Kamis, 03 Februari 2011
Untuk Tuhan
Aku berterimakasih padaMu. Untuk semua yang terjadi & akan terjadi. Untuk semua pelajaran yang tiada bandingnya, walaupun aku masih 13 tahun.
Terimakasih untuk setiap penyertaannya, yang tak pernah membiarkanku celaka. Kalaupun ada masalah yang Kau ijinkan untuk terjadi di hidupku, penyertaanMu selalu denganku. Rasanya kita selalu menempel, tapi kadang aku suka lari.
Maafkan aku, saat aku lari dariMu & lebih memilih hal yang lainnya. Aku terlalu membuatMu kecewa, tapi kenapa Engkau tetap mengasihiku? Oh Tuhan, ajari aku supaya bisa seperti itu. Tetap setia walau dia lari dariku. Tetap menjadi teman yang baik buatnya.
Oh ya, terimakasih untuk kehadiran mereka di tahun-tahun yang sulit ini. Terimakasih buat mereka yang Engkau kirim, untuk membuatku lebih sabar dari biasanya. Terimakasih penyertaanMu di waktu-waktu yang kami lalui bersama. Untuk setiap hujan berkat dariMu, walau kadang aku meninggalkanMu.
Terimakasih untuk pelajaran hidup yang kami cerna bersama, kalau bukan karena Engkau, Tuhan.. Aku tak mungkin bisa menjadi seperti sekarang ini. Terimakasih untuk setiap proses pendewasaan yang sedang kami lalui sekarang. Aku tidak akan memintanya menjadi mudah, setelah tau Kau tak akan mengabulkannya. Aku hanya ingin minta kekuatan, yang Kau janjikan itu. Dan Kau selalu memberikannya. Bahkan dengan bonus. Kekuatan, penyertaanMu yang 24/7, dan berkat-berkat yang melimpah.
Engkau selalu menepati janjiMu. Tak dapat dipercaya, bahkan untuk aku yang kadang kala suka melupakanMu, Engkau selalu memberi lebih.
Padahal Engkau tak pernah memintaku apapun. Engkau hanya ingin aku menjadi sepertiMu. Untuk ukuran Bapa-anak seperti kita, apakah itu tidak mungkin? Bukankah harusnya aku terbiasa?
Tapi, aku suka meninggalkanMu, Tuhan. Aku berkata aku tidak tahan pada prosesnya. Padahal, saat Kau disalib, itu jauh lebih sakit. Satu hal lagi tentangMu, Bapa. Engkau tidak egois.
Betapa Engkau tidak memikirkan diri sendiri, tidak seperti anakMu ini. Kadang aku susah sekali untuk lebih memikirkan orang lain daripada diriku sendiri, tapi Engkau tetap membiarkanku hidup untuk orang lain sampai hari ini. Dan setiap nafasku adalah anugerahMu yang terbesar. Engkau tetap mengizinkanku untuk belajar lebih, dan lebih lagi dalamMu. Belajar untuk tidak egois.
Bapa, terimakasih untuk pelajarannya waktu itu. Soal melepas apa yang jadi hakku. Aku sadar, aku ini pelayanMu. Bukannya butuh dimengerti, tapi aku harus bisa mengerti orang lain. Melepaskan hal-hal duniawi yang ada padaku, walau aku punya hak untuk merasakan itu semua.
Ajari aku, Bapa. Aku mau melepaskan setiap hakku dan berbalik padaMu. Menjadi perpanjangan tanganMu di generasi ini.
3 things: I love You, I love You, I love YOU.
I can never be able to thank You enough.
Umm.. What’s Your next plan(s)?
Sincerely yours,
A.
(oleh @cleamani)
Malaikat Jatuh Cinta
Lagi apa? Sudah sarapan? Sudah mandi?
Kebiasaan sarapan dijam makan malam masih kamu jalani? Jika jawabannya 'masih'...*sigh. Kamu tuh disana tinggal 'sendiri', siapa yang bisa 'ngejaga' kesehatan kamu kalau bukan diri kamu sendiri? Aku disini cuma bisa mengingatkan, sampai kamu bosan dan memanggilku 'si bawel'.
Kamu ingat kata-kata ku tempo lalu? Kamu udah dewasa, aku percaya kamu bisa jaga diri sendiri dan aku yakin kalau lapar pun kamu akan makan dengan sendirinya. Kata-kata yang menurutmu mirip dengan yang pernah diucapkan orang yang kamu sayangi, Eyang kamu. Tapi buktinya? Kamu masih saja suka sarapan dijam makan malam. Badung.
