'nya pergi?

PS: Sorry, I'm officially addicted to your words...

(dikirim oleh @minumino di www.ketikasayangalorngidul.blogspot.com)

Sosok Diam Tak Bergeming

Dear Merapi,

Aku telah terbiasa melihatmu, dari jarak jauh lebih tepatnya. Dan betapa senangnya aku bisa melihatmu dari dekat. Melihat sosokmu yang besar diam tak bergeming, melihat kebuasanmu menyapu bersih tempat tinggal dan apa saja yang dilalui wedus gembelmu.

Okay, aku merinding donggg melihatmu dan semakin dekat semakin aku tak dapat berkata. Lidahku kelu melihatmu. Badanku kaku. Benar-benar tak dapat berkata-kata layaknya upik abu yang bertemu pangeran tampan. Terdiam, kaku, takjub.

Tubuhku langsung lunglai begitu engkau sentuh dengan udaramu. Dingin, tanpa rasa. Aku tercekam di dalamnya. Terperosok ke dalam jurang.

Ahhh merapi aku tak dapat berkata apa-apa lagi. Hanya satu pintaku, jangan marah lagi ya?? kasian warga sekitar, mereka kehilangan sanak saudara dan harta. Semoga saja itu semua kau balas dengan menjadikan tanah mereka subur.

Salam,

Aku

(dikirim oleh @pramesvhari di http://mooiemeid.tumblr.com)

Hari Enam Belas : Untuk Siapa

Untuk yang pernah mampir di hati lalu angkat kaki.

Ini bukan surat cinta biasa. Ini surat pernah cinta, karena dulu ada rasa tapi sekarang sudah tidak ada. Bukan juga untuk menggali yang pernah ditimbun, tetapi memupuk yang sekarang ditanam. Kamu, kamu, kamu, dan kamu.. Eh tunggu, aku lupa menghitung surat ini untuk siapa saja. Yah, sebut saja kalian. Kalian setuju kan, masa lalu itu sudah tertimbun dan bibit baru sudah tertanam?

Ini hanya sekedar ucapan terima kasih atas pelajaran yang telah diberikan. Aku mendewasa melewati masa dengan masing-masing kalian. Setiap pelajaran berakhir dengan ujian, dan aku lulus lalu naik tingkat sampai sekarang yang ke-sekian. Kalian bukan kegagalan, bukan pula batu loncatan, tetapi bagian dari hidup sebagai kurikulum pendidikan. Makin lama aku makin mengerti hati dan perasaan. Sekali lagi terima kasih, para mantan.

Surat pernah cinta ini cukup sekian dan demikian. Aku tidak mau pasangan kalian sekarang keburu cemburu.

Dari aku, yang sudah tidak seperti yang dulu.
jam 18.55

Surat Wasiat

Untuk siapa saja yang menemukan surat ini,

Yuhu! Sudah, berhenti dulu jejeritannya. Mending itu mayat saya cepet diurus. Pelan-pelan, woy! Sakit semua itu!

Ya, ya, ayo tarik nafas dulu. Jangan panik. Saya bakal ngejelasin koook. Well, mungkin smeua orang bertanya, kenapa saya melakukan ini, kenapa saya gegabah, kenapa saya pendek akal, kenapa kenapa kenapa…. NAH! Persis! ITU alasan semua tindakan saya ini! Terlalu banyak tanda tanya dan kata “KENAPA” di kepala saya. Membuat saya tak bisa memikirkan hal lain kecuali melepaskan semua penyebab yang membuat saya bertanya-tanya. Saya pusing. Berhari-hari tak bisa tidur karena nyeri di dada. Bukan, saya nggak punya penyakit jantung. Saya cuma patah hati. Dan betapa, patah hati itu sakitnya jauh jauh jauh lebih parah dibanding patah tulang (serius saya pernah ngrasain dua-duanya soalnya).

Weeeeell, mungkin ada yang mengubah pertanyaannya menjadi “siapa”, tapi saya tak ingin menyebut nama. Begitupun, pasti banyak juga yang sudah bisa menebak ini ulah siapa Woei, bukan berarti dia membunuh saya! Justru saya begini untuk mencegahnya membunuh dirinya sendiri atas semua kekisruhan yang saya sebabkan. Untuk semua kebimbangan dan kepahitan yang dia rasakan karena saya. Ini semua salah saya. Jadi biarkan saja, misi saya sudah berhasil begitu surat ini ditemukan. Tenang saja, dengan begini saya justru mati dengan tenang kok. Saya sudah terbiasa menunggu, jadi kalau kali ini saya ditolak masuk alam baka, ya sudahlah, saya tunggu lagi saja.

