Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #26. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #26. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Februari 2011

Father’s Love Letter


tidak membuat surat cinta buat Tuhanpun, Dia sudah duluan menuliskannya buat saya



---Oleh:


(diambil dari: www.heykila.tumblr.com )

Selasa, 08 Februari 2011

Surat Cinta #26: Untuk Cangkir Teh

Pagi ini, saya ingin menulis kepada cangkir teh. Rupanya selama ini saya tidak peduli dengannya -- melupakannya. Maafkan saya, cangkir teh. Kamu adalah cangkir favorit saya, warnamu putih dengan motif bunga-bunga kecil berwarna kuning di tengah.

Selalu terletak di meja kecil. Samping tempat tidur saya. Isinya, sisa teh semalam dengan bekas kantong teh yang terkadang masih ada di dalamnya. Biasanya, saya hanya mengingatmu ketika ingin membuat teh baru. Setelah itu saya kembali melupakanmu.

Apalagi akhir-akhir ini, ketika saya sangat sibuk sekali. Jarang di rumah. Pergi lalu akan kembali ketika larut malam. Kamu hanya tergeletak di sana. Kadang kamu kecut melihatku. Kadang kamu ingin memelukku.

Bahkan terkadang kamu memanggilku "Theo, santailah sedikit, sini minum teh hangat sedikit, dari badanku.."

Seperti pagi ini. Saya bangun, melirikmu. Lalu mengambilmu, mencucimu, dan menyeduh teh hangat di badanmu yang kecil itu.

Lalu duduk di depan netbook saya menulis ini. Bukan hanya itu, kamu masih ingat ketika saya pernah patah hati berbulan-bulan yang lalu, saya menangis sampai lupa ini hari apa. Tapi kamu di sana, setia mengamatiku, mengkomat-kamitkan sesuatu di bibirmu.



weheartit


"Sini Theo. Kecup saya. Minumlah saya."



(dikirim oleh @perempuansore di http://perempuansore.blogspot.com)

Surat Cinta No.26: Wo ai Rembers!

Kepada

REMBERS CREW

Yang senantiasa menemani di masa perantauan ini :)

Hormat Ketua! *set set set* (pasang pose salam)

Kok gue susah ya berunyu-unyu sama kalian lewat surat begini? -,- Tapi ya sudahlah yaaa, gue orangnya agak pemalu (ehem!) jadi gue ingin menyampaikan lewat tulisan aja segala kasih sayang gue buat kalian. Yang ala-ala Fadil ke “Billaaahh….” gitu :D

Hmmm, uhuk!

Oke.

Teman-teman tersayang, gue berterima kasih banget deh, meskipun sekarang gue lagi labil-labilnya menyesali segala jalan takdir yang gue lalui dan alasan Semesta meletakkan gue di kota kecil nyelip bernama Depok untuk nyangsang di UI, tapi kalian adalah salah satu hal terbaik yang gue dapet di sini. Jadi gue agak-agak nggak tau diri juga kalo bilang hidup gue di sini total menyiksa. Karena pada dasarnya, justru kalian orang-orang pertama yang membantu dan ada di samping gue. Yang bikin gue ngerasa agak lupa sama kampung halaman, malah betah di Jakarta nggak pulang-pulang. Senasib ngejalanin semua beban ngafalin aksara abstrak macem Hanzi, stress bareng-bareng tiap ujian, ngrumpi, ngegosip, menggila bersama sebagai pelampiasan depresi, dan banyak lainnya.

Meskipun banyak perkumpulan-perkumpulan sampingan, dan perpecahan anggota Rembers awal, serta roaming yang gue alamin tiap Korean Wave ngider seharian, tapi kalian tetep temen-temen yang seruuuu. Yang bisa aja bikin gue ketawa, yang mau dengerin curhatan gue yang yaaaah, itu-itu aja. Dan menakjubkan ternyata, melihat perubahan-perubahan yang kita alami bareng-bareng, sebagai proses pendewasaan dan bagian jalan hidup kita (merujuk pada si Feichang yang akhirnya jatuh cinta, BAYI KITA UDAH GEDHE!!!). Gue suka heran dan kaget sendiri ngeliat percikan-percikan kembang api dari diri kalian. Yang kadang bisa membantu gue untuk melihat dari sudut pandang berbeda. Yang membantu gue mengerem ‘kesetanan’ dan sikap gue yang seringkali seenaknya. Makasih banyak ya teman-teman…

Maafin gue ya, kalo selama ini sering ngrepotin. Emte mungkin, suka marah-marah, egois, suka nggak mentingin kalian, sering nggak ikutan acara Rembers (yang kadang bikin gue ngrasa asing banget ada di tengah-tengah kalian), keras kepala dan bebal banget dikasih tau… Yah, pokoknya buat segala kata dan sikap gue yang pernah nyakitin kalian, itu artinya gue lagi nggak tau diri, lagi ngawang entah di mana sampe nggak nyadar kalo ada di tengah-tengah teman-teman yang spesial sampe dengan begonya nyia-nyiain keberadaan kalian. Terlepas dari itu, gue sayaaaaaaaaanggg kok sama lo semua! Jangan capek temenan sama gue ya… :’*

Tertanda,

Anak Ilang di Keanggotaan Rembers


(dikirim oleh @inezkriya di http://cintalangitbiru.wordpress.com)

Kepada Kamu

Kepada kamu yang mengisi rongga hatiku,

Berkali-kali aku harus memohon maaf padamu. Entah apa yang telah aku lakukan padamu kekasih. Mungkin aku bukan kekasih yang baik untukmu. Kekasih yang baik tidak akan berbuat sedemikian terhadap orang yang dia sanjung.

Kau datang hanya untuk melihatku, melepas rindu dalam senja. Tapi apa yang telah aku perbuat. Aku malah mencampakkanmu seperti ini. Aku lebih banyak berdiam diri di kantor daripada menemani waktu-waktumu. Dan besok aku harus pergi dari pulau ini. Sabtu pun begitu. Damn.

Aku tidak suka meninggalkanmu seperti ini!!! Aku ingin ingin menghabiskan waktu bersamamu, bercanda di bawah naungan senja.

Kekasih, maafkan aku yang membuat keadaan begini.

