Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #24. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #24. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Februari 2011

Bukan surat Cinta

Hi Pos Cinta...

Sebenarnya saya ga ingin menuliskan surat cinta saat ini..saya hanya ingin tahu lebih banyak hal mengenai salah satu tukang pos kalian, Eka "si sayap patah"....

Saya ga tahu, apa ini hanya sekedar mengagumi sosoknya atau cara dia dalam hal meramu kata2 indah..hahahha *jujur ini bukan saya banget*...

Disini saya cuma mau mengatakan sesuatu buat Eka,

Dear Eka...

Terima kasih sudah membalas setiap coment2 dari ku.. dan aku senang sekali mendapat respon dari kamu...

Mmmm sebenarnya aku bukan seperti yang kamu sangkakan...:)
Aku hanya Orang yang ga pernah membuat postingan2 blog sebelumnya, dan ga sekreatif yang kamu kira..

Aku hanya orang yang ga sengaja "nyasar" diblog pos cinta ini..dan tulisan yang pertama kali aku baca adalah tentang pertemanan kamu dengan "abang" yang kamu bilang "saudara yang Tuhan lupa kasih ikatan darah" hahaha, dan dari situ, aku melihat kamu sangat "beda"...entahlah itu apa.. yang pasti aku belum tau..

dan buat orang yang kamu "anggap" itu aku

"hei, dimana pun kamu berada teruslah buat tulisan sekreatif mungkin, seperti yang dikatakan Eka : " Ikutan buat surat ga, postingan-postingan di blogmu itu keren-keran, kamu kreatif. Ingatkan, dulu aku follow kamu karena apa? karena isi blog kamu. :) "

Mmmmm jujur aku iri..lagi2 aku bukan seperti yang Eka sangkakan...tapi gpp, aku tetap senang..:)

dan aku harap Eka, ramuan kata2 indah kamu akan terus mengalir sampai seterusnya...

Keep spirit Eka Nurul Kustia Otto "si peramu kata yang sayapnya patah" <--- gpp kan kalau aku sebut seperti itu?? kalau ga suka kasih tau aku :)

Sebelumnya Thanks buat Pos Cinta, Sampein buat Eka yah.....

Simple, Starving To Be Safe

Lately I’ve been thinking so strangely about the clouds,
and how they seem to slowly fade away.
Maybe someday we will find a way to disappear.
Just me and you on silver lining dreams.

Lately I’ve been hoping you can stay with me,
And I could hold you close ‘til the end of time.
Maybe someday we will grab some change and run away,
but for now I’ll learn to say goodbye.

#nowplaying Daphne Loves Derby – Simple, Starving To Be Safe

__________________________________________

For you who hates the word of “LOST”

I just can’t say anything, just feel sorry. I didn’t mean to make you feel so sad


---Oleh:


(diambil dari: www.heykila.tumblr.com )

Gila!! Kali Ini Aku Cemburu.

Selamat malam sayangku tunanganku, apa kau sudah tertidur? Aku masih di dalam kamar yang penuh lukisan wajahmu, kesepian. Seandainya saja jeruji waktu tak ada, jarak tak jadi masalah. Kini bertambah satu hari dimana kepastian aku akan pulangpun tak ada. Aku rindu, aku tak mau terbiasa dengan kesendirian.

Kau tau aku bukan orang yang pencemburu, tapi kali ini mungkin kau akan berpikir aku gila. Aku cemburu, sangat cemburu kali ini. Aku cemburu dengan mereka, bukan hanya satu tetapi banyak. Aku cemburu pada mereka yang menemanimu disana, itu seharusnya aku. Jika aku kali ini cemburu apakah wajar? Aku cemburu dengan bantalmu, ia selalu ada saat kau butuh sandaran ketika lelah menerjangmu. Aku cemburu dengan lampu tidurmu, menemanimu dengan cahaya remang yang nyaman untukmu terlelap, dekat denganmu hingga kau terpejam. Aku cemburu dengan kaca kamar mandimu, kau selalu pamerkan wajah khas bangun tidur dan senyumanmu padanya, bahkan wajah segar sesaat setelah mandi (yang aku rindukan) ia melihatnya. Mungkin aku gila cemburu pada mereka. Mungkin benar kata mereka, terkadang benda di sekeliling kita (yang kita tak sadar sekalipun) selalu setia menemani.

Aku cemburu pada mereka, tapi aku tak mau jadi salah satu diantara mereka. Gulingmu misalnya, kau selalu memeluknya, tapi apakah ia dapat memelukmu? Tidak. Aku ingin ada disana memelukmu, memberi kehangatan, bercerita dan membuatmu nyaman hingga terlelap, membuka mata dengan wajahmu sebagai tangkapan pertama yang terekam otakku ketika pagi, menciummu sebelum sikat gigi, memelukmu dan menghirup candu harum tubuhmu sesaat setelah mandi, aku ingin. Maaf jika suratku kali ini menurutmu gila, hanya ini yang bisa kulakukan untuk menjaga kesadaranku, kesadaranku akan waktu yang tak pernah berhenti, jarak yang memisahkan kita. Ada rinduku dalam cemburu. Ada cinta jika kau bisa lihat di dalamnya. Cinta satu, hanya untukmu


Kekasihmu

Aulia.



---Oleh:


(diambil dari: www.auliasoemitro.wordpress.com )


note admin: surat Aulia Soemitro adalah surat bersambung, untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi:http://auliasoemitro.wordpress.com/category/30harimenulissuratcinta/

Idola, Sahabat, Keluarga..