Nah jadi selepas saya pergi ini, saya titip pesan. Itu semua barang saya di kosan tolong dipulangkan. Ada daftar hutang yang tertempel di pintu, tolong dilunasi. Saya sudah menyimpan uang di bank kok, tinggal ambil saja. PIN saya 123456. Tolong ya, biar tanggungan saya di kubur nggak kebanyakan dan saya bisa nyicil satu-satu. Buku-buku pelajaran, hibahkan saja ke junior-junior saya. Makanan yang masih belum kadaluarsa, bagikan ke teman-teman kosan. Buku harian, berikan pada sahabat saya, Nana, dan jangan ijinkan siapa pun untuk membuka.

Terus untuk pemakaman, Tim Pengusung Keranda ada Andi, Bona, Leo, Tito. PJ Konsumsi Fiona. Humas Yuni sama Ratih. Tim Perlengkapan ada Riri, Keke, Sasa, Yuli, Jihan. Yang ngurus prosesi alias korlap, Candra. Hmmm, ya sudah, itu saja. Tolong dibantu orang tua saya yaaa. Saya sayang banget sama mereka, dan saya sudah dapat uang untuk melunasi semua hutang. Itu ada uang juga di ATM satunya, semoga sudah diterima sms yang saya kirim sebelum mati. Terima kasih atas bantuannyaaaa!


Tertanda,

Saya


P.S. Eh iya, di lemari baju itu ada kotak yang pembungkusnya kertas kado hitam motif bunga. JANGAN DIBUKA. Tolong kirimkan saja ke pemiliknya lagi. Itu kotak pandora saya.


P.S.S. Tolong uruskan juga sistem penyumbangan organ dalam. Saya ingin mendonorkan jantung, paru-paru, ginjal, dan hati saya. Semoga barokah dan bermanfaat. Terima kasih

(dikirim oleh @inezkriya di http://cintalangitbiru.wordpress.com)

Untuk Tato di Surga

Haiii.... apa kabar to...???
hmmm, aku yakin kamu jauh lebih baik dan bahagia... ya, disana kamu gak perlu lagi merasakan sakit, kamu gak perlu lagi tidur sambil duduk atau berdiri seperti saat penyakit kamu kumat.
Kalo kamu ingin tau kabar aku? Hmmm, aku jauh lebih baik sekarang jika harus dibandingkan dengan ketika awal2 kamu pergi.
Aku baru nyadar lho setelah kamu pergi ternyata kamu berarti banget.
Yap, hidupku setelah kamu pergi jauh berbeda dengan saat ada kamu.
Kini aku sendiri to, ya, aku sendiri... benar2 sendiri. Gak ada orang yang bisa memahami aku sama seperti kamu memahami aku. Gak ada orang yang sebaik kamu yang sesalah apapun aku, gak pernah kamu menyalahkan aku. Yang selemah apapun aku tak pernah sekalipun kamu bilang aku lemah. Kamu selalu ada buat aku.
Dan bodohnya aku baru nyadar kamu berarti saat kamu tak ada lagi disini, di dunia ini...
aku kangen kamu to. Aku kangen semua hal tentang kamu, senyuman kamu, support kamu, bahagia kamu, kasih sayang kamu, semuanya....
maaf ya, dulu aku sering jahat sama kamu, ngebentak kamu, marahin kamu dan nganggep kamu gak berarti.
Aku terlalu egois...
aku terlalu ambisius sama hal2 yang sebenernya gak penting....
terlalu mentingin diri sendiri...
hummm, andai aku bisa memutar waktu, atau bertemu kamu satu menit saja...
aku ingin bilang....
AKU SAYANG KAMU, TO....
sayang bangeeeettt!!!
owh iya, aku punya satu puisi buat kamu to,

BAHASA RINDU

hadirmu menguras anganku,
bahagiamu mengikis sedihku,
ingin kubingkai indah senyummu dalam mimpiku,
ditengah dahaga rindu yang meletup bisu,
yang kembali menggerogoti logika warasku,
detik ini aku hanya ingin merasakan syahdunya memelukmu,
membilas sepi yang perlahan menancapkan rindu,
getirpun mengecup pucuk pengharapanku,
dari adamu,
dari bencimu,
dari bayangmu,
dari manjamu,
aku mencumbui setiap inci gundah yang bersemanyam dalam adaku...
hhhmmmppphhh, hari ini begitu beda tanpamu didekatku....


hmmm, gmana? Dari dulu kamu pengen banget kan aku buatin puisi. Nah sekarang puisi itu khusus buat kamu to, semoga kamu seneng...
selamat jalan to, semoga kamu bahagia....



orang yang terlambat mencintaimu,




(dikirim oleh @joey_andrea di http://joeyandreaworld.blogspot.com)

Akankah Temantemannya Mengingatnya?




Untuk
kawanku @gembrit



Dear Chiko,

saat baca surat ini, pasti kamu lagi sama pacar kamu. Uhuy unyu moment. Aku sengaja nulis surat cinta ini di hari Sabtu pas tahu kamu di Bandung. Yakin banget bakal sampai minggu di sana. Jadi surat cinta ini pasti akan dibaca berdua.

