Kamis, 10 Februari 2011
memeluk hujan
aku senang, akhir-akhir ini kamu sering datang, mengunjungiku, di berbagai suasana. atau kamu memang senang mengunjungi semua orang, ya?
aku selalu suka caramu hadir, perlahan dari kejauhan. aku bisa mendengar langkahmu, mendekat. sungguh. tapi kamu pun sering tiba-tiba muncul begitu saja, seketika, mengejutkan, dan aku juga suka caramu yang seperti ini.
kita pernah dan sering bercumbu, saling menyentuh.
aku sangat menikmati setiap perjumpaan kita, memandangmu berlama-lama, menyimak alunan suaramu dengan serius, menghitung, dan memelukmu.
tapi ada kalanya ketika kamu datang tapi tak membawa kebahagiaan, melainkan kesedihan. tak mengapa, aku tetap mencintaimu. karena apa pun itu, kita akan selalu menikmatinya bersama-sama. saling berbagi.
dan aku selalu senang menari di bawah tetesanmu, atau pun hanya sekadar terduduk terpuruk. semua sama berarti, selama kamu yang menemani.
tahu kah? ada banyak tulisan dan lagu yang tercipta tentangmu dan karenamu. ah, pasti sudah tahu ya, karena setiap ku membuatnya, kau menemani dengan setia.
jangan lupa, sering-sering lah mengunjungiku.
kita jumpa nanti malam, kutunggu di halaman, dan kita nikmati kesendirian.. berdua.
-tuan yang mencintai hujan-
(dikirim oleh @tuannico di http://kamartakberaturan.wordpress.com)
Rabu, 09 Februari 2011
Weirdo; you're so fucking special
Hay Weirdo!
How's life? miss me, like I do?
Udah lama ya kita ga saling bertukar cerita ditengah malam seperti dulu? yea..tau kan karena apa? elu SIBUK atau mungkin karena, hmmm…. ah.. you (must) know what I’m talking about.
Steno Ricardo Gaus ( @stenoricardo ), seorang teman dari dunia maya yang kini menjadi cerita nyata di dunia dan hati. Si Juragan Perkumpulan Klub yang selalu sukses bikin gue tertawa dengan postingan-postingan absurdnya, yang bikin gue bengong dengan ide-ide gilanya, yang bikin gue tepuk tangan dengan cerita-cerita pengalamanya, teman yang pernah masuk ke hati dan kini menjadi sahabat (?), Weirdo!
Gue merasa akan sangat berdosa jika didalam project #30HariMenulisSuratCinta gue ga bikin surat cinta untuk elu. Jadi..inilah surat cinta gue, yup.. ini surat cinta.
Sten, masih inget malam diawal september tahun lalu? Disaat gue ngerasa kaya sampah, terbuang, berada dititik paling rendah kepercayaan diri gue dimata Tuhan? Malam dimana gue nelpon lu sambil nangis sejadi-jadinya? Damn, tiap kali ingat malam itu gue pasti merasa punya hutang jiwa sama elu, elu mendengarkan secara detail dosa gue, tidak menghakimi, membesarkan hati gue, menenangkan pikiran gue, memberikan solusi dan dengan spontannya menawarkan bantuan luar biasa untuk membuat keadaan tersebut terkendali, gue ga perlu cerita detailnya disini, tapi gue yakin elu pasti ga akan lupa kejadian saat itu. Steno..terima kasih. I really meant it, Thanks!
Sten, elu tau ? setiap kali kita ngobrol, pasti ada satu kalimat lu yang gue curi untuk dimasukin ke tumblr , mulai dari hal serius sampai ucapan spontan yang elu keluarin pada saat gue ngerjain lu. Inget ga, pas gue bilang "Sten, gue mau nikah bulan depan.” Hihihi...elu nanya nikah sama siapa ? kenapa tiba-tiba ? ini itu dan cuma gue jawab ‘Doain ya, Sten..’ dan elu jawab :
"Gw berharap lo sendiri bisa ngerti disaat lo minta orang ngedoain lo, dia harus tau apa yg didoain. Gw ngeblank.. and I hope you’re smiling and always smile for the rest of your life, accepting is much harder than understanding”
Hahahaha..gue memang keterlaluan ya kalau becanda... :-| tapi ga kurang satu katapun kan? Freak, kalau gue masih inget sampai titik komanya, lu tau kenapa kalimat tersebut masih bisa gue ketik ulang? Karena banyak banget kalimat-kalimat elu yang gue ‘kutip’, gue catet dan bahkan gue masukin ke tumblr. Lu tau karena apa? Karena gue sangat mengagumi isi kepala lu, sampai saat ini, boleh dibilang elu adalah satu-satunya temen gue yang bisa menjawab pertanyaan apapun yang dengan spontan muncul dikepala gue. You’re so fuckin smart! And you’re my inspiration.
Banyak banget kalimat-kalimat yang mungkin bagi lu cuma celetukan tapi gue pake buat jalanin hidup gue, satu kalimat lu yang paling gue simpen dikepala, hati dan selalu gue ulang-ulang tiap kali gue terpuruk;
“God can do anything, only one thing that He can’t do; Stop loving you.”
Steno, gue binggung mau nulis apa, terlalu banyak kebaikan dan peran lu dihidup gue belakangan ini. Kita (sekedar) teman? No, gue rasa lebih dari teman, ‘abang-adik’ seperti gue dan Gatot? No, sama sekali bukan, karena cerita antara gue-Gatot dan elu-gue itu sangat jauh berbeda, Sahabat? Well..mungkin? ah entahlah.. tapi satu yang gue sadar, hubungan kita adalah bukti nyata bahwa pertemanan bisa berubah makin dekat bahkan jauh lebih nyaman, pada saat kita saling mengakui apa yang kita rasa dan menerima kenyataan, bahwa apa yang kita rasa tidak bisa dipaksakan, tanpa topeng. Teman, jatuh cinta, sahabat, kita. Indah dan lega.
My letter’s getting lame, huh?
Lu tau, ini adalah ketiga kalinya gue ngetik surat ini, yang pertama dan kedua crash, entah..mungkin memang konspirasi semesta untuk membuat gue lebih mengedit isi kata-kata gue yang sebelumnya terlalu ‘terbuka’ disurat pertama dan kedua. Entah..
Steno, seperti yang pernah gue bilang ke lu; “You’re so fucking special” Yup, masih Sten dan akan tetap seperti itu adanya, elu akan terus ada dihati gue sebagai teman spesial yang sudah membuat gue bangkit dari keterpurukan, yang membuat seorang Eka sekarang masih bisa bersinar, masih bernafas-entah hal gila apa yang akan gue lakuin kalau malam itu elu ga nolong gue.
Oiya, ingat percakapan kita ditwitter yang satu ini?
stenoricardo : “Time is never time at all” -Billy Corgan-
ekaOtto : damn u.
stenoricardo : got it? Hehe
ekaOtto : nah, that ‘damn u’ is for making me keep playing the song over n over again to get ur point. And still don’t get it.
stenoricardo : hhmmm enjoy the music, don’t learn it.
ekaOtto : I got it (finally). Should I believe in u?
stenoricardo : believe in as I believe in you.
ekaOtto : damn u. damn u. damn u. I hate you.
Cuma kita berdua yang tau kenapa percakapan tersebut bisa muncul. Yup, time is never time at all, I got it and I (do) believe in you (as you believe in me).
Sten, pesan gue singkat buat elu, jangan kerja mulu! have fun dengan hidup lu, tidur yang cukup, jaga kesehatan, bahagia selalu, selalu semangat, jangan pernah berhenti belajar, kurangin ngebir! dan yang paling penting cari calon istri!. Dan maaf, selama ini gue sering ngerepotin, mulai dari ngoreksi grammar ditulisan-tulisan gue sampai nemenin ngobrol ditiap gue mimpi buruk dan ga bisa tidur. Maaf, entah kenapa gue sering banget ga bisa ngontrol emosi kalau ke elu, tapi terima kasih elu selalu berhasil meredakan emosi tersebut. Terima kasih untuk pertemanan yang unik ini, Sten. Terima kasih.
Remember this photo? yep, our 'first date'.
Dan... seperti lirik lagu yang selalu elu pilih pas karoke; “I want you to notice when I’m not around, You’re so very special (I wish I was special )”, inget kalimat itu baik-baik, lu akan selalu ada disini Sten, entah sebagai apa, tapi elu akan terus ada dihati gue. When you need someone, call me, cari gue, dan gue janji akan selalu ada buat lu.
Gah! What a long letter! hahahaha.. sekali lagi maaf, telah membuat elu WAJIB baca surat ini. hahahahaha.. I miss you, Steno Ricardo Gaus!
(another) Weirdo.
#NowPlaying Radiohead -Creep-
---Oleh: ekaOtto
(diambil dari: www.sisayappatah.tumblr.com )
Matahari di Balik si Pencakar Langit
bidadari yang selalu menunjukkan sinar kebahagiaannya di setiap pagi hari pada waktu itu.
pagi ini cerah.
tapi aku tidak bisa melihat siapa yang menyinari dunia pagi ini.
bersamaan dengan itu, terdengar kabar yang lumayan membuat rasa rinduku yang beku di kepala sedikit - sedikit mencair menjadi titik - titik air yang sudah tidak berguna dan jatuh di dadaku lalu meresap sampai ke hati yang sempat penuh akan kamu disitu.
kamu yang di hatiku.
sedikit - sedikit kau mengalir dengan air yang meresap ke hatiku dan terbuang entah kemana.
ya, aku sempat merasa hatiku yang penuh akanmu ini sakit karena air yang deras menggesek keras kulit hatiku yang pernah kau peluk.
lama - lama aku tenang karena kau sudah ada yang menemani.
mengurangi bebanku juga.
perasaan aneh juga sudah terpikirkan olehku bahwa matahari yang begitu besarnya bisa tertutup hampir seluruh badannya dengan sebuah gedung pencakar langit sebelah.
itu kamu, masih melihatku.
kau sudah dipeluk oleh orang lain dan berusaha orang itu untuk menutupimu seutuhnya.
kau ingat?
perhitungan perjalanan cinta kita yang seharinya ada beratus - ratus jam?
pagi hari ketika bangun tidur kau sambut aku lewat cahaya handphoneku yang menyala dan menghangatkan raga di pagi hari.
seperti sudah ratusan jam kita lewati oleh cahaya itu yang lama - lama menjadi terang.
dan hingga pada siang hari engkau sepenuhnya memelihara aku dengan sinarmu.
menumbuhkan satu batang cinta yang beranting - ranting lalu berbunga dan mengarah pada sinarmu.
dan sekarang,
kau masih bersembunyi di balik gedung yang ternyata gedung itu adalah orang lain.
aku yakin, setelah ratusan jam yang aku lewati, dan ketika siang itu tiba kau akan kembali lagi memelukku dengan sinar hangatmu.
kamu,
pemilik cinta dengan cahaya yang menyuburkan cinta kita.
kau pasti tau,
aku disini masih merindu dan menunggumu.
mendekatlah, bakar saja gedung itu sampai menjadi debu.
lalu kembali bersinar untukku.
aku,
yang masih diintip oleh sinar cintamu pagi ini.
---Oleh: crezative
(diambil dari: www.crezative.tumblr.com )
Surat Untuk Jagoan Kecilku
Apa kabarmu jagoan kecilku? Walaupun ayah tak sempat bertemu denganmu, kamu harus tau seberapa sayang Ayah padamu. Ayah dan Ibu sangat sayang padamu. Sangat sayang padamu. Sangat sayang padamu. Kamu tau? Kehadiranmu sangat membuat Ayah dan Ibu bahagia, Ayah dan Ibu selalu membicarakanmu walau kadangAyah dan Ibu berbicara saling berbisik, takut membangunkanmu. Ayah dan Ibu selalu membayangkan wajah lucumu, suara tangisanmu yang nanti akan menemani Ayah dan Ibu setiap harinya.
Jagoan kecilku. Ayah pasti merindukanmu. Walau Ayah belum pernah bertemu denganmu, Ibu selalu membicarakanmu, membicarakan kamu yang mungil didalam perut Ibu. Kata Ibu suatu saat ketika kamu besar nanti, kamu pasti menjadi anak yang hebat seperti ayah. Ayah selalu bilang pada Ibu bahwa kamu akan secerdas Ibu, ayah yakin itu.
Jagoan kecilku. Kamu sangat berharga untuk Ayah dan Ibu. Ayah dan Ibu akan selalu sayang padamu, merindukanmu dan mengenangmu sebagai harta paling berharga yang Ayah dan Ibu miliki. Kehilangan dirimu membuat Ayah gamang, tak kuat berdiri ataupun menatap angkasa. Tapi demi Ibumu, Ayah coba tegar, kamu juga pasti berharap seperti itu, tak mau melihat Ayah dan Ibu bersedih lama.
Jagoan kecilku. Sekarang kau telah pergi, sekarang kau kembali ke sisi-Nya yang penuh kasih. Semoga kau tetap bahagia disana. Ayah dan Ibu tetap sayang padamu.
Calon Ayahmu
Aulia.
---Oleh: AulSoemitro
(diambil dari: www.auliasoemitro.wordpress.com )
note admin: surat Aulia Soemitro adalah surat bersambung, untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi:http://auliasoemitro.wordpress.com/category/30harimenulissuratcinta/
Hati.
Kepada hati yang tidak suka berhati-hati :p
Hai hati,
Apa kabarmu malam ini?
Masih galau lagi?
Ah, aku bisa mengerti kalau hal itu terjadi.
Bukan hal yang mudah memang untuk menghalau galau.
Tapi bukan berarti hal tersebut tidak mungkin terjadi. :)
Terimakasih yaa karena tidak pernah mengeluh walaupun berkali-kali terjatuh! Janji ya, jangan jera berakrab-akrab dengan cinta sekalipun ada luka dibaliknya. Toh, kamu lama-lama terbiasa dan akan semakin kuat karenanya. :)
Maafkan aku yang terkadang kurang koordinasi, sehingga kamu suka memendam sakitmu sendiri. Tapi aku yakin, kamu akan semakin tegar dari hari-ke hari. Aku tidak akan membiarkanmu melemah dan mati suri.
Dear hati,
Senang kan kamu malam ini aku surati?
Sampaikan salam yaa, pada lelaki yang masih betah disitu dan belum juga pergi. Bilang sama dia kalau mau pergi pamit dulu, tapi kalau emang dia berani-berani pergi, jangan harap bisa kembali lagi!! *bawa palu godam* *pandangan tajam* *nada mengancam* :p
Selamat malam, hati. Selamat malam, rasa. Selamat malam, L. :).
Dari: ah, kamu juga tahu aku siapa! :D
---Oleh: diiinniii
(diambil dari: www.berceloteh.tumblr.com )
Benak yang Selalu Kau Pijak
untuk yang terus berlarian dalam ingatan..
Hei, kamu.. Masih saja berlarian di pikiranku. Ini sudah malam, kenapa malah semakin kencang kau berlari-lari? Memangnya kau tak pusing, hanya berputar-putar saja di situ? Tak lelahkah juga berlarian sepanjang waktu? Kalau aku sih, terserah kamu. Akan ada terus tempat untukmu berlarian, injak-injak saja apa yang memang mau kau pijak. Aku tak keberatan. Atau jika kau mau singgah, dan mereda lelahmu, duduk dan diamlah. Aku akan menunggumu.
Juga jika kamu mau singgah di hatiku, sangat aku persilakan. Pintu terbuka lebar tanpa perlu kau ketuk. Akan kusambut dengan senyuman paling ramah di depan pintunya. Kau pasti senang, karena akan kubuat kau senang. Mau tinggal? Akan lebih membahagiakan. Itu yang sebenarnya aku tunggu. Sudah ada segala kebutuhanmu di sana, sudah kupersiapkan memang. Jadi, kalau kamu sudah memutuskan untuk menetap, tinggal masuk saja dan bersemayamlah.
Tapi sekarang kamu masih hanya mau berlarian saja. Ya sudahlah, itu juga aku sudah senang. Kau lihat senyumanku kan? Itu untuk terus mempertahankanmu berlarian, biar tak pergi dari pikiran. Karena yang aku tau, kau penyuka kebahagiaan dan keramahan. Maka aku lakukan itu untukmu. Sambil aku menunggumu menuju hati, biar tak jenuh.
Masih mau berlari? Silakan. Aku tak keberatan. Berlarilah terus dalam benakku, dalam pikiran anganku.
salam, aku benak tempat larimu berpijak.
---Oleh: dzdiazz
(diambil dari: www.dzdiazz.blogdetik.com )
Serpihan
Sementara sebagian serpihan itu menancap di punggungku ketika aku terjatuh dalam upayaku untuk melupakanmu. Dan sebagian lagi kau bawa pergi bersama mimpi-mimpiku untuk berjalan bersamamu.
Aku yang sekarang trauma terhadap kaca, aku takut melihat bayanganku berdiri tanpa bayanganmu disisi.
Aku masih ingin memilikimu, tapi cintaku lebih kuat daripada hasratku. Dan aku tahu kau tidak membutuhkanku, kau yang tak pernah bisa mempercayaiku, kau yang tak pernah mau mengerti isi hatiku.
Dunia ini hanyalah tentangmu dan kepedihanmu, bagaimana aku sanggup berbagi kepedihanku ketika, aku hanya akan membuatmu terduduk lelah, kosong dan kembali terdiam dengan ribuan pertanyaan tanpa jawaban.
Aku biarkan serpihan-serpihan itu tertancap. Sembari aku bermimpi aku bisa kembali memelukmu, mendekapmu dalam tidurmu, menjagamu dari semua mimpi burukmu.
Takdir tidak membiarkan kita bersatu dan mengutuk kita berdua dengan rasa rindu, kecewa, benci dan marah.
Mungkin ini yang disebut cinta, aku masih tidak mampu menduga.
Dan doaku masih sama, semoga engkau selalu bahagia. Karena bagaimanapun juga, kau masih membawa serpihan-serpihan mimpiku.
Mimpiku akan keindahan, ketenangan, kedamaian dan ketulusan. Dan semoga mimpi-mimpiku akan terus menemanimu dalam perjalananmu.
Aku akan masih berbaring disini, menggeliat dan membanting diriku ke tanah berbatu tempat ku terjatuh lagi dan lagi. Hingga sebagian serpihan kenangan itu menancap masuk dan mendaging dalam tubuhku.
Karena dalam serpihan-serpihan itu, kau tak akan pernah lagi bisa meninggalkanku.
Aku akan selalu bersamamu…
Soul of Wirangga Pradipta
---Oleh: chaotic_kun
(diambil dari: www.evilglauben.wordpress.com )
Untuk Sahabat Sepanjang Masa
Hai sahabat, akhirnya setelah sekian lama, kemarin Senin kita bertemu kembali. Kangen sekali, karena biasanya hampir setiap hari kita bercengkerama dan berbincang, tentang apa saja, sampai lupa waktu. Namun adanya jarak di antara kita dan terbatasnya waktu membuat kita sedikit terpisah. Tak apa, asalkan jangan sampai komunikasi kita terhenti. =)
Banyak sekali yang kita bagi kemarin Senin. Banyak cerita tentang kehidupan kita masing-masing. Hal itu membuatku tersadar, kalau sepertinya memang sudah terlalu lama kita tak bercerita seperti itu, sampai semua cerita tertahan dan menumpuk di ingatan, menunggu untuk diungkapkan. Sayang sekali kemarin satu orang lagi dari kita bertiga tak bisa ikut berkumpul. Yah, tak apalah, nanti kita cari waktu lain yang bisa mempertemukan kita bertiga bersamaan.
Aku ingat, dulu kita punya diary bersama agar bisa bercerita tentang banyak hal tanpa perlu bertemu terus-terusan. Aku, kamu, dan seorang sahabat lagi. Hahaha. Memang tak senyaman dan tak sebebas saat bercerita langsung, tapi bisa menulis seperti itu cukup membuat beban berkurang. Membaca tulisan mu dan tulisannya membuatku tenang, karena dari situlah aku tau, kalau sejauh apapun jarak yang memisahkan, sesedikit apapun waktu yang kita miliki, kita masih tetap ada untuk menjaga satu sama lain. Dan lewat tulisan itu, aku bisa tenang karena dari situ aku tau kalau kalian baik-baik saja. Sayangnya, diary itu terhenti. Hey, bagaimana kalau kita lanjutkan kebiasaan kita dulu? =)
Pertama kali mengenalmu saat kita sama-sama duduk di bangku sekolah dasar. Kamu itu murid unggulan di sekolah. Pintar, cantik, ramah, menyenangkan. Bangga bisa menjadi salah satu temanmu, apalagi menjadi sahabatmu. Dan sangat menyenangkan rasanya, karena hubungan persahabatan ini masih tetap berlanjut sampai saat ini. Kamu sendiri tau, aku bukan tipe orang yang mudah kenal dan dekat dengan seseorang. Aku nggak bisa setiap hari berkenalan dengan orang baru lalu bersahabat dengan mereka. Bagiku, seorang sahabat sejati itu seperti cinta sejati, banyak yang membicarakan, namun hanya sedikit yang benar-benar pernah merasakannya, bahkan memilikinya. Aku sendiri bukan tipe orang yang mudah percaya pada seseorang. Tapi aku bisa percaya kepadamu. Aku bisa bercerita tentang apapun kepadamu, dari hal yang paling kecil, sampai hal paling besar. Dari yang menyenangkan, sampai hal yang terberat sekalipun. Senang sekali rasanya, karena bahkan sampai detik ini semua masih tetap sama seperti dulu. Jujur, bagiku tak mudah untuk menjaga sebuah hubungan baik seperti yang kita miliki ini sampai selama ini. Terimakasih ya untuk persahabatan kita selama ini. Sahabat yang bukan sekedar sahabat, tapi sudah seperti seorang saudara untukku. Mungkin karena sudah lama saling kenal, dan kita juga saling kenal keluarga satu sama lain. Bahkan keluarga masing-masing pun sudah saling kenal, sampai rasanya kita ini memang benar-benar bersaudara, iya kan? =)
Hey sahabat, hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke 21. Pasti banyak doa untukmu. Maaf karena tak bisa memberikan apapun kepadamu selain ucapan selamat dan doa. Selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur, sehat selalu, dan tercapai semua cita-citamu. Dan semoga doa-doa yang dipanjatkan semua orang untukmu hari ini terkabul ya. =)
Tak terasa ya, waktu begitu cepat berlalu. SD, SMP, SMA, bahkan sampai detik ini kamu masih jadi sahabatku. Banyak sekali hal yang sudah kita lewati bersama. Sekali lagi, selamat ulang tahun. Semoga bahagia menyertaimu selalu. Dan semoga persahabatan kita bertiga ini bisa tetap terjaga selamanya. =)
Salam sayang dariku. Semoga lain kali akan ada kesempatan untuk kita bertiga berkumpul bersama kembali. Ohya, tolong sampaikan salamku untuk papa mama serta kakak dan adikmu. Kapan-kapan kalau sempat aku pasti akan berkunjung ke rumahmu lagi. =)
( cc : @raraaas (tengah), yang sedang berulang tahun tepat pada tanggal 9 Februari 2011 ini )
---Oleh: gandess
(diambil dari: www.gandessitoresmi.tumblr.com )
Pencuri dari seberang
Dear pencuri hati,
mengapa kamu datang jauh dari ranah seberang?
andai jarak itu tak jauh
aaahhh aku lupa, bukankah cinta tak mengenal jarak dan waktu
betapa kamu lihai mengambil potongan hatiku yang tercecer
kamu kumpulkan satu demi satu lalu kau rekatkan lagi
Ya TUHAN … bahkan aku pun belum tersadar bahwa hatiku telah dicurinya
aku kena hipnotis
ragamu memang di sana, aku di sini …. tak pernah sekalipun bertemu
jadi? tahu darimana jalan menuju hatiku? aaaahhh kamu memang benar - benar licik
kamu, Putra dari Ranah seberang dengan jarak yang jelas terbentang
jangankan ragamu, bayanganmu pun tak terlihat
Ya TUHAN … bagaimana bisa??
apa yang membuat kami merasa dekat? HATI
aku memimpikan sentuhan , belaian, kecupan dan pelukan seutuhnya darimu
di sini aku menyimpan segala rasa buatmu
mencoba membangun pilar - pilar kepercayaan
menimbun berjuta rindu
melempar segala doa dan harap ke atas sana
menyebutmu sayang, boleh kan?
tapi tunggu, bagaimana denganmu?
apa cuma aku yang merasa? aahhh … aku tak suka meragu
rasa ragu cuma akan mengikis segalanya
tapi tak apa, diantara 99% rasa aku siap 1% kecewa
kelak, jika kau kembalikan lagi hatiku, aku telah siap
tapi semoga saja kamu tak pernah mengembalikan hatiku lagi
Aku,
Pemilik hati
---Oleh: gadisenja
(diambil dari: www.gadisenja.tumblr.com )
untuk isi hati

selamat siang, kehati hatian.
aku mohon, tolong pergi! tolong pergi dan biarkan isi hatiku mengalir sesuai wujud keadaannya yang sesungguhnya tanpa harus dibatasi olehmu, kehati hatian. kamu menahan isi hati yang sesungguhnya ingin keluar. kamu membuat dia meragukanku. biarkan aku melakukan semuanya sesuai isi hati. tinggalkan kami! biarkan kami berdua sendiri agar dia berhenti meragukanku.
aku tidak peduli. apapun alasanmu selalu mengiringiku, aku tidak peduli! terserah kamu mau mengatas namakan trauma, pengalaman, persiapan untuk keadaan terburuk, memblokir harapan dan ekspektasi, atau apalah. aku tidak peduli. pergi sekarang juga! jangan halang halangi rasa yang sesungguhnya aku punya untuk diungkapkan. jangan halangi aku mengeksplor isi hatiku hanya karena terlalu berhati hati. pergi sekarang juga karena aku sudah muak diragukan oleh dia dan aku ingin bisa membuatnya percaya akan apa yang sesungguhnya ada dalam diriku, dalam hatiku. tolonglah kehati hatian, tinggalkan aku, rasaku, tulusku, dan isi hatiku sekarang juga. biarkan aku bebas.
selamat siang, isi hati.
---Oleh: dhaninad
(diambil dari: www.draftnyambemm.blogspot.com )
Untuk Sepupuku..
Rasanya agak sedikit aneh ya menulis surat semacam ini untuk Mas, apalagi Mas tipe orang yang bisa menerima kesentimentilan seorang cewek, jadi sebenarnya aku bisa dengan mudah ngomong langsung ke Mas. Tapi menulis surat untuk Mas menurutku bisa jadi menyenangkan juga. Walaupun aku ngga berharap Mas baca karena aku pasti maluuuu sekali entah kenapa.
Mas tau ngga sih, sejak aku masih kecil dan Mas masih cupu, Mas itu selalu jadi sepupu favoritku. Aku sendiri ngga tau pasti alasannya, tapi aku ingat aku paling senang kalau ke rumah Eyang bisa ketemu Mas. Malah dulu aku hobinya cium-cium Mas sampe Mas jengkel ya? Maaf yaaa ^^v
Jujur ya Mas, aku dulu berharap sampai kita (atau aku lebih tepat) dewasa pun aku masih bisa bermanja-manja sama Mas, aku masih bisa merasa punya Mas yang ngelindungin aku, aku masih bisa cerita soal apapun ke Mas, dan aku masih jadi adek kesayangannya Mas.
Dan aku senang Mas, senang sekali, karena harapanku sejauh ini terwujud. Aku selalu bilang sama temen-temenku kalau Mas Ardhy itu Mas-ku, tanpa embel-embel sepupu. Baru kalau mereka tanya aku jelaskan... Maklum lah kan mereka tahu kalau aku anak sulung hehehe. Dulu waktu Mas telpon aku untuk kenalin aku ke pacar baru Mas, aku seneeeng banget. Mas bilang, "Ini adek kesayanganku, kamu harus kenal." Rasanya aku bener-bener punya seorang Mas dan dianggap adek. Makasih ya Mas...
Mas juga harus tahu kalau Mas adalah salah satu inspirator terbesarku. Aku kagum sama Mas, walaupun secara materi Mas tidak berlebih, tapi otak Mas cemerlang sekali dan Mas tidak pernah merasa rendah diri. Mas bisa jadi juara umum sekaligus ketua OSIS waktu SMA, Mas bisa diterima di Kedokteran Hewan UGM dan lulus tepat waktunya dengan cukup memuaskan. Mas tahu betapa bangganya aku? Mas tahu sekarang bagaimana itu semua jadi semangatku saat aku lelah? Terima kasih Mas...
Saking sayangnya aku sama Mas, aku sempat kepingin untuk kuliah di UGM supaya bisa tinggal satu kota sama Mas. Tapi aku ngga diterima. Dan orang pertama yang bersedih untukku adalah Mas. Mama, Bapak, dan Dek Din malah senang karena aku ngga jadi keluar dari rumah, tapi Mas ikut bersedih sama aku dan membiarkan aku nangis untuk pertama kalinya di pelukan Mas. Terima kasih ya Mas...
Sekarang aku kuliah di UNDIP, di kota yang berbeda dengan Mas. Mas Ardhy sendiri sekarang sibuk dengan kuliah profesi Mas, tapi Mas masih sempat merhatiin aku, ngingetin aku untuk semangat, dengerin keluh kesah aku, marahin aku waktu nilaku jelek... Entah gimana Mas masih punya energi untuk mikirin aku. Makasih ya Mas...
Terima kasih untuk selalu jadi Mas yang keren, Mas yang ngga bikin keluarga malu, Mas yang bisa jadi kebanggaan... Terima kasih untuk jadi Mas yang mau memacu adiknya untuk maju, Mas yang bisa jadi inspirator pribadiku...
Terima kasih sudah jadi Mas-ku yang terhebat selama ini.
Aku kangen sama Mas nih jadinya, padahal baru tiga hari yang lalu ketemu. Aaaaahhh maluuuu :$
Aku janji Mas, aku akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk jadi adik yang bisa jadi kebanggaan Mas dan untuk jadi orang yang ngga kalah keren dari Mas.
I LOVE YOU, RD...
Your sister always, Id.
---Oleh: AACRS
(diambil dari: www.luzeagua.blogspot.com )
Kamu, Lelaki Masa Lalu
janji buat abun
aku
akan mewarnai harimu
dengan merah
dan biru
untuk sebuah semangat
dan kelembutan hati
berlarilah nak
dan kejarlah angin
kalau kau dapat
dekaplah sejuknya
dan simpan dalam batinmu
aku
akan menggambari harimu
dengan lukisan perjalanan
burung yang terbang jauh di sana
agar kau ingat
bahwa langit itu tinggi
dan burung selalu kembali
aku
akan menulis di hatimu
cerita bulan bintang dan matahari
yang selalu kita pandangi
dari teras depan
jendela belakang
atau kadang
dengan mata terpejam
agar kau ingat
mereka selalu ada
betapapun gelap kau rasakan
aku berjanji
akan mengukir kenanganmu
tentang sebuah rumah mungil
di mana angin berhembus melalui pintunya
dan matahari menyelusup dari tirainya
di bawah langit
yang dihiasi cerita
perjalanan burung-burung
dan aku berjanji
memberimu kenangan terbaik
dari masa kecil
untuk terus kau bawa
menjelajahi kehidupan
sebagai cermin
sebagai telaga
atau pelepas rindu
pada angin
pada langit
matahari
bulan dan bintang
di tahun-tahun
yang akan lalu itu
aku
yang telah berjanji
dan akan sangat merindukanmu
suatu hari nanti
---Oleh: annisanuraida
(diambil dari: www.undeliveredmessages.tumblr.com )
Mirror, Mirror on the Wall
Kepada perempuan yang ada di dalam cerminku,
Hey.
Aku rindu bintang di matamu. Mengapa sekarang sinarnya redup? Patah hatikah dirimu? Hilangkah semangat hidupmu? Maaf jika belum-belum aku sudah banyak bertanya. Dan kamu pasti jengkel karena aku tahu jawabnya. “Ya”, untuk semua pertanyaanku tadi.
Kamu yang selalu merasa tidak cantik,
Banyak yang berkata bahwa kecantikan itu asalnya dari dalam. Itu tidak salah, tetapi tetap yang dilihat oleh mata jasmani itu yang memberi kesan pertama. Kamu itu cerdas, dan Tuhan itu adil. Dia memberimu kecerdasan supaya kecantikan boleh dimiliki perempuan lain.
Waktu kamu masih kecil, bahkan ibu kandungmu sendiri hampir tidak pernah menghiburmu ketika kamu merasa tidak cantik. Bahkan kamu kadang dibanding-bandingkan dengan sepupumu yang lebih cantik dan penurut. Tapi ingatkah kamu ketika kakekmu masih hidup? Dengan bangganya dia sering berkata di depanmu dan sepupu-sepupumu bahwa kamu adalah cucunya yang paling cerdas. Kamu pasti masih ingat hal itu kan? Dan itu juga melukai perasaan sepupu-sepupumu. Perasaan yang sama yang kamu rasakan ketika tanpa sengaja ibumu melukai hatimu.
Hey.
Mengapa akhir-akhir ini dagu dan pipimu sering ditumbuhi jerawat? Rasa rindukah pemicunya? Atau kamu terlalu sering melamun dan bertopang dagu sampai dagumu “ramai” begitu? Seingatku, sebelum ini tidak seperti itu. Jangan banyak bersedih. Berpikir itu harus, tapi bukan berarti kamu harus selalu larut dalam kesedihan!
Coba lihat aku. Ke sini. Lihat lebih dekat. Nah, begitu!
Aku mau bercerita.
Di dalam sini, pernah tinggal seorang gadis kecil yang manis. Yang hatinya sempurna, tidak patah dan tidak tawar. Aku rindu gadis kecil itu hadir lagi. Bukan sifat kekanakannya, tapi semangatnya untuk mencintai tanpa pernah tahu bahwa cinta itu menyakitkan. Tolong, hidupkan dia lagi. Terserah bagaimana caranya. Mungkin kamu bisa memulainya dengan membuka hati. Sini, aku buatkan kunci duplikatnya. Kalau kuncinya masih dipegang pacarmu yang kemarin, besok aku panggilkan ahli kunci untuk membuatkan kunci yang baru, yang bisa kamu berikan kepada lelaki lain yang bisa menghargai dan mencintai dirimu apa adanya.
Lalu itu, lingkaran hitam di matamu. Kamu kurang tidur! Mungkin kamu sudah berusaha tidur tepat waktu, tapi aku tahu banyak malam di mana dirimu tidak dapat tidur nyenyak. Ingatkah kamu pelajaran di Sekolah Minggu dulu? Tuhan memberikan kepada yang Dia cintai saat kita tidur… Jadi berusahalah untuk mengistirahatkan pikiranmu. Kesusahan hari ini, tinggalkan hari ini. Esok hari mempunyai kesusahan lainnya yang tak perlu kamu pikirkan sekarang.
Tidur ya, sayang. Matikan lampu kamarmu. Matikan pesawat televisimu. Matikan Blackberry-mu. Ucapkan doa, lalu tidur. Besok semuanya pasti akan lebih baik dari hari ini. Sudah pakai krim malam dan menggosok gigi kan? Nah! Kamu sudah siap menjemput mimpimu malam ini!
Dariku,
K a m u.
---Oleh: Dear_Connie
(diambil dari: www.poeticonnie.tumblr.com )
Senyum Matahari
Setelah berhari-hari kau bersembunyi, akhirnya kau muncul kembali.
Ya, aku agak rindu padamu, meski aku suka mendung-mendung.
Aku senang kau muncul kembali. Hei, surat ini untukmu loh!
Kau tahu, aku sayang padamu matahari!
Setiap pagi, aku bangun, aku mencari senyummu.
Ya, kadang senyummu, malah menjadi kemarahan.
Tapi hari ini, aku suka sekali senyum manismu, matahari.
Hei, lihat, tanaman di belakang rumahku jadi ikut tersenyum karena kau!
Jangan terlalu panas ya matahari!
Love,
mahkluk kecil di bumi ^^
(dikirim oleh @sihijau di http://sihijau.wordpress.com)
Swing Jazz
Entah mengapa ketika lagu pertama yang diputar acak di iTunes melantunkan Put Your Hand on My Shoulder, ingatanku segera melayang padamu. Bagaimana tidak, Sayang ? Saat itu ketika aku hampir menangis karena penat, kau meraih kepalaku ke pundakmu seraya mendendangkan bait lagu itu. Ajaib ! Aku langsung tertawa karena suaramu terdengar aneh walau maksud hatimu ingin membuat suasana menjadi syahdu.
Ya kita berdua memang sangat menikmati Jazz. Sebentar lagi perhelatan Java Jazz Festival akan digelar, apakah kau akan datang ? Dulu kita berdua tidak pernah melewatkan festival jazz seperti itu, bahkan pagelaran biola di Pusat Kebudayaan Perancis pun kita sambangi.
Kau menyukai jenis musik jazz Michael Buble dan Harry Connick Jr. yang tenang dan lembut akan menggenggam tanganku mesra jika lagu-lagu mereka berkumandang, lalu matamu akan memandangku penuh arti seakan ingin mengatakan bahwa betapa kau sangat mencintai aku.
Semuanya begitu indah perjalanan cinta kita berdua, kau dan aku adalah satu. Musik Jazz mengiringi kebersamaan kita berdua. Bernyanyi, berdansa, bekerja, memasak, dan makan pun tak lepas dari musik jazz. Cinta dan hati kita begitu sempurna, kau dan aku saling melengkapi. You completed me, Honey !
Lalu apa yang salah dari langkah kita, Sayang ? Aku tersenyum bahagia ketika lantunan jazz mengiringimu melangkah ke pelaminan bersama wanita yang kau cintai. Kau membisikkan doa yang terbaik untuk kebahagiaanku kelak ketika aku memelukmu terakhir kalinya untuk mengucapkan selamat menempuh hidup baru. Apakah kau.. aku.. kita merasa sakit saat momen itu ? Tidak, justru sebaliknya kau.. aku.. kita merasa bahagia dan gembira.
Mari kita bersulang untuk masa depan kita berdua, semoga selalu diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Tuhan… karena sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah dan aku akan mendapatkan beasiswa sekolahku.
Dear -K-, bahagiaku selalu untukmu !
-Nanda, yang pernah menjadi musik jazz mu
(dikirim oleh @ZahriMaya di http://sofacokelat.tumblr.com)