Untuk Echa Soemantri dan The Echerz Jogjakarta

Selamat malam Echa, selamat malam Tejo, apakabar semua? Semoga semuanya dalam keadaan baik ya. Baru kemarin Jumat kita bertemu. Dan aku sudah kembali merindu. Rasanya malam ini aku ingin menulis sesuatu untuk kalian semuanya. Surat cinta? Hahaha sebut saja begitu. Jadi ingat kemarin Jumat, Sabtu dini hari lebih tepatnya, saat salah satu dari Tejo membacakan surat yang sudah ditulisnya untuk Echa. Salut, karena buatku sendiri, tak mudah untuk menulis seperti itu. Dan malam ini, aku ingin membuat satu surat untuk semuanya. Akan aku awali surat ini untuk idolaku, Echa Soemantri, kemudian untuk keluarga baruku, The Echerz Jogjakarta, a.k.a Tejo. :)

Dear Echa Soemantri,

Aku teringat saat pertama kali aku menyaksikan sebuah acara di sebuah kampus di Jogja tahun 2008 lalu, saat itulah pertama kalinya aku mengenal sosok seorang drummer. Echa Soemantri. Itu kamu. Permainan solo drum mu saat itulah yang membuatku terpukau. Tidak hanya aku, tapi seluruh penonton yang ada di sana saat itu. Dengan begitu indahnya kamu memukul drum mu, dan dengan begitu manisnya kamu membawa kami terhanyut dalam permainan drum mu itu. Bahkan saat itu, kami ikut bertepuk tangan mengikuti arahan yang kamu berikan. Kamu ikut sertakan kami di dalam permainanmu, dan tentu saja, kami begitu antusias untuk menyambutnya. Melihat pertunjukan saat itu, melihatmu kemampuanmu dalam bermain drum, melihat kesuksesanmu dalam mengambil perhatian penonton, membuatku merasakan bahwa, kamu adalah seorang drummer yang memiliki kharisma yang tidak dimiliki setiap orang. Saat itu aku merasa, kamu adalah drummer yang istimewa. Dan sejak saat itu, aku mulai mengidolakanmu. Berawal dari situlah, aku mulai mencari video-video yang merekam penampilanmu di setiap acara, dan tak jarang pula aku mengirimkan pesan lewat salah satu jaringan sosial. Terimakasih ya sudah mau membalasnya. :)

Yah, aku memang tak ingat kapan tepatnya. Tapi aku ingat, saat aku mengirim pesan kepadamu aku selalu bertanya kapan kamu akan datang lagi ke Jogja. Kamu selalu minta didoakan. Dan akhirnya, hari itu tiba. Jumat, 12 Februari 2010. Hampir setaun yang lalu yah. Senang sekali rasanya, setelah lebih dari setahun menunggu, akhirnya aku bisa bertatap langsung denganmu, bahkan sempat berbincang lama. Hampir 3 tahun mengenalmu, banyak hal yang membuatku semakin kagum kepadamu. Selain kemampuan dalam bermusik, aku salut dengan caramu mengenal dan mencintai Tuhan. Aku kagum, karena kamu punya orang tua yang hangat. Jujur saja, bisa kenal Mama mu itu rasanya menyenangkan sekali. Beliau hangat, sepertimu. Walaupun aku nggak tau Papa mu secara langsung, aku yakin Beliau juga sosok yang hangat. Yang aku tau, Papa mu adalah seorang musisi hebat. Yah, memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya, iya kan? Dan satu lagi yang membuatku kagum kepadamu. Yaitu bagaimana caramu memberikan perhatian kepada penggemarmu. Bagiku, kamu tak seperti seorang idola, kamu lebih dari itu, lebih dari sekedar idola. Kamu seperti seorang teman, sahabat, bahkan, rasanya seperti kakakku sendiri. Terimakasih ya, sudah baik sekali kepadaku. :)

Ah ya, aku ingat tanggal 12 Februari 2010 itu, aku juga bertemu dengan beberapa penggemarmu, yang biasa disebut Echerz. Saat itu kami sama-sama sedang menunggumu. Saat itulah kami berkenalan. Sejak pertemuan itu, setiap kali seorang Echa Soemantri datang ke Jogja, kami pasti janjian untuk berkumpul dan nonton bareng. Mungkin itu awal dari terbentuknya sebuah komunitas Echerz yang ada di Jogja, The Echerz Jogjakarta. Boleh nggak aku bilang seperti itu? :)

Dear The Echerz Jogjakarta a.k.a Tejo,

Entah sejak kapan disebut seperti itu. Hahaha. Aku sendiri tak peduli darimana saja kalian berasal. Dalam hatiku, Echerz, siapapun itu, yang ikut berkumpul bersama saat di Jogja, aku anggap bagian dari Tejo. Singkat saja, berawal dari sebuah komunitas, aku merasa saat ini aku tidak sedang berada dalam sebuah komunitas lagi. Berada di tengah-tengah kalian rasanya seperti berada di antara sahabatku sendiri, bahkan, aku merasa seperti berada di tengah-tengah keluargaku sendiri. Aku bisa jadi diriku sendiri saat berada di tengah-tengah kalian. Bisa bercerita tentang segala macam hal. Dan satu hal yang penting, yang bisa aku rasakan, walaupun belum lama kenal, tapi kita bisa saling percaya. Terimakasih sudah menerimaku jadi bagian dari kalian. :)

Kita mungkin berasal dari tempat yang berbeda. Dan kita mungkin mempunyai karakter yang berbeda juga. Tapi aku nggak pernah merasa kita dipisahkan oleh perbedaan itu. Aku justru merasa, kita dekat karena hal itu. Perasaan saling membutuhkan dan ingin saling melengkapi tanpa memaksakan kehendak masing-masing, bagaimana cara kita menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, membuat suasana nyaman dan hangat tercipta saat kita bersama. Tujuan yang sama telah mempertemukan kita. Jujur, aku selalu menanti agar kita bisa berkumpul kembali. Dan rasanya saat harus mengakhiri pertemuan itu, aku selalu berpikir, “Yah, udahan nih? Pulang beneran nih?” Karena rasanya, berat sekali untuk berpisah dengan orang-orang yang begitu menyenangkan seperti kalian. Yah, walaupun aku tau, kita pasti akan bertemu lagi lain kali.