Sebenernya surat cinta ini pengen sedikit mengenang perkawanan kita sih...Soalnya kalau diingatingat, ternyata perkawanan itu juga kayak pacaran. Butuh waktu buat bisa melihat bentuk hubungan yang dihasilkan dari komunikasi dua orang.

Aku dulu kenal kamu pertama kali di briefing pembukaan QFF 2008. Terus terang, aku agak gak suka sama kamu, soalnya centil gitu. Aku kan anak baru, jadi masih merasa janggal ajah gitu melihat kamu sok akrab begitu. Udah gitu, di pesta penutupan, ada kejadian yang bikin aku ilfil setengah mati sama kamu. Nggak usah ditulis di sini lah yah. Aku yakin semabukmabuknya kamu waktu itu, pasti inget.

Abis itu kita ketemuketemu lagi di Museum Mandiri tahun 2009. Rotaract Kosmopolitan mulai sering kumpul di sana. Di situ mulai sering deh ketemu kamu, walau tetep ajah aku masih ilfil hihihihihi

Setelah QFF 2009 juga kita sering ketemu. Kebetulan relawanrelawan di tahun itu entah mengapa kayak punya hubungan kekeluargaan yang cukup deket. Waktu itu kamu dan aku nggak pernah ngobrol juga sih, tapi ternyata kita naksir orang yang sama. Tapi jangan diungkitungkitlah yah, toh walaupun dia sempet deketnya sama aku, akhirnya kita samasama nggak dapet *tos*.

Setelahnya, kita justru jadi sering ketemu dan ngobrol. Kegiatan Rotaract Kosmopolitan yang semakin sering di Museum Mandiri bikin kita jadi sering bertegur sapa dan berbicara. Tapi sebenernya kalau boleh jujur yang membuat persepsi aku tentang kamu agak berubah yaitu setelah membaca notes kamu di facebook yang judulnya “Rasa Penasaran Yang Terakhir”, ditulisnya tepat di hari ulang tahun aku 6 Agustus 2009. Menurutku notes itu bagus dan menyentuh. Aku inget kalimat terakhirnya :

“....akankah temantemannya merindukannya?”

Nah, itu alasan kenapa waktu pernah ada yang ngetwitt semacam itu, aku langsung respon kalo kamu pernah nulis note serupa di facebook tahun 2009. Semenjak itu, aku sedikit membuka diri buat temenan sama kamu.

Ternyata kamu emang temen yang menyenangkan. Terus aku jadi tahu kalau kamu punya kumpulan tementemen yang suka nulis, Hermesian. Mulai deh aku kenal satu persatu anak Hermesian sampai sekarang.

Yang aku suka dari kamu adalah kamu temen yang seneng mengenalkan kawannya ke orangorang baru. Aku punya banyak temen baru semenjak sering nongkrong bareng. Kamu juga orangnya easy going dan impulsif tingkat dewa. Jadi paling gampang kalau ngajak kamu kumpulkumpul hihihihi.

Yah tahun 2010 ini-lah kita baru akrab kali yah Chik. Selera kita ternyata gak jauh beda dalam hal kecengan, makanya sering ngerumpiin yang unyuunyu bareng. Kalau lagi kesepian, nongkrong galau bersama deh, sama Yuli juga. Semuanya jomblo waktu itu nyahahaha

Mulai deh suka cerita permasalah cinta masingmasing. Beberapa kecengan berlalu begitu saja dari intaian kita. Sungguh apes adanya. Anehnya, orangorang sering salah nangkep. Mentangmentang kita samasama jomblo dan sering bareng, dibilang pdkt. Yang lebih kelewatan lagi adalah disuruh jadian. Tapi secara kamu orangnya bisa diajak kompak, yah kita nggak peduli dengan gosipgosip tak sedap itu. Kita tetap berjuang dengan kecengan masingmasing. Aku sempet kesel sih sebenernya. Inget gak waktu aku pasang avatar kita lagi berdua ini, aku lagi sebel sama orangorang yang bergosip sebenernya.




Awal Desember, meski awalnya rahasiarahasiaan, akhirnya kita saling ngaku sedang deket sama orang. Anehnya waktu itu kita belum mau kasih tahu lagi deket sama siapa. Percakapan di bus Damri itu sungguh misterius adanya. Kita akhirnya sepakat samasama nunggu tanggal 8 Desember nyahahahahaha Tapi sebelum tanggal 8 Desember, sebenernya aku udah ketemu duluan sama yang itu. Sehari setelahnya kamu.

Inget nggak sih, malam sehabis kamu ketemuan sama pacar kamu yang sekarang, kamu sakit. Aku lagi ketemuan sama Yuli. Terus kamu BBM minta aku ke kostan karena kamu sakit dan minta anter ke rumah sakit. Tahu nggak sih, Sebenernya aku agak khawatir antara dua: sakit beneran atau sakit hati. Walau sempet labil, akhirnya aku memutuskan ke kostan kamu juga. Jujur ajah, aku sebenernya juga udah nggak tahan cerita sih Chik, soalnya aku udah melihat prospek yang buruk.

