Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #25. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta #25. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Februari 2011

langit sore di teras rumah

malu-malu aku menuliskan ini.
kita belum lama kenal, tapi aku sudah menyuratimu seperti ini.

sebenarnya aku sudah kenal lama dengan adikmu.
kami sering bermain bersama, saling bertatapan, tertawa, atau sekedar merenung saja.
aku paling suka jika berjumpa ia di pematang sawah, atau di tepi pantai dengan irama nyanyian ombak dari lautan. ahh dia keren sekali dengan jingganya yang memerah. terlihat cantik dan tampan di saat bersamaan.

orang-orang terbiasa memanggilnya: senja.

tapi beberapa hari ini, aku lebih memperhatikanmu.
kita jadi sering bertemu. dan perjumpaan kita selalu lama, tak singkat seperti saat aku menjumpai senja, adikmu.

kamu: langit sore.

rasanya menyenangkan kita bisa berkenalan lebih dalam. setiap mengamati tingkahmu, aku berusaha menemukan senyum-senyum mengembang yang kamu tunjukkan. aku suka sekali ketika langitmu penuh awan-awan cerah. biasanya aku bermain-main menebak bentuknya mirip seperti apa. kita juga semakin sering berbagi cerita, cerita lucu, sedih, bahagia, apa saja.

aku tahu, di suatu tempat yang jauh, ada seseorang yang juga sedang memandangimu dari sebuah taman, dan aku berharap mungkin saja tatapan mata kami bisa bertemu. dia yang memperkenalkanku padamu.

nanti, ada saat ketika aku menjumpaimu dan berbagi cerita di bangku taman, dan tidak duduk sendirian.

sudah dulu, ya. lain kali kukirimi surat lagi.
adikmu, senja, sudah hampir sampai ke sini. sepertinya ia tak sabar mengajakku bermain.


salam
penyuka langit sore (juga)

Senin, 07 Februari 2011

Semesta; romantis

Jakarta, 7 Februari 2011


“Who do you think you see, when you look at me? is it somebody strong, somebody you could admire? and who do you think I am, when I take your hand? are you counting on me to fill your dreams and your desires?”


Pagi, Senja..

Sudah hafal lirik lagu diatas? Hihihi..entah semalam kita berapa kali mengulang lagu ini sambil membaca liriknya ‘bersama-sama’, kamu dikota mu, aku disini. Kita memutar lagu yang sama, aku menuliskan liriknya dan kamu menghafalkannya, Heatwave “All I am”.

Lihatkan? Jarak itu tidak berarti, dia mati dengan sendirinya karena tidak bisa membendung rindu dan keromantisan.

Kamu benar-benar konyol, Senja... terlebih lagi kemarin, saat kamu kirim foto kamar mandimu-yang-lampunya-rusak-dan kamu bilang romantis, karena-jadi-harus menggunakan lilin. hahahaha… kamu tau? Karena foto tersebut, aku pun ikut mematikan lampu dan menyalakan lilin di kamarku. Tapi sayangnya aku lupa mengabadikannya dalam bentuk foto dan sama sekali tidak kepikiran untuk ikut mengirimkannya ke kamu.

Sebenarnya aku malu mengakui hal tersebut, tapi..sepertinya aku memang harus berhenti berpura-pura, kenapa harus malu? Apa yang aku rasa saat ini adalah anugerah, kenapa aku harus malu dengan anugerah keromantisan yang dititipkan Tuhan melalui perilakumu? (kenapa jadi aku yang bertanya?) ah… aku makin menjadi sepertinya.. bahkan menyusun kata didalam suratpun mulai tak beraturan.

“Well all I am, is lonely just like you. All I wanna do, is have one dream comes true. All I am, is handing you my heart, hoping to be part of you.. Who do you think you are, standing in the dark? are you waiting for me? why can't I reach you from here?”

"And... how do I get to you, when you look me through? don't you think that maybe we have something special to be shared?”


Senja, terima kasih untuk segala senyum yang kamu hadirkan dihari-hariku belakangan ini.. Aku berjanji, untukmu.. aku akan menikahi sepi disaat waktu menunda sapa kita, hingga semesta menceraikan jarak diantara kita, aku akan tetap setia pada rindu. Ya, hanya untuk kamu. Senyumku.


E


#NowPlaying Heatwave -All I am-


---Oleh:


(diambil dari: www.sisayappatah.tumblr.com )

-4˚ Celcius

Kepada yang selalu bisa membuat hatiku dingin

Selama ini pasti kau tak tau kan kalau aku pandai. Aku pandai, menyimpan hatiku dalam kulkas. Aku simpan hatiku di kulkas, kelak biar tak busuk. Karna lebih baik hatiku beku dari pada hatiku busuk.

Dan kamu selalu berhasil membuat aku memiliki alasan untuk mengeluarkan hatiku ini kemudian menaruhnya di kulkas dekat dapur.

Aku takut hatiku menjadi busuk apabila aku tak mendinginkannya. Bila sudah waktunya nanti aku percaya pasti ada seseorang yang akan datang dan membuat aku bisa mengeluarkan hati itu dari kulkas dan memanaskannya di atas tungku. Dan yah semoga, hati itu akan menjadi hangat kembali.

Lalu terkadang aku lupa kalau hati itu sedang berada di dalam kulkas. Aku berjalan-jalan entah kemana menyisuri kegamangan dengan dadaku yang bolong. Dan semua orang mulai berbisik-bisik di belakangku bahwa aku adalah manusia yang tidak punya hati.

Siang ini aku menggenggam termometer menuju kulkas. Aku keluarkan hatiku yang telah lama beku di dalamnya. Aku ukur suhunya.

Hati = -4˚ Celcius

Di luar panas. Ini, hatiku yang dingin, minumlah. Hatiku beku, pecah menjadi bulir-bulir es yang bisa kau taruh di gelas yang penuh air mata itu.

Bila air matamu dingin, mungkin ada aku disana.





---Oleh:



(diambil dari: www.heykila.tumblr.com )

Surat Cinta #25: Untuk Pria Sexy

Dalam hidup saya mengenal istilah dating. Bagi saya, pengertiandating adalah set a date, have some dinner. Pergi ke luar dengan beberapa pria biasa (baca: menarik) mungkin tidak ganteng-ganteng amat. Tapi mereka punya ketertarikan yang akan membuatmu betah mengobrol dengan mereka.

Ada semacam magnet yang akan membuatmu ingin mengenali hati mereka lebih dalam dan menempel lebih erat. Magnet ini tidak dapat saya jelaskan. Kamu hanya dapat mengetahui dari pertama kali berkenalan. Hanya click pada kesan pertama. 

Beberapa kali, saya melakukannya. Pergi keluar dengan pria-pria itu. Duduk mengobrol. Tertawa berlama-lama. Duduk dengan bir dan kacang goreng sampai jauh-jauh malam: lalu mengobrol dengan saling menatap mata lekat-lekat.

Pertanyaannya adalah kenapa harus mata?

Saya suka sekali menatap mata orang. Dan jawaban lainnya adalah kamu akan mengenali seorang pria dengan magnet itu dari matanya. Ada binar-binar yang terpancar dari sana. Lalu, saya hanya akan tahu bahwa mereka adalah pria yang worth it untuk diajak keluar. 

Kemudian terjadilah kegiatan dating itu. 

Dating ini sedikit berbeda dengan pacaran. Kalau pacaran kamu hanya akan berkomitmen kepada satu pria sedangkan datingadalah kamu akan keluar dengan beberapa pria dalam jangka waktu tertentu, melakukan kegiatan yang menyenangkan, itu saja. 

Ah, tak usah berburuk sangka dulu soal, kegiatan menyenangkanitu. Saya tidak akan menjelaskannya panjang lebar dalam tulisan ini. Intinya adalah, saya membiasakan diri saya untuk pergi keluar dengan pria-pria yang menarik. 

Pria-pria menarik ini, semacam punya sex appeal. Yang akhirnya membuat saya menyebut mereka dengan pria sexy. Sebut sajalah istilahnya seperti itu. Rasanya kalau kamu pergi keluar bersama mereka ada keyakinan dalam diri mereka yang ditularkan kepadamu. Ada rasa nyaman melimpah yang membuatmu ingin tinggal lebih lama, dan tak mau pulang. 

Mereka semacam tahu apa yang mereka lakukan dalam hidup. Mereka punya passion yang begitu besar terhadap apapun yang mereka kerjakan: hal kecil sekalipun.

Menyinggung sedikit mengenai passion. Bagi saya pria yangpassionate itu sexy. Mereka selalu worth it untuk diajak keluar dan melakukan kegiatan menyenangkan. Mereka hanya akan membuatmu bergetar. 

Mungkin mereka tidak cukup ganteng seperti ukuran normalnya. 

Jadi pria sexy itu apa? Ia hanya pria biasa yang membuat perutmu berkupu-kupu. Kupu-kupunya biasanya betah berlama-lama. 




Mungkin ia tidak seperti Theo Hutchcraft. 


Tapi ia adalah pria yang akan membuatmu: ingin menciumnya lama-lama.

****
surat ini untuk pria sexy. kalau kamu punya, silakan cc-in link surat ini kepadanya. salam hangat dari saya.  


Day 25 #30HariMenulisSuratCinta : Bapak Tadi Pagi

Halo Bapak #nomention (karena emang saya ga kenal siapa)


Inget saya kah Pak? Yang tadi sebelahan sama saya dan sang Mang Ojek di lampu merah Cipaganti tadi pagi.
Saya yang ga sengaja melihat Bapak panik sambil kembali berusaha menyalakan sang motor tersayang - yang sepertinya lagi mogok ya, kenapakah pak? Abis bensin kah? Atau rusak kah? 


Saya jadi inget loh Pak, dulu saya pernah mengalami kaya apa yang Bapak alami tadi. 
Macet, mogok, dan terhenti tiba-tiba di lampu merah.
Pemandangan kita sama loh Pak, 
Lampu merah yang sebentar lagi berubah menjadi hijau.
Berada di depan kemacetan manusia-manusia yang lagi terburu-buru dan ingin beranjak cepat dari batas lampu lalu lintas.
Merasa takut-takut diklakson para pengantri yang ga pernah sabar menanti.
Muka pucat pasi, kesal, cemberut-cemberut ga jelas, dengan hati harap-harap cemas sembari terus berusaha.


Dan Bapak mengingatkan saya sama ayah saya, ayah saya tercinta, ayah saya tersayang.
Yang seneng banget sama motor bekjul tercintanya jaman dulu,
Identik dengan kacamata dan mata sipitnya yang sangat khas. 
Dan seneng banget berjalan perlahan - super pelan sampai-sampai saya bisa ngebaca setiap kata coretan yang terpampang di sepanjang jembatan Pasupati. (sampe hapal loh ini, ada tulisan apa aja)
Dan juga inget banget loh Pak,gimana pas ayah saya motornya sering mogok dahulu kala, tiap nganter saya dan kakak saya ke sekolah, bolak-balik lagi. Dan nyesel banget, kenapa harus marah-marah ya waktu itu? Pasti wajah Ayah pun pucat pasi, cape, kesel, panik ditambah lagi muka saya yang jutek sama Beliau.
Ah ya ampun Ayah.. maafin ya?
Dan Bapak bener-bener mengingatkan saya sama ayah saya.
Betapa saya sering ngerepotin dia, sampai detik ini bahkan Pak.. tega banget ya saya, udah kerja tapi masih aja jadi beban buat orangtua saya. *tampak sedih*


Maaf ya Pak, tadi gabisa bantuin Bapak yang lagi mogok, karena emang saya ga ngerti dan udah telat (anggep saja telat ya) jadi ya alhasil saya harus ngebut dan pecut-pecut sang Mang Ojek.


Dan maaf juga ya Pak, saya jadi ngirim surat ini ke Bapak, karena Bapak bener-bener ngingetin saya sama ayah saya tercinta, yang tadi lagi nganter Mama ke USG (semoga mama ga kenapa-kenapa) yang selalu direpotin sama saya karena hal-hal ga penting, dan selalu sabar membukakan pintu rumah buat saya semalem apapun, karena saya tau Ayah saya tercinta sangat sayang sama anaknya. *senyum*


Makasih ya Pak, semoga anak Bapak juga sayang banget sama Bapak, dan semoga anak Bapak juga diingetin sama kejadian-kejadian yang terpatri di sepanjang jalan, bahwa anak Bapak sayang sekali sama Bapak. 


Hati-hati di jalan ya Pak, jangan mogok lagi ya motornya. Sampai ketemu lagi di lampu merah Cipaganti di pagi hari, tepat jam delapan pagi. 


Nb : Maaf ya Ayah, karena saya terlihat seperti ga sayang sama Ayah, susah untuk mau meluk Ayah atau cuma sekedar mengecup pelan pipi Ayah, dan bahkan suka males-malesan hanya sekedar diminta bantuan sama Ayah yang cape bekerja.


(oleh @kandelakandeli)

Aku hari ini telat kerja (lagi)

Pemandangan yang sangat membosankan, menunggu di halte bus, menunggu bus jurusan itu itu lagi, menunggu sampai tempat tujuan, menunggu angkutan kota berwarna kuning, menunggu lampu merah bergati hijau, menunggu angkutan kota kuning sampai tujuan, menunggu angkutan kota berwarna merah sampai ke tempat tujuan, kemudian berjalan kecil hingga sampai ke kantor. Aku bosan, aku jenuh, tapi aku harus menjalani rutinitas ini setiap hari untuk memenuhi kebutuhan aku sendiri. Aku sempat bertanya pada Tuhan, ‘Ya Tuhan, kenapa hidup ini ga adil sih?’, sejenak aku pun berpikir dan menarik kembali kata kata tersebut dan mulai meminta maaf kepada Tuhan. Ternyata aku adalah orang yang cukup beuntung, aku masih memiliki keluarga yang peduli kepadaku, aku masih memiliki teman teman yang perhatian kepadaku, aku masih memiliki pacar yang (sebetulnya) akhir akhir ini kurang perhatian kepadaku. Tapi aku masih memiliki semuanya! Hey, aku tiba tiba tersadar.. Apakah orang lain seberuntung aku?aku masih bisa bernafas dan melihat matahari pagi ini, aku masih memiliki anggota tubuh yang lengkap, dan masih memiliki kaki untuk berjalan. Aku masih memiliki tangan yang bisa digunakan untuk mnulis dang menggambar. Hey, aku sangat beruntung! Aku sangat bersyukur ya Tuhan.. Maafkan aku selama ini masih sering sekali menuntutMu dan mengeluh mengenai keadaan aku di dunia ini. Sekali lagi, aku minta maaf ya Tuhan, aku sangat berterima kasih padaMu.. Maukah Kau memaafkanku? Semoga kau masih mau memperhatikan aku, si mahluk tak berdaya dan yang selalu berkeluh kesah ini..


(oleh @_intaaan) 

Surat Cinta No. 25 : Untuk Jodohnya Inez

Kepada:


Pria yang kelak ketiban rejeki (atau kutukan?) menjadi jodohku.





Ehhmmm.. Agak susah ternyata, menulis surat untuk orang yang belum pernah kita temui sebelumnya. Well, atau mungkin aku sudah mengenalmu sejak lama? Ah, cuma Tuhan yang tahu bagaimana cerita ini nantinya berujung bagaimana. Yang jelas, untuk engkau yang kini terbukti sudah menjadi jodohku, terima kasih…. karena telah menemukanku. Karena telah mengulurkan tangan, tak hanya untuk menggenggam tanganku, tapi juga memelukku. Dalam gelap saat aku takut, dan di bawah terang yang tak mampu menyembunyikan segala kekuranganku. Karena bersedia melindungiku, bukan karena kau harus, tapi karena kau mau. Terima kasih atas segala kerelaanmu untuk hidup dan bersedia mati karenaku.


Errr, aku menyadari, bahwa aku adalah perempuan paling beruntung di dunia begitu mendapatkanmu. Meski kau selalu berkata bahwa kau memperoleh anugerah terbaik, tapi menurutku, justru akulah orang yang paling diberkahi itu. Karena Tuhan memberiku salah satu makhluk teristimewanya. Kau. Jadi… Maafkan aku jika merepotkanmu dengan segala kekanakan dan keegoisanku ya. Karena aku seringkali marah-marah tak jelas begitu PMS, begitu cemburu, begitu lepas kendali karena terlalu menyayangimu. Karena membuatmu berusaha sedikit lebih keras untuk memahamiku, untuk bersabar menghadapiku, untuk membimbingku menjadi lebih baik agar bisa menjadi istimewa bersamamu. Karena membuatmu sangat bersemangat menemani di segala kekacauan dalam hidupku