Minggu, 16 Januari 2011
Hari Ketiga
Secret Sunday Lover
Selamat malam, Minggu menggebu
terimakasih karena hari ini tidak biru
Jika minggu depan kita kembali bertemu
bawakan aku hari yang seru!
ps: tolong sampaikan kecupku untuk dia yang unyu
(diposting oleh @putrisantoso di http://bukukuning.tumblr.com/)
Dari kota untuk Paman di desa
Dari ku, untuk mu
maaf aku selalu canggung untuk memulai sesuatu. aku hanya ingin menyampaikan apa yang aku rasakan hari ini padamu. seperti hari-hari sebelumnya dan akan sama untuk hari-hari ke depannya. aku harap.
aku ingin bercerita, kamu mau dengar?
pagi ini aku bangun sambil tersenyum. membayangkan mu berada di sisi ku mengelus rambut ku dan mengucapkan selamat pagi yang manis di telingaku. persis seperti dalam mimpiku. aku tersenyum dan membuka mata. dan ternyata kamu tidak ada. aku tersenyum lagi. kali ini senyum yang hanya aku yang tau apa artinya.
aku menarik lagi selimut sampai menutupi sebagian wajahku. berusaha kembali terlelap dan melanjutkan mimpi indahku tanpa harus ada yang mengusik. seperti sekarang, sinar matahari seolah tidak bersahabat padaku. ia menyeruak dari balik gorden kamar ku, mencoba menggodaku untuk tidak lagi bermimpi tentang mu.
aku tidak mau. tentu saja. karna hanya dalam mimpi aku dapat melihatmu bersikap manis padaku. hanya dalam mimpi aku bisa merasakan genggaman tangan mu yang besar. dan hanya dalam mimpi aku dapat merasakan hangatnya hembusan nafasmu di sisi kanan telingaku. dan itu manis buatku. sangat.
tapi seketika aku tersadar. hari ini matahari mengingatkan ku untuk bertemu denganmu. dengan mu yang nyata. yang setiap hari menarik bola mataku untuk mengikuti kemana gerak langkahmu. menertawai setiap tingkah mu yang selalu lucu di mataku. dan menangkap setiap tatapan mata mu yang menyiratkan pertanyaan "Siapa dia?" padaku. lalu aku akan menunduk atau melakukan sesuatu sambil menahan senyum tersipuku. aku suka itu.
aku akan selalu suka masa-masa itu.
dari ku, untuk mu.
hari ini kita akan bertemu.
---Oleh: @adjeungutami
(diambil dari: www.giniginiajah.blogspot.com )
Teman Berbagi Ranjang
Yang Tersayang Teman Berbagi Ranjang
Sudah berapa tahun ya kita melakukannya? Aku lupa, seingatku lebih dari dua windu. Cukup lama juga ya?
Ranjang kita memang bukan ranjang mewah dengan kasur mahal. Tapi kita rela berbagi setiap malam.
Malam-malam panjang yang selalu kita habiskan dengan obrolan menjelang tidur. Cerita-cerita ringan hingga saling belajar tentang kehidupan.
Saat kita selalu berbagi tentang senang, sedih, airmata juga derai tawa yang seringkali membuat kita ditegur penghuni kamar sebelah.
Saat kantuk menyerang, kita akan lelap. Sibuk sendiri dengan mimpi masing-masing. Hingga pagi kembali datang, mempertemukan kita kembali lewat kejapan mata terkantuk-kantuk. Sama-sama enggan beranjak, sama-sama masih ingin melanjutkan mimpi yang terputus.
Udara dingin yang menusuk, kita hadapi dengan saling berpeluk.
Pun saat listrik mendadak padam tengah malam, kita saling menghibur dan menguatkan.
Tiga tahun terakhir ini agaknya sedikit berbeda. Kita sudah jarang lagi berbagi ranjang.
Karena seringnya aku terserang insomnia, hingga baru bisa tidur saat pagi tiba.
Begitu juga dengan tumpukan kesibukan dan pekerjaanku, kita jarang berbagi peluk dan usapan.
Rindukah kamu padaku? Pastinya iya. Karena hanya akulah temanmu berbagi ranjang selama ini.
Kamu adikku semata wayang. Adik perempuan yang sering mencapku bawel. Dan yang sering kukatai bandel.
Memang aku sering marah-marah, mengaturmu ini itu, tapi sesungguhnya aku sangat peduli padamu. Itu wujud perhatianku.
Entah bagaimana kelak, saat kita sudah berpisah ranjang.
Obrolan malam. Ejekan-ejekan. Perselisihan tak penting. Semua itu takkan terlupakan.
Ayo sayang, mari kita tidur sekarang, sudah larut malam.
Untuk Adikku Prita S.
Salam Sayang, Yang Hobi Menyuruh-nyuruhmu
---Oleh: @frappiocoffee
(diambil dari: www.anindita.posterous.com )
Aku Rindu (Dan Aku Tidak Akan Mengatakannya)
Surat ini KHUSUS untuk si anak o’on Devy Ernis pacar saya yang mencintai sepenuh jiwa dan raganya saya sampai dia mau membaca tulisan panjang ini, mungkin yang lain tidak akan membacanya sampai habis, tapi memang pacar saya o’on ya dia baca juga. Ehem. Kalo kamu bukan pacar saya tapi membacanya sampai habis, kamu bukan o’on. Jangan berkecil hati. Semangat! Ehem…. Yuk cekidot:
Telah masuk di hari ketiga dalam #30HariMenulisSuratCinta sebenarnya aku mau nulis surat buat kamu nanti-nanti saja. Toh semua surat yang aku buat terinspirasi dari kamu. Sekarang aku tulis surat ini langsung untuk kamu. Tanpa kiasan, tanpa terselubung, tanpa kode-kode seperti yang sering aku lakukan :p Tulisan-tulisan absurd aku tentang alien, naga, kesatria harus aku pause dulu deh.