Ternyata malam itu kamu sakit beneran, kita ketemuan di RS UKI. Kamu pake acara minjem duit pulak. Di kostan, akhirnya kamu cerita juga kalau pertemuanmu tadi sangat membahagiakan dan kamu jadian. Aku seneng jadi orang pertama yang tahu. Terus aku cerita juga akhirnya walau kisahku pasti bikin kita sedikit muram. Kemudian kita tidur. Itu pertama kali aku nginep di kostan kamu loh...

Pagipagi mulailah heboh di twitter tentang gosip kamu jadian. Rasanya pengen noyor orangorang yang nyangkanya kamu jadian sama aku waktu itu.

Oh ya, sewaktu kamu mau ketemuan sama pacar kamu pertama kali itu, aku ngetwitt “Semoga beruntung teman. Kita terlalu pemilih hingga lupa bagaimana cara mencintai”. Aku waktu itu benerbener berharap ada kisah yang bahagia dari kita. Kalau nggak aku, yah kamu. Dan ternyata itu kamu.

Aku pikirpikir mungkin emang harus kamu. Kita pernah melalui malammalam galau berdua. Bercerita kisahkisah baru dan lama. Dari ceritaceritamu, aku mengenalmu sebagai orang yang sulit melupakan kehadiran orang yang sudah dekat dengan kamu. Sementara aku tipikal yang dua tiga hari udah bisa berdamai dengan patah hati. Aku selalu mengingatkanmu berkalikali bahwa jangan melulu berkutat pada seseorang yang bahkan mengenali dirinya saja belum mampu. Aku tahu sesungguhnya kamu jatuh bangun dengan perasaan itu. Karenanya, aku bahagia ketika mendengar kamu akan serius dengan pacar kamu yang sekarang. Percaya deh chik, cinta itu tidak bisa menunggu. Ketika ada orang yang bersedia mencintai kita dan kita mencintai dia untuk apalagi dipikir panjang. Toh seperti aku bilang di awal, pada akhirnya butuh waktu untuk melihat bentuk hubungan. Dan sekarang, aku yakin kamu bahagia dengan pacarmu.

Nah, ngomongngomong, sekarang kamu sama pacar kamu sudah hampir dua bulan yah Chik. Nggak terasa yah? Mudahmudahan ajah bisa langgeng. Tapi menurutku kalau pacaran jangan mikirin lama atau nggaknya sih, tapi seberapa banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari hubungan itu. Duh belagak banget yah aku Chik. Pasti langsung dinyinyirin “kamu kan baru sekali Eym..”.

Apapun lah yah..... Inti suratku ini cuma mau bilang, terima kasih udah jadi temen yang ngasih warna dalam hidup. Berteman dengan kamu mengingatkan aku bahwa berhubungan, baik pertemanan maupun pasangan, seperti membuat bentuk dari bintangbintang di langit. Tarik garis dari satu bintang ke bintang lain. Lalu kita akan lihat, bentuk apa yang kita dapat.


Salam peluk,
Em – Pengintai Bintang



Singgahkan Aku di Doamu…

Teruntuk: Papa di Surga


Semua semakin sulit saja. Semua melekat di dalam darah, seperti bagian dari diriku yang sulit terpisahkan, seperti mimpi yang berkepanjangan. Entah apalah namanya, aku hanya (selalu) menjadi bagian sulit yang enggan kau ceritakan.

Ternyata aku tidak seperti yang kau inginkan. Aku tak lagi seperti yang ada di benak mu. Aku ini yang membuat mimpimu menjadi rumit, aku mengabaikan setiap maksudmu, dan tiba waktunya aku menjadi semakin keluar dari mimpimu. Lalu aku jatuh semakin dalam dan terlelap.

Lalu aku menatapmu dalam. Aku tahu ada bagian yang tersakiti di hatimu. akupun jauh berlalu, terlelap dengan malu.

Dulu pernah kau tunjukkan semua arah padaku. Kita juga pernah bersama mengarunginya. Saat itu kau sadar aku tidak bersama mu. Anak kecil mu telah berlari dan menjadi bayangan. Tak kan kau temui aku di gelap kamar ku, juga di sungai kecil tempat kita biasa melepas kotor, tidak juga diantara malam dan kereta, bahkan di teduhnya gereja pun kau tak akan menemukan ku.

Langkahku menjadi dua. Kadang aku ke kanan, kadang aku ke kiri. Katamu tentang ke kanan tak lagi terhiraukan. Pernah juga aku berhenti di tengah. Kebingungan dalam pilihan. Hingga akhirnya semua tidak ku pilih. Semua tak kulakukan. Aku tahu sakit yang kau rasakan meski kau tak mengutarakannya.