Hari ini gimana? Menyenangkan?
Kali ini aku nulis surat di (bekas) kamar Nenek, ditempat ini dulu Nenek sering cerita tentang kisahnya diwaktu muda. Ada satu kalimat dari Nenek yang tidak bisa aku lupakan; "To be mature you have to be an adult, but to be in love, you just have to be nothing but human being with a heart".
Kamu, seorang Adam yang (kurasa) sudah masuk kategori dewasa dan pasti memiliki hati, apa yang saat ini kamu rasakan? Kenapa kamu masih 'sendiri' ? Apa sekarang kamu sedang jatuh cinta? Siapa Hawa yang beruntung dapat membuatmu jatuh cinta?
Kadang aku penasaran sampai terdiam lama tiap kali pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul dikepala. Dan akhirnya aku berani mempertanyakannya langsung, meskipun hanya melalui surat ini. Atau.. Apa mungkin karena kata-kata Nenek ku itu ditujukan untuk 'Human Being' alias Manusia, dan kamu bukan manusia? Ya..aku rasa kamu bukan manusia biasa, kamu malaikat. Pasti kamu malaikat. Tidak, ini bukan gombalan, ini bukan surat cinta picisan. Kamu (memang) terlalu sempurna jika kubandingkan dengan manusia-manusia sebelumnya yang pernah kutemui.
Ah..siapapun sebenarnya kamu, aku tidak peduli. Aku mengagumi hati mu, bukan siapa kamu. Jika benar kamu adalah jelmaan Malaikat, siapakah manusia yang beruntung itu? Manusia yang bisa membuat seorang Malaikat sepertimu mengeja kata cinta dengan sempurna? Aku. Iri.
Apa aku harus mulai belajar menjadi Malaikat sepertimu, agar kamu sudi mempertimbangkan semua kata-kata ku?
E

PS: #NowPlaying Sarah McLachlan -Angel-
Young Folks
Hey kamu yang selalu aku panggil Tuxedo Bertopeng,
Terimakasih sudah mengirimiku surat cinta cerita di bangku taman itu. Senang sekali rasanya surat cinta seorang Usagi Tsukino akhirnya di balas oleh Mamoru Chiba sang Tuxedo Bertopeng yang BANYAK PENGGEMARNYA! Sekali lagi boleh yaa.. BANYAK PENGGEMARNYA!! Sekali lagi yaaaaaaaaaaa BANYAK PENGGEMARNYAAAA!! (buat admin, 2 kata yang terakhir bisa di kasih font large gak?? #trims) *tak usah ketawa2 kau nicol* Aku bangga bisa meracunimu dengan Gravenhurst yang berjudul Nicole itu. Karna itu sebenernya lagu galau yang suka aku putar sambil menatap langit sore. Petikan gitarnya sangat sendu hingga menyayat relung hati.
Nah karna aku masih dalam program ingin meracunimu dengan lagu-lagu, ini adalah yang berikutnya :) Kenapa harus lagu ini? Alasannya karna opening videonya ada lelaki dan perempuan yang sedang duduk di bangku taman. Ya, bangku taman. Seperti foto yang aku berikan padamu beberapa hari lalu yang kau pajang di surat itu. Bangku taman yang letaknya berada pas di depan rumahku. Tapi aku tak tau apakah kau akan senang dengan jenis musik yang seperti ini. Teman-temanku saja sedikit yang menyukainya. Aku sangat menyukai packaging dari videoclip ini sejak lama. Entah mengapa aku itu selalu suka lagu-lagu aneh yang tak banyak orang tau keberadaannya. Tapi yang aku mau kau dengar dari lagu ini sebenenya adalah liriknya. Aku menyukai musik tuan, terkadang aku menganggap instrumen adalah scoring kisahku dan lirik adalah cerita hidupku *duileh bahasa*
Di video ini ada sepasang muda-mudi itu saling melempar pertanyaan dan pernyataan. Namun karna aku adalah si ganteng maka aku akan memilih part lelakinya dan kamu yang unyu part perempuannya. Karna di situ ada pertanyaan dan juga ada pernyataan. Tergantung bagaimana kau akan menanggapinya. Di surat ini tak ada #kode. Kita sudah tak perlu kode-kodean sekarang. Apalagi sejak aku *uhuk* dilempar surat kaleng. Hahahaaa sungguh sungguh bahayo! Ungkapkan saja kalau memang ingin semuanya tertulis dan terbaca. Karna hanya kita yang akan mengerti. Bukan mereka.
