Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #21. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #21. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

Surat Untuk Terumbu Karangku

Sayangku tunanganku, sekali lagi kau membuatku kagum pada ketegaranmu pada kesabaranmu. Kau membuatku tersenyum dan tersenyum, senyum yang selalu kau banggakan sebagai senyumpenuh kehangatan. Maaf jika aku selalu menguji kesabaranmu menunggu waktu untuk bertemu. Entah apa jadinya jika bukan kamu, aku pun tak mau membayangkannya.


Tak hanya kali ini kita teruji kesabaran dan ketegaran seperti sekarang, dan kita mampu, mampu bertahan dari segala cobaan. Aku ingat ketika kau memberiku kabar baik, kau hamil, aku tersenyum dan memelukmu. Tak ada kesan keraguan sama sekali, karna memang itu tak ada. Dan aku ingat ketika aku mengatakannya pada orang tua kita. Beruntung mereka mengerti. Kita sabar dan tegar.

Aku padang lamun dan kau terumbu karang untukku. Cibiran mereka untukku hanyalah air sungai dengan segala material yang coba mencemari kita. Tak tau apa-apa soal lautan, hanya mencemari yang ada. Aku melindungimu dari limbah yang datang dan kau melindungiku dengan memecah gelombang. Betapa beruntungnya kita.

Aku hidup untukmu dan hidupku untuk menghidupimu. Aku ada untukmu dan keberadaanku untuk menemanimu.


Kekasih sabar yang tegar mencintaimu
Aulia.



---Oleh:


(diambil dari: www.auliasoemitro.wordpress.com )



note admin: surat Aulia Soemitro adalah surat bersambung, untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi:http://auliasoemitro.wordpress.com/category/30harimenulissuratcinta/

Superman

Aku tak tahu sejak kapan aku memanggilmu dengan sebutan itu.

Kalau dalam cerita Superman sebenarnya,

kamu menyembunyikan identitasmu.

Kalau dalam ceritaku,

aku mengenal kamu Supermanku,

tapi aku tidak benar-benar mengetahui siapa kamu yang sebenarnya.

Mungkin kamu tidak pernah tahu,

aku berusaha untuk menembus pertahanan dari ketertutupanmu.

Seperti halnya aku ingin tahu,

apakah Superman itu ada ketika langit terang dan langit gelap?

Semua sifat misteriusmu, dan tertutupmu adalah tanda tanya dalam pikiranku.

Bahkan ketika dalam cerita Superman returns,

semua berfikir bahwa Superman menjadi jahat.

Dalam cerita Superman yang aku imajinasikan dalam hidupku,

apapun yang orang lain katakan, aku percaya,

bahwa setiap orang memiliki kebaikan dan kelembutan.

Dan aku yakin bahwa kamu memiliki hati setulus, dan selembut Superman.

Jika Lois Lane tidak pernah tahu kapan Superman akan datang untuk menemuinya,

sama halnya dengan aku yang menunggu Supermanku

untuk hadir menyapaku.

P.S.

If you can’t stand to fly, so don’t be naive,

I know it’s not easy to be you

but you can always find the better part of you

because heroes have the right to bleed

~Five for Fighting~Superman (It’s_not_easy)~


---Oleh:


(diambil dari: www.sugartownsugar.tumblr.com )

Bidadari Kotak Sepatu

Kepada seorang wanita muda penuh energi dan cinta pada sesama: Beriozka Anita.

Mengenalmu pertama kali sudah membuatku tersenyum tanpa pernah bisa melepaskan pandanganku darimu. Cantik, enerjik, ceria, baik hati, dan ternyata penuh cinta.

Cinta yang kaupunya sungguh luar biasa karena memang tidak biasa. Baru kutahu bahwa kamu tak hanya cantik paras, lebih dari itu, hatimu terbuat dari emas terbaik. Sebuah komoditas utama :) *Lho, kok?*

Cerita mengenai Proyek Kotak Sepatu^ sungguh unik dan menarik. Hanya berawal dari sebuah kotak sepatu, cintamu tumbuh berkembang seiring virus berbagi yang kausebarkan kepada orang-orang yang kaukenal. Termasuk aku. Bahwa kotak sepatu yang tampak sepele ternyata menyimpan berjuta harapan dan doa untuk seseorang yang membutuhkannya.

Tentu saja cintamu tak sebatas kotak sepatu yang kadang berakhir di tempat sampah. Cintamu membekas selamanya di hati setiap orang yang kautemui. Senyum mereka, katamu, adalah yang paling kautunggu.

Seorang Ozka hanyalah manusia biasa. Tetapi bagi orang yang membutuhkan uluran kasihnya, Ozka adalah bidadari dari nirwana. Begitulah, cinta menempatkanmu di tempat yang seharusnya.

Seorang wanita cantik senang berbagi dan berbakat menulis? Ah, kamu bukanlah manusia. Kamu benar-benar bidadari. Sungguh beruntunglah yang menjadi pendampingmu kelak. Berbahagialah setiap yang menjadi temanmu. Semesta memberkatimu, Manis.

Maafkan jika aku tak pandai mengurai keindahan dan kecantikanmu. Jika kutitip sebongkah cintaku pada sebuah kotak sepatu, maukah kauteruskan kepada yang berhak? Hanya itu yang mampu kulakukan. Masih jauh daripada apa yang kaucontohkan padaku.

Terima kasih atas segala cinta yang kauberi pada dunia. Malaikat mencatatnya agar kelak kau benar-benar menjadi bidadari di Jannah.

dariku, yang masih banyak belajar arti berbagi.

Depok, siang hari di tahun baru Kelinci.



---Oleh:



(diambil dari: www.romansapena.wordpress.com )

Sebuah Pernyataan (baca: pertanyaan)

Selamat pagi, eh siang ya, buat kamu yang ngerasa, iya kamu yang masih belum bangun padahal udah disms!

Aku cuma mau nanyain sesuatu, yang cukup penting buat aku.

Sebenernya ini adalah sebuah pernyataan tidak langsung, tapi aku lebih memposisikan sebagai sebuah pertanyaan.

Kalau diumpamakan kamu itu seperti pulau. Luasnya sangat kecil di antara luasnya samudera. Bukan aneh, bukan, mungkin karena di kamu jarang aku temui kebiasaan pada umumnya. Mulai dari gak suka minum kopi, gak ngerokok, suka infotainment, gak hobi ngikuti perkembangan gadget (ngikutin bukan berarti beli lho), dan selalu makan malam di kelewat malam. Dan apakah kamu tau itu semua kebalikan dari aku.

Ya, kita di sini memang tidak sedang membahas perbedaan-perbedaan. Bukannya perbedaan itu indah?

Oya, kalau diubah yang tidak lagi menjadi pernyataan atau pertanyaan, tapi ketika semua itu adalah permintaan, bolehkah kamu mengabulkannya, untukku?





---Oleh:


(diambil dari: www.adekbakri.wordpress.com )

Senyum Kopi

Jakarta, 3 Februari 2011


Tiga sendok makan kopi dan dua setengah sendok makan gula pasir. Selamat malam, Kopi!

Eh, rasanya aneh, aku menyapa mu dengan sebutan Kopi. 23:45 WIB, dan masih harus terjaga karena pekerjaan kantor yang harus segera diselesaikan. Mata ku berat sekali saat menuliskan surat kali ini, semacam ada dua ekor anak gajah nyaman duduk ditiap kelopak mata. Secangkir kopi ringan kesukaan ku pun kali ini kalah telak, aku masih tetap mengantuk.

Kali ini cangkir kopiku berwarna hitam pekat dan jauh lebih kental dari biasanya, ya..malam ini aku mencuri ramuan kopi kesukaan mu, tiga sendok makan kopi dan dua setengah sendok makan gula pasir, berbeda jauh dengan kopi andalan ku yang hanya satu sendok teh kopi, dua sendok teh gula pasir dan terkadang ditambah satu sendok teh krim.

Ini tegukan kedua, awalnya sedikit kaget, karena rasanya sungguh jauh berbeda dari biasanya, tapi.. aku tersenyum. Membayangkan indra perasamu mencicipi rasa serupa yang sekarang menyentuh lidah ku. Memejamkan mata dan mencium aroma secangkir kopi pekat ini, membuatku seakan menerobos ruang kilometer dan dapat menyentuh mu diisi kepala ku. Aku melihat mu, merasakan mu disini, didalam kepala ku.

Kamu, ah..lagi-lagi kamu memang juaranya memonopoli pikiranku, kamu sosok terhebat pencipta lengkung senyumku. Konyol rasanya, sekedar memikirkan mu saja, aku sudah bisa melukis pelangi dilangit-langit hati ku. Siapa kamu sebenarnya? Aneh.. Aku yang aneh tepatnya. Tersenyum malu memandangi secangkir kopi hitam yang hampir habis. Merasa hebat hanya dengan merasakan apa yang selama ini membuat mu kecanduan. Aneh.. iya, aku memang aneh.

Sudah berganti hari disini, aku harus melanjutkan pekerjaan ku. Terima kasih atas ramuan rahasia mu yang sekarang membuat kedua gajah diatas kelopak mataku bersayap, sekarang mereka entah terbang kemana. Entah sebenernya ini efek dari secangkir Kopi kesukaan mu atau karena isi kepala ku dipenuhi imajinasiku akan kamu, yang membuat ku kembali bersemangat.. Entah.. Tapi yang pasti, satu malam sudah terlalui lagi. Mengertikan maksudnya? Waktu pertemuan kita makin dekat. Satu langkah, makin dekat semesta mendekatkan langkah ku menyentuhmu.

Kamu, baik-baik disana, karena kamu adalah secangkir anugrah Tuhan yang terbaik, yang pernah mengisi relung pikiran dan (mungkin) hatiku. Kamu, harus baik-baik, sehat dan bahagia. Tersenyum menikmati semesta, agar aku pun bisa terus memenuhi canduku akan secangkir senyumanmu.


Satu sendok teh kopi + dua sendok teh gula pasir,
E



PS: #NowPlaying Iron and Wine -Each Coming Night-



---Oleh:


(diambil dari: www.sisayappatah.tumblr.com )

Kepada Para Penulis Surat Cinta

by Death Cab For Cutie



Surat kepada kalian semua yang mengerti akan cinta lalu menuliskannya dalam surat

Ini sudah hari ke 21 aku menulis surat-surat cinta. Tinggal 10 hari lagi dan ini selesai sudah. Tidak terasa, hampir sudah 3 minggu aku menulis surat-surat itu bersama kalian

Tapi aku merasa tidak ingin menyudahinya begitu saja. Aku bukan semacam peserta menulis surat cinta yang hanya ingin bersenang-senang lalu selesai begitu saja. Bukankah dari setiap apa yang kita kerjakan harusnya ada yang bisa di ambil?

Anjing menggonggong saja pasti ada dampak bagi yang mendengarnya kan? Entah itu kucing bahkan manusia sekalipun.

Dari kegiatan menulis surat cinta ini aku cuma bepikir apakah sebenernya kita semua mengerti dengan apa yang kita tulis. Judulnya saja sudah berat. Ada kata CINTA! Surat Cinta! Harusnya tidak gampang kita berkoar-koar tentang hal ini.

Namun itu mungkin yang selama ini dikatakan kekuatan cinta. Yang di rasainnya di hati bukan di badan. Yang di simpan tapi tak berwujud. Yang membuat jadi gila lalu ada luka. Yang membuat rindu tapi tak bisa disentuh. Yang dikejar tapi tak berlari. Dan yang dianggap hilang tapi sebenarnya masih ada.

Lalu bila kau rasakan duka mungkin itu cinta. Bila kau rasakan perih dan akhirnya membenci mungkin itu cinta. Dan bila kau rasakan hilang setelah dia pergi mungkin itu juga cinta.

Ah tapi aku bukan siapa-siapa, aku pun tak mengerti cinta secara mutlak. Ini cuma racauan semata. Namun, aku manusia. Sama seperti kalian. Aku rasakan duka, aku rasakan hilang dan aku rasakan perih. Aku pernah menerimanya. Dan aku mau belajar. Belajar bangkit dan mencinta lagi. Walau akhirnya toh aku tau akan jatuh juga.

Dan menulis surat cinta seperti itu. Kita sudah tau itu luka, kita sudah tau itu perih, kita tau itu sudah hilang. Tapi kita bisa menuliskannya. Dan kita tetap bisa bertahan sampai 30 hari nanti berakhir.


But I’m thinking of what Sarah said that
”Love is watching someone die”

So who’s gonna watch you die?



---Oleh:


(diambil dari: www.heykila.tumblr.com )

Untuk hari ini.

Hey ayam surat cinta ke 3 untuk kamu.
Sebelum terlalu jatuh cinta sama kamu juga aku sudah menulis surat cinta kan?
Sekarang aku benar benar jatuh cinta sama kamu.
Hari ini aku bahagia,menemukan lelaki setulus kamu itu sulit sekali,tidak tau kenapa aku merasa kamu tulus bukan hanya sekedar karena aku terlalu mencintaimu.
Tidak boleh mencintaimu lebih dalam dari pada ini,nanti Tuhan marah dan aku tidak mau kita berpisah.
Terimakasih sudah menerima aku apa adanya,terimakasih sudah mau jujur dari awal,terimakasih sudah mau mengajarkan bagaimana caranya menerima,terimakasih sudah percaya sama aku kalau aku bisa merubah kamu.
Sebutkan saja apa yang harus kuubah maka aku akan berusaha untuk mengubahnya.
Ayam,jaga aku ya. Jangan dibiarkan sendirian,karena kamu paling tau kalau sendirian itu adalah hal yang paling menyebalkan.
Hanya 1 hal,jangan berubah. Kalau aku,aku akan tetap seperti ini sampai kapanpun,sampai mati sampai aku punya banyak keturunan,aku akan tetap begini.
Semoga tidak ada yang berubah dan tidak ada yang perlu di sesalkan.
Remember this : I will always give what i get :))
Have a nice day yam,i love you <3

XOXO
DLSA.


---Oleh:


(diambil dari: www.diajenglarasati.blogspot.com )

Surat untuk Ibu

Untuk Ibu

Selamat pagi, Ibu.

Apa kabar Bapak dan Adik? Apa kabar anggrek bulan ungu yang kita tanam tahun lalu? Sudah tujuh purnama sejak lebaran aku tak pulang. Apakah kampung masih aman?

Di sini, cuaca seringkali panas sekali. Orang-orang selalu berbicara dan berjalan cepat setengah mati. Tak ada kabut pagi hari, dan ketika tidur aku masih sering bermimpi tentang tugas dan linimati.

Aku rindu belaimu, Ibu. Seperti saat hujan, kita tiduran di ruang tamu. Sambil bercerita tentang ini itu.

Aku rindu masakanmu, Ibu. Lezat biar begitu saja. Walau kutahu tak ada tambahan penyedap rasa.

Aku rindu nasihatmu. Saat aku tak tahu harus bagaimana, dan kau selalu ada.

Ibu, kau pernah bilang bahwa akan tiba suatu hari ketika aku harus memilih jalanku sendiri. Aku tidak tahu, tapi sepertinya saat itu akan segera tiba. Ketika pada akhirnya aku memilih untuk tetap tinggal di sini, dan membawa semua nasihatmu sebagai bekal menjalani hari.

Ibu, kau juga pernah bilang, bahwa dari dulu, dimulai ketika aku belajar memakai pemulas pipi, kau akan mencoba memahami, bila akan tiba saat ketika aku akan menyerahkan hati pada pria yang kucintai. Kau bilang, bahwa kau tak akan berhenti berdoa, hingga bila saat itu tiba, lelaki itu adalah lelaki yang baik hati.

Ibu, tahukah kau bahwa hari-hari itu akan tiba mungkin sebentar lagi?

Aku tidak tahu. Belum terlalu pasti. Nanti bila Ibu bertemu dengannya, Ibu akan bisa menilai sendiri. Hanya saja, maukah Ibu mewarisiku beberapa hal?

Kesabaranmu. Prasangka baikmu. Keluasan hati dan maafmu. Kelembutan perasaanmu. Kekuatan pengorbananmu. Resep masakanmu.

Ah, ya. Yang terakhir itu penting sekali :)

Aku memang masih gadismu,Bu. Anak perempuan yang manja dan suka mengeluh. Tapi, aku sudah lebih bertanggungjawab sekarang. Aku lebih sering mendengarkanmu. Mengingat nasihatmu. Dan menggunakannya dengan caraku sendiri untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Ibu, sampaikan salam untuk Bapak. Bilang aku rindu gelak tawa dan kerut merut di sudut matanya. Oh, ya, bilang juga agar mengurangi rokoknya.

Ibu, salam juga buat Adik. Bilang padanya untuk menyiapkan tenda. Nanti bila aku pulang, kita akan mendaki gunung dan kemping bersama.

Oh, ya, keponakan-keponakan,bilang pada mereka agar rajin belajar supaya pintar.

Ibu, aku mencintaimu. Doakan aku selalu, ya.

Anak perempuanmu.



---Oleh:


(diambil dari: www.dewisuprobo.wordpress.com )

Teruntuk, Pembenci Air Mataku

Teruntuk, pembenci air mataku.

Sebelumnya, aku ucapkan terima kasih atas rasa sayangmu padaku. Rasa sayang yang membuatmu membenci air mataku. Tapi entah mengapa, air mata ini tetap sering menampakkan diri. Dan anehnya, itu semua karena kamu! Iya, aneh. Karena kamu yang selalu bilang kalau benci melihatku menangis. Jadi sebenarnya, kamu pembenci air mataku atau justru pencinta-nya?!

Benar kata orang, batas antara benci dan cinta itu sangat tipis. Setipis kulit bawang. Sampai mataku terasa perih setiap melewatinya. Tapi tenang saja, aku tak mungkin membencimu. Karena membencimu adalah satu hal yang paling ku benci. Sebenarnya aku bisa saja membencimu. Mungkin nanti ketika aku sudah bosan mencintamu. Tapi sayang, aku tak pernah bosan.

Ah, tapi kurasa tak semua tangisku karenamu bernafaskan duka. Seringkali kau buat juga ku menangis bahagia. Banyak hal-hal kecil darimu yang membuatku sadar bahwa kamu memang mencintaiku, dengan caramu. Kamu mencintaiku dengan keegoisanmu. Kamu mencintaiku dengan keacuhanmu. Kamu mencintaiku dengan ketidakromantisanmu. Ya, terkadang cinta itu tumbuh dari hal-hal kecil. Aku tak butuh hal besar semacam makan malam super romantis yang sengaja kau siapkan. Kamu rela berhujan-hujan demi mengantar nasi uduk tempe untuk makan malamku saja sudah membuatku berkaca-kaca.

Namun tak bisa dipungkiri, kita sangat berbeda. Bagaikan dua kutub pada sebuah magnet batang. Selalu bersama, sekalipun saling bertolak-belakang. Baik aku maupun kamu harus bisa saling mengalah. Tapi buatku itu bukan mengalah, sebut saja pengertian. Walaupun untuk mengertimu butuh kesabaran ekstra tinggi. Tak jarang pula air mata terlahir dari sini. Lantas apa yang membuatku bertahan? Aku pun belum menemukan jawabnya. Aku hanya tak sanggup kehilanganmu. Atau mungkin aku hanya terjebak dalam kenyamanan suatu hubungan? Apapun itu, aku tak bisa bayangkan bisa tertawa lagi bila tanpamu.

Baiklah, pembenci air mataku, terima kasih telah banyak mengertiku. Terima kasih telah mengertiku yang malas mandi, terima kasih telah mengertiku yang kadang tuli, terima kasih telah mengertiku yang sangat moody, dan terima kasih telah mengertiku yang sering tak mengerti.

Kamu tak suka diatur. Oleh karenanya, kamu tak pernah mengaturku. Hanya satu yang aku pinta: Jangan buat aku terlalu sering menangis! Tapi kamu pasti menjawab: "Aku kan tak pernah menyuruhmu untuk menangis." Baiklah, kalau begitu aku hanya minta: Jangan telat makan, ya! Aku tak mau sakit kepalamu kambuh karena kelaparan.

Aku mencintaimu.


---Oleh:



(diambil dari: www.tarytorial.blogspot.com )

cowok di kereta tadi malam

hai cowok di kereta :D

sejak tadi malam kamu membuat aku merasa di hidup seperti cerita dalam novel-novel roman atau komik-komik serial cantik. kisah-kisah yang terprediksi tapi tidak terbayangkan akan ku alami sepanjang malam kemarin membuat aku senyum-senyum sendiri. lucu. mungkin kalau aku tidak kehabisan tiket kereta ekomoni Jakarta-Jogja dan tiket kereta bisnis Jakarta-Jogja, aku ga bakal ketemu kamu. mungkin aku akan tetap pulang bareng sama ke empat temenku-cowok semua dan resek minta ampun-bukannya berada di sini, kereta bisnis Jakarta-Solo. sendirian. di sini kita bertemu kan?


waktu kamu datang sambil bertanya, "Ini 12C kan?" jujur saja aku gugup. karena yah, itu berarti aku akan duduk sebangku dengan cowok sepanjang malam. bukannya apa-apa, tapi semua temen yang pernah tidur bareng sama aku selalu komplain kalau tidurku kacau. berantakan, ngigau dan kaki kemana-mana. dan ternyata bener. mau aku jujur? sebenarnya tidurku di kereta itu tidak sepenuhnya tidur, aku masih setengah sadar. aku tidak akan bisa tidur nyenyak sementara disebelahku ada cowok yang insomnia berat dan tidak tidur sepanjang perjalanan. aku merasa tidurku akan diawasi setiap saat.

aku merasa kehabisan bahan obrolan dan memilih memaksakan diri untuk tidur demi menghindari salah tingkah akutku. tapi ternyata, pilihan untuk pura-pura tidur juga bukan ide bagus. aku tetap ketiduran beberapa kali kemudian setengah sadar, tapi tetap terpejam. demi menjaga salah tingkahku.

dan kamu yang mungkin terlalu baik pada orang yang baru dikenal-seperti aku-berbaik hati menyewakan bantal untuk aku-gadis yang kepalanya kejedot kaca kereta beberapa kali dalam satu menit. kamu juga berbaik hati menyelimuti aku-gadis yang kena kipas angin saja jadi ingusan-dengan jaket mu. jujur saja aku kaget, walapun dalam otakku sempat terbersit adegan seperti ini. seperti sinetron kan? tapi ternyata itu yang terjadi saat itu, dan aku sadar. tapi aku memilih untuk tetap tidur karna yah, aku akan salah tingkah ebrat jika di beri perlakukan seperti itu. dasar-anak-ingusan.

kamu tau tidak, gara-gara perlakuanmu, aku tidak bisa tidur tenang sepanjang perjalanan. aku beberapa kali jaket mu terjatuh, itu bukan ketidaksengajaan. mungkin yang terlihat adalah aku tidak sadar menggaruk-garuk kepala dan membuat jaket mu tersingkap kemudian jatuh. padahal kenyataannya aku sengaja mengangkat tangan untuk melepas jaketmu. aku-salah-tingkah. dan yang membuatku lebih salah tingkah lagi, ternyata kamu malah menyelimutiku kembali dengan baik hatinya!

beberapa kali ku coba jurus yang sama, ternyata tidak mempan. oke, baiklah aku menyerah.

aku mencoba tidur lebih nyenyak untuk melupakan salah tingkah ku. tapi ternyata gagal. bagaimana tidak? saat kepala ku terjatuh beberapa kali karena sudah benar-benar ngantuk, kamu justru menggeser duduk merapat padaku sehingga kepalaku bersandar di bahu mu. lihat? ini yang sering terjadi di sinetron kan? aku geli membayangkannya. dan saat itu aku binggung setengah mati harus bagaimana. aku tidak akan memilih untuk bangun dan kita sama-sama menyadari bahwa aku sedang bersandar di bahu mu. tidak akan. aku bisa mateng saat itu juga.

aku memilih untuk pura-pura terguncang saat kereta berguncang keras. kemudian dengan tidak kentara aku memindahkan kepalaku menjauhi bahu mu. aha! berhasil! aku memang jagoan. tapi ternyata ketidaksadaranku memang kebodohanku. adegan kedua terulang kembali. kepalu sudah ku pasang tegak agar tidak mengundang bahumu mendekat seperti magnet di kepalaku. tapi rupanya kamu cowok yang penuh inisiatif atau mungkin kamu bekas pemain sinetron. yang kamu lakukan bukannya menjauh dari kepalaku yang bisa jatuh kapan saja dan kemana saja, tapi kamu justru mendekat dan menggeser kepalaku sampai menyentuh bahumu! ya Tuhan! Menggeser! yang tadi menempel dengan ketidaksengajaan, sekarang kamu justru menempatkan kepalaku di bahumu! aku-salah-tingkah-berat!

bagaimana ini? bagaimana? kereta! berguncanglah yang keras! Gubrak! botol aqua menjatuhi pahaku. aku hampir mengaduh, untung tidak jadi. kalau tidak aku akan sadar dan makin salah tingkah. ayolah kereta, aku bilang jatuhkan kepalaku, bukan botol minuman ku! argh. oke berguncang, dan aku berpura menggeliat karena guncangan kereta, dan hap! aku menggeser kepala ke jendela. oke aman.

sampai detik itu.

aku hampir memekik ketika aku merasakan tanganmu mengusap kepalaku gemas. astaga! apakah itu tidak terlalu akrab untuk dua orang yang baru saja saling kenal, bahkan baru beberapa jam saja? tapi aku tidak serta merta bangun dan meneriakkan itu padamu. aku hanya menggeliat untuk menunjukkan padamu untuk tidak mengulangi perlakuanmu lagi. atau kalu tidak aku akan terbangun-akan mampus.

akhirnya setelah jurus pura-pura tidurku gagal menghindarkan ku dari salah tingkah-justru memancing perlakukan yang membuat ku salah tingkah-aku memutuskan untuk bangun atau ehm, maksudku pura-pura bangun. tenggorokan ku kering, ternyata bersandiwara itu melelahkan. dan kamu ternyata tidak kehabisan akal. kamu menawariku makan ini dan minum itu setiap ada pelayan restorasi lewat. hei, aku hanya ingin meneguk teh botolku untuk sekedar menjernihkan otakku kembali.

ternyata bangun dan menghadapi salah tingkah itu lebih baik, dari pada tidur dan membuatku makin salah tingkah. ngobrol, bercanda dan ketawa ketiwi. sampai akhirnya kamu mengatakan bahwa kamu mengambil gambarku ketika aku tidur!!

aku,

cewek gampang salah tingkah
Senja Utama, Jakarta-Solo 20:15 WIB


---Oleh:



(diambil dari: www.giniginiajah.blogspot.com )

Untuk si mata sipit

Dear kamu,
Hei apa kabarmu?. Semoga baik-baik yah.
Lama aku tak melihatmu. Tahu-tahu mama kamu bilang kamu sudah pindah ke Hongkong. Kuliah disana.
Pantasan beberapa kali kunjungan ke tokomu kamu tidak ada.
Kamu tahu aku kan?. Perempuan cerewet yang suka sekali belanja bahan bangunan di tokomu. Ya sering nawar. Sampai kamu sering tegang, gara-gara aku nawarnya tak tanggung-tanggung. Masih belum ingat juga...Aduh aku juga sering godain kamu lho..
Suka sekali lihat kamu kalau tertawa. Matamu hilang. Mukamu merah. Yah, pastinya kamu ketawa setelah proses tawar menawar selesai.

Tapi kamu baik banget, masa belanjaanku kamu yang ngantar pakai truk ke lokasi proyek. Atau....jangan-jangan kamu naksir aku ya?...Hahaha, jangan merah gitu mukanya.
Aku dapat alamat kamu dari mama kamu. Abisnya mama kamu gak tahu alamat email atau facebook atau apalah yang agak modern dikit lah...Jadinya surat ini aku kirim lewat Kantor Pos dengan prangko kilat.

Kata mama kamu, di Hongkong kamu sekolah, ngambil jurusan Civil engineering, hahaha aku mau ketawa lagi, kamu pengen ya kayak aku. Panas-panas, berbecek-becek, pakai helm proyek, marah-marah sama tukang, ngukur lokasi, dan belanja bahan bangunan. Ihh atau kamu memang naksir aku?...Huss jangan ambil hati, eh tapi kalau benar aku malah senang lho...
Nih ada alamat emailku, balas surat via email aja ya, ama.jie0309@gmail.com. Jangan bilang kamu gak punya email...keterlaluan deh kalau gitu.

Eh sampai lupa, 3 hari lagi Imlek, surat ini sampai bersamaan. Makanya aku juga mau ngucapin Gong Xi Fat Chai....semoga kebaikan, kebahagiaan, kesehatan, kemakmuran untukmu di tahun kelinci ini. Amiin.
Sudah dulu ya Ben....aku manggilnya nama Indonesia aja ya, abis nama kamu Tju Fat..masa aku manggilnya Fat, sementara kamu kurus gitu...
Jangan lupa balas ya...


Dariku.
Si helm Kuning


--Oleh:


(diambil dari: www.amaachmad.blogspot.com )

Dermaga Rindu

Teruntukmu, dermaga rindu..

Aku masih mendayung, mengayuh dayung biar terus berayun. Sampan kecil ini yang menopangku, sampan kecil yang aku sebut rasa. Di atasnya aku juga membawa kepingan-kepingan kecil cinta yang begitu berharga. Begitu juga dengan rindu yang segumpal, pada awalnya. Aku masih terus mendayung, pelan perlahan. Pada mulanya aku bisa mendayung dengan cepat. Kepingan cinta yang kubawa tak cukup memberatkan, aku mampu. Namun, karena lama tak juga sampai, rindu yanng dulunya segumpal, kini telah hampir memenuhi sampanku. Di mana dermagamu? Aku takut rindu yang ada di atas sampan tercecer di lautan. Hilang terhempas ombak ketidakpastian. Tapi tenang, aku akan menjaganya. Biar saja sampai benar-benar bertumpuk. Biar aku keberatan membawanya dan lelah mendayung. Biar…

Aku kini masih di tengah lautan, masih juga mendayung dengan perlahan. Ombak beriak mencoba menahan, tapi aku tak gentar menuju dermaga perasaan. Di dermagamu nanti, aku akan letakkan semua kerinduan, serta semua kepingan-kepingan cinta yang kubawa. Ini oleh-oleh yang kubawa dari rimbaku. Mungkin sederhana, tapi aku yakin akan bisa membuatmu bahagia. Tak seperti harta karun, ini hanya rindu yang sudah menahun. Lama aku tak menjumpaimu, cinta.

Sudah ya, ini aku masih harus melanjutkan mendayung. Biar cepat sampai di dermagamu. Sudah membuncah semua rindu. Aku juga tak sabar untuk segera menyandingmu. Berjalan menyusuri pantai di sekitaran dermaga. Lewatkan satu masa untuk bahagia. Tunggu aku di tepi dermaga, aku segera sampai..

salam, pengayuh dayung kerinduan.


---Oleh:


(diambil dari: www.dzdiazz.blogdetik.com )

Happy Rabbit Year, Ancestors!

My dear ancestors,

First of all, HAPPY CHINESE NEW YEAR to those of you who were Chinese. And to those of you who were Hawaiian and Javanese, this letter is written for you as well. Jadi jangan berkecil hati :))

Nama saya Connie. Kita tidak pernah bertemu, karena kalian sudah pergi ke alam kekal ketika saya dilahirkan oleh Ibu saya, Martha, ke dalam dunia yang saat ini lumayan memberikan saya such a hard time. So I’m not sure if you were my guardian angels, or you were just some people who made me who I am today. My looks, at least.

I’d like to thank all of you who decided to migrate to Java island hundreds of years ago. The so-called ancestors in my life I’d ever met were only Dad’s mother, and both of Mom’s parents. Grampa Lawrence, you went to Heaven a month before my parents got married, but I heard wonderful you were as a man and as a grampa from your late wife, my parents, and my cousins. I wish I’d met you, but I believe that someday we will meet! I can’t wait :))

I am so proud that I am not just a regular Chinese descant like most of Chinese people in Indonesia. I have Hawaiian blood from you and your parents, Grampa Lawrence. And Mom’s grampa, thank you for falling for an East Javanese girl and married her, so I get some Javanese blood in my body as well. It makes me more Indonesian… I am happy with my relatively bigger eyes than regular Chinese, and my wavy hair. I often resemble myself with Lilo. Ah, you guys don’t know who she is. It’s the girl in this picture :D Hey Grampa Lawrence, I met your cousin(?) when I was a kid, she got tanned skin and very curly hair, why didn’t you? Hehe.

So again, today is Chinese New Year. It’s golden rabbit that rules within a year now. My father and I don’t celebrate it like most Chinese. We just stay at home. Dad’s not feeling too well as well, so there’s no red pocket money for me. Will you send some from Heaven?

Once again, thank you for migrating here to Indonesia. I love this country so much and this is my homeland. I’ve never been to Hawaii, and I only went once to China for few days, but I didn’t like it there because I can’t speak the language. You guys stay good there. Take care of your wings so someday when my time comes, you all can pick me up safely. Please also take care of my mother. She’s a sweetheart, and she’s my best friend.

I love you, guys - even though we have never met in persons.

Gong xie fat chai!

Love,
Connie

P.S. Sorry for writing this letter in English and some Indonesian as I don’t speak Chinese nor Hawaiian. My bad.


---Oleh:


(diambil dari: www.poeticonnie.tumblr.com )

D.I.A: Selamat Ulang Tahun

Maaf!
Apakah pantas satu kata itu kusandingkan diawal suratku? Jika saja penyesalan itu seperti air hujan, maka semua belahan bumi saat ini sedang hujan.. Tiada henti.. Tanpa jeda.. Sampai kau berucap, “Tidak apa-apa”.

Jika saja kata maaf adalah uang 1 rupiah, maka kau sudah jadi jutawan karena ditaburi kata maaf dari ku..

Ah, apakah aku berlebihan?
Mungkin ya, tapi bagiku tidak! Aku pantas merasa bersalah, hanya karena aku melupakan momen spesial dihidupmu..

Maafkan aku jika aku melupakan hari ulang tahunmu!
Sungguh aku tak pernah bermaksud untuk melupakan momen itu..
Kau tau, aku bahkan mempersiapkan sebuah kado spesial untukmu..
Ya sebuah surat rasa rindu meliputi kebahagiaanmu..
Sebuah surat tanda terimakasih ku kepada Tuhan, karena telah menciptakan kau 19 tahun yang lalu ke dunia ini..
Sebuah surat kehormatanku kepada kedua orang tuamu karena kau ada berkat buah cinta kasih mereka..

Tapi toh semua tidak ada gunanya lagi setelah aku dengan seenaknya melupakan momen indah itu.. Kau mau memaafkanku?

Sungguh, aku tidak pernah benar-benar melupakan tanggal mu berulang tahun! Biar kusebut, tanggal 2-02-92 bukan kau lahir? Penggal kepalaku jika aku salah!!

Sekarang apa kau percaya padaku? Huh?!

Maaf, kemarin aku benar-benar sibuk sampai-sampai aku tidak sadar bahwa kemarin tanggal 2 februari :(

Pantas saja, sepanjang perjalanan pulang ke rumah aku terus memikirkanmu! Ah, ini karena BlackBerry ku kemarin seharian mati, jadi aku tak sadar tanggal.. Bodohnya aku!

Kau mau memaafkan aku?
Tidak?
Baiklah, aku tak marah kok.. Toh ini kesalahan akibat kebodohanku sendiri..

Tapi, meskipun kau tak mau memaafkan aku, aku tetap memberikanmu doa agar kau selalu sehat dalam lindunganNya, agar kau sukses baik hidup maupun agama, dan agar kau dengan pacarmu terus langgeng..

Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku :)

Jaga diri baik-baik ya,

DE-mu :*

PS: mereka bilang, kau sudah benar-benar lepas dari pikiranku.. Apa kau suka mendengar kabar ini?



---Oleh:


(diambil dari: www.bedeebeeppp.tumblr.com )

a Letters to You

*backsound a Letters to you by Finch*

Dear @kristianluas,
(Geli-geli deh kamu baca surat ini!:p)
Well, aku masih merasa hari ini seperti mimpi. Tapi lantas aku sadari, mataku terbuka menatap matahari, aku memang telah terbangun dari tidurku sedari pagi. Kejadian itu masih membayang dalam benak, aku khawatir lama-lama disana dia mengerak. Semoga saja tidak. Toh, kehidupan terus bergerak, pun kita di dalamnya, walaupun yang namanya kenangan akan tetap tinggal dan menjadi jejak.

Rupanya kita adalah salah satu dari sekian banyak pasangan berbeda keyakinan yang tidak dapat lagi lebih lama bertahan. Tidak ada sesuatu maupun seorangpun yang dapat kita salahkan, tidak juga Tuhan maupun keadaan. Ya memang begitu adanya, masing-masing dari kita telah menentukan bahwa sudah saatnya menjadi teman adalah sebaik-baiknya pilihan. Walaupun rasanya masih berat yaa menganggap kamu mantan, terlalu terbiasa memanggil kamu hasian. :p

Maybe we’re over, going nowhere and don’t meant to be together as a lover but still we’ll be great together as a bestfriend forever.

Thank you for the moments and all the good things that you’ve done, for try so hard to bring back my Saturday, for the last flower as a lover and for the short letter (keajaiban dunia no.8 :p). I never count what I’ve been missed because the time I had with you make me feel blessed. I catch then save the moment and what I’m feeling inside my heart, tonight. So, I write this letter. At least, it makes me feel better. So I don’t need to galau2 on the Twitter. :p *norak mode on* *ceritanya biar #rhyme :))*

“I’ve no choice, I love you leave, Love your wave goodbye.. Never gonna forget every single thing you do.. I never will regret a single day.. What I’m feeling for you.. When loving you is my finest hour.. Leaving you, the hardest day of my life” -The Corrs-

“It’s empty tonight and I’m all alone .. Get me through this one.. I’m writing again, these letters to you.. I want you to know that I miss you, I miss you so..” -Finch-

“Forgive me for what I feel, forgive this feeling I just can’t kill, forgive my heart it loves you still..” -#TLS-

Pesan dari si cantik ini di akhir surat adalah:
Take care, think positive and happy always yaaaa, hasian! No matter how bad life treating you and the harsh time in front of you, I believe you can through and face it well! S E M A N G A T!!


XOXO
From: (your?) m i e l.


---Oleh:


(diambil dari: www.berceloteh.tumblr.com )

Untuk si Sayap Patah

Untuk wanita yang masih mempunyai tanda tanya besar di pikiranku.

asalnya aku ingin menuliskan sebuah surat kaleng untukmu.
tapi pikirku itu tidak mesti dalam sebuah surat kaleng, toh aku tidak mengatakan suatu yang penting dan berlebihan kepadamu di dalam surat ini.
wanita berambut panjang yang hanya memiliki waktu tidur yang sedikit di tiap harinya akhir akhir ini.
aku heran, darimana asal kata “si sayap patah itu” ?
kenapa sayapnya bisa patah?
haha, mungkin ini pertanyaan yang tidak terlalu penting bagimu, tapi ini sangat penting untuk menutupi keganjalan yang menghantui benakku.
sungguh sebuah misteri, ya misteri si sayap patah.

aku dan beberapa orang lainnya tiap hari memention dirimu yang menjadi seorang tukang pos wanita di dunia maya.
dunia maya tampak biasa, tapi bagaimana dengan dirimu di dunia nyata?
apakah kau tidak capek dengan pekerjaanmu ini?
membaca surat - surat yang masuk tiap hari.
aku sangatlah penasaran.
apa yang kau makan dan minum sehingga kau bisa melek hampir sepanjang hari hanya untuk membaca surat - surat kami?

kami senang surat kami dibaca, bagaimana dengan engkau yang hanya membaca dan membaca di tiap harinya.
dan belum tentu semua surat yang masuk kepadamu itu adalah surat yang bagus - bagus.
termasuk surat dari diriku yang tidak terlalu bagus menurutku.

tukang pos wanita dengan sayap patah.
mengapa engkau tidak mencoba menganjurkan surat dalam bentuk audio?
mungkin itu akan lebih menarik dan bisa membuatmu lebih merasakan apa yang dirasakan oleh para penulis surat.
yaaa, itu hanya sebuah masukkan untukmu karena aku sejujurnya kasihan kepadamu yang sepertinya takut di hadang mention - mention pahit karena kemungkinan ada yang berfikir bahwa surat - surat mereka ada yang tidak dibaca olehmu.

ah, itu hanya sebuah sedikit masukan yang tidak penting dariku.

si sayap patah yang terbaik menurutku karena selalu membaca surat - suratku.
entah kenapa aku ingin cepat - cepat bertemu dengan kau.
aku ingin melihat matamu secara nyata.
sepasang mata yang hanya mempunyai sedikit waktu untuk beristirahat.
apakah seperti yang di iklan itu seperti mata seekor panda yang dikelilingi oleh lingkaran hitam?
ah semoga saja tidak, karena pekerjaan sebagai tukang pos yang mulia sangatlah tidak pantas menerima semua itu.

aku,
yang selalu memerhatikan waktu dimana kau hidup di dunia maya.



---Oleh:


(diambil dari: www.crezative.tumblr.com )

Otherworldly

–Their Fairy Tale, Chapter 2.5–

Dear Abeen,

Hmm.. Sebenernya gue ngga kepikiran loh sama Little Red Riding Hood. Pinter juga ya tebakan lo. Yaah males ah kalo udah ngga orisinil gini hahaha.. Should we drop this silly project?

Teruussss.. The princess is an albino? How dare you! Kesannya kok jadi gue tokoh utamanya huuuu.. Eh emang kulit gue “sepucat rembulan” ya hahaha.. Berambut perak? You’ve got a unique way to describe colorless people like me.

Gue ngga akan pernah lupa kata-kata pertama lo pas kenalan sama gue:

Gue: “Hello, I’m Xy. How are you?”

Lo: “OMG.. You’re so otherworldly.”

Ngga pernah ada orang yang sejujur lo pas pertama kali kenalan sama gue. Mereka cuma bisa ngeliatin gue, ngeliatin biji mata gue yang merah (plus kacamata tebal gue tentunya), kulit pucet gue yang gampang kebakar sinar matahari dan rambut gue yang putih terang kayak di-bleaching. Lalu mereka mencoba tersenyum ramah sambil pura-pura gue ini berkulit sawo matang seperti orang Indonesia kebanyakan. Gue akan lebih suka kalo mereka berkomentar mengenai keadaan gue daripada pura-pura ngga ada apa-apa dengan ‘warna’ gue.

Otherworldy. Entah kenapa itu kata yang lo pilih untuk menggambarkan gue. Orang lain akan nyebut gue ‘berbeda’ kalo mereka berusaha sopan, atau ‘aneh’ kalo mereka termasuk tipe yang kurang ajar. Atau di Afrika, gue ini ‘terkutuk’ dan badan gue diburu n dijual untuk dipotong-potong dimakan karena dianggap bisa nyembuhin penyakit. Did you read the news about recent killing of a 10 years old albino girl in Tanzania? Cruel.

Anyway, there’s no need to talk about me here. Gue coba lanjutin fairy tale kita ya. Meskipun entah kenapa kok gue tiba-tiba ngga napsu nerusin lagi gara-gara mirip Little Red Riding Hood :/

Dua orang itu, putri raja dan salah seorang prajurit terbaiknya, mulai menelusuri hutan yang makin lama semakin tebal dan menandakan mereka semakin jauh meninggalkan istana.


Tak butuh waktu lama bagi si prajurit untuk mengenali si gadis berjubah merah. Ia langsung berlutut, mengucapkan salam, memperkenalkan diri lalu mencium punggung tangan tuan putrinya.

Prajurit itu berperawakan sedang, lebih tinggi sedikit dari si gadis berjubah merah dan berambut lurus berwarna kecoklatan. Ia tampak tidak tenang, berjuta pertanyaan merayap di celah-celah otaknya. Mengapa ada tuan putri di sini? Mengapa raja membiarkan ia pergi? Mengapa ia–

Berbagai pertanyaan yang berlarian di kepalanya mendadak buyar ketika sang putri melantunkan suatu nyanyian yang terdengar sangat akrab di telinganya. Sebuah lagu anak-anak yang sering dinyanyikan saat mereka mendengarkan dongeng mengenai pohon keramat.

Gemerisik daun mengantarkan bisikan tak bernyawa~

Bayangan hitam pohon agung, pantulan dari yang tidak hidup~

Akarmu adalah kesemestaan abadi~

Prajurit itu tanpa sadar melanjutkan nyanyian itu.

Rantingmu membuahkan kekayaan fana dan baka~

Angin yang menelusuri pucuk demi pucuk daunmu~

Adalah undangan untuk turut serta ke tempat semu tanpa derita~

Gadis berjubah merah itu tersenyum, lalu ia memulai kisahnya.

Lagu itu bukanlah sekedar lagu anak-anak. Sebenarnya lagu itu adalah lagu sakral yang dinyanyikan rakyat zaman dahulu kala di setiap ritual pemujaan. Tapi sejak wilayah mereka terpecah-pecah, dan pohon keramat menjadi obyek perburuan banyak orang, ritual-ritual dihapuskan sehingga lagu itu perlahan mulai menghilang dan tak pernah digunakan lagi.

Namun ternyata, diam-diam rakyat di negeri ini berusaha mewariskan lagu suci itu pada anak-anak mereka. Setiap malam orang tua mereka mendendangkan lagu suci itu sebagai pengantar tidur. Sampai saat ini, kebiasaan itu tetap berlangsung dan anak-anak masih sering bermain sambil menyenandungkan lagu itu. Namun yang mengetahui keseluruhan lirik lagu itu hanyalah mereka yang memiliki darah murni keturunan raja.

Seketika semuanya menjadi jelas bagi si prajurit. Perjalanan ini, sikap raja yang selalu gelisah, keberangkatan tuan putri, pohon keramat itu… Seketika itu pula ia menyesal menjadi yang terbaik di depan raja.

Hmm.. I think that’s it for today. Ngantuk nih. Besok lanjutin lagi ya, bikin yang seruuu.. Sebel neh gara-gara mirip Little Red Riding Hood.

Good night!

Xy

P.S. Jangan lupa minum vitamin ya, biar ngga sakit. Jangan sampe kayak waktu itu >:E



---Oleh:


(diambil dari: www.somniamemorias.com )

Kepada @echasoemantri

Kepada @echasoemantri

Hei drummer...
apa kabarmu hari ini? Sibuk dengan segudang aktifitasmu kah? Gig? Latihan? Futsal? Pelayanan? Kongkow bersama teman2mu...Atau sedang tidur krn tepar? Apapun yg sedang kau lakukan saya selalu berharap kamu bahagia menjalaninya :D

Drummer... Semakin hari saya semakin mengagumi kamu.. Ada aja yg bikin speechles dr kata dan tindakanmu:) setiap kata2 darimu selalu bisa memberikan arti dan semangat tersendiri.. Dan satu yg pasti tiap solo drummu selalu membuat saya gak berkutik..terdiam lama untuk kembali napak d bumi..halaaahh :))

Drummer..
Hal lain yg membuatku semakin mengagumimu yaitu setiap kata dan tindakanmu selalu berpegang teguh pada Tuhan..salut untukmu..krn d jaman sekarang sangat jarang seorang muda, berbakat, tp tetap dekat dengan Tuhannya...dan kau salah satu dr org2 spesial itu...

Drummer..
Kaupun jg selalu sayang dan care dgn para fansmu..echerz.. Salut again.. D setiap waktumu yg begitu padat..kamu selalu menyempatkan utk bisa berbincang dgn mereka..baik melalui twitter, fb ataupun ym..klo echerz punya pin bb mu mgkn jg via bbm..hahhaa :)) walaupun terkadang kau hanya menjawab dgn bahasamu yg singkat padat dan jelas.. Tp itu udah membuat echerz trmsk saya senang..merasa d perhatikan oleh idolanya.. Terimakasih ya...

Ah..saya jd kangen bertemu denganmu..
Walaupun kadang sangat susah untuk bertemu kamu..tp saya menikmati saat2 itu..gemes geregetan kesel tapi selalu berakhir happy ending..thx God...thx Drummer:)

Drummer..
Kadang aq bertanya2..apakah kamu terkadang merasa terganggu? Ketika kamu perform d satu kota..dimana seharusnya kamu bisa beristirahat..tp para echerz lgsg menyerbumu..memang kamu ikut tertawa bersama kami..tp tidak kah kamu terkadang kesal krn waktu istirahatmu direbut utk sekedar berbincang? Maapkan ya drummer.. Kami hanya ingin memanfaatkan setiap waktu agar bisa bersama idola kami..karena bertemu denganmu selalu menjadi kenangan manis buat saya dan echerz :)

Akhir kata...*halah ‎​(¬_¬")
Thank you so much for you my idol.. Banyak hal positif yg saya dapat sejak mengidolakanmu..semoga akan selalu begitu seterusnya...

Oia satu yg selalu menjadi pertanyaan saya *dan mgkn teman2 echerz jg :D
Kapan ya kamu punya pacar? Seperti apa wanita yg kamu sukai? Sudah ada kah wanita yg beruntung itu? Klo memang sudah ada pasti banyak wanita yg patah hati... Tp yg pasti doa saya kamu segera mendapatkannya..seorang yg spesial.. Di mata Tuhan.. Dimata kedua orang tuamu..dan yg pasti dimata kamu drummer...

Salam sayang selalu buat my super drummer...yesaya wilander soemantri

Gbu...
Penggemar setiamu selalu :)

Kepada @pitra

Kepada seorang Blogger yang mantan Komikus: @pitra


Selamat pagi selalu untuk kamu yang tak pernah offline kecuali (mungkin) saat tidur. Apa kabar kamu? Semoga Tuhan tak pernah lupa kausebut dalam doa terbaikmu ya?

Pertama kali mengenalmu sekitar sepuluh tahun yang lalu di kampusku. Ah, ya tentu kamu akan segera mengingat siapa aku, bukan? Atau, jika memang tak ingat, ya tak apa-apa. Setidaknya aku masih mengingat seorang Pitra, salah satu komikus Bajing Loncat. Anggota lainnya yang kuingat hanya Chris. Apa kabar ya dia? Salamku untuknya ya?

Buku OPHIR dengan buku pertamanya berjudul EDDA yang dulu kubeli di ITB sudah kusumbangkan ke Panti Asuhan :) *sekadar info saja*

Yang kukenal dari sosok seorang Pitra sepuluh tahun lalu adalah komikus yang kalem, cuek, apa adanya, gak jaim, dan baik hati. Ikut Pekan Komik Nasional dan Pekan Komik&Animasi Nasional sebagai peserta yang cukup rajin. Kupikir masa depanmu akan menjadi seorang komikus yang terkenal dan konsisten. Eh, jewer aku kalau salah :D

Berbilang tahun kemudian, aku bertemu denganmu di Istora Senayan dalam acara launching buku #99WritersIn9Days . Wah, ternyata dikau banting setir ya? Dari tukang tambal ban jadi penulis. #salahfokus. Keren juga. Tapi maaf ya bukumu belum kupesan. Nantilah, belum kadaluarsa kan? :D

Ternyata kamu seorang blogger yang freak juga ya? Di mana-mana eksis. Yahud juga euy. Apa lagi sih yang nggak dari kamu? Follower di twitter juga banyak. Aduh, nggak penting banget sih? Maaf ya, efek lama nggak ketemu, menulis tentang kamu malah yang nggak penting.

Hm, kalau suatu saat kita kolaborasi membuat buku, mau nggak? Tentang apa? Nggak tahu. Kita lihat saja nanti :)

Aku bingung mau menulis apa lagi untukmu dan tentangmu. Aku mesti lebih sering bertemu kamu atau menguntit linimasamu agar suatu saat dapat menulis lebih panjang lagi mengenai seorang Pitra yang mempunyai adik seorang Prita ;)

Oke, sekian surat cinta kangen rinduku padamu. Semoga Tuhan selalu memberkati setiap langkah dan mengabulkan segala doamu. Sukses terus ya!

dari: mantan panitia komik ^_^

Hari Ke-21 : I.B.U - I.M.U - I.N.U - I.L.U

Dari kemarin aku ingin menulis surat yang sangat panjang, tapi surat yang panjang itu tak kunjung terlintas di pikiran.
Kepada Almarhumah Ibu.
Aku cuma bisa menulis ini................

Karena engkau adalah WANITA.
Karena engkau, tercipta CERITA.
Karena engkau lebih berharga dari HARTA.
Karena engkau pijar PELITA.
Karena engkau sebenar-benar TAHTA.
Karena engkau sumber TUTUR KATA,

Karena engkau CINTA.
Karena engkau....................................................................IBU


(dikirim oleh @rizkymamat di http://rizky-muhammad.blogspot.com)