Kenapa aku ini? Sepertinya ada yang lain merasuki ku. Dulu aku tak begini. Dulu kita bersama memulai pagi. Dulu aku setia mengharapkan mu di pintu sekolah. Dulu aku duduk diantara pundakmu. Dulu aku rindu bunyi batu dan sepeda tua. Dulu aku menunggu sore datang, menunggu saat aku bisa menceritakan hari. Dulu.

Aku rindu bulan september 2002. Aku rindu jalanan kota tertinggal. Aku rindu kendaaran ku. Aku rindu menyenangkanmu. Aku rindu senyum mu. Aku rindu sekedar berucap selamat pagi diantara kopi, aku rindu saat memastikan jika engkau baik-baik saja. Aku rindu mengeluh…..

Maafkan aku sejauh ini. Aku hanya ingin hatimu. Aku ingin mengulangi jalan kita lagi. Aku ingin merebut kembali kebanggaanmu.

Tolong sekali lagi percaya kepada ku. Kali ini biarkan aku menawar, kali ini mampukan aku dengan doa mu. Berikan aku senyuman besar mu yang menjadi kekuatan abadi ku. Sedikit saja. Buka hatimu untuk sekedar tahu sedang apa aku. Kali ini biarkanlah begitu. Singgahkan aku dalam doamu.



(dikirim oleh @a_gek di http://agek.tumblr.com/)

cerita di bangku taman

hey, usagi. hey, sailormoon pencuri.

kamu ingat lagu nicole dari gravenhurst?
ya, kita ingat lagu ini.

aku senang bisa mengenal lagu ini darimu, hingga sangat menyukainya. dan tentu saja karena ada potongan namaku di dalamnya, juga karena kamu pun memang menyukainya.

suatu hari kita akan bertemu, duduk berdua dan menyenandungkan lagu ini bersama-sama, berbagi genggaman, memetik nada-nada yang menghanyutkan. seperti yang pernah aku bilang. pasti menyenangkan, ya?

oh iya,
aku sangat suka bangku tamanmu di bawah pohon rindang itu, seperti foto yang kamu kirimkan, yang dengan sengaja kamu sempat-sempatkan membawa kamera ke depan rumah hanya bertelanjang kaki untuk menjepretnya,

dan kata-katamu sore ini,
“suatu saat nanti mungkin kita bisa bernyanyi di sana bersama. bernyanyi lagu nicole sambil memandang langit sore.
lalu bermain ayunan berdua, kita berbagi cerita, ya, tentang apa saja.
kita pasti tak akan bosan, kan?

tapi,
sedang apa kamu sekarang,
malam ini?
masih kah terduduk di bangku taman, bernyanyi lirih, bergitar sendirian?

kalau begitu, tunggu aku di situ.
aku akan segera datang. dan boleh kah aku menghampiri sambil menggigit sekuntum mawar dan menggenggam sepotong hati untuk kuberikan?

jawab, pesanku ini,
setelah aku datang menjumpaimu,
nanti.

-tuxedo bertopeng-

p.s. : hey, eirene, ada hubungan apa antara dirimu dan hujan? atau kamu memang sengaja mengirimkan hujan ini untukku yang memang mencintai hujan dengan sungguh?

(dikirim oleh @tuannico di http://kamartakberaturan.wordpress.com)

Untuk J

Halo J yang aku tahu kamu ada di mana,

Sebenarnya malam ini aku begitu lelah, kalau aku menceritakan rinciannya, aku tahu kamu pasti malas membacanya. Mungkin bukan malas, tapi kamu gak mau tahu.

Tadi gak sengaja aku melihat news feed di halaman depan Facebook-ku, dan di situ ada tentang dirimu. Sedikit kuintip, dan ternyata membawaku ke kenangan sekitar 2 tahun yang lalu. Ya, saat kita masih menjalani masa yang kata orang masa paling indah dan gak terlupakan.

Ingat saat aku meminta nomor ponselmu di wall facebook-mu? Ya, saat itu aku memang ingin tahu bagaimana kabarmu. Dan kamu gak memberikannya langsung, aku tahu nomormu justru dari salah satu sahabatku. Sebegitu tidak maunya kah kamu memberikan nomormu padaku?

Dan saat aku langsung mengirim pesan singkat begitu aku mendapatkan nomormu, kamu tahu, sejujurnya aku ingin mengetahui reaksimu. Dan kamu sama sekali gak berubah. Tetap dingin, cuek, dan tak peduli. Kupikir pesan singkatku gak akan kamu balas, ternyata kau membalasnya. Waktu kuingatkan kamu untuk segera menyimpan nomorku, kamu bilang ternyata kamu sudah menyimpan nomorku. Wow. Aku kaget. Bukan kaget karena aku senang kamu masih menyimpan nomorku, tapi kaget karena selama ini kamu menyimpan nomorku, tapi kamu gak pernah sekedar memberikan pesan singkat saat Natal dan Tahun Baru.