Kalau seperti ini ingin rasanya resign *dilempar berkas*

Tapi akan aku ganti di hari jum’at *janji*. Kita harus bersenang-senang!!!!

Salam,

Aku yang ingin bersamamu


(dikirim oleh @pramesvhari di http://mooiemeid.tumblr.com)

Hari ke-26: Entah untuk siapa

Mungkin surat ini untukmu penjaga air,
Apabila surat ini kumasukkan kedalam botol dan ku lepas di pintu singgasanamu, entah akan berapa lama akan terapung untuk mencapaimu, mungkin juga surat ini tak akan mencapaimu apabila ditengah gelombang tersangkut kail nelayan, ah mungkin surat ini ditakdirkan untukmu wahai nelayan yang gagah berani menembus ombak setiap hari untuk mencari ikan sebagai mata pencaharianmu.
Namun, mungkin juga surat ini untukmu wahai angin laut, ketika nelayan menemukan botol berisi suratku dan mencoba membuka nya dan ingin membacanya di tengah lautan dalam perahu kecilnya, kamu merebutnya dari jemari nelayan itu, menghempaskannya ke udara, mencoba membuka gulungan suratku dan membacanya.
Atau mungkin hempasan anginmu tak seberapa kuat hari ini, hingga kamu tak bisa membuka gulungan suratku dan tak sempat membacanya dan terpaksa menjatuhkannya dengan lembut di pasir halus entah dimana, mungkin surat ini untukmu Api unggun di tepi pantai, yang dikerumuni remaja-remaja bernyanyi dan menari mengitarimu malam ini.
Ya, mungkin surat ini untukmu api unggun, ketika kamu membaca suratku dan menemukan tidak ada hal penting di dalamnya, kamu marah dan membakar suratku.
Maaf ya.



(dikirim oleh @NonaHujan_ di http://ink-less.tumblr.com)

Surat Cinta #26 Hujan,Shelter busway dan Kita


Sungguh tak pernah terpikir olehku bertemu denganmu lagi setelah 2 tahun lalu kita memutuskan untuk mengambil jalan masing-masing. Hujan sore itu seakan isyarat semesta untuk mempertemukan kita lagi. Ya,hujan yang selalu membawamu menemuiku kala itu. Aku berlari menuju shelter busway yang pernah jadi tempat pertemuan kita dan kamu ada di sana pun telah basah oleh hujan. Sejenak ku tertegun,entahlah…kamu tersenyum,senyum yang sama yang pernah menemaniku dulu. Obrolan singkat sore itu,membuatku semacam…jatuh cinta untuk kedua kalinya padamu. Kamu tidak berubah, suka sekali bercerita,tertawa dan selalu penuh perhatian. Hanya saja kulitmu terlihat lebih gelap sekarang. Apa bosmu sering memintamu untuk keluar kantor? Ah,kamu tahu? Aku sungguh tak peduli bajuku yang basah ataupun dingin yang ku rasakan. Aku sibuk merekam kembali wajahmu,senyummu,tingkah lakumu dan harum parfum yang pernah lekat terekam di indera penciumanku. Hangat sekali rasa ini.

Ternyata kita berdua baik-baik saja sekarang. Dan kamu tahu? Untuk sejenak aku berharap bahwa sore ini tak cepat berlalu atau bus transJakarta tidak cepat datang. Ah,biarlah engkau nyata kembali di hadapanku sesaat saja sore ini. Dan aku tahu pasti bahwa kau merasakan hal yang sama ^_^. Menyenangkan sekali. Baiklah, konspirasi indah semesta sore itu memang harus diakhiri dan maaf jika aku yang harus mengakhirinya. Semoga kelak Tuhan akan berbaik hati mempertemukan kita lagi di dalam sebuah ketidaksengajaan yang menyenangkan seperti sore itu.

Hey,kamu yang bertemu denganku di Shelter busway sore itu terima kasih (lagi) untuk satu lagi keceriaan yang hadir karenamu.


NB : Aku suka kemeja birumu sore itu.


Day 26 #30HariMenulisSuratCinta : Mama Paling Cantik Sedunia.

Mama Ayah paling Juara sedunia! Luvyu!
Buat sang wanita tercantik sedunia.
Yang idungnya mancung banget,
Mukanya agak-agak Arab - Bule,
dengan kulit yang super putih kaya tembok,
mata super-besar dan ekspresif banget.
dan juga badan kecil mungil - terutama di kalangan seumurannya.

Walau selalu cerewet, setiap detik setiap menit setiap jam nanyain : "Kanne lagi apa, lagi dimana?" dengan pita suaranya yang ga pernah berubah, seringkali disangka mirip suara aku malah.
Walau sering marah-marah atau berwajah super-tajam - apalagi saat aku pulang telat karena harus mengurus soal kerjaan atau sekedar bermain bersama teman-teman.
Walau seneng banget labil dan ga tentu arah - apalagi kalau lagi liburan dan jalan-jalan - dan juga seneng banget ngobrol walaupun tau aku udah telat ngantor.

Ah Mama, wanita paling cantik sedunia, lebih cantik daripada Anne Hathaway ataupun Zooey Deschanel sekalipun, paling baik, paling merhatiin aku, paling sayang sama aku.

Jangan sakit dong Ma, ayo kita jalan-jalan lagi..! Katanya mau ke negara tetangga lagi Ma? Katanya mau ngajak Kanne umroh Ma? Katanya mau ditemenin ke Pasar Baru lagi Ma? Katanya juga mau dibeliin alat-alat rajut lagi Ma? Katanya juga mau Kanne beliin tas warna coklat Ma..? Kanne kan baru gajian, makanya sembuh dong Ma.. ya? Jangan sakit ya? Cepet sembuh Mama.. Kanne sayang banget sama Mama...

Doa Hujan hari ini : 
Ya Allah, sembuhin Mama aku, maafin aku ya Allah, banyak banget salah aku sama Mama, seakan-akan aku ga sayang sama Mama, aku sayang banget sama Mama, sayang banget, banget banget.
Hujan, tolong sampaikan secarik kertas buat Tuhan, aku tahu, Tuhan mendengar setiap apa yang aku obrolin sama kamu Hujan, Tuhan juga tahu seperti apa rasa sayang aku sama Mama. Dan apalah arti secarik kertas kusut tulisan doa aku tentang Mama, dibandingkan dengan apa yang udah Mama korbanin buat aku, Hujan. Dan aku sayang Tuhan dan juga sayang Mama dan pastinya sayang banget juga sama kamu, Hujan.