Sekian surat bervideo ini. Ingatlah bahwa aku selalu menunggumu di bangkutaman di sore hari. Aku sudah mulai jenuh dengan kata suatu saat. Mari kita ganti dengan kata Pasti! Pasti kita akan berada di sana duduk bersama.
Salam Hangat dari sini
Penyuka LangitSore di setengahlima
P.S : Eh kamu tau tidak? Semingguan ini aku punya gambar favorit loh. Dan ini gambar favorit aku. Ini kisahnya kita yang akan menaklukan bulan!! Karna bulan selalu mencuri langit sore!! Dan dengan kekuatan langit sore akan menghukum bulan!!
Jadi kisahnya ini kita tatap-tatapan maut dulu! *halah*
Payung Hati
Bukan karena es lemon tea yang membuatku sakit, bukan juga karena es krim yang ditraktir teman, bukan juga karena cuaca di sini yang tidak baik-baik saja. “Apakah kamu menginginkan sesuatu darinya?” tanya hatiku. Entahlah, yang pasti menurutku, menurut hatiku, aku tak menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar payung hati. Jika sakit fisik ini membuat mataku menangis, itu lumrah. Tapi kalau hatiku? Aku sendiripun tak mampu menjawabnya.
Menjelang Maghrib ini aku tidak galau, tidak juga sensitif karena lagi sakit, tapi mungkin pertanda.
“Jarak itu seperti buah perdu, dia tidak mudah ditemui, tetapi dapat membantu bekal sebagian orang yang sedang mendaki gunung”, ujarmu malam itu. “Lalu apa maknanya, dear? Aku bertanya, karena kau terlalu sering memakai kata-kata yang asing di telingaku. Dengan sabar kau menjelaskan bahwa; jarak, yang hanya dimiliki dan lulus bagi sebagian kecil orang -karena banyak yang gagal mengatasnamakan jarak- akan terasa sangat manis jika kita mampu melaluinya, dan bahagiapun menjanjikan lebih untuk kita, pungkasmu dan kaupun seketika terlelap di mana sebelumnya kau telah pamit untuk tidur. Dan aku tak langsung menutup telepon, tapi sejenak mendengarkan dengkurmu.
---Oleh: adekmaia
( diambil dari: www.adekbakri.wordpress.com )
Gadis Berjubah Merah
–Their Fairy Tale, Chapter 2–
Hello Xy,
Gadis berjubah merah?? Hahaha maksud lo “Little Red Riding Hood”? Siapa nih yang bilang gak boleh copas dongeng laen.. curang lo ah.
Tapi bagus deh kalo ganti2an nulisnya. Baru dua hari gue udah ga ada ide gini.
Tak ada yang tahu mengapa raja membuka kembali sayembara itu. Yang mereka tahu hanyalah gadis berjubah merah itu merupakan orang tercepat dalam melewati labirin.
Tak ada yang tahu pula wujud dan rupa gadis berjubah merah itu. Tapi raja, yang tak pernah melepaskan pandangannya dari gadis itu, tampak semakin pucat.
Gadis berjubah merah itu nyaris mencapai semak2 terakhir di labirin ketika raja mendadak berteriak untuk mengakhiri sayembara. Ia meminta pengawalnya untuk memanggil si gadis berjubah merah dan berbicara empat mata dengannya.
Tak ada yang tahu apa isi percakapan mereka. Yang mereka tahu hanyalah raja mengumumkan ke seluruh negeri bahwa ia telah memutuskan siapa saja dua orang yang akan dikirim untuk mencari pohon keramat.
Esok harinya, subuh2, sebelum keberangkatan dua orang itu, raja memberikan amanat dan berkatnya untuk mereka. Sampai sosok mereka hilang ditelan hutan lebat, tak ada yang tahu kalau si gadis berjubah merah, berbibir merah dan bermata merah dengan rambut perak dan kulit sepucat bulan, tak lain adalah putri kesayangan raja.
Sorry pendek2 mulu dari kemaren, tapi gpp kan lo aja yang lanjutin biar panjang wakakakak
So, how’s life? Hope everything’s well there. Banyak yang pengen gue ceritain ke lo sih sebenernya, tapi lagi buru2 nih, ngobrolnya ntar via MSN aja ya.
Abeen
---Oleh: audrymelissa
( diambil dari: www.somniamemorias.com)
Tidur Yuk, Sayang!