Baiklah, bagaimana kalau kita sedikit flashback ke masa-masa indah (kata orang) dulu. Ya, aku yang duluan tertarik padamu. Entah mengapa, padahal aku gak pernah sekalipun memandangmu lebih dari sekedar teman biasa. Tapi karena satu hal yang membuat kita harus terus bersama, dan teman-teman (sialan) yang menggosipkan kita, aku jadi mulai memperhatikanmu. Dan ya, setelah kuperhatikan, kau memang berkharisma dengan caramu sendiri. Dan itu satu hal yang kusuka darimu. Aku memang orang yang heboh, hingga mungkin aku terkesan agresif saat menggoda dan bercanda denganmu. Tapi itu satu-satunya cara yang bisa aku lakukan agar kamu sedikit memperhatikanku. Jujur, itu karena aku merasa kamu begitu perhatian sekali dengan adik kelas kita, tapi padaku, kau begitu cuek. Anggap saja itu usahaku untuk mendekatimu. Dan aku minta maaf kalau banyak sikapku yang mengganggu dan membuatmu risih.

Dan masih ingat saat kita rajin sekali mengirim pesan singkat. Kamu tahu, saat mendapat balasan darimu, aku loncat kegirangan. Berusaha merangkai kata setenang mungkin tapi sedapat mungkin akan terus membuat perbincangan kita tetap berlanjut. Selalu, kamu yang mengakhirinya.

Dan ketika aku sadar bahwa mungkin aku ini malahan menjadi pengganggu bagimu, aku mulai mundur teratur. Karena memang kurasa itu hanya rasa yang muncul akibat kita sering bersama. Tapi rasa itu hanya muncul dalam hatiku, bukan hatimu. Aku mundur dan mulai menghindarimu, karena bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu jika kamu masih saja mondar-mandir di depanku. Dan aku mulai belajar untuk menata setiap degup jantung jika ada dirimu, kubisikkan pada jantungku bahwa kamu tidak akan meresponku sekalipun degup itu semakin cepat atau bahkan membuncah.

Alhasil kita menjadi jauh. Jarang sekali kita berbincang. Satu alasan adalah karena aku tidak mau kamu berpikir aku masih menyukaimu. Tidak, jangan besarkan kepalamu dulu. Karena tidak perlu lama-lama bagiku untuk menghapus rasa itu. Aku cukup mahir dalam bidang itu.

Kalau Tuhan memberikan kesempatan untukmu membaca surat ini, dan kamu tahu jelas siapa aku, aku hanya ingin bilang:

“Aku pernah menyukaimu. Itu dulu. Tapi satu hal yang masih tetap kusuka darimu, saat kamu bermain gitar. Sekarang perasaanku ini murni karena ingin tetap berteman. Tapi kalau ternyata nanti malah kamu yang jatuh hati padaku, siapa tahu?”

Baiklah, mungkin cukup panjang untuk kamu baca, siapa tahu kamu bosen. Aku hanya ingin jujur dengan perasaanku dulu dan sekarang. Terima kasih untuk semuanya. Dan bila kamu jatuh hati pada seorang perempuan, ubah sikap cuekmu itu. Perempuan tidak suka jika tidak dipedulikan. Semoga kamu sehat dan bahagia selalu. Dan, semangat untuk mengejar cita-cita hingga ke Eropa. Kalau kita bertemu lagi, itu termasuk rencana Tuhan.

-rclara-

(dikirim oleh @ragatniaclara di http://ragatniaclara.wordpress.com)

Surat Untuk Calon Suamiku

Selamat malam calon ayah dari anak-anakku nanti… Apa kabarmu hari ini? Ku selalu berharap kau selalu dalam keadaan sehat agar selalu bisa menjagaku kelak.

Aku tak tahu siapa kau, semoga kita akan segera bertemu. Salahkah aku jika merindukanmu walau kita belum pernah bertemu? Atau mungkin, sebenarnya aku selalu bertemu denganmu tiap hari? Entahlah, hanya Tuhan yang mengetahuinya.

Lelakiku, sudahkah kau sholat magrib malam ini? Sholat lah segera. Aku menunggumu untuk menjadi imamku juga anak-anakku. Jangan pernah kita lupa akan Tuhan, karena hanya pada-Nya lah kita berserah agar dapat segera dipertemukan.

Pria yang kelak akan menjadi suamiku, dimana kau? Ingatlah untuk selalu berdoa dan berusaha. InsyaAllah kita akan segera bersanding. Jika Tuhan memang mengizinkan, janganlah kau ragu untuk segera melamarku. Tak peduli umur yang masih seumur pohon jagung atau bahkan pohon tauge, asal kau jodohku, aku percaya Tuhan telah menentukan jalan yang harus kita lalui bersama.

Sampai bertemu dikemudian hari, calon khalifah keluargaku. Aku menunggumu, segeralah datang dan jemput aku. Ya?

Salam, calon istrimu.