.penceritahujan.080211.nangishujandalamhati.


(dikirim oleh @kandelakandeli di http://ceritahujancandella.blogspot.com)

Reason

Jakarta, February 8th, 2011



Dear Senja,

“Because of you I smile. Because of you I cry.

Because of you I lie. Because of you I would die

When I'm with I'll try, to leave my pride a while

Don't be cruel my shy, then I'll be a fool if you try

Love is you know when I need you, and I know when you need me too

Love is the reason I want you, and you are the reason I

Because of you I breathe. Because of you I live

Because you're all I need, to make my life complete.”


Familiar with those words huh? yea.. today I'm so run out of words.. All I can do is just copying those lyrics, silly. But, may you play this song for minutes? Reason, may you? please.. and feel the lyrics, let's pretend that my heart sing it for you. I meant it.

Senja, you're the one who always makes me feel better about myself and makes me laugh at all the crazy stuff we talk about that no one understands but us. And for yesterday’s smile, today’s miss, tomorrow’s dreams; I (really) think, I fall for you. Thanks, Senja.


I knew that you deserve better, and I believe I can be better. Let’s stay together.


Love,

E


#NowPlaying YesPlease -Reason-



---Oleh:



(diambil dari: www.sisayappatah.tumblr.com )

Gadis Senja

kamu,
yang melebihi keindahan langit ketika matahari menyeret langit biru ke arah sabang.

Selamat membuka kembali suratku ini.
semoga ketika surat ini sampai, langit senja yang sedang memisahkan langit biru dan hitam sedang kau lihat.
burung - burung bergerombolan terbang sepanjang garis khatulistiwa membututi sinar matahari.
burung - burung itu ingin menyambut matahari di langit belahan bumi yang lain.
senja itu penuh rindu dan kebahagiaan.

senja,
dimana orang banyak berlalu lalang ingin pulang ke rumahnya masing - masing bertemu dengan kekasihnya yang telah dirindukan.
tumbuhan juga rindu akan karbondioksida dan menyebarkan kasih sayang berbentuk oksigen kepada manusia.
begitu juga aku, sangat rindu ingin cepat - cepat bertemu dengan dunia mimpi memimpikan dirimu yang membaca surat ini sambil melihat langit senja.

menurutmu, bagaimana cara menikmati senja?
aku lebih suka menikmati senja hanya dengan berdiam diri, mencoba memeluk hati sendiri erat - erat dengan apa yang aku liat di langit senja.
karena ya itu, senja penuh akan kerinduan.
aku sedang dan masih rindu bercerita sore duduk - duduk di bangku taman denganmu.
melihat anak kecil berlarian mengejar balon yang terbang, itu mengisi keindahan langit senja.

kau tau,
senja itu sebenarnya adalah ketika sebuah hati yang tergeletak di pasir putih lalu mencoba belajar dari kehidupan senja dan pada akhirnya hati ini menjadi sebuah bibit yang akan berpecah menjadi dua bagian.
antara si pria dan si wanita.
kita sudah menggeletakkan sebuah hati yang pernah kita satukan.
maukah kau mengambil kembali hati itu bersamaku?
kita tanam dan kita mulai dari awal bagaimana si hati itu berpecah belah dan akhirnya menyatu lagi?
dan kita tidak akan pernah membuang hati yang pernah kita satukan itu lagi.

untuk kamu yang tersayang.
sesungguhnya jika kau melihat senja adalah sebuah ajakan untuk menikmati kembali senja bersama - sama.
pemandangan pesawat yang akan turun landas menutupi matahari yang jatuh di sudut sana dan entah jatuh kepada siapa matahari itu.
dan engkau, yang memegang tanganku…
engkau akan menggantikan tugas matahari untukku dari mulai senja hingga malam hari.
ya, menyinariku.

aku,

yang masih melihat sekelilingku di kala senja, siapa tau ada engkau disana membawa hati yang sudah tergeletak.



---Oleh:


(diambil dari: www.crezative.tumblr.com )

Kehilangan. Kedatangan.

Sekali lagi aku menangis, kali ini aku berantakan. Sungguh berantakan. Langit sepertinya tau apa yang harus mereka perbuat, hujan deras. Kali ini mereka menutupi semua airmata dan suara tangisanku. Aku tak sanggup lagi jika mereka bertanya “Kenapa?”. Takkan ada suara gemetarku lagi. Takkan ada. Kali ini aku hanya bisa menangis dan berdoa.

Aku tau kau sangat terpukul dengan semua ini. Aku bermaksud untuk menghiburmu. Tapi tak bisa. Aku pun sama, aku lelaki ringkih kali ini. Ini kehilanganku yang paling berat. Rasa ini baru sekarang aku rasakan. Kehilangan jagoan kecilku, walaupun belum sempat bertemu. Rasa ini, aku tak tau harus menggambarkannya. Hanya airmataku yang bersungai. Aku tau kaupun begitu. Aku coba mengambil hikmah dari semua ini, Tuhan punya rencana lain yang lebih hebat untuk kita. Sayangku tunanganku, kuatlah. Mari kita perlahan bangkit, kita akan tetap bersama. Aku yakin itu. Kita akan bersama menjalani ini semua. Aku tak menyalahkanmu sayangku tunanganku, akupun bersalah tak menemanimu kemarin. Maafkan aku sebagai kekasih tak berguna yang jauh darimu. Hingga kini aku masih gemetar, gamang menerima kabar dari ibu. Lekas sembuh sayangku. Buka matamu, aku bisa lihat sisa-sisa airmatamu.

Jika kau baca surat ini, aku sedang pergi sebentar mengambil baju dirumah. Setibanya di bandara, aku langsung menuju kesini. Kau sedang tertidur di ranjang rumah sakit. Aku tak mau mengganggu istirahatmu. Semoga kehadiranku disisimu bisa sedikit membuatmu mengurangi rasa sakit kehilangan jagoan kecil kita. Aku sayang padamu. Mari kita jalani semua ini bersama

Kekasih yang akan menemanimu

Aulia.