Coba ingat, apa pernah kita nggak tertawa waktu kumpul? Selalu saja ada sesuatu yang bisa kita bicarakan, selalu saja ada hal yang bisa membuat kita tertawa. Hal-hal itulah yang selalu membuatku rindu, bahkan saat aku baru saja mengucapkan ‘sampai jumpa’ pada kalian. Seperti kemarin Jumat. Rasanya senang sekali bisa berkumpul lagi. Dan seperti biasanya, waktu terasa begitu cepat berlalu saat kita semua sedang bersama. Dan seperti biasanya juga, aku sudah rindu bahkan saat aku baru berjalan ke tempat parkir untuk mengambil motorku. Ayo, kapan kita kumpul lagi? :)

Terakhir, sedikit pesan dariku. Yang pertama, untuk idolaku, Echa Soemantri, tetaplah rendah hati seperti itu. Semoga makin sukses dan bisa menginspirasi semakin banyak orang. Tetap taat pada Tuhan, cinta pada keluarga terutama Papa Mama, dan sayang pada sahabat, teman-teman, serta semua penggemarmu. Terimakasih sekali ya kemarin sudah mau kami ajak keluar hotel. Sebenarnya banyak sekali tempat yang ingin kami tunjukkan, tapi karena kamu nggak pernah lama di Jogja, jadi kami berusaha menyesuaikan. Semoga lain kali ada kesempatan. Maaf kalau terlalu sering mengganggu waktu istirahatmu. :) Kemudian, untuk keluarga baruku, Tejo, semoga makin kompak, selalu saling dukung, saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain.

Aku sayang kalian semua. Semoga bisa bertemu kalian lagi secepatnya.

Salam rindu,

Gandes ^^

( cc : @echasoemantri @ccitraa @fitriapriliyani @tirzaongaimeii @TianDjuaeni @mesy_chuaa @TalchaSultanik @yunanpatra @rosapw @Yuesef @pido_pido )



---Oleh:


(diambil dari: www.gandessitoresmi.tumblr.com )

Patah Hati

Ini untuk kamu lagi. Tapi kali ini suratku pendek saja.

Jika kamu masih ada di kepalaku, apakah itu karena kamu masih berada di hatiku dan aku belum bisa melepasmu, meskipun mungkin saat ini kamu sedang menghangatkan tubuh perempuan lain? Aku sempat melihat fotonya. Dia sedikit mirip denganku, meskipun dia memang lebih cantik. Aku mengakuinya. Ini perempuan sekali ya sepertinya - membandingkan diri sendiri dengan perempuan lainnya?

Ah.

Malam ini aku tidak bisa tidur. Tidak jelas kenapa, tapi aku curiga ini semua gara-gara kamu. Dan aku membenci diriku sendiri. “Too Much Love will Kill You”. “I Hate Myself for Loving You”. Mungkin Brian May, (almarhum) Freddie Mercury, dan Joan Jett sedang mengalami hal yang sama denganku saat ini ketika menuliskan lagu-lagu itu. Dibunuh oleh perasaan cintanya sendiri.



Aku ingin berhenti mencintaimu, karena aku ingin berhenti menyakiti diriku sendiri. Ya, aku kesakitan. Tapi ini bukan berarti aku minta belas kasihanmu. Bukan. Bukan karena aku gengsi, tapi aku tahu ini percuma.

Kita sedang sama-sama jatuh cinta. Aku masih jatuh cinta kepadamu, dan kamu sedang jatuh cinta kepada perempuan lain. Pedih rasanya menulis kalimat ini.

Aku lelah.

Cuma satu hal yang aku minta padamu saat ini. Tolong pergi dan lari jauh-jauh dari pikiranku. Kalau perlu, menghilanglah seperti kamu tidak pernah ada. Aku sudah menghapusmu dari BBm-ku, tapi aku tidak sanggup menghapusmu dari Twitter dan Facebook-ku. Tolong lakukan itu untuk aku. Sekali ini aja. Ini untuk kebaikanmu juga kan?

Semoga kamu membaca surat ini.


---Oleh:


(diambil dari: www.poeticonnie.tumblr.com )

Malaikat

Kepada kalian para malaikat bernama sahabat..

Begitu banyak nama yang akan menghabiskan berlembar-lembar surat jika aku sebutkan semua. Jadi, cukup kuwakilkan satu kata saja ya berupa Sahabat.
Kalian adalah senyawa o2 pada kehidupanku. Terbayang kan, bagaimana bisa aku hidup tanpa kalian ada di dalamnya? Seringkali aku bersyukur pada Tuhan karena telah mengirimkan malaikat bernama sahabat untuk menemani aku melalui saat-saat yang berat. Membuat aku sadar bahwa aku tidak sendirian dan aku senantiasa merasa dicintai.
Selain keluarga, kalian adalah pemompa motivasi yang membuat aku semakin kuat dalam berusaha untuk mewujudkan mimpi. Kalian adalah udara di dalam ruang hampa. Kalian sinar di saat jalan gelap gulita.
Seringkali aku tidak menemukan cara bagaimana aku berterimakasih atas apa yang kalian lakukan. Kalian memang tidak memintanya, tapi aku yang keras kepala ingin memberikannya!
Sahabat-sahabatku tersayang, terima kasih yaa untuk selalu setia dan tidak bosan menemani perjalanan hidupku yang penuh liku. Maafkan bila aku belum bisa jadi sahabat terbaik yang seperti kalian harapkan tapi aku mohon, aku jangan kalian tinggalkan. Bukankah selalu ada kata maaf untuk sahabat yang khilaf? Ah, aku bahkan tak bisa lama-lama marah ketika sahabatku berbuat salah.. :’)

“Many people will walks in and out of your life, but only true friends will leave a footprint in your life” *unknown*