(dikirim oleh @sofiarasyt di http://arasof.tumblr.com)

Surat Peringatan Cinta

Masih di dini hari..
Masih di Jogja yg kurasa sepi..
Surat Hari ke-16
27 Januari 2011
23:23


Dear Pak Manager @anggoro7,

Hey.. ijinkan aku menyapamu malam ini.
Menyapamu saat kamu terlelap sendiri.

Pak Manager,
Baru saja sudah ku letakkan ponsel yg sedari td melekat ditelingaku.
Bersenandung lirih untukmu, yaa lagu-lagu penghantar tidurmu.
Belakangan tidak banyak kata di antara aku dan kamu, sepertinya hanya cukup saja saling tau bahwa "aku baik-baik saja dan aku masih ada untukmu".

Hey sayang,
tau kah kamu bahwa aku rindu? rindu berbagi tawa denganmu..
dimana tawa kita? terlalu jauhkah untuk saling bertukar tawa?
akh.. jauh.. satu kata yg paling aku benci saat ini mungkin sampai nanti. :(

Ini bukan surat cinta yg biasa aku kirim kan untukmu.
Cukup saja si "notes-pink ♥" itu yg ku sebut pesan cinta.
Biar kali ini tulisanku ku sebut hmmm..
Surat Peringatan, Cinta..

Kalau di kantor siy namanya jadi SP1, SP2, SP3, dan berakhir di Surat PHK hahahaha..
Begini kalau jabatanku tdk lebih tinggi dari kamu..
Tidak bisa menerbitkan surat peringatan 1, 2, 3 dan seterusnya..
Bisanya cuma kasih Surat Peringatan, Cinta hihihihi..

Okay Surat Peringatan ini perihal Akun Twitter yg baru saja kmu rilis januari 2011.
Pagi itu sebelum berangkat kantor, iseng aku tengok my followers..
Entah kenapa yg biasanya jarang bgt aku lihat, pagi itu aku pgn bgt lihat.

Dan bener aja jeng jeenggg..
Nama kamu terpampang dengan aduhainya disana.
#langsungpakaikacamata #bacaberulangulang
ternyata biarpun aku baca berulang-ulang nama akunnya ga berubah
#mulaipusing #mulaicenatcenut #trimslhosudahfollow

Ambil nafas dan siip kembali stay cool biar tetep kece,
lalu klik profile kamu tertera tweeting since : Jan 7, 2011 13:20
#cekkalender ini tanggal 11 wohoooo..selama 4hari aku baru sadar telah terjadi pengintaian secara sembunyi-sembunyi (mana ada pengintaian terang2an hehehe:)

Lalu klik following lumayan ada 37 bathinku.
Tapi apa yg terjadi saudara2??
Setelah loading selesai Jeng jeenggggggg...
Akun yg kamu follow seputar akun berita, sepakbola, pemusik fav kmu dan satu-satunya manusia paling kece sedunia cuma aku.
Yak!! Positive akun twitter milik Pak Manager adalah akun Pengintai segala gerakgerik saya di ranah dunia per-twitter-an.
#tepokjidat #melipir #kabuuuurr

Saya tahu bahkan dengan sadar diri saya ehem ehehehe..
Saya suka bahkan gemar mention2 centil kepada para tweepers hihi..
Baiklah saya akan lebih sopan jika anda memasuki ranah ini (semoga saya bisa hihi:)

Beberapa hari saya rajin mention ke akun anda pak manager, tp malang sungguh nasib saya.
Tak satupun reply-an saya terima dari anda pak manager #gigitjari #nangisbombay
Sampai akhirnya saya putus asa dan tdk pernah lagi berkirim pesan 140karakter ke akun anda.

Demi kejayaan ranah dunia per-twitter-an maka saya Sang Customer service merangkap assisten pribadi anda, menyatakan. Bapak Manager resmi dikenai SURAT PERINGATAN, Cinta ♥

Surat tersebut berisi ttg, apabila dalam tempo yg sesingkat2nya setelah anda membaca surat ini anda tidak mention ke akun saya, anda akan saya unfollow! Akan saya block sesuai ketentuan yg berlaku. Bahkan kalau perlu saya sabotase akun anda Pak! hihihi..

sSstt..ini hanya berlaku untuk dunia per-twitter-an ko Pak!
Klo hati mah saya ga mungkin nge-block yg ada klik LOCK hohoho..
#gombalgambul

sSstt..satu lagi, kalau bapak mention atau reply saya.. saya rela joget india di lapangan renon malam-malam lhoo.. sm kamu tapi hahaha..

Udahan ah pegel besok lagi yaa kirim2 suratnya aku mau nyusul kmu molor skrg.
Sementara gini dulu, klo kamu rindu tulisan tangan aku.. Nanti yaa aku coret-coret tembok kamar kamu hihi.. Take care ya kamu di Pulau Sulawesi sana..
ay love you pay ♥ ..