---Oleh:



(diambil dari: www.auliasoemitro.wordpress.com )




note admin: surat Aulia Soemitro adalah surat bersambung, untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi:http://auliasoemitro.wordpress.com/category/30harimenulissuratcinta/

Namamu Rindu..

Untuk rinduku..

Selamat malam..

Aku menulis lagi untukmu, untuk rindu yang paling ku rindu. Masihkah tak kau sediakan waktu? Sedetik untuk aku menaruh kelu. Tapi aku tak bermaksud memaksa, aku akan menunggu sampai kau mau. Aku masih bingung, kenapa aku begitu merindumu? Mungkin aku suka matamu, tatapannya tajam. Mungkin aku suka bibirmu, sepertinya lembut untuk kupagut. Mungkin aku suka pipimu, halus untuk kucium. Mungkin juga aku suka rambutmu, harum. Mungkin lagi tanganmu, genggamanmu menguatkan. Mungkin pelukanmu, mungkin menenangkan.. Ah, semuanya mungkin, mungkin dan mungkin. Semua kemungkinan itu akan menjadi kepastian, saat nanti kau yang rengkuh rindu ini. Nanti..

Baiklah jika kau masih menyuruhku menunggu, aku akan tetap melakukannya. Ini semacam pembuktian, bagaimana aku sudah terlalu terpaku menginginkanmu. Namun, aku takkan hanya diam di sini. Aku tetap berjalan dengan rasaku, juga rindu akan kubawa selalu. Maju untuk terus mengejar anggukmu yang masih bersembunyi dari rasaku. Kau ragu? Seharusnya tidak, karena ada yakinku yang sudah meyakinkanmu.

Hei, haruskah sampai aku mengganti namamu jadi rindu? Karena setiap aku mengingatmu, rindu begitu saja menyeruak tanpa kenal permisi. Masuk tanpa mengetuk pintu. Kesal, tapi aku sangat menyukainya.

Kau memang pantas aku panggil rindu, deal ya. Aku memanggilmu rindu, mulai detik ini. Jangan marah, karena aku tau namamu sudah bermakna indah, pemberian orang tuamu. Tapi bolehkan aku juga memberi namamu terindah untukmu? Rindu. Asal kau tau, hanya kata itu yang terpagut kekal di hatiku, semua karena kamu menyebar keabadian untuk rasaku.

Apa lagi yang harus kutulis? Aku hanya ingin memberitahu mu, kalau aku memanggilmu rindu. Jadi, mulai sekarang kamu harus membiasakan di telingamu tentang kata rindu itu. Menengoklah saat nanti aku memanggilmu, menengok saja karena aku masih cukup untuk hanya melihat wajahmu. Rindu, ingat kata itu ya..

salam, perindumu..


---Oleh:


(diambil dari: www.dzdiazz.blogdetik.com )


untuk kakak pembela ituh

kepada forum pembela itu


kepada kakak yang seksi
kok kamu gitu sih sama kakakku yang satunya, kok digituin sih
kamu katanya cinta itu dan pembela itu


kamu juga setelah gituin si itu eh kakakku satu lagi juga kamu gituin
apa karena jenggotmu seksi ?
apa karena kamu punya pasokan bambu yang banyak
atau kamu emang sebenarnya bukan itu ?


kepada kakak-kakak yang katanya cinta itu


sudahlah


banyak yang harus dibela
dan pastinya dengan membela yang lain itu kakak pun sudah secara langsung mencintai itu
lagipula
kalo memang kamu sudah tak tertahan lagi kecintaanmu terhadap itu, main-mainlah ke mesir membela orang banyak yang di tembaki polisi
atau main-mainlah ke pakistan, afganistan, irak, iran, libanon.
disana lebih banyak umat yang digituin dan bahkan lebih parah.


sebagai penutup kepada kakak forum pembela itu


secara fashion kalian ku akui keren, pakaian putih-putih itu sangat menakjubkan, lebih oke lagi kalo pakaian putih itu terkena darah kakak sendiri karena telah membela sesuatu yang kakak yakini dengan baik dari hal jahat.


bukan terkena darah kakak-kakak ku yang lain yang mengenai pakaian kakak pembela itu, karena mereka kakak gituin.


semoga kakak terbuka hatinya dan kopiahnya


terima kasih


---Oleh:



(diambil dari: www.lomonosodiumglutamat.blogspot.com )

Laporan Perasaan

JUDUL
Surat Rindu untuk Sang Adik di Tangerang pada Tahun 2011

LATAR BELAKANG PENULISAN
Pada akhir tahun 2008 sampai pertengahan tahun 2010, saya hampir selalu dekat dengan seorang teman bernama Dimas. Dia sudah seperti adik bagi saya saking dekatnya kami. Kemudian saya menemukan program #30HariMenulisSuratCinta dan membaca sebuah surat yang menarik. Saya lalu memutuskan untuk menulis surat cinta juga untuk Dimas.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana awal kedekatan Aida dan Dimas?
2. Bagaimana perjalanan hubungan Aida dan Dimas?
3. Bagaimana bisa Aida rindu Dimas?

TUJUAN
1. Mengikuti #30HariMenulisSuratCinta
2. Menyampaikan rinduku
3. Mengisi waktu luang
4. Menyelesaikan rumusan masalah

HIPOTESIS
Saya menderita kangen akut dan keparnoan pribadi.