“Berbagi semua kisah, canda tawa serta ceria, air mata dalam duka kita masih bersama. Raih mimpi indah menghias dunia kita, sahabat yang setia. Betapa bahagia oh diriku bersamamu, mutiara dunia dalam kasih dan harapan” *andien*

“Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingatlah hari ini..” *project pop*

Rasanya satu surat ini tidak akan cukup untuk menggambarkan apa yang aku rasakan terhadap kalian. Tapi, aku ingin kalian tahu, bahwa kalian sangat berarti bagi seorang dini. :)


Dari
Seorang sahabat yang bersyukur memiliki kalian sebagai sahabatnya. ♥


---Oleh:


(diambil dari: www.berceloteh.tumblr.com )

Soup Brokoli Asam Manis

Kepada soup ternikmat sepanjang hidupku

Apa kabar dirimu?
semangkuk soup brokoli asam manis yang selalu kutambah isinya di tiap harinya
selama ku isi mangkuk itu, tidak pernah ada yang tumpah
semuanya masih tertampung rapih dan masih hangat
setiap detik selalu ada yang menikmati soup ini
orang - orang yang aku kenal dikit demi sedikit duduk manis di sekeliling sebuah mangkuk berisi soup brokoli asam manis ini

kamu, soup yang membawa kehangatan bagi si pembuat dan si para penikmatnya
kau terlihat sangat anggun
kuahmu yang kental tidak akan bergerak jika ada orang yang tidak suka dengan soupku ini menyenggol mangkuknya
itu berarti kau tentram, membawa kedamaian
asap putih yang tersaji terbang dan menghilang berpecah ke seisi ruangan
aromamu yang gurih membuat mereka ingin tetap berada di kursi masing - masing mengelilingi soup hasil buatanku sendiri

waktu pertama kali aku membuatmu
aku bersusah payah mencari bumbu - bumbu rasa yang pas
aku sudah sering sekali gagal dalam dunia persahabatan dan bercinta
kuracik, racik, dan kuracik lagi bumbu yang baru
sehingga aku menemukan bumbu yang bisa membuat orang - orang merasa aku itu ada
aku hidup

ada kehidupan yang aku ciptakan yang digambarkan di dalam sebuah mangkuk
warna hijau, putih, merah, dan oranye berpadu di dalam satu manguk yang siap dinikmati dan diisi oleh berbagai rasa
ku tambahkan rasa asin, asam, dan manis ke dalamnya
aku sangat memikirkan bagaimana cara menciptakannya
warna - warni yang akan membuat hidupku menjadi berwarna dengan orang - orang di sekelilingku
supaya tidak bosan, aku membuat soup ini dengan berbagai rasa agar orang - orang yang ikut bergabung menikmati soup buatan ku ini tidak cepat bosan sampai aku terlelah dan akhirnya soup ini pun habis

teruntuk kamu, soup brokoli asam manis
tetaplah berada di atas meja yang luas dan rata menjadi tumpuan sebuah mangkok yang berdiri kokoh di atasnya untuk menampungmu
aku akan selalu buka pintu hati dan jendela mata lebar - lebar agar aromamu tercium oleh mereka
dan pada akhirnya mereka berdatangan
bersama menikmati soup brokoli asam manis

aku
si penyebar aroma soup brokoli asam manis


---Oleh:


(diambil dari: www.crezative.tumblr.com )

Untuk yang kupanggil adik



Dear kamu,...
Apa kabarmu?. Masih takut ya?. Sudahlah jangan pernah berpikir tentang kematian, jika itu membuatmu ketakutan untuk melangkah. Kematian itu serupa hantu mengikutimu kemanapun. Tidak bisa di hindari. Tidak ada yang selamat dari itu. Kita milikNya. Satu saat kembali padaNya. Tenanglah...berbuat baiklah selalu, agar saat kembali, kita bersamaNya, disamping orang-orang baik lainnya.

Ah sudahlah bicara tentang itu...
Lagi, aku di buat kagum oleh Twitter. Saat orang asing yang hanya kita kenal di maya, tiba-tiba terasa begitu dekat. Begitu nyata. Bahkan kadang lebih dekat daripada orang di nyata kita yang sesungguhnya. Dulu aku lumayan anti dengan pertemanan di dunia maya. Tapi ketika menemukan beberapa orang yang akhirnya bisa *dekat*, aku percaya maya juga punya jalan sendiri. Punya maksud sendiri untuk mempertemukan orang-orang yang sama sekali hampir tak pernah bertemu. Secara nyata.

Termasuk kamu. Patty...boleh aku memanggilmu begitu?.
Buatku punya adik di maya itu luar biasa. Punya kamu itu luar biasa. Aku tak bisa menjelaskan bagaimana bisa, aku hanya melihat avatarmu, melihatmu bercerita, berkunjung ke blogmu yang keren, dan byarrr aku lagsung jatuh sayang padamu. Aku merasa wajib melindungimu, wajib mendengar ceritamu, mendengar keluhanmu, entahlah...rasa sayang itu timbul tiba-tiba. Walau cuma bisa bercerita lewat DM, bagiku itu berarti. Andaikan kita saudara, kita disatukan rumah yang bernama Twitter. Ah...

Aku punya seorang adik, perempuan. Seorang dokter, saat ini juga jauh, terpisah jarak denganku. Buatku punya seorang adik lagi adalah anugerah, walau aku hanya bisa melihatmu lewat maya. Tempat kita bertemu, dan akhirnya berbagi cerita.

Ya, aku punya harap, semoga Tuhan mendengar. Satu saat kita akan bertemu. Aku akan memelukmu bukan sekadar *peluk* lagi...memelukmu nyata, adikku.

Dalam doa selalu ada namamu, terikut ke langit dalam daftar nama-nama orang yang kusayang. Semoga hidupmu baik-baik saja, di penuhi berkah dan kesehatan, di kelilingi kebahagiaan dan cinta.
Terakhir, selamat belajar ya. Semoga nanti saat UN, kamu berhasil. Amiin


*peluk* ♥
ama_achmad


---Oleh:



(diambil dari: www.amaachmad.blogspot.com )

(Biarkan) Mereka Cemburu

Jakarta, 6 Februari 2011.