From : Customer service kece :p

-Luv Ka ♥-

(dikirim oleh @ukakuiki di http://www.perempuan-hujan.blogspot.com)

Dear Papa..


waktu kecil ku begitu manis.. tak pernah sedikitpun aku nakal.. hingga membuatmu naik pitam..
beranjak dewasa ku berubah.. bukan karena keinginan ataupun pergaulan.. hanyalah karena pembentukan jati diriku.. yang buatmu bukan saja marah.. tapi hingga tak percaya..
cacian,, makian,, kemarahan semua sudah aku trima.. aku sabar meskipun kadang hati tak rela..
tapi aku tau semua untuk kebaikan.. kini.. aku sedang belajar.. belajar berubah menjadi lebih bijak..
menanggapi semua problema.. menghalau pergaulan yang menyesatkan.. tapi..
aku tak bisa sendiri.. aku membutuhkan dukungan.. dari dirimu dan mereka..

kini.. di hari pertambahan usiamu,, papa..
aku berdoa tetaplah menjadi ayah yang pengertian.. yang tak pernah memakai tangan ketika memarahi kami.. yang berusaha mengerti ketika kami malah menyusahkanmu.. aku hanya berdoa,,
temani aku nanti ketika aku memasuki gereja.. saat aku akan bersanding bersama jodohku kelak.. biar semua orang tau,, aku lah anak kebanggaanmu..

happy birthday.. papa..
love u..


---Oleh:


(diambil dari: www.bukucurhatkuw.blogspot.com )

Kepada Angka 25

Dear umur,
Sudah seperempat abad kamu menemani saya. Gimana kamu bosan gak? Bete gak? Suntuk gak? Kadang saya suka marah-marah gitu ya? Iya banyak yang bilang saya tuh pemarah, gak sabaran, tapi kamu sabarkan menemani saya?

Kamu adalah rahasia yang Allah kasi ke saya, rahasia di mana saya gak bakal tau sampai kapan kamu menemani saya.

Mur, akhir-akhir ini tempat saya hujan. Biasanya kalo gak hujan, saya suka ngintipin bintang dari jendela. Saya lebih suka main intip-intipan bareng bintang, iya dari dulu saya suka petak umpet, makanya keterusan main petak umpet sama bintang sampai sekarang. Dan malam inipun hujan lagi, gak pa pa kok saya juga suka liat hujan. Walau iramanya kadang gak beraturan, tapi hujan bawa berkah bagi banyak warga sekitar sini yang masih pake sumur. Gak pa pa juga sih cucian saya udah tiga hari gak kering, kalo kering kan artinya harus disetrika. Jadi mendingan gak kering, trus gak disetrika deh.

Kamu kayaknya yang paling sabar ya nemenin saya selama 25 tahun ini, makasih banget juga buat angka 25 karena kamu adalah pecahan terkecil sesudah sen yang laku di Indonesia, walaupun sekarang udah gak laku lagi. Kira-kira saya sampe di angka yang sama dengan posisi yang berbeda gak ya, mur? :)

Payakumbuh in Rain, 29 Januari 2011
@adekmaia



---Oleh:


(diambil dari: www.adekbakri.wordpress.com )

Untuk Tiga Buah Masa Lalu

Kepada:

3 buah masa lalu yang tertinggal di dasar hatiku

Halo, selamat malam masa lalu..

Bagaimana kabar kalian?

Bagaimana keadaan di dasar hatiku sana? Gelap kah? Maaf, kalian aku letakkan di bagian tergelap, karena sejujurnya aku sudah tidak ingin bertemu kalian.. dan sebenarnya aku ingin membuang kalian jauh-jauh.. tapi entah kenapa, kadangkala kala aku masih mengingat kalian.

Dear, tiga buah masa laluku..

Kalian itu seperti tiga buah kerikil kecil di dasar kolam tidak beriak, yang jika diangkat, akan menyebabkan gelombang riak di air kolam. Kalian bisa membuat hatiku bergejolak ketika ada peristiwa yang mengingatkanku akan kejadian di masa lalu. Tapi sungguh aku ingin menghilangkan kerikil itu dari dasar kolam.

Sebenarnya, ingin sekali berdamai dengan kalian, tiga buah masa laluku.. biar aku bisa berjalan menatap masa depan, tanpa terganggu bayang-bayang kalian. Apa sih yang menyebabkan kalian sangat betah tinggal di dasar sana? Bukankah aku sudah menempatkan kalian di tempat yang paling gelap? Harusnya kalian tidak akan betah dong..

Dear, tiga buah masa laluku yang tertinggal,

Sudah cukup rasanya kau permainkan.. kau buat aku jadi sangat emosional. Banyak tangis dan amarah. Aku lelah.. cukupkan sampai di sini. Aku ingin melepas kalian. Aku ingin ikhlas.. Tolong bantu aku ya. Tolong pergilah. Aku mohon.

Tertanda,

Pemilik hati



---Oleh:


(diambil dari: www.citracerita.tumblr.com )