DASAR TEORI
1. Rindu
rin.du a 1.sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu 2.merasa ingin sekali hendak bertemu
ke.rin.du.an n perihal rindu; keinginan dan harapan (akan bertemu dsb.)
me.rin.du v 1.menjadi rindu; menanggung rindu 2. bernyanyi karena rindu

2. Sahabat
sa.ha.bat n kawan; teman; handai
-- karib teman akrab
per.sa.ha.bat.an n persaudaraan, perhubungan selaku sahabat

3. Saudara
sau.da.ra n 1. orang yg seibu seayah; adik atau kakak 2.orang yg bertalian keluarga; sanak 3.orang yg segolongan; kawan; teman
per.sau.da.ra.an n persahabatan yang sangat karib seperti layaknya saudara; pertalian persahabatan yang serupa dengan pertalian saudara

4. Cinta
cin.ta a 1. suka sekali; sayang benar 2.kasih sekali; terpikat 3. ingin sekali; berharap sekali; rindu 4. kl susah hati (khawatir); risau

PEMBAHASAN
Sejak saya kelas XI SMA, saya dekat dengan Dimas. Mulanya karena penasaran kenapa ada seorang murid SMP swasta yang terbilang mewah bisa 'terdampar' di SMA negeri yang 'cembre'. Kemudian ada seorang gadis bernama Pink yang memanggil Dimas sebagai "Adeknya Aida", lama-kelamaan hubungan kami pun menjadi seperti kakak adik.
Dalam perjalanannya, orang-orang seringkali berpendapat kami saling menyukai atau semacam itu, tapi kami sendiri tidak pernah merasa. Kemudian, banyak yang menyangka bahwa kami benar-benar bersaudara. Yang satu ini kami iyakan sambil cekikikan, bahkan melibatkan Mama saya dan adiknya.
Sering, sering sekali kami bertengkar. Seringnya Dimas jengkel dan mendiamkan. Kalau saya marah, langsung meledak lalu menyesal sendiri karena didiamkan Dimas. Bahkan pertengkaran hebat kami yang terakhir, yang berbulan-bulan, sampai ditandai oleh para guru.
Dua tahun berlalu dengan cepat dan saya harus lulus. Setelah lulus, saya harus pindah ke Semarang. Semarang cukup jauh dari Tangerang dan saya sedih sekali rasanya. Walaupun Dimas menyebalkan, sensitif, cuek, dan tidak peka terhadap saya, tapi saya sayang, sayang sekali, sama Dimas. Pada hari terakhir saya di Tangerang, seluruh keluarga Dimas datang ke rumah dan membantu packing. Tidak bisa dilukiskan kebahgiaan saya hari itu. Membuat saya merasa bagian dari keluarganya dan sebaliknya.
Sebentar lagi, tanggal 11 Februari 2011, saya akan tiba di rumah Dimas dan tinggal di sana semalam atau dua. Rasanya sudah tidak sabar saja ingin berangkat ke sana.

KESIMPULAN
Saya sayang banget sama Dimas setulusnya. Kami ini, meminjam istilah Eka, adalah "saudara yang Tuhan lupa kasih ikatan darah". Dan setelah dipisahkan, saya benar-benar kehilangan sosok menyebalkan itu.

SARAN
Dimas, hubungi saya sering-sering ya.


---Oleh:



(diambil dari: www.luzeagua.blogspot.com )

kamu yang terperangkap di masa lalu

untukmu, di masa lalu

Ya Tuhan … sudah berapa lama kamu di situ?

entah sudah berapa surat yang aku kirim dari masa depan terlempar jauh ke masa lampau

suratku yang berceloteh tentang keindahan dan kegembiraan masa sekarang, masa kamu tidak tertarik? apa tulisanku kurang menggoda?

apa kamu tidak tergiur dengan ajakanku untuk pindah ke masa sekarang?

kenapa kamu betah sekali berkutat dengan masa lalumu yang sudah buram? bukankah di sana tak ada cahaya? apa enaknya?

bukannya di sana tak ada teman? cuma ada luka yang kelam

setauku di sana terus - terusan dilanda banjir air mata? aaahh … coba kau intip sebentar ke masa sekarang

banyak bunga bermekaran indah, sinar mentari yang hangat, senja yang merona, di sini banyak cinta yang bisa kau dapatkan, banyak bahagia yang akan menaungimu, banyak gelak tawa yang akan kau lihat di sekitarmu, indah bukan?

ayolah, bukan masa lalumu yang memenjarakanmu di situ, tapi kamu sendiri yang memilih bertahan di sana, tapi buat apa? tak ada apa - apa, tak ada siapa - siapa di sana.

kalau kamu bersedia untuk pindah ke masa sekarang, kamu balas suratku ini. dengan senang hati aku akan menjemputmu, masa sekarang pun akan bersuka ria menerima kehadiranmu :)

jadi bagaimana? tertarik? aku harap segera menerima balasan surat darimu

Tertanda,

Aku di masa kini


---Oleh:


(diambil dari: www.gadisenja.tumblr.com )

Tuhanku, Yang Maha Cinta

Assalamu alaikum Ya Rabb, Ya Rahman Ya Rahiim.
Engkau adalah segala cinta. Aku mencintaimu dengan seluruh raga. Aku mengIMANimu dengan segenap jiwa, akal dan tingkah laku. Hingga aku mampu mencintai sesama, karenaMU. Aku menyayangi sesama karena inginMU. Aku mengasihi sesama, walau beda membatasi. Ya, sesuai ajaranmu, aku berbuat baik, dengan mencintai, menyayangi, mengasihi siapapun, walau beda kadang menghalangi. Tapi buatku beda bukan alasan untuk menghalalkan kebencian.

Aku mau cerita, tak penting sebenarnya, bukankah Engkau Maha Tahu, dan Maha Melihat.
Senin, Selasa, Nusantara kami berduka. 7 dan 8 Februari kami berkabung. Tangis dan darah tumpah disini. Hanya karena beda mereka tega. Orang-orang yang mengaku tentara-Mu, yang mengaku pembela-Mu, mereka berubah biadab, berubah menjadi iblis.

Mereka tega mebantai, tega merusak, membakar, mengamuk. Setan merasuk di kepala dan pikir. Aku malu Tuhan. Aku malu mengakui mereka saudaraku. Aku malu mengakui mereka bagian dariku. Boleh aku menganggap mereka iblis?.

Aku sedih dan benci Tuhan. Mereka meneriakkan namaMu. Pekik Allahu Akbar di nodai, dengan parang di tangan siap membantai. Mereka bersumpah atas namaMu tapi melakukan hal yang sangat kau laknat. Mereka mengaku umat-Mu tapi bertekuk lutut dalam kebencian. Padahal kebencian adalah musuhMu.

Bukankah Engkau Maha Rahiim, yang Penyayang. Yang cintamu begitu besar pada kami, hingga udara yang kami hirup tak perlu kami bayar.

Bukankah Engkau Maha Rahman, yang Pengasih. Yang kasihmu begitu besar, hingga hidup kami selalu di beri jalan, menuju kemudahan untuk mencapai kebahagiaan.