Hari ini, tanggal 16 adalah tanggal jadi kita. Sampai sekarang, 1 tahun 4 bulan kita pacaran, kalo bahasa infotainment mah “merajut benang-benang kasih antar 2 insan dimabuk asmara” jujur aku masih belum tau apakah hari jadi itu penting buat kamu atau tidak. Tapi yasudala, kita kan butuh kejutan-kejutan kecil agar hati kita menari-nari kecil kembali. Tapi aku payah yah, uda selama ini kita bareng, aku masi aja meraba-raba perasaan kamu. Yak, ini memang penyakit aku yang sering kamu sesalkan. Aku kurang peka. Maafin aku ya yang sangat merepotkan kamu karena sifat aku ini. Kamu ga suka marah-marah. Kamu lebih suka diam kalo lagi marah. Mungkin dalam diamnya kamu, kamu berharap aku langsung tau alasan kenapa kamu diem, kenapa kamu marah. Tapi aku selalu dengan sifatku yang kurang peka, aku yang gamau repot ini akan langsung bertanya padamu, “kamu kenapa? Mau dapet ya?”
Beberapa minggu lalu kamu mogok bicara (Kalo ngomong juga cuma 1-2 kata). Setelah sebelumnya aku marah-marah sama kamu gara-gara kamu cerewet minta dikerjain tugas kamu. Aku si raja malas ini yang bahkan bernapas saja aku malas disuruh mengerjakan tugas orang lain? Cuma kamu deh yang bisa nyuruh aku. Yak, tapi saat itu mungkin kemalasan aku sedang di puncak-puncaknya. Sampai harus bikin kamu cerewetin aku mulu. Kamu diam. Otak dangkal aku berpikir masa kamu segitu marahnya gara-gara aku gamau ngerjain tugas kamu? Akhirnya kita berada disituasi canggung karena memang kita raja dan ratu gengsi sedunia. Dan kecanggungan kita pun berakhir di pelukan, dimana air matamu membasahi pipiku.
Kamu tahu dengan pasti, bahwa kita memang banyak perbedaan satu sama lain. Tapi menurut aku perbedaan kita justru karena kita sesungguhnya sama. Nah bingung kan? Contohnya dalam hal gengsi itu. Kita sama-sama gengsi gila-gilaan, jadinya ketika ada masalah kita akan terjebak di situasi yang saling bertentangan. Tapi walau bagaimanapun bukankah persamaan kita lebih mendominasi? (aku ga bilang banyak) aku mendengarkan music yang kamu dengarkan, aku baca buku yang kamu baca, dan pastinya kita mengirup udara yang sama, udara dimana cinta melayang-layang dengan bebas. Udara yang sangat ringan dan menyenangkan kita hirup walau kadang bias menyesakan dada juga. Tidak ada yang lebih ‘aku’ lagi selain kamu. Ya, kamu paling ‘aku’ buat aku. Apakah kamu berpikir sama seperti aku? Kalau tidak sama, kamu kan tahu pendapat aku kalo Cuma aku yang ‘tahan’ sama kamu. Yang lain paling seneng sama kamu cuma 2 minggu. Setelah itu masuk lah masa PMS kamu. Orang lain pasti akan kabur dari kamu, tapi tidak untuk aku. Aku tidak akan kemana-kemana. Kamu boleh marah-marah sama aku atau menyuruh beli Kiranti bahkan Softtex di warung samping kosan kamu yang ibu-ibu penjaganya cerewet.
Mungkin saat-saat ini adalah masa sulit bagi kita berdua. Kita mulai terbentur dengan masalah-masalah tak terselesaikan yang membuat kita berdua kesal sendiri. Ternyata terasa sulit sekali yang namanya saling mengerti itu. Ini terlihat dari semakin banyaknya butir Kristal yang membuncah dari matamu. Tapi bukankah semua ini membuktikan bahwa kita masih dalam perasaan yang sama? Mungkin lebih. hati dan pikiran kita dipacu untuk memahami satu sama lain. Walaupun sulit tapi kita tetap terus mencoba. Semoga kamu tidak lelah dan tidak menyerah untuk terus bersama aku. Siapa lagi yang mau khilaf berkali-kali sayang sama aku kalo bukan kamu? siapa lagi yang tidak membuat aku tetap menjadi ‘aku’ untuk sayang sama kamu? bersamamu aku tidak harus berubah menjadi pangeran berkuda, pria-pria ‘sweet’ di film Korea, pemuda harapan bangsa seperti di iklan layanan masyarakat, anak band urakan tapi cool yang tiba-tiba bikin lagu mellow buat kamu, cowok-cowok di reality show yang suka bikin kejutan dinner super romantic, cowok-cowok galau yang bilang sayang tiap detik, anak pejabat yang bingung yang bingung ngabisin duit buat apa… ya, kamu tahu aku tidak bisa menjadi mereka.
Ya, inilah aku. Cowok kurangajar yang berani minta kamu jadi pacar. Aku yang paling bisa bikin kamu bingung sampai matamu berair. Kamu tahu aku beda dengan semua pria bahkan manusia kebanyakan. Jadi jika kamu datang kepadaku dengan segala keraguanmu, ketakutanmu akan hubungan kita, aku tidak akan menghujami mu dengan segenap janji dan kata-kata menggugah yang memotifasimu sampai kamu bilang, “ZUPEEER.” Tapi aku hanya akan memelukmu dan mencium keningmu sambil berbisik dalam hati, “yakinlah kekasihku, karena tidak ada yang lebih penting di dunia ini selain keyakinan.”