Selamat malam, Senja.

Hari ini ada yang aneh, semesta seperti memusuhiku. Dia mengerutkan dahi saat melihat ku tertawa sepanjang hari. Awalnya aku binggung, kenapa mereka menjadi seperti itu? Apa salah ku? Apa karena belakangan ini aku sering tersenyum dan mengumbar tawa? Atau mereka memang jauh lebih senang jika aku terus menjadi ‘Si Sedih’ ? Aneh! Sungguh aneh, sampai-sampai aku berfikir Semesta cemburu, dia cemburu, mereka cemburu. Cemburu melihat senyum ku merekah diantara pipiku yang merona jingga.

Senja, tadinya aku sempat marah dan sedih melihat perlakuan mereka, semuanya mengutuk surat-surat ku, mereka bilang aku munafik, mereka bilang kata-kata cinta tidak pantas kueja, aku sudah ditakdirkan menjadi ‘Si Sedih’, itu yang aku dengar. Tapi semuanya tidak lama, lagi-lagi suara mu membuyarkan kesedihanku.

Malam ini aku bahagia.. tidak menyangka Hujan benar-benar membacakan surat ku untuk mu. Dan surat ku menjadi sempurna, saat kamu memaknainya sebagai cinta, sekarang aku bangga menyebut surat-suratku sebagai Surat Cinta.

Kamu, masih saja sama.. masih menjadi kutukan kebahagiaanku, atau mungkin kamu adalah karma terindah yang pernah Tuhan jatuhi dihidupku? Tidak, tidak lagi sekedar sosok nyatamu, ini gila..aku tersenyum menikmati kecemburuan dunia hanya dengan mendengar suaramu..

Senja..seperti katamu, “peduli apa dengan mereka? Mereka tidak mengenal kita, mereka tidak tau apa yang sedang kita lalui, biarkan saja mereka cemburu, dan mari buat mereka lebih cemburu lagi, makin cemburu melihat kita mengumbar tawa bahagia.”

Senja..Aku bahagia! Aku tidak peduli 1000 kutukan semesta menyerbuku, tidak sama sekali, selama disini tetap ada kamu. Ada suara mu yang selalu menutup hariku dengan senyum, ada hadirmu dimimpiku yang melahirkan bahagia ditiap pagi menyapa. Terima kasih Senja.. Terima kasih kebahagianku, mari..kita buat mereka cemburu dengan pertemanan romantis kita.


Kamu ingat kutipan dari film kesukaan kita? Mozart And The Whale movie (2005)

Isabelle Sorenson:
Be my friend Donald, be my best friend, please, because I really need you. I always felt like you wanted us to get married or something.
Donald Morton:
I never said that.
Isabelle Sorenson:
Not with words. But instead of that, do you want to just be my friend?
Donald Morton:
Without the sex?
Isabelle Sorenson:
Without the pressure. Do you want it?

……… silent…………

Donald Morton :
Yes. Of course.
Isabelle Sorenson:
Great. Because friendship is all i have to give.

Saat ini, aku ingin seperti Donald dan Isabelle. :)

E

——————————-

“Cause sometimes it seems, like this world’s closing in on me, and there’s no way of breaking free. And then I see you reach for me.

Sometimes I wanna give up, I wanna give in, I wanna quit the fight, and then I see you, baby.. and everything’s alright, everything’s alrigh.

When I see you smile, I can face the world, you know I can do anything. When I see you smile, I see a ray of light, I see it shining right through the rain. When I see you smile. Baby when I see you smile at me”


PS: Untuk saat ini dikepalaku, aku ganti kata ‘Senyum’ dilirik lagu diatas dengan ‘Suara’, ya..karena saat ini mendengar suaramu adalah caraku melihat senyummu, untuk sementara.

#NowPlaying Bad English -When I See You Smile-


---Oleh:


(diambil dari: www.sisayappatah.tumblr.com )



note admin: Surat adalah surat bersambung mulai dari suratnya yang berjudul "Hujan, Senja, Malaikat, Kopi", (sekarang sudah surat ke- 9 ) jika ingin mendapatkan cerita lengkapnya silahkan mampir ke www.sisayappatah.tumblr.com

Untuk Sofia,Annisa,Danar,Ridza,dan Dhanny.

Selamat sore cinta-cintaku :)
Apa kabar lampung? Masih panas kah? Atau mungkin masih main stream seperti biasanya? Haha.
Tidak pernah habis rindu saya untuk kalian. Teman yang selalu ada disaat butuh atau tidak sekalipun,tidak ada satupun rahasia lagi,mungkin ada tetapi tidak begitu mendesak untuk diberi tahu.
Senang kita selalu bisa berkomunikasi walaupun kita sangat jauh.
(Norak ye gua nulis surat cinta beginian hehehehehe.) Ganti jadi gue lo aja deh :p

Ga bisa lupa sama kado yang udah kalian kasih ke gue. Sekarang gua 20 dan punya pacar,gua cukup bisa menjaga diri dan belum bisa mengubah sifat gua yang labil. Ya labil. Sofia dan Annisa yang selalu kasih tau saat gua sedang labil selabil labilnya umat akhirnya menyadarkan gua bahwa ini semua harus gua kontrol,sendiri. And yes baby now i have my self control :'O
Danar dan Dhanny yang selalu dengerin gua aja kalo gua lagi curhat tentang masalah apapun,apapun kan? Padahal kalian laki-laki.HAHAHAHAA. Thanks brothers :)
Ridza yang meskipun jarang kerumah tapi kalo udah kerumah selalu kasih gua pelukan hangat dan ngizinin gua nyium keteknya (kalo udah mandi) hehe.
Gabisa lupa sama kalian yang selalu dukung gua dengan apapun kondisi gua.
Beerantakan banget yak bahasa gua -_-
Gatau nih mau ngomong apa lagi,yang jelas kita sudah membicarakan masa depan dan bersiaplah tahun depan gua berencana mau menikah (sama siapa aja boleh deh). Siap siap sibuk yaaaaa LOL.
Kangen :')

XOXO
DLSA.