Kali ini di setiap sujudku, aku minta, aku mohon Ya Rabb. Berikan kami cinta. Isi hati kami dengan cinta. Berikan mereka-mereka yang berteriak marah sambil mengucap namamu, itu banyak cinta. Sangat banyak cinta. Hingga iblis dan setan di kepala mereka pergi. Hingga hati mereka berubah merah muda. Tak seperti sekarang berwarna hitam. Dibungkus kebencian dan dendam.

Aku tahu Tuhan, ini tak sopan. Aku tahu aku lancang. Tapi Tuhan, aku bosan melihat kesakitan, kepedihan, kesedihan, dimana darah dan airmata, bahkan nyawa manusia tak berarti lagi. Hingga, akhirnya aku berani menulis ini. Tolong, berikan banyak cinta untuk kami. Berikan bergunung-gunung cinta untuk mereka. Agar benci pergi. Agar marah hilang. Agar setan dan iblis ketakutan. Hanya itu,

Aku rindu Nusantara yang damai. Aku rindu Nusantara yang bersatu dalam perbedaan. Aku rindu saat semua penghuni nusantara berpegang tangan, hidup damai dalam harmoni. Aku rindu kami selalu menebar senyum untuk siapa saja. Bukan kami yang menatap penuh kebencian.
Maafkan sekali lagi Ya Rabb, atas kelancangan ini. Maafkan jika aku menuntut.

Dan akhirnya, sekali lagi aku mohon, Beri kami cinta. Bergunung-gunung cinta.
Biarkan awan yang berarak itu cinta. Biarkan langit yang menaungi kami itu cinta. Biarkan udara yang kami hirup ini cinta. Hingga akhirnya kami satu, dalam harmoni.
Aku pamit Tuhanku, Ya Rabb yang Maha Cinta.


Hambamu
(Yang memuliakan ajaran dan namaMu)


---Oleh:


(diambil dari: www.amaachmad.blogspot.com )

Especially For You

Dear Pos Cinta dan Para Tukang Posnya,

Beberapa hari lagi projek ini akan berakhir, tapi semoga silaturahmi diantara kita tidak berakhir begitu saja yaa. Saya sungguh sangat senang bisa turut serta dalam projek ini. Saya terprovokasi dengan mudah oleh ‘ajakan’ @perempuansore pada waktu itu. Sebelumnya saya ragu apa bisa saya berkomitmen pada diri saya sendiri untuk konsisten menulis surat cinta selama 30 hari. Ini agak gila menurut saya karena sebelumnya saya belum pernah menulis surat cinta! Eh pernah sih waktu masa orientasi SMA, itu pun karena terpaksa daripada saya kena marah “Tatib” pada esok harinya. Ya mungkin memang harus ‘dipaksa’ dengan cara begini baru saya bisa mulai menulis lagi setiap hari.

Saya suka menulis. Sangat suka. Entah itu fiksi maupun puisi. Tapi saya memang tidak menuliskannya setiap hari. Alasan klise, terbentur inspirasi. Namun sekarang saya sadar ternyata saya tak selalu harus menunggu inspirasi tapi saya harus sesekali menjemputnya untuk kembali! Saya harap tulisan-tulisan saya pun tidak berhenti sampai di hari ke-30 nanti.

Terimakasih kak theo @perempuansore atas ‘provokasi’nya, saya mengagumi sosok ini tidak hanya melalui blog ataupun timelinenya. But she’s totally warm and lovely person when I met her at #piknikasik event. :)

Terimakasih kak eka @ekaOtto sebagai tukang pos pribadi saya (hihihihi) maaf kadang suka telat nyetor suratnya. Saya juga suka tulisan2 kak eka pada Tumblrnya sisayapatah. In my short opinion, u’re such a tough girl. Am I right? :)

Terimakasih para pria sexy om em @omemdisini dan @tuannico .. Bnyk yang bilang gitu, kita buktikan nanti yaa kalau ketemu langsung. :D

Terimakasih @poscinta yang sudah menyampaikan surat cinta dan surat kaleng saya. Me heart you.

Nggak sabar untuk bisa bertemu, berjabat tangan dan berkenalan dengan kalian tanggal 15 Februari nanti di Bandung.

Peluk dan jabat erat.

Dari: Pengagum kalian sekaligus Penggemar Berat.

:)


---Oleh:


(diambil dari: www.berceloteh.tumblr.com )

Cinderella, Anda Kenal Siti Nurbaya?

Dear Cindrella,



Apa kabar? Jam berapa di sana? Saya kurang tahu, karena saya tidak tahu di zona waktu berapa “Negeri Antah Berantah” itu berada. Maafkan saya. Juga maafkan saya sebelumnya, jika surat ini menyinggung perasaan Anda.

Begini. Menurut cerita yang saya dengar, Anda menikahi Pangeran Tampan. Ini tentunya impian semua perempuan di dunia! Dan Anda sebelumnya mengalami hidup yang cukup pahit. Yatim piatu, lalu hidup dengan Ibu Tiri dan kedua saudari tiri yang jahat semua. Berteman hanya dengan tikus-tikus ajaib yang lucu. Tetapi untungnya Anda mempunya Peri pelindung yang baik hati. Dialah seakan yang sebenarnya membuat hidup Anda sekarang bahagia. Bukan Sang Pangeran.

Saya tidak iri dengan kebahagiaan Anda. Tapi saya penasaran. Apa yang membuat Anda ketika waktu itu menerima pinangan Sang Pangeran? Apakah karena Beliau seorang Pangeran? Apakah karena Beliau Tampan? Apakah karena kalian berdua jatuh cinta pada pandangan pertama? Apakah hanya karena Anda ingin bebas dari siksaan Ibu Tiri dan kedua saudari tiri Anda?

Mungkin jaman sudah berubah ya, Cindy. Jaman sekarang sudah jarang orang yang langsung menerima pinangan jika sebelumnya berkencan pun belum pernah. Ada seorang tokoh cerita di Indonesia yang terpaksa menikah karena hutang ayahnya. Namanya Siti Nurbaya. Tapi kasihan, alih-alih menikah dengan Pangeran Tampan, dia malah menikah dengan seorang lelaki tua yang gila kawin bernama Datuk Maringgih. Tetapi sepertinya dalam “kasus” Anda, motivasinya adalah cinta dan bukan uang ya?