Jika kamu bertanya padaku apakah kamu gemukkan, kamu risau akan jerawatmu, kamu merasa tidak cocok dengan jilbabmu, dan aku akan menjawab bahwa kamu perempuan paling cantik dan tegar di mata aku, walau kamu tiba-tiba pakai baju daster bermotifkan macan tutul dan pake lipstick merah belepotan sampai dagu kamu. tapi kamu tahu aku tidak akan mengatakan itu semua. yang keluar dari mulutku hanya kalimat sederhana yang memang tidak mewakili ketakjuban aku akan keindahanmu: “Kamu cantik.”
Jika kamu risau akan kebiasaanmu yang hanya makan dan tidur saja, sungguh 2 kegiatan itupun bagiku tidak kalah serunya dengan acara TV kesukaanku, “How I Met Your Mother” bahkan aku ingin terus menyemangatimu, “ayo semangat tidurnya!” Mungkin yang lebih sering memang, “hah makan? Si gajah makan mulu.”
Parahnya hal itu aku aplikasikan hampir di semua kesempatan. Jadi sekarang mending aku minta izin saja sama kamu. Ehem.
Jika ketika kita bertelepon sering aku diam tiba-tiba, ya sampai saat ini aku masih gugup dengar suara kamu di telpon. Cemen ya. Aku diam bukannya tidak ada bahan pembicaraan lagi, tapi aku mau kamu jangan ikut diam. Ceritakanlah apa yang mau kamu ceritakan, keseharian kamu, gosip kamu, masalah sepele tentang cuaca, apapun yang keluar dari mulut kamu aku akan mendengarkannya dengan senang hati. Tapi kamu tau aku tidak akan bilang ke kamu seperti ini, yang keluar dari mulut aku cuma pertanyaan-pertanyaan yang menurut kamu basi: “kamu lagi apa? Kamu uda makan?”
jika seperti saat ini ketika aku dalam kerinduan yang luar biasa karena ditinggal sama kamu satu bulan kedepan, yang apabila aku ga ketemu sehari aja uda geregetan kangen bawaannya mau pup mulu apalagi sebulan gini…. dan kamu pun berkata kepadaku, “wah BEBAS yah aku tinggal sebulan!” boleh kah aku untuk tidak mengatakannya langsung padamu jika aku sangat rindu? Toh rintik hujan sedang menyanyikan senandung rinduku.
Jika aku jatuh cinta kepadamu setiap hari? Bukannya aku meremehkan kuasa lisan dan aksara, tapi kedua hal itu memang tidak ada yang bisa mewakili rasa cinta yang luar biasa. TENTU SAJA aku tidak akan mengatakan kepadamu seperti ini. Tapi akan aku habiskan kalau bisa 100% hari aku buat kamu, aku dengarkan segala kisahmu, aku…. (Silahkan isi dengan kemauan kamu) atau aku hanya mengetik emoticon simple di SMS: =* =) semoga hal-hal sederhana ini bisa menyampaikan rasa sayang aku yang sunggu di luar nalar kepadamu.
Jika aku ingin menulis beribu-ribu surat cinta seperti ini bahkan yang isinya melulu sanjungan kepadamu, kamu tahu aku tidak akan melakukannya. Yang aku lakukan adalah mengikuti #30HariMenulisSuratCinta dan menulis tulisan-tulisan sebagai #kode terselubung untukmu.
Eh, iya satu lagi. jika aku ingin hari ini juga kamu baca tulisan ini sebagai dongeng pengantarmu untuk tidur agar senyuman terlengkung diwajahmu ketika tidur, dan mewarnai mimpimu dengan sejuta hal-hal indah… tentu saja aku TIDAK akan mengatakannya kepadamu. yang aku katakan adalah: “Jangan tidur lewat jam 10 malam!!”
HAHAHAHAHAHA!
=*
=)
PS: Jaga kesehatanmu! makan yang banyak, kalau perlu makan orang. Minum yang banyak! kalau perlu minum tuh curug. Tidur yang cukup! kalau perlu mandi, makan, jalan, dll sambil tidur aja.
---Oleh: @agigratia
(diambil dari: www.agigratia.tumblr.com )
Bertemu Tabib
---Oleh: @dwsrikandi
(diambil dari: www.thewayofntiezlife.blogspot.com )
di bibir pantai aku merindu..
Untukmu, yang kusebut rindu..
Aku kembali menapaki butiran-butiran pasir hitam di pantai ini. Ombak begitu besar bergulung-gulung dari tengah lautan. Agak menakutkan untuk sekedar mendekat menyentuh buih yang terhampar di bibir pantai. Maka aku tak mendekat agak ke tengah, hanya diam duduk di atas pasir hitam yang kering. Termenung membayangkan kamu di sini. Seperti dulu, saat kamu masih di sisi.
Seandainya kamu masih bersamaku, maka bibir pantai ini akan menjadi saksi atas pertautan yakin kita. Entah aku ini hanya rindu atau masih mencinta, aku bingung. Kamu tau, tadi aku sempat beranjak dari diamku menikmati angin. Berdiri agak ke tengah mencari pasir hitam yang tersentuh sisa-sisa ombak. Aku mencari sebatang kayu kecil, lalu menulis namamu di pasir hitam itu. Sayang aku tak mengambil gambarnya untuk membuktikan kepadamu.
Namun, buih ombak tak lama kemudian menghapus namamu yang kutulis. Apa ombak tak merestui rinduku? Apa ombak meyakinkanku untuk juga menghapusmu? Ah, ombak ini tak mengerti aku yang ingin kamu bersamaku.