Hey!
Ini malam kedua kita, sayang. Sepertinya kita sudah semakin akrab ya? Memang, malam pertama kemarin rasanya kita sudah terlalu lelah untuk saling memperkenalkan diri - jadi agak kurang berkesan. Belum lagi aku puas menikmati kebersamaan kita, aku dibangunkan oleh bunyi telepon XL-ku subuh kemarin. Argh.Tapi tidak mengapa. Bahkan sepasang pengantin baru pun belum tentu memiliki sisa tenaga untuk menikmati malam pertama mereka.
Kemarin pagi, aku berkunjung ke rumah temanku Deiby. Aku sudah sering ke rumah itu, tapi aku selalu lupa cara menuju ke sana. Empat bulan yang lalu, aku menitipkan selimutku, handukku, DVD player, dan pesawat televisi. Ceritanya panjang. Jangan khawatir, kita masih memiliki beratus malam untuk bertukar cerita. Yang ingin aku katakan hanyalah, selain mengambil barang-barangku, aku juga meminjam sehelai seprai berikut sarung bantal dan sarung guling untuk kita tidur malam ini.
Ya. Kita. Kamu dan aku.
Kamu,
Aku mau kita membuat janji penting malam ini. Mari kita saling menjaga dan saling menjaga rahasia masing-masing. Jangan biarkan tembok sebelah mendengarnya. Ayahku tidur di situ. Siapa pun yang aku bawa ke kamar ini, apa pun percakapan yang kamu dengar, harap kamu simpan untuk dirimu sendiri. Gaya bercinta apa yang akan aku lakukan, tangisan yang disebabkan oleh lelaki mana pun, atau mungkin usaha bodohku untuk menyudahi patah hatiku suatu hari nanti, harap jangan katakan kepada siapa pun. Bahkan kepada semut dan nyamuk yang masuk keluar dari ronggamu.
Ini malam kedua kita. Maaf, aku belum bisa mengisimu dengan layak. Aku tidak punya banyak uang saat ini. Tiraimu masih terbuat dari selimut koyak. Televisi danDVD player masih tergeletak di atas lantai. Belum punya rumah. Lemari pakaianku masih “parkir” di rumah seorang teman di Ciputat. Oh. Tolong jangan bahas dulu mengenai alat pendingin ruangan. Itu baru akan aku beli saat aku punya uang lebih. Baru nanti aku tindik hidungmu, dan kita berdua tidak akan mengalami malam-malam berpeluh lagi.
Kamarku,
Aku suka dua sisi dari tembokmu yang berwarna jingga. Manis sekali. Entah siapa dulu penghunimu sebelum aku. Ah, simpan saja rahasianya. Rahasia mereka. Seperti kamu menyimpan rahasiaku. Aku tidak mau tahu, kecuali kamu memang ingin berbagi cerita kepadaku.
Aku punya sudut kesukaanku di sini. Di pojok kirimu, di atas kasur. Di mana aku mengetik surat saat ini untuk kamu. Ah, bisakah kamu menutup matamu sejenak? Jangan baca surat ini sebelum aku selesai menulisnya. Aku malu :))
Kamar kecil di sebuah rumah kecil,
Mari kita bersahabat, setidaknya untuk 363 hari dan 362 malam lagi. Atau mungkin lebih. Selamat datang ke dalam kehidupanku. Tolong usir mimpi-mimpi buruk jika ada, dan jangan tolak peri cinta jika ia datang malam ini. Atau kapan pun.
Tidur yuk, sayang.
Penghuni barumu.
---Oleh: Dear_Connie
( diambil dari: www.poeticonnie.tumblr.com )
Untuk Salah Satu Penghuni Surga
Dear Nisfia Arieska di Surga,
Sosokmu yang hangat dan mudah tersenyum membuat orang tidak akan lupa siapa kamu. Saya dan kamu tidak berteman dekat, bahkan hanya sebatas bertegur sapa saja setiap berpapasan. Tiga tahun berada dalam satu lingkungan sekolah cukup menorehkan kenangan untuk saya. Saya memang bukan salah satu dari sekian banyak sahabatmu. Saya juga tidak mengenal dekat sosokmu. Namun, ketika saya dengar kamu terbaring sakit di sebuah rumah sakit swasta di Bandung. Hati saya sontak kaget. Sedih. Simpati.