Tapi kenapa saya ragu ya?
Tolong yakinkan saya.

Dan setelah Anda menikah dan tinggal di istana, bagaimana nasib para sahabat Anda - para tikus yang baik hati dan ikut membantu mempersiapkan gaun pesta Anda ketika itu? Apakah mereka ikut tinggal bersama Anda di istana? Mertua Anda - Baginda Raja dan Ratu - apakah mereka mengijinkannya? Semoga jawabannnya adalah “ya”. Saya akan sangat kecewa jika tidak…

Cinderella,



Berapa sebenarnya ukuran sepatu Anda? Saya tidak habis berpikir, mengapa sepatu itu hanya cukup di kaki Anda? Dan mengapa harus terbuat dari kaca? Bukankah itu menyulitkan langkah Anda ketika berlarian di tangga istana sebelum pukul 00:00 di malam yang penuh kenangan itu?

Ah, Cindy. Kan sudah saya katakan di awal surat ini jika saya mungkin akan menyinggung perasaan Anda. Tapi sekali lagi, maafkan atas kelancangan saya. Tapi sungguh. Saya penggemar Anda. Dan terlepas dari semua pertanyaan-pertanyaan bodoh saya yang (mungkin) tidak penting tadi, saya ingin mengucapkan terima kasih karena Anda telah menginsipirasi saya bahwa impian itu bisa menjadi kenyataan. Dreams do come true.

Selamat pagi/siang/sore/malam, Putri Cinderella. Di mana pun Anda berada saat ini. Doakan saya, semoga suatu hari nanti, saya pun dapat meraih kebahagiaan seperti Anda. Amin.



Penggemar setia Anda,
Si Peraih Mimpi


---Oleh:


(diambil dari: www.berceloteh.tumblr.com )

Surat untuk Sahabat Matahari

Teruntuk
Sahabat matahariku Dea
@salamatahari


Halo Dea,

Tibatiba Em pengen kirim surat cinta. Bisa dibilang kangen juga. Kita udah hampir 6 bulanan nggak ngobrol lama. Sangat aneh mengingat setahun lalu kita kayak saos ama kecap, selalu ada di tukang bakso nyahahahaha perumpamaan yang aneh.

Tapi lebih aneh lagi 6 bulan ini yah De. Kita nampak tidak berjodoh untuk ketemu. Waktu Dea ke Jakarta, Em ke Bandung atau sebaliknya. Yang paling ngehe adalah ketika ke Galeri Nasional. Em nyamperin Dea ke GalNas, emang gak ngasih tahu lagi sih, eh pas Em sampe Dea pulang. Pengen rasanya nyanyi lagu M-Kapsul "betapa malang nasibku...."

Eh De, tahu nggak sih, belakangan Em banyak ketemu sama orangorang yang suka hujan juga. Dea tahu dong, Em suka banget sama hujan, sampe bikin ceritacerita hujan tapi baru sampe yang ke-3. Nanti kalo udah banyak dibukuin deh hihihihi...

Ngomongngomong tentang hujan. Jadi inget masamasa jalanjalan random kita di Bandung setahun lalu. Pekerjaan gak penting tapi mengesankan. Dan Em selalu suka jalan sama Dea, soalnya termasuk perempuan yang nggak suka mengeluh. Ibaratnya semakin jauh berjalan dan semakin sering nyasar, kalau jalan sama Dea kayaknya malah makin seru. Lagian kita nggak pernah kehabisan topik ngobrol. Kalo kehabisan topik biasanya kita malah nyanyi dan membedah isi lagunya.

Inget dong lagu kenangan kita di masamasa random dulu. Menghapus Jejakmu-nya Peterpan pas banget sama kondisi kita saat itu. Sepanjang jalan kita nyanyiin, "Engkau bukanlah segalaku. Bukan tempat tuk hentikan langkahku. Usai sudah ini berlalu, biar hujan menghapus jejakmu". Lagu ini jadi soundtrack kita saat itu dan kebetulan musim hujan. Jadi pas banget. Sekarang kalau inget lagu itu jadi kangen nyanyi bareng Dea, sambil diiringin piano.

Tapi yah De, kalo dipikirpikir kita menyukai dua hal yang beda banget. Dea suka matahari, Em suka hujan. Ternyata justru saling melengkapi kali yah. Setelah Em pikirpikir, matahari dan hujan emang punya kesamaan sih,samasama dirindukan bumi ketika lama tak datang.

Btw De, Em minta maaf yah nggak bisa terusterusan ikut ngerjain salamatahari. Kebutuhan duniawi mendesakku meninggalkannya. Em seneng selama mengerjakan salamatahari, soalnya banyak kenangan romantis di sana. Tapi Em kehabisan energi juga akhirnya, sementara Dea masih terusterusan produktif. Itu yang bikin Em malu, karena nggak bisa komit ngebantu Dea di sana. Em percaya Dea itu penulis bagus yang punya karakter khas. Cuma ketika harus mengakhiri, kita samasama tahu kan De..saat itu kita berdua lagi dalam posisi down. Energi Em habis buat mikirin diri sendiri, pasti Dea sadar itu. Dan seperti yang pernah Em bilang, "ada satu saat di mana kita harus berjalan sendirian". Bukan karena gak ada teman, tapi karena hanya kita yang benerbener tahu arah mana yang kita inginkan.

Beruntung sih De, kita pernah ngalamin masamasa itu. Ketika semangat hilang, kita jadi paham sampe limit mana kita mampu bertahan dan pada titik mana kita bisa meloncat lagi. Sekarang semuanya udah fine lagi, walau sejujurnya Em masih merasa belum stabil. Seneng ngedenger sekarang Dea punya aktivitasaktivitas baru walau tahunya cuma dari blog salamatahari atau twitter. Mudahmudahan kita bisa kerja bareng lagi nanti.

Oh ya, apa kabar kecengan sekarang? Setelah pak sutradara belum ada yang benarbenar mencuri hatiku. Em masih jadi pengintai bintang, belum dapet Sagitariusnya hihihihihi..
De, nanti tanggal 15 Februari ikutan gathering #30HariMenulisSuratCinta yah...kita ketemu di sana, melepas rindu yang membara #apeu Kita jalanjalan random lagi, makan di Bajak Lauk lagi sama Theo. Em juga udah kangen sama Tante Altje yang ribet dan om Jim yang coool...dan tak lupa Toti.

Udah ah...sampai jumpa yah...

Dari sahabat hujan,
Em-pengintaibintang

(dikirim oleh @omemdisini di www.penyairduamusim.blogspot.com)

Light

kepada Kajitsu,

menulis surat kepada orang yang tinggal serumah memang aneh. tapi dulu kita sering melakukan ini. jadi, hari ini aku menulis surat untukmu.

sudah setahun berlalu sejak aku datang ke kota ini dan tinggal bersamamu. sampai hari ini aku masih ingat jelas, hari ketika kita bertemu setahun yang lalu…

di hari itu hujan turun. kota ini, sedikit lebih tenang dibanding Tokyo. pintu rumah itu masih sama seperti waktu dulu. koridor yang sudah tua berderak-derak ketika aku menginjakkan kaki. Kajitsu berdiri. Kajitsu sama sekali tidak berubah. waktu seolah-olah telah berhenti.

sudah setahun berlalu sejak hari itu. awalnya semua terasa aneh. tapi entah kapan kehidupan itu mulai terasa alami. kadang-kadang itu membuatku takut. di rumahku yang dulu juga begitu, hari berlalu dengan biasa-biasa saja. dengan menikmati cinta yang tidak bersyarat, kita dapat segera berbahagia.

aku berpikir bahwa kehidupan seperti itu akan berlangsung selamanya. tentu saja ini semua akan terus berlanjut. tapi hanya pada taraf tertentu saja. dalam kebahagiaan pasti ada batas. kalau kita melewati garis itu tanpa mengetahuiya, kita akan kehilangan segalanya. karena itulah, aku menolak dunia tempat kita berada saat itu.

aku membentuk kembali diriku. tapi sebagai gantinya, aku lupa bagaimana caranya tertawa, aku lupa bagaimana caranya marah. jiwaku terasa kosong, dan di dalam kekosongan itu aku tidak merasakan apapun. air matapun tidak pernah menetes.

kalau saja dunia ini sungguh-sungguh bisa berlangsung selamanya, aku tidak keberatan biarpun aku menghilang bersamanya. kalau aku menghilang bersam dengan dunia ini, pasti akan lebih mudah. aku berpikir demikian. tapi tiba-tiba, di dalam hatikuada sedikit cahaya yang tertinggal. cahaya yang terus berkerlap-kerlip…

ketika sadar, aku berdiri di kota ini. wajah kota sudah berubah. tapi aku tidak pernah tersesat dalam perjalanan mencari rumah ini. di hari itu hujan turun, aku berjalan dengan bergegas. tapi aku berlari bukan kerena hujan itu. bukan karena hujan itu.

menurutmu, apa cahaya kecil yang menggerakkanku di hari itu?

mungkin ini semua memang tidak akan berlangsung selamanya, dan bukan sesuatu yang bisa kita janjikan. ini mungkin hal kecil yang suatu saat akan tiba-tiba hilang dari pandangan kita. tapi, walaupun kecil, tidak apa-apa. cahaya yang pada awalnya kecil itu, di dalam hatiku berangsur-angsur membesar. semakin bercahaya. dan berubah menjadi kekuatan untuk mencintai Kajitsu.

rasa cinta kepada Kajitsu adalah kekuatan yang menghidupkanku. saat ini, Kajitsu bagiku adalah kekuatan yang tidak tergantikan. kehidupan Kajitsu adalah cahaya yang tidak tergantikan untukku.

Kajitsu, terima kasih kau telah menungguku.

karena hidup ini tidak akan berlangsung selamanya, mari kita hidup dengan menjaga cinta kita. mulai saat ini kita akan selalu bersama-sama.

surat ini sampai di sini saja. suatu saat nanti, aku kan menulis surat lagi untukmu. saat itu, aku akan menulis lebih banyak lagi tentang kita berdua.

kepada Kajitsu-ku,

dengan penuh rasa cinta.


Ddikirim oleh @tyrsetya di http://witchwords.tumblr.com)

Pemain Hati

kepada :
Si Pemain Hati

waktu itu aku masih ingat ketika kamu mulai mengawali perkenalan kita
kamu berusaha untuk mencari tahu tentang diriku melalui apa saja,
ya apa saja asal bisa memberitahukanmu siapakah aku.

aku tidak menyangka,akibat keisenganmu untuk membaca-baca hasil pikiranku
serta membaca semua ide yg ada di dalam hati dan otak ku,
akan membuatmu semakin penasaran denganku.

begitu juga denganku, aku penasaran terhadapmu,
seseorang yg tidak pernah kutahu dan kukenal sebelumnya
seseorang yg sering menyanggah dan bertanya tentang pikiranku.
seseorang yg bisa menjadi temanku, ketika sedang membutuhkan teman.
seseorang yg akhirnya bisa membuatku suka padamu
dan seseorang yg bisa membuatku,mengenal kata Setia.

tidak perlu waktu lama untuk kau mengenalku,
dan tidak perlu waktu lama juga membuat kau akrab denganku.
pernah aku berpikir, apakah mungkin kita ditakdirkan bersama?
ah,semoga itu hanya pikiranmu dan pikiranku saja.

yah,mungkin aku hanya tergoda olehmu. tergoda karena wajahmu yg rupawan itu.
tergoda oleh semua pikiran-pikiranmu yg jauh bertolak belakang denganku.
dan tergoda oleh perlakuanmu, yg sungguh manis padaku.

tapi, yang paling aku ingat adalah, ketika kamu dan aku menyadari,
bahwa kita tak semestinya melakukan itu.

ya,kamu dan aku!

kita berdua hampir saja bermain ke dalam sesuatu yang tidak perlu,
dan kita hampir saja mengorbankan orang lain karena permainan itu

karena yang aku tahu akhirnya, kau itu tak sendiri, begitu juga aku.
kamu memang seperti aku,atau kamu yg membuatku begitu.

Salam,
Rekanmu bermain hati.

(dikirim oleh @widya_uffi di http://widya-aulia.blogspot.com)