Mungkin hanya pasir dan desiran angin yang jadi saksiku, aku merindumu, sangat.
dari, perindumu.
---Oleh: @dzdiazz
(diambil dari: www.dzdiazz.blogdetik.com )
Seseorang di kamar mandi
aku harus cepat!
jangan ganggu dulu
jangan buat gerakan tiba-tiba
kulitmu yang kuning bersih mengilat diterpa sinar dari jendela
waktuku tak banyak
aku mengguyur tubuhku lagi dengan segayung air
kau melirik padaku
aduh jangan lihat aku dengan tatapan seperti itu
karena mata besarmu membuatku ingin cepat-cepat sembunyi
aku menyabuni diriku
mencuci muka dan menyikat gigi tergesa-gesa
kau melangkah pasti mendekatiku
jantungku berdebar
ku sambar handuk merah
Hap!!
kau melompat mendekat
aku membuka pintu keluar dari kamar mandi dengan senyum penuh kemenangan
mengucapkan selamat tinggal pada seekor katak kuning dikamar mandi
---Oleh: @dantihariadi
(diambil dari: www.helloanindi.blogspot.com )
rindu dari seberang pulau (untuk Usagi-ku)
Hey kamu, Usagi-ku. Apa kabarmu adikku? Sehatkah kau di sana? Di pulau seberang, tempatmu merantau kini?
Ah, kau ini memang selalu penuh dengan kejutan. Bungsu dari tiga bersaudara yang selalu tak bisa ditebak apa maunya. Siapa sangka anak manja nan ceria ini kini terpisah jauh dari keluarga. Ingatkah kau dulu tak pernah mau beranjak dari rumah? Katamu malaslah, takutlah, tak tahu jalanlah, macam-macam saja. Kalaupun harus ‘terpaksa’ keluar rumah, itupun harus didampingi salah satu dari saudaramu. Dasar memang anak manja.
Semanja-manjanya kamu, aku menikmati kemanjaanmu kok. Aku menikmati tiap kalimat yang kadang meluncur tanpa henti dari bibirmu, menikmati tiap tetes air matamu saat kau berduka, tiap riuh candamu saat kau ceria, dan menikmati marahmu tiap kali kita bertengkar.
Adikku Usagi-ku sayang, aku tulis surat ini sembari mengingat masa-masa kita masih berada di bawah atap yang sama, bersama, satu keluarga utuh. Mengingat caramu bercerita suka dengan mata yang berbinar bahagia, atau kisah duka dengan air mata yang menganak sungai, sampai cerita yang mampu membuat wajahmu merah padam menahan amarah.
Mengingat caramu makan dengan lahap tiap kali aku menyuapimu (ya, agar kau banyak makan memang harus disuapi) membuatku rindu ingin kembali menyuapimu. Mengingat betapa sulitnya kamu untuk diajak berbincang ketika kau asyik dengan buku-bukumu membuat aku rindu menggodamu lagi hingga kau kesal.
Aku mengingat semuanya dengan jelas. Kini, di tanah perantauanmu, adakah tempatmu bercerita, sayang? Bagaimana dengan makanmu? Apa masih susah makan? Adakah yang menggodamu saat kau tengah asyik bergelut dengan buku-bukumu?
Adikku Usagi-ku, sebesar apapun sekarang, tetap saja kau ini adalah adik kecilku. Yang dulu selalu kugendong saat bermain rumah-rumahan, ku ikuti kemana langkahmu pergi saat kita bermain di luar rumah bersama, kuantar kemanapun kamu pergi (oke, yang terakhir memang tidak selalu begitu), yang dengan ikhlas kuberikan lenganku untuk kau gigit karena gemas, atau hidungku yang katamu seperti tombol untuk kau tekan layaknya bel rumah. (ah, tiba-tiba saja ingin memelukmu dan membelai rambutmu).
Adikku Usagi-ku, baik-baik ya sayang kamu di pulau seberang, jagam makanmu, jaga kesehatanmu, istirahat yang cukup, rajin-rajinlah kau kirim kabar agar kami tak khawatir padamu. Nanti, pada saatnya Insya ALLAH aku akan menyusul ke pulau seberang, dan kita akan melakukan segalanya lagi. Berdua. I’ll be ur keeper.
Peluk dan cium jauh untukmu
-Rei-
---Oleh: @adadhinidisini
(diambil dari: www.adadhinidisini.tumblr.com )
Untuk Gadisku
Rindu Setengah Mati
Ketika terbangun dari mimpi, sering ku tenggelam dalam tanya. Apakah kau benar-benar masuk dalam mimpiku? Adakah kau rindu padaku, seperti rinduku yang membuncah padamu? Bagaimana kau di sana? Sedang apa di sana? Bahagiakah, atau sedihkah engkau? Masihkah kau menunggu lelaki itu? Jangan, jangan menunggunya. Aku tak mau melihatmu mengharapkannya memelukmu saat ini. Biarkanlah kesepian membungkusmu hangat, sekali-kali kau harus merasakannya. Seperti diriku yang tercekat ketika kau pergi dalam sekejap.
Aku? Aku baik-baik saja di sini. Meski setiap mengenangmu, mataku berair secara otomatis. Mengingat cara pergimu yang begitu tragis. Tanpa pamit, setelah semalaman kita bertengkar sengit. Wanita yang kucintai setelahmu bahkan juga cinta padamu. Walau dia jarang mengatakannya, tapi aku tau dari matanya yang berbicara. Dalam senangnya, ada rindu yang mengalir deras. Tak berbatas.