Penyakitmu juga ternyata bukan penyakit biasa. Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria nama penyakit yang bersarang di tubuhmu. Terakhir bertemu denganmu ketika malam promnight 09 Juli 2005, 4 tahun yang lalu. Setelah itu saya tidak pernah bertemu denganmu sama sekali.
Sabtu tanggal 15 Agustus 2009, saya dan kedua orang sahabat saya berniat menjengukmu. Namun ada kabar, bahwa kamu tidak bisa dijenguk karena sedang ada di ruang ICU. Pembengkakan Paru-Paru. Saya hanya bisa berdoa, semoga kamu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi penyakitnya. Saya tahu kamu sedang berjuang keras untuk bertahan melawan penyakitmu dan saya yakin Allah SWT senantiasa ada bersamamu.
Minggu tanggal 16 Agustus 2009 pukul 21.00,
Sebuah pesan masuk ke handphone saya. Memohon doa untuk kesembuhan kamu yang masih berada di ruang ICU. Ah, saya ingin kamu cepat sembuh, melihat senyum ramah dan berbincang dengan sosokmu yang lembut (lembut tapi tidak lemah!). :)
Senin tanggal 17 Agustus 2009 pukul 00.58,
Kembali sebuah pesan masuk ke handphone saya. Saya pikir sms iseng atau mungkin dari pacar (hehe), karena jarang sekali ada yang mengirim sms pada waktu dini hari.
Namun ternyata, isi pesan tersebut adalah pesan duka :
“Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un
Telah berpulang ke Rahmatullah, teman dan saudara kita Nisfia Arieska H.
Semoga arwah, dan amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya. Serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Amin.”
Terima kasih Cesa atas informasinya.
Sontak saya terbangun dan kemudian menyebarkan informasi tersebut via sms dan via facebook.
Sepulang dari upacara saya dan kedua sahabat saya menuju ke rumahmu. Setelah sholat jenazah, saya dan teman-temanmu (anak2 sman 8, anak2 ITB) mengantarkan kamu sampai ke pemakaman Cijambe, peristirahatan terakhirmu. Suasana begitu haru, bahkan saya pun tanpa sadar ikut menitikkan air mata. Belum sempat saya bertemu denganmu ketika kamu masih hidup. Namun saya yakin kamu meninggalkan kesan begitu dalam bagi teman-teman dan orang-orang yang ada di sekitarmu. Sempat saya dengar, wajahmu putih bersinar dan kamu tersenyum. Kamu mungkin sudah berdamai dengan maut. Sudah mengikhlaskan takdirmu di dunia ini.
Kamu, Nisfia Arieska, akan selalu jadi sosok yang saya kenang sebagai sosok yang tegar, pribadi yang ramah dan banyak hal positif dari dirimu yang saya kagumi.
Selamat Jalan teman..
Kita pasti bertemu lagi. Suatu hari nanti.
Entah esok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau mungkin selepas saya mengetik surat ini.
Beristirahatlah dengan tenang, kawan.
Iringan doa yang tak pernah putus akan mengiringi istirahatmu yang panjang. :)
“And I know you’re your shining down on me from heaven,
Like so many friends we’ve lost along the way.
And I know eventually we’ll be together
One sweet day..
mengenang Nisfia Arieska. nama seorang teman yang tertera di atas batu nisan.
Seketika maut merenggut.
Tak ada daya upaya selain menyambut.
Semua akan kembali padaNya.
Bisa kini atau esok, mungkin juga lusa.
Tiada obat penawar rasa kehilangan.
Selain keikhlasan.
Dari seorang teman lama yang merasa kehilangan
---Oleh: diiinniii
( diambil dari: www.berceloteh.tumblr.com )
Maaf Mengecewakan Kalian Berdua Kekasihku
Apa kabar tunanganku? Apa kabar kekasih kecilku? Aku teramat sangat merindukan kalian berdua.
Sepertinya aku tak ingin terlalu banyak berjanji padamu, mungkin benar apa katamu, tak perlu berjanji karnahanya membuat kecewa jika tak terpenuhi. Aku tak bisa kembali secepat yang aku kira ke kotamu, ke sampingmu, bersamamu dan kekasih mungilku. Maafkan aku, aku tak bermaksud mengecewakanmu. Aku harus berada disini sementara waktu, menyelesaikan beberapa tulisanku yang harus kuserahkan hampir setiap hari untuk dosenku. Sedikit lelah, tapi aku lakukan setiap hari agak bisa segera bertemu denganmu sayang. Maafkan aku.
Kali ini aku takkan berjanji bukan berarti aku tak berusaha, aku tak berani dan tak mau mengecewakanmu lagi, maaf. Aku akan berusaha secepatnya kembali kesisimu, aku rindu kamu, tunanganku, dan aku rindu bayi kecil kita dalam perutmu.
Kekasih yang mengecewakanmu.
Aulia.
---Oleh: AulSoemitro
(diambil dari: auliasoemitro.wordpress.com)
note admin: surat Aulia Soemitro adalah surat bersambung, untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi:http://auliasoemitro.wordpress.com/category/30harimenulissuratcinta/
Hai Kamu
Untuk @AADNIW
Hai kamu.
Apa kabar? Aku harap saat kamu membaca surat ini, semuanya dalam keadaan baik-baik saja. Dan aku harap, aku bisa membuat keadaan lebih baik lagi. Hehe
Aku dengar, cowok yang selama ini kamu pertahankan, cowok istimewa itu, yang membuatmu mau berkomitmen, cowok yang membuat duniamu teralihkan, cowok yang menjadikanmu seperti dirimu sekarang ini, dia, meninggalkanmu. Benarkah itu cantik?
Ya ya, selama satu hari itu kamu menangis, dan, kamu bahkan belum bisa melupakannya sampai saat ini. Seberapa istimewanya dia sebenarnya? Apakah dia istimewa karena berhasil memanfaatkan ketulusan rasa sayangmu? Apa dia sangat tampan sampai kamu jadi tidak berdaya? Kemana gadis yang aku kenal dulu? Yang tau caranya bersenang-senang, yang pembosan, yang tidak bisa berkomitmen? Dimana kamu saat hal itu diperlukan? Mungkin, kamu telah jatuh cinta. Luluh lantak, tak berdaya. Aku memberikan pelukan terbaikku untukmu saat ini.
Aku maklumi semua itu sayang, aku mengenalmu. Dan aku bisa mendengar deru hatimu yang berderik, yang perlahan ambruk, setiap kali kamu mengingat namanya. Aku menyayangimu sampai-sampai untuk melihatmu seperti ini, aku terluka. Mengapa kamu tega melukaiku? Masihkah kamu peduli padaku? Mengapa berhenti menyayangiku? Aku yang selalu ada disini, mendengarmu. Mengapa berhenti mendengarkanku?
Kamu cantik, kamu baik, kamu membuat kesalahan-kesalahan, kamu manusia, makhlukNya yang paling sempurna, kamu wanita, kamu tercipta kuat. Mengapa melupakan itu? Teman-teman yang menyayangimu, keluarga yang mencintaimu, segalanya yang kamu miliki, dan diriNya. Lupakah kamu? Tolong manis, sujudlah di hadapanNya, bersyukur karena kamu kehilangan cowok itu, dan tak lebih dari dia semata.
Tuhan punya rencana, dan aku sepenuhnya percaya padaNya. Aku mohon, jangan rusak dirimu. Bagaimana cita-citamu? Bagaimana mimpi-mimpimu? Pernahkan terpikir olehmu bagaimana perasaan suamimu kelak? Melihat kamu jatuh sejauh ini untuk lelaki yang tidak menyayangimu? Pernahkah bermimpi tentang anak-anak manis buah hatimu? Pernahkah terlintas dibenakmu, karir yang kamu impikan? Bayangkan bagaimana semua orang mengingat namamu sebagai orang yang tangguh, yang tidak akan menyerah, yang menjadi contoh untuk anak cucumu! Tidakkah segalanya indah jika kamu mewujudkannya? Ayo cantik! Bangun! Hapus airmatamu! Percantik dirimu! Bergabunglah bersama orang-orang yang menyayangimu!
Dan aku, aku janji akan selalu ada untukmu, mencintaimu sejak pertama kali aku mengenalmu, aku yang selalu ada saat kamu bersama kawan-kawanmu dan melupakanku, atau saat mereka melupakanmu. mungkin kemudian kamu akan mulai membuka hatimu, mengenalku, mencintaiku.
Jaga hatimu sayang, nikmati hidupmu. Di depan sana, menunggu orang-orang baru yang akan mencurimu dariku, tapi aku akan selalu ada. Dan jangan biarkan mereka membuatmu jatuh lagi. Aku harap, kamu menemukan orang yang mampu mencintaimu lebih dari aku. Semoga semuanya berakhir dengan baik. Aku selalu mengharapkan yang terbaik untukmu.
Dari,
Aku. Dirimu.
---Oleh: AADNIW
(diambil dari: marahmarahmulu.wordpress.com)
Untukmu Tetangga Depan Rumah
Terlalu malu itu masalahnya. Aku terlalu malu untuk sekedar berbicara denganmu. Jujur kamu terlalu. Terlalu memesona. Hingga rasa malu menguasaiku. Membuatku tak mampu walau sekedar menyapamu.
Akhirnya, aku pergi ya...sampai lupa "Selamat Pagi" ya..
Ini Penyesalan
Teruntuk kamu..
Tak perlu kutanya kabarmu, karena sudah aku pastikan kau baik. Aku tau semua, aku masih mengikuti langkah hidupmu. Sedikit menyakitkan namun juga menenangkan. Setidaknya untuk hati yang masih bergelayut kenangan. Rindu yang masih memanja masa lalu. Bodoh memang, tapi itulah aku. Pecintamu yang masih mengharap pelukmu, atau sekedar senyum ditiap pagiku.
Kau ingat, waktu aku menyeka air matamu? Itu adalah hal terindah karena aku mampu membantumu menghapus setetes dukamu. Tak pernah mampu aku melihatmu terluka dengan linangan air mata. Tenggelamkan saja aku di danau atau laut sekalian, asal jangan pernah aku melihat air mata membanjiri pipimu. Sungguh demikian adalah luka terdalam.
Jika kau anggap aku berlebihan, maka memang aku berlebihan. Lebih akan semua rasa dan cinta. Bahkan untuk saat ini ada lebih dari yang pernah kau kira sebelumnya. Sebelum kau akhirnya pergi karena tak kau percaya genggam jemari yang erat merengkuh jemarimu, tanpa sekalipun meragu untuk ciptakan bahagia untuk hatimu.
Waktu pergimu dulu adalah waktu dimana bagiku kesemuanya berhenti dari putaran waktu. Detak jantungpun ikut berhenti dan aku sudah merasa mati. Sebegitu aku mencintamu, ingin mendekap untuk seluruh waktumu. Aku yang salah, aku akui semua kesalahan. Perasaanku hilang saat itu, melayang terhempas egois sesaat. Bodoh ya aku. Melepas asa yang susah tergenggam nyata.
Entahlah, sekarang aku hanya berdiam. Menyesali semua kejadian. Sebenarnya sia-sia jika aku hanya diam, tak juga mengembalikanmu kan? tapi apa dayanya aku, sudah luruh semua rasaku. Hilang harapan. Namun aku tak menyerah begitu saja. Lihat aku yang sekarang. Aku takkan mati setelah kau pergi, karena aku akan lebih hidup dari sebelumnya untuk mengejarmu yang telah pergi jauh merimba.
Aku akan mengejarmu, untuk mohonkan maaf dan hantarkan rasa tanpa lelah.
salam, pembuat kesalahan.
---Oleh: dzdiazz
(diambil dari: http://dzdiazz.blogdetik.com/)
Rabu, 02 Februari 2011
Cukupkah Ini Buatmu?
Kamu terus diam. Aku hampir gila. Dalam 24 jam, cuma beberapa jam waktuku yang terlewati tanpa tangis.
Aku mungkin rapuh, tapi bukan berarti kau sentuh sedikit aku jatuh. Aku lebih kuat dari yang kau pikir, Mas. Tangisku ini bukan tanda kelemahan. Ini cuma satu bentuk emosiku saja yang tumpah tidak tertahan.
Aku kaget bercampur sedih, kecewa, juga marah ketika membaca pesan singkatmu tadi pagi. Aku tak pernah menyangka pikiran seperti itu bersarang di benakmu. Tak pernah setitik pun aku berpikir buruk tentangmu. Aku sangat memujamu, Mas. Tidak kau sadarikah itu?
Aku sayang kamu, Mas. Tapi, cukupkah ini buatmu?
(dikirim oleh @yoand di http://mungkinpuisi.wordpress.com)
Surat Untuk Spongebob
sejak kapan ya aku memanggilmu spongebob? mungkin sejak kamu memanggilku patrick. kita sama-sama penggemar kartun bodoh menggelikan itu sih, iya kan? ayo ngaku! *gak nyante*
oh iya, tadi sore kamu nonton yg episode idiot box? lucu ya, masa kardus aja bisa bikin spongebob sama si patrick berhalusinasi dengan nyata. ah, namanya juga animasi.
mmm, anu…
spongebob, sebenarnya aku keberatan jika kamu memanggilku patrick. aneh aja, kamu kan cewek, aku cowok. kamu selalu mengibaratkan spongebob, dan aku kamu ibaratkan patrick. kenapa?
lupakan sejenak karakter kartun itu. aku masih sangat ingat namamu, sarah.
akhir-akhir ini kita sering ketemu, inget gak waktu di pantai? lucu ya. aku ngajak kamu ke pantai sore hari, pengen liat matahari terbenam. aku jemput kamu, dan kita berdua menghabiskan waktu sore tanp terasa. sebenarnya sore itu aku mau nembak kamu, tapi gak tau kenapa susah banget. payah ya? Kita hanya ngobrol kesana kemari nyampe malem. Lalu ku antar lagi kamu pulang. bum!
mmm…
sarah… to the point aja ya, aku cinta kamu. bukan rasa cinta patrick pada spongebob. lebih dari itu, cinta seorang lelaki pada lawan jenisnya.
itu saja… mungkin kamu anggap surat ini hanya lelucon, tapi buatku ini serius.
errr…beneran deh, jari ini udah gemeteran. gak sanggup lagi ngetik. so, sms aku kalo udah baca surat ini ya, spongebob… eh, sarah.
dari: yang selalu kau panggil patrick
nb: tanggal 13 februari nanti hari ulangtahunku. gak penting ya? yaudah sih ngasih tau doang :) #kode
(dikirim oleh @tiarbah di http://tiarbah.tumblr.com)
Gerimis
Sepanjang sore ini gerimis turun tiada henti mengiringi pergantian tahun Imlek. Biasanya kau akan merayakan dengan keluargamu dengan mengunjungi restoran di kota dan duduk melingkari meja bundar yang berputar. Kau bilang duduk bersembilan di meja bundar yang bisa diputar itu membawa hoki. Satu waktu kaupun pernah membawaku menyaksikan atraksi barong di atrium sebuah mal di kota.
Begitu banyak cerita tentang kita yang hampir memenuhi ruang memori pikiranku. Terkadang muncul sekelebat kalimat-kalimat yang pernah kau ucapkan padaku atau muncul bayangan-bayangan ketika kita berdua tertawa terbahak. Kita begitu dekat, bukan ? Lalu apa yang menahan bibir kita untuk saling mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya. Apakah ego atau SARA yang mengatup rapat-rapat hati kita berdua ?
Matamu yang sipit berkata banyak tentang perasaanmu dan tidakkah kau melihat hal yang sama dalam mataku ? Aku mengerti tentang ketakutanmu dan itu menjadi ketakutanku juga.
Tahukah kau, ketika melihat matamu terpejam rasanya aku ingin membangunkanmu dan mengatakan bahwa betapa aku mencintaimu. Tahukah kau, ketika melihatmu terbaring rasanya aku ingin memelukmu erat ? Tahukah kau, ketika melihat kedua tanganmu yang bersarung tangan putih rasanya ingin kubuka dan menggenggam tanganmu agar kau bisa merasakan hangatnya kasihku padamu ? Tahukah kau betapa aku menyesali diriku yang begitu pengecut menanti waktu yang tepat untuk mengatakan bahwa aku bersedia mengabdikan hidupku selamanya untuk menjadi pendamping hidupmu ?
Andy… Aku tahu apa yang kukatakan tentang perasaanku padamu tidak akan pernah membawamu kembali padaku. Bahkan linangan air matakupun tidak akan membuatmu iba dan mengeringkannya dengan jemarimu seperti yang biasanya kau lakukan dulu. Aku hanya bisa diam dan menangis dalam hati tanpa suara, menatapmu yang terbaring terbujur kaku. Merelakan kepergianmu dengan tiba-tiba adalah hal tersulit yang pernah aku alami dalam hidup ini. Menguatkan jiwa ragaku agar bertahan dalam sadar ketika melihatmu masuk kedalam pembakaran rasanya bagai di dera sakit luar biasa.
Andy… hujan membawa berkah di tahun Kelinci Emas ini. Tidak ada perayaan darimu, tidak ada acara makan malam bersama di meja bundar denganmu, tidak ada acara menonton atraksi barong, dan yang paling penting tidak ada lagi dirimu didunia ini. Aku tetap mengupaskan sebuah jeruk seperti biasanya aku lakukan untukmu, kali ini aku makan sendiri… Gong Xi Fat Chai, Andy… Semoga kau damai disisi Nya.
-Sarah, dengan sepenggal hati…
(dikirim oleh @ZahriMaya di http://sofacokelat.tumblr.com