---Oleh:


(diambil dari: www.diajenglarasati.blogspot.com )

Hanya Ingin Memelukmu

Hujan begini. Kau mengeluh. Pusing, katamu. Kau terlalu lelah, mungkin.


Aku ingin berlari menujumu. Menyiapkan sarapan. Menyeduh teh hangat. Memijat pundakmu. Menyelimuti tubuhmu. Berbaring di sisimu. Lalu, melingkarkan lenganku untuk menghangatkanmu.


Mas… Aku kehabisan kata. Hanya ingin memelukmu. Saja.


(oleh @yoand)

Surat Cinta #24: Untuk Impian

Sudah lama sekali saya tidak menulis di diary. Saat ini saya hanya concern menulis di agenda kecil saya saja. Itupun tidak sedetail dulu. Beberapa tahun ke belakang ini, saya memang sudah meninggalkan diary. 

Selain ada fungsi blog yang kemudian dimaksimalkan. Lalu paling tidak dua kali sehari saya memosting sesuatu di blog. Bukannya apa-apa, bagi saya terkadang ada keterbatasan di dalam bercerita tentang isi kepala kita kepada orang lain.

Dengan menuliskannya, saya merasa lebih lengkap. Dan lebih pas. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama?

Di malam menjelang pagi ini, saya kembali lagi membuka beberapa diary lama saya. Salah satunya yang sempat saya pindahkan ke kos yang baru. Sedangkan yang lain, tampak tertinggal di kos yang lama, belum sempat saya ambil.

Salah satunya adalah diary pink yang saya tulis sekitar tahun 2005. Tulisan di dalamnya warna-warni. Saya ingat, dulu saya bahkan punya jadwal menulis diary setiap hari yaitu: jam empat sore. Itulah awal saya jatuh cinta kepada sore. Dan akhirnya memutuskan punya nama: perempuansore.

Salah satu halamannya berisi: apa yang menjadi impian saya. Beberapa impian besar yang ingin sekali saya capai di dalam hidup. Tentu saya tidak akan membukanya semua kepadamu. Saya malu. Tapi ada satu impian yang ketika saya membacanya kembali membuat saya, senyum-senyum kecil. Lebih kepada deg-degan.

Itu adalah: menikah.

Saya meletakkannya di list paling terakhir. Lengkap pula dengan gambarnya. Lalu ada tulisan kecil di gambarnya: And they never look back with regrets. Ever.

Ketika saya menulis impian itu, saya adalah anak gadis berumur dua puluh dua tahun. Entah apa yang ada di pikiran saya waktu itu. Tapi saya menuliskan impian saya. Beberapa belum tercapai, termasuk menikah. 

Hari ini saya menulis surat cinta kepada impian itu kembali. Kelak, saya akan menikah dengan seseorang. Yang mungkin adalah salah satu dari pembaca blog saya ini. Lalu ketika kamu membaca ini, pipimu sudah merah duluan. Ya, itu kamu. 

Saya bahkan telah mengetahui, bahwa kita akan bersama sejak usia saya masih dua puluh dua tahun. 

Kalaupun hari itu tiba, saya akan berbisik di kuping kamu:


100layercake.com

"We will never look back with regrets. Ever."

(oleh @perempuansore)

Tentang Siapa yang Datang dan Tak Pernah Pergi #5

Sayang,


Ketika pasangan menjauh, seharusnya pasangannya mengalah, menariknya lebih dekat, atau mengejarnya. Tapi aku nggak bisa mengejar kamu, kamu terlalu jauh di atas sana dan kakiku tak bisa mencapaimu. Aku hanya mengulurkan tangan berharap kamu mau menarikku. Tapi kamu berkata, "Kita saling teriak saja, aku bisa mendengarmu."


Sayang, ada saatnya aku lelah berteriak. Dan ada saatnya kamu menolak menoleh ke bawah. Ketika kita berhenti berusaha, itulah saatnya kita saling tahu, kalau kita sudah menyerah.


Ternyata kita berbohong di altar. Ternyata susah dan senang itu sekedar kata. Sehat dan sakit itu cuma sekedar janji. Sekedar liturgi agar kita bisa menyelesaikan hari itu. Ternyata saat di altar, saat kita sedang bertemu denganNya pun, kita masih berani berdusta. 


Tahukah kamu doaku pada Tuhan waktu itu?
"Tuhan, jika Engkau ingin mengambil, ambillah tapi ijinkan air mata ini kering barang sehari saja."


Tuhan sedang curang. Karena air mata ini tidak pernah kering. Barang seharipun. Apa ada yang salah dengan doaku?


Salam sayang,
Mantan isterimu.




(oleh @larushrush)

Hari ke-24: The man of my dreams

“For my first love, What I’m dreamin’ of,  When I go to bed, When I lay my head upon my pillow, Don’t know what to do ..”
That’s exactly how i feel each time i had a dream about you, I just don’t know what to do, I can’t contact you and tell you that you’ve invaded my dreams and that you constantly in my head and in my heart, you’re always there, bugging me.
Boy, I know you’re in Bali right now from the photos in your facebook, looking fine and haven’t changed at all, just like when we were younger…and i know right away a perfect song to describe it
“Every time I think of you, I get a shot right through…Into a bolt of blue” - Frente
Yes, i always think of you, yes I still love you and missing you but i can’t say if you feel the same way as I do. The differences between us were a big issue when we were in high school but i think it’s an excuse now that we’ve grown up and i was wrong, we’ve changed..afterall.
I’ve loved you since we were 5 years old, when we were playing hide and seek. I’ve loved you even more when we first went to junior high, spent alot of time talking and joking on the balcony of our own houses, I’m glad that we were neighbors, I’ve loved you so much it hurts when your parents didn’t permit you to have a girlfriend from a different religion and social class but we’ve loved secretly, we held hands when we went to the same high school, we were cowards. 
That’s what we are, i realized now that all the excuses we made, you went away and sailed around the world just to avoid your fate of being pre-arranged marriage, I was hurt and married someone else, we were just two cowards who can’t fight hard enough for our love, what does it say for us then? maybe we’re just not meant to be and never will be.
Now, even after all these years, we’re still connected to each other, I’d like to think that when I had a dream about you, you’re thinking of me, sometimes you messaged in facebook me to ask if i was allright and i was surprised coz I had a dream about you the night before, is it really possible? have you ever dream about me too or is it only me? GOD knows…
One thing for sure, that you’re the only man that filled my dreams…whether I like it or not or want it or not. Time is running out for you, stop running away and accept your fate just as I have accepted mine, don’t sail away again, stay in Jakarta or Bali but I hope when your parents found a girl for you to marry, I hope that day I stop dreaming of you.

Your Past,
S


(oleh @nonahujan_)

Untuk Lelaki Terhebat

Untuk mu yang selalu mengucap namaku seperti karya…
Kunobatkan kau menjadi yang terhebat dalam hidupku, karena ya, kamu lelaki pertama yang kukenal dalam hidupku. Lelaki pertama yang kulafalkan dalam lidahku. Lelaki pertama yang kulihat tersenyum untukku, lelaki pertama yang menangis untukku juga
Dan karena kamu yang mengajarkan banyak pertama untukku, yang pertama kali mendongengkan hans and gretel, yang pertama kali membawaku ke toko buku dan mengenalkanku pada baca dan tulis. Lelaki pertama yang kupeluk saat aku dibonceng di motor, lelaki pertama yang kukenal dapat menulis puisi
Kamu lelaki pertama yang mengajari melangkah secara mantap dan berani untuk menjalani hidup , yang juga pertama kali merengkuhku jika terjatuh. Lelaki pertama yang mau menggendongku sampai keruang dokter saat aku sakit. Yang berusaha tak menangis saat aku mengejar cita-cita di tempat jauh.
Kau yang sering kubanggakan didepan teman-temanku. Kau gagah dan punya blackbelt sehingga tak ada bocah yang berani macam-macam padaku J. Kau pandai dan punya cumlaude sehingga selalu kau sampirkan dalam setiap nasehat untuk kuikuti L. Kau bisa bermain gitar dan punya sense of music tetapi hanya sedikit yang kumengerti -.-.
Ada saatnya kau memarahiku jika aku salah. Ada saatnya kau memarahiku karena hal yang tak kumengerti lalu kita berselisih paham. Sebenarnya darimu juga menular padaku semua keras kepala, tak mau kalah, hemat, belum lagi beberapa pendirianmu yang ketinggalan zaman. Secara tak langsung kau yang menyadarkanku bahwa manusia tidak sempurna. Karena itu maafkan aku kalau masih sering mengecawakanmu, aku janji untuk menjadi lebih baik lagi. Karena sepertimu padaku, aku juga tak bisa melihatmu sedih dan kecewa.
Tetapi cuma kau yang rela tinggal nun jauh disana, sendirian. Hanya agar aku lebih berpendidikan, dan perutku tak kosong setiap malam. Dulu kita sering berkeliling supermarket, dan kau sangat betah berlama-lama di counter elektronik. Menatap rindu pada benda-benda menarik itu, lalu sekejap menarik nafas, memejamkan mata lalu lanjut berjalan. Dulu aku tak mengerti, tapi sekarang mungkin bisa diartikan ‘lebih baik digunakan untuk biaya sekolah dan lainnya’. Kamu, lelaki pertama yang memperjuangkan segalanya untukku, dan merupakkan patokan yang sangat tinggi untuk lelaki-lelaki lain masuk dalam hidupku.
Yang bijak, berpikir panjang, dan tabah, yang mengenalkanku pada penciptaku. Yang menguntai namaku dalam doamu.
Untukmu Bapak, lelaki terhebat dalam hidupku. Sehatlah selalu, jangan banyak makan daging dan minyak, tersenyumlah apapun kondisi yang terjadi, bahagialah karena aku juga mencoba bahagia disini. Dan semoga Tuhan selalu besertamu


Ttd, putrimu


(oleh @oryzanikita) 

hari ke 24 : a letter to God

thank you God,
You have shown me many things ..
of the good stored ..
and bad things that pent ..
I know, after all of this I'll be in better condition ..
thank you for not letting me get lost for too long..


(oleh @muphii)

Surat Cinta No. 24 : Untuk Rival yang Jadi Kawan

Kepada:
Reza yang ter-titiktitik :p
Berapa hari sudah tak bertemu? Ah tak sampai seminggulah ya. Tapiii, masih berkesan kok 
Terima kasiiih, sudah menemani waktu itu. Aku senang. Hahaha. Betapa yaaa, aku nggak tau mesti bersyukur apa beristighfar masih ada kamu di lingkunganku :p Tapi bener deh, terima kasih banyak buat segala masukan. Lucu nggak sih, dulu jaman SD kita maki-makian kayak orang gila, jutek-jutekan, sok-sok buang muka buang ludah, rival tiada akhir (di mana kita saling membalas dendam godek-godekan tiap maju ke depan kelas), eeeehh sekarang malah jadi akrab. Curhat-curhatan. Akur-akur aja, malah berkoalisi kadang-kadang. Ahahaha. Well, ntah bagaimana ya, kita dulu sebenernya saling melengkapi ‘kan? Kamu ketua kelas, aku wakil. Begitu aku jadi ketua, kamu jadi wakil. Wahahaha. Kamu dan tujuh lainnya, aku dan… errr berapa ya? Lima? Enam cewek lainnya? =____= Abisnya dulu aku sering mainnya gonta-ganti! *ngeles* Dan teman-teman dekat kita juga saling berhubungan, saling taksir-taksiran. Hahahaha.
Banyak ya yang berubah sejak itu. Secara fisik, jelaslah yaaa. Aku makin cantik jelitaaaa  Nggak, nggak. Maksudku secara fisik jelas banget, siapa yang sekarang jadi makin menjulang tinggi, dan saya tetap segini-gini aja ==” Tapi kepribadian juga kelihatan ya? Siapa yang ternyata sekarang jadi lebih dewasa, lebih bisa diajak curhat, yang pola pikirnya berbeda dengan teman-teman kita yang lain… Betapa, anak-anak polos dulu itu (kecuali kamu yang tiap hari ngeres mulu >:p), sekarang sudah jadi manusia-manusia muda yang berbeda nyaris 180 derajat. Dan sayangnya, ada beberapa di antaranya yang agak ‘melenceng’..:(
Tapi kita tetap saling membantu, yuk. Apapun yang terjadi, kita tetap berusaha saling bergandengan tangan. Dulu kita tumbuh bersama, maka sekarang mestinya kita juga berjalan beriringan. Walau dengan laju dan arah berbeda, tapi kita usahakan tetap dalam lingkup pandang yang terjangkau ya. Supaya kita bisa langsung melompat dan mengulurkan tangan untuk yang memerlukan dukungan. Bagaimana, Pak Ketua? Setuju dengan ide wakilmu ini? 
Tertanda,
Inez
P.S. : Kadang aku pengen balik ke masa itu, di mana satu-satunya hal yang kita ributkan adalah… “Siapa nggodek siapa” X))


(oleh @inezkriya kepada @rezsyah)

#30HariMenulisSuratCinta (Hari Dua Puluh Empat: Untuk yang Membuatku Menangis)

Aku kehabisan kata-kata untuk surat cinta buatmu malam ini. Tapi kata orang, sebuah gambar bisa mengungkap seribu kata. Jadi, ini kugambar untukmu. Tentangmu.




Air mataku memang sudah kering malam ini. Sudah kubasuh wajahku dan kulenyapkan jejak deraian di pipi. Sepertinya luka di hati ini juga tidak akan pedih lebih lama lagi. Karena aku percaya, kamu yang bekerja sama dengan waktu akan membuatnya pulih dan berseri.


Aku bahagia karena kita bisa selalu berbicara. Berdiskusi, lalu saling mengerti dan menerima. Mustahil memang kalau berharap semua buah pikiran dan pendapat akan sama. Justru perbedaan itu yang membuat kita merasa kaya.


Sudah, sudah, aku sudah tidak menangis lagi. Yang sudah terjadi tidak usah disesali. Friksi kita akan selalu jadi jembatan untuk saling mengenali, dan bahan pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi di masa depan nanti. Nah, sekarang kemarilah, genggam tanganku lalu dekap di hati. Tapi jangan terlalu kencang, nanti aku menangis lagi.


(oleh @miyaa)

Bukan Surat Cinta Untuk Perusuh

Kepada Yth
Pria-pria berbaju dan bersoban putih


Assalamualaikum…


Mungkin saya bukan wanita yang paling mengerti tentang pemahaman yang kalian pahami atas agama kalian yang tentu juga merupakan agama yang saya anut. Saya mungkin bagi kalian hanya wanita yang sok tahu dan tidak tahu apa-apa. Tapi saya tahu yang kalian lakukan bukan yang saya pahami dalam agama yang saya anut dan juga agama yang saya anut.


Agama saya menggambarkan kedamaian di muka bumi. Agama saya mengajarkan kebaikan dan bukan kekerasan. Agama saya agama penuh kasih terhadap sesama makhluk Tuhan. Lalu, lihat apa yang telah kalian lakukan, membakar, melakukan kekerasan, menganiaya, mencaci, memaki, menghukum manusia lain. Padahal yang kalian sakiti masih ciptaan-Nya. Tidakkah kalian malu? Malu dengan pakaian dan sorban putih yang kalian kenakan, malu dengan Asma yang keluar dari mulut kalian diikuti dengan cacian dan hujatan, kata dan kalimat yang tidak pernah tertulis dalam kitab suci yang kita yakini.


Siapa yang kalian coreng namanya atas apa yang kalian lakukan dengan nama Agama? Tentu saja Agama yang saya dan kalian anut. Banyak hal yang bisa kalian urus di bumi Indonesia ini. Tidak perlu dengan anarkisme berlebihan, seperti tidak ber-Tuhan. Siapa yang paling punya kehendak atas dosa dan salah manusia, ya.. hanya TUHAN – ALLAH SWT (kita menyebut-Nya). Jangan angkuh dengan pemahaman kalian, janganlah menjadi kaum jahiliyah yang hanya bisa melakukan kekerasan. Gunakan logika dan talar kalian wahai manusia yang katanya berilmu.


Kalau kalian masih punya cinta dan kasih, gunakan keduanya untuk menjadikan kalian mengerti dan paham tentang hak manusia lain. Jadikan keduanya untuk membuat kalian terbangun dari mimpi buruk kalian yang penuh ancaman. Jadikan keduanya untuk membuat kami, saudara seAgama kalian bersatu bukan dengan kekerasan sesat. Jadikan keduanya untuk merangkul manusia-manusian diseluruh belahan bumi dunia. Menciptakan kedamaian di bumi ini.


Jangan buat TUHAN kita murka dengan apa yang kalian lakukan, yang akhirnya membinasakan kita semua.


Maaf kalau bukan Surat Cinta ini lancang, saya hanya prihatin dengan rasa cinta kalian. Apakah kalian masih memilikinya?


Wassalamualaikum


-niya-


(oleh @neeyaisme)