Semoga surat cinta ini bisa membawa berita. Sekaligus pengganti doa. Karena kadang aku lupa. Untuk wanita teristimewa. Akan kujaga ayah dan adik sekuat kubisa.

#30HariMenulisSuratCinta
---Oleh: @bimown
(diambil dari: www.momosketsa.blogspot.com )
Sadarkah kamu
Sadarkah kamu bahwa kita berdua ini aneh dan lucu
Sadarkah kamu bahwa kita berdua pura-pura,
kita berpura-pura tidak ada apa-apa di antara kita,
kita pura-pura saling tidak mengenal.
Sadarkah kamu bahwa kita punya sesuatu dan kita saling mengenal.
Kita berdua mengeraskan hati kita, mengeraskan kepala kita
Kita berdua menahan ego kita dan bertahan pada gengsi kita.
Sadarkah kamu bahwa kita berdua membohongi diri kita sendiri.
Kita berdua berusaha untuk saling melepaskan diri satu sama lain, tapi dalam hati....
kita tidak ingin dan tidak pernah mau untuk melepaskan jalinan hati kita berdua.
Kita merasa tidak perduli satu sama lain tapi kita menyimpan tanya satu sama lain.
Kita terus menyangkal rasa itu, getar itu dan resah itu
Semakin kita menyangkal, semakin kita mengakui bahwa dalam hati yang paling dalam rasa itu ada dan akan selalu ada.
Entah sampai kapan kita akan terus menyangkal semua rasa dan cinta yang ada di antara kita?
Sampai seseorang datang dan membawaku pergi darimu? atau sampai dia yang datang membawamu pergi dariku?
Sampai kapan kita akan bertahan di daerah abu-abu ini?
Sampai kapan?
Aku tidak menemukan jawabanmu hari ini.
Mungkin besok kamu akan sadar dan menjawabku.
Semoga semuanya belum terlambat ketika kamu sadar.
---Oleh: @herlin_adeline
(diambil dari: www.tangtingtangtintung.blogspot.com )
Peri Cinta: Empat Tahun Sudah
Peri Cinta yang sibuk dengan cinta
Halo peri cinta, kenalkan aku, aku bernama Nathalia. Aku berusia sembilas tahun, dan merupakan salah satu mahasiswi di salah satu universitas yang ada di Tangerang. Oh ya kamu boleh memanggilku dengan Lia. Peri Cinta, siapa namamu yang sebenarnya? Ya peri cinta, kamu tahu sejak empat tahun yang lalu aku berkenalan dengan seorang pemuda yang menurut diriku sendiri sangatlah dewasa dan bijak. Ya mungkin dia calon kekasihku di masa depan.
Peri Cinta, aku berkenalan dengan pemuda ini ketika aku memasuki kehidupanku di masa aku memakai seragam putih abu - abu. Aku berkenalan dengannya di ruang radio. Ketika aku tertidur tanpa sadar, lalu aku terbangun tiba - tiba dan mencium dengkul lututnya dia. Sakitnya lumayan parah, karena bibirku menjadi bengkak selama dua hari tetapi ketika aku memalingkan mukaku untuk melihat siapa pemilik kaki tersebut dan ternyata dia adalah orang yang selalu berada dalam mimpiku.
Entah sebuah kebetulan aku hanya terpana dan terpaku melihat wajahnya. Jika mengingat hal tersebut, rasanya aku ingin kembali dan menikmati di setiap menit yang ada dalam waktu itu. Dia dengan seragam putih abu-abunya dan bau khas dari diri dia. Lama-lama aku sepertinya kena candu untuk membaui dia. Perkenalan kita semakin dekat, peri cinta.. Tetapi juga semakin banyak kejanggalan yang terjadi.. Dekat seperti sudah kenal lama, jauh seperti musuh bebuyutan..
Peri Cinta, ingat kan waktu itu aku selalu bolos sekolah tapi aku bolosnya sama dia dan kita pergi berdua menuju gereja Katedral? AKU RINDU MASA-MASA TERSEBUT. Boleh tidak peri cinta memberiku sebuah keajaiban? Keajaiban untuk bertemu dengan dia kembali.. Bahkan kalau bisa lebih.. BOLEH?
Dari yang mencintai dia,
Lia..
(dipublish di oleh @nyonyapejabat di http://nyonyapejabat.tumblr.com/post/2778379523/suratcintanomortiga?ref=nf)
#Surat 3 : Andriani dan Kamar no.24
Mungkin untukku biasa tinggal di sebuah kamar dengan ribuan barang yang kukenal dengan sebutan “milik saya”. Namun di ruangan itu, dimana kita harus saling berbagi, kuakui itu tidaklah mudah. Hari itu aku mencetuskan untuk berbagi denganmu dengan alasan kebutuhan. Dan adaptasi adalah hal yang selanjutnya kita lakukan.
Apakah kamu tahu, bahwa aku sangat menyukai tertawa dan bercerita? Aku tidak pernah membiarkan diriku sendirian meski aku berjalan sendirian. Aku selalu ingin mengisi ruangan kotak biru itu dengan cerita, dengan tawa. Meski seringkali aku mencobanya dan gagal. Ruangan itu hanyalah saksi bisu setiap luapan amarah, kesal, sesak dan rasa letihku.
Ruangan itu tidak diam, dia menyerap segala hal yang pernah dia dengar. Dia membawa energi dimana menjadi tempat yang menjadi persinggahan. Untuk kamu dan aku. Ya, kita berbagi kamar itu dengan adil. Meskipun tidak sepenuhnya, kamulah yang lebih mengerti dia. Kamar itu selalu kau sayangi dan kau bersihkan dengan rapinya. Kadang aku tak kuasa untuk merusaknya. Tatanan rapi tak biasa untukku. Dan Kamu, sabar menunggu dan kembali merapikannya. Aku sayang padamu.
Andriani, aku tahu akhir-akhir ini kamu sering dilanda kegelisahan entah itu berasal dari studimu, organisasimu, kehidupan asmaram, keluargamu atau apalah. Dan terkadang aku tidak bisa memposisikan diriku sebagaimana layaknya teman, selayaknya seorang rekan di kamar, aku adalah pribadi yang egois dengan sejuta masalah yang kadang sulit mengerti bagaimana rasanya mengerti dan memahami. Ketahuilah, aku mencobanya. Aku mengikuti apa yang telah disarankan oleh mama, bahwa ada kalanya kita harus saling memberi pengertian dan siap untuk menghadapi percekcokan. Aku berusaha. Tidakkah kamu melihatnya?
Bisa jadi kamu sekarang bingung mengapa aku bisa meuliskkan tentang mu disini. Ya! Aku melihatnya di kamar ini, aku mencoba merasakan dan mendengarkan apa yang telah terjadi selama ini. Di ruangan ini. Dan aku merasa sangat bahagia, karena dibalik semua ini, aku melihat bahasa yang kausampaikan, aku dapat berbagi. Dan aku merasakan indahnya hal itu. Terima kasih Andriani karena kita dapat berbagi ruangan yang lesak dengan perabot ini bersama. Ketahuilah, suatu saat nanti kau akan menjadi bagian dari cerita yang akan kusampaikan kepada anak-cucuku nanti.
Anyway, aku sekarang ada dikamar ini sendirian. Aku ingin segera kuliah, sehingga kita bisa berada di kamar ini lagi dan saling bercerita. Kau tau, setumpuk cerita sudah kusiapkan untukmu.haha, btw aku menyayangimu! Dan kamu adalah nominasi menjadi sahabat terbaikku!! :D
A.D.A
16 Januari 2011
Wisma Aisya. Kamar No. 24
---Oleh: @arditadwi
(diambil dari: www.ardithaarditha.blogspot.com )
Surat Bermelodi
Selamat hari kapan surat ini sampai kepadamu.
Aku ingin tau bagaimana kau membuka kertas dimana berbaris aksara yang dapat kau hitung tapi aku belum sempat menghitung aksara - aksara itu. Aku sudah terlalu lelah menangkap jejakmu oleh hembusan nafasku sehingga kau berhenti sejenak melihatku disini dihadang rasa rindu.
Lihatlah tulisanku ini dan rasakan. Baca surat ini dengan nafas yang kau hirup dan biarkan hanya hatimu yang mendengar perjalanan kertas ini hingga sampai di tanganmu yang pernah memegang tanganku.
Umur kertas ini sudah setahun. Jika kau tidak percaya coba kau adukan otak kanan dan kirimu. Ingat dan bayangkan. Kapan kita memutuskan hubungan kita? Dari situ aku mulai membawa kertas ini kemana - mana. Kertas ini pernah berada dimana engkau memulai perjalan denganku. Kertas ini pernah berada di atas kepalaku. Menampung rintikan hujan di bawah pohon rindang yang pernah kita berfoto bersama disana.
Maaf jika kertas ini nampak tidak seindah kertas yang baru. Kertas ini sudah mewakilkan perasaanku kepadamu setahun ini. Sayang, kita lupa akan rencana kita. Melempar sebuah tali dan mengaitkannya ke sebuah awan yang besar. Menariknya ke permukaan lalu kita naik, terbang, dan melihat cinta kita yang seluas dunia.
Surat kertas ini tidak hanya berisi aksara - aksara kaku. Sudah beratus - ratus sidik jariku berada di dalamnya. Aku menyentuh surat ini dengan berbagai macam perasaan. Sambil mendengarkan lagu - lagu kesukaanmu yang tentu saja aku ingat. Bagaimana keadaan hatimu? Kau ingat? Aku sudah pernah menutup hatimu rapat - rapat agar tidak ada orang lain yang mencoba mengintip ruang cintamu untukku. Tapi maaf jika hatimu sudah tidak ku jaga dan akupun tak tau kabar hatimu itu.
aku belum sempat melontarkan kata terima kasih untukmu. Kau sudah terlalu banyak memenuhi hatiku hingga hatiku memuntahkan kata - katanya di kertas yang menurutku luar biasa ini. Kertas ini lebih berani dariku untuk menyampaikan kata - kata yang aku tumpuk selama setahun di kerongkongan. Sehingga aku haus ingin meminum cintamu dan kata - kata rinduku ini hancur dan pada akhirnya perlahan hilang satu persatu.
Jika engkau berkenan. Maukah kau membalas suratku ini di kertas yang baru. Dimana engkau membalasnya dengan air mata harumu yang jatuh bermelodi di atas tombol piano. Menggesek penamu di barisan kertas seraya menggesek senar biola. Menghembuskan nafasmu dibalik harmonika. Jantungmu yang berdetak kencang menambah melodi orchestra rindumu.
Aku sangat berharap balasan surat bermelodi itu.
Pemendam rindu.
---Oleh: @crezative
(diambil dari: www.crezative.tumblr.com )
Kisah yang Kujaga
Kamu yang kisahnya selalu kujaga,
Jiwa ini sedang meraung, Sayang. Menanti kelanjutan kisah itu, kisah yang telah sama-sama kita abadikan, kita penjarakan dalam suatu hutan, di tengah belantara dunia, hiruk-pikuk masa lalu yang selalu berhamburan. Apakah kamu masih mengingatnya?
Kisah yang selalu kujaga,
Maukah kamu memberi izin untuk kujaga selalu kisah ini? Kisah kita ini? Aku sadar beda duniaku dan duniamu adalah absolut yang tak bisa lagi kita tawar? Tapi apa yang harus kulakukan demi mengikis perlahan harta paling berharga yang kupunya ini? Ya, kenanganmu adalah nyawa yang menghidupkanku, tak ada yang tau akan sepanjang apa kisah ini, kisah kita ini. Tuhanpun bahkan enggan menghapus satu kata saja dalam kisah ini.
Kisahku,
Abadilah di alammu, abadilah sebagai tokoh pertama dan selalu utama.
Tetaplah jaga kisah kita, kisah ini adalah dunia kita, ada atau tanpa dunia itu sendiri.
---Oleh: @adekmaia
(diambil dari: www.adekbakri.wordpress.com )
Untukmu yang Penuh Cinta
Hey sinta, apa kabar? Aku kangen sama kamu, kangen sama cintamu. Sudah lama tak ke Pasar Gerlong, ckckck.
***
Kegiatan rutin saya di pagi hari adalah nongkrong di tukang bubur, bukan untuk jualan bubur ohoh tidak! Tapi untuk jajan membeli bubur, berbagi rezeki sama si mamang yang jual bubur depan pasar Gerlong ^_^.
Hari ini hari Senin, damn! I hate Monday, aarrrrgh, begitulah kalimat yang selalu terlintas dalam benak setiap hari Senin datang, walaupun saya coba untuk tidak mengatakannya karena teman saya pernah bilang ‘ What you think, what you get’. Ah makanya saya berusaha untuk menghapus kalimat negaif itu jauh-jauh tapi sulit.
Sampai akhirnya saya bertemu dengan gadis manis bernama Sinta, anak kecil itu baru berumur 6 tahun. Energik, unik, pintar bicara, baik hati dan tentunya special, Sinta seorang anak berkebutuhan khusus. Sebetulnya bukan kali pertama pertemuan dengan Sinta, hanya saja baru kali ini kami ngobrol dekat.
Sambil menyantap bubur ayam yang hmmm rasanya mantap dengan uap yang masih mengepul di pagi hari dan keramaian pasar yang khas. Sinta menghampiri saya dan langsung melontarkan pertanyaan-pertanyaan sederhana namun sebetulnya sulit untuk dijawab. Ah, anak ini pintar sekali, mana bisa orang-orang menyebutnya idiot, tidak! Dia tidak idiot, hanya saja berkebutuhan khusus.
‘Mbak lapar ya makanya beli bubur’ sapanya langsung. Saya pun menjawabnya ‘ iya sayang’.
‘Mbak, kelas berapa?’. Belum sempat saya jawab tapi dia sudah menimpalnya dengan ceritanya, baiklah saya pun menyimaknya dengan serius.
‘Mbak, pasti udah kelas 6 SD’. (Aaarrrrgh apa yang ada di benak anak ini, mentang-mentang badan saya imut jadi dibilang anak SD, baiklah kamu cerdas sinta!)
‘Mbak, saya mau sekolah lho (sambil ngelap ingus), tapi belum pernah masuk TK saya pengen sekolah lho, eh mbak punya mama? Mama saya udah meninggal, kita cuman tinggal bertiga sama bapak sama kakak. Mbak makan buburnya pelan-pelan ya, jangan lupa berdoa’.
‘Begini doanya, Bismika allohuma ahya wa bismika amut’ . (lho, *keselek).
‘Sinta sayang itu doa mau bobo’ tukasku.
‘Oh ya, begini ya mbak, allhumma bariklana fimma rojaktana wakina adza bannar’.
heuheu anak ini pintar, punya adab yang baik, ayahnya yang selama ini mengajarkannya.
Dia terus bicara tanpa henti menceritakan apa yang ada dalam benaknya, sesekali dia menasihati orang-orang yang lewat di depan, “Hati-hati kakek jalannya pelan-pelan ya nanti jatuh”.
Dan, yang paling ekstreem, dia memamnggil ibu-ibu tak dikenal sambil teriak, “ ibu, nanti lebaran haji mudik gak?”. Tapi ibu-ibu itu tak mengindahkan pertanyaan Sinta tadi, mungkin karena menganggap anak ini aneh.
Kemudian tak lama, Pak polisi lewat, dan benar tebakanku, dia memanggil Pak Polisi dan teriak : “Bapak, kenapa gak pernah nolong saya, padahal kepala saya suka ada yang mukul, padahal kan saya Cuma ingin ngobrol aja ma dia”. Lagi-lagi Pak Polisi pun tak memperdulikan teriakan Sinta.
Hmmm, malangnya Sinta rupanya ada saja orang tak suka dan merasa terganggu sama sikapnya. Hingga terkadang, ada saja orang yang tega memukulnya.
Hey Sinta, kamu tidak idiot ataupun bodoh, kamu sungguh luar biasa, saya merasa tertampar, begitu luhurnya nilai moral kamu miliki, harusnya mereka malu sama kamu.
Kamu begitu tahu cara menunjukan cinta bagi sesamamu.
Untukmu yang penuh cinta, Sinta.
---oleh: @DesitaHana
(diambil dari: www.desitahana.wordpress.com )
Tunggu Aku Atau Beri Aku Kejutan
Selamat malam sayang
Bagaimana harimu? Tadi aku melihatmu (sekali lagi) didalam layar kaca, sedikit cemburu memang dengan laki-laki di sebelahmu. Tapi tak mengapa, aku tau itu hanya sebuah peran yang kau mainkan. Aku senang melihat peranmu saat tertawa, memang tidak lebih bagus saat tertawa bersamaku sih tapi itu cukup membuatku tersenyum. Rinduku semakin menggebu, mungkin karna tadi aku melihatmu tapi tak bisa memelukmu atau karna aku mengajakmu bicara tapi kau membalasnya dengan dialog yang kau hafal, bukan lagi denganceletukan spontanmu saat menggodaku.
Kamu menanyakan kapan aku pulang dan aku selalu berharap kau tiba-tiba datang ketempatku, siapa diantara kita yang tidak suka dengan kejutan. Ah kukira tak ada, tak ada diantara kita yang tak suka dengan kejutan . Apa kau ingat kejutan yang paling kita?
Sore itu aku bilang tak ada waktu untuk bertemu denganmu karna harus mengajar kelas ektrakurikuler di sebuah sekolahan. Di ujung telpon kau terdengar sedikit kecewa, suatu hal yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Tapi kali itu aku berharap sebaliknya. Aku ingin memberimu kejutan dengan tiba-tiba datang ke rumahmu, memang tidak dekat dari tempatku. Berbohong sedikit mungkin tak apa waktu itu aku fikir. Diperjalanan aku membelikanmu bunga, bukan sebatang bunga yang dijual di lampu merah, sebuket bunga untuk merayakan hari jadi kita waktu itu. Itu pertama kalinya aku membelikan bunga untuk seorang wanita. Yang terjadi berikutnya mengejutkanku, masih ingatkah kau? Kau tak ada di rumah, saat aku telpon ternyata kau sedang diperjalanan menuju tempatku mengajar. Sebuah kejutan yang gagal. Kau ingin mengejutkanku tapi tak bisa berbohong ketika aku bertanya, sedangkan aku berbohong untuk mengejutkanmu. Semenjak itu aku tak pernah lagi berkata bohong atau berharap kau kecewa. Maafkan aku bidadariku untuk kebohonganku waktu itu, aku tak pernah berucap dusta setelah itu. Jika sekarang aku bilang rindu, itu jujur. Aku rindu sekedar berolah kata denganmu secara nyata.
Tunggu aku bidadariku atau beri aku kejutan disini, karna aku tak bisa pulang selama sebulan ini.
Kekasih yang jujur mencintaimu
Aulia
NB: Kau kemanakan surat-suratku? Apakah kau simpan? Tak perlu kau hafal sayang karna kau tak perlu berperan seperti di dalam layar kaca untukku
---Oleh: @AulSoemitro
(diambil dari: www.auliasoemitro.wordpress.com )
pertama yang aku panggil mama
mama , hari ini aku menulis surat ini buatmu . bukan karena aku tidak bisa mengatakan padamu betapa aku sangat mencintaimu. kita terlalu sering mengungkapkannya sampai kadang kita tidak membutuhkan kalimat itu untuk membuktikannya. aku menulis surat ini untuk memberitahukan dunia bahwa aku memeliki mama terhebat yang tidak akan bisa di gantikan oleh Angelina Jolie sekalipun. mungkin Angelina Jolie pun harus belajar padamu dulu untuk menjadi mama yang hebat. mama, mama bukan cuma wanita , tapi pahlawan terhebat dalam hidupku.
banyak masa sulit yang kita lewati berdua. saat papa pergi dengan perempuan lain, mama selalu mengajarkan aku untuk menjadi perempuan yang lebih tangguh. mama mengingatkan aku untuk selalu mendoakan papa sekalipun dia melupakan kita. mama benar-benar perempuan super. selalu mengajarkan aku untuk menyayangi orang yang menjahati kita. tapi mama, jujur aku tidak bisa memiliki hati sepertimu. bahkan aku masih menyimpan dendam terhadap temanku. mama pasti sedih mengetahui hal ini. tapi ketahuilah mama, aku sedang berusaha untuk menerima kekurangan temanku apaadanya.
mama , aku juga ingat pas aku kecil mama jarang memiliki cukup waktu untuk menemaniku bermain atau mengajarkanku berdandan. dulu aku kecewa karena aku tidak bisa bertingkah seperti anak perempuan diantara teman-temanku, tapi sekarang aku menyadari kalau semua itu tidak penting. yang penting adalah bagaimana mama memperlakukan aku seperti perempuan dewasa yang mandiri. mama mengajarkan banyak hal yang mama lain mungkin lupa ajarkan ke anak perempuan mereka.
sebentar lagi anakmu ini berusia dua puluh mama. tidak terasa ya kan? akhirnya gadis kecilmu yang selalu mama lindungi ini akan segera menapaki tangga kedewasaan. aku mau telur rebus lagi buat ulang tahunku nanti . aku ingat ketika mama memberikan aku telur rebus untuk ulang tahunku yang kesembilan belas. mama bilang, kalau mama telah memberikan satu ekor ayam utuh, beserta bulu , daging dan tulangnya. saat itu kita merayakannya berdua. bang Aldo dan Agra kuliah di luar kota dan papa di penjara. kita berada di masa tersulit. bahkan aku tidak bisa mentraktir teman-temanku seperti tahun-tahun sebelumnya. mama mengajarkanku untuk hidup hemat karena kita sama sekali tidak memiliki uang untuk membeli kue tart kecil. tapi untung teman-temanku tidak menuntut ku untuk mentraktir mereka. mereka memang baik.
mama . mungkin banyak janji yang aku ucapkan dan sepertinya masih lama akan aku penuhi. tapi ingatlah mama, aku akan berusaha untuk tidak mengecewakanmu lagi. mama , terimakasih .
---Oleh: @anggigurning
(diambil dari: http://ibitetheworld.tumblr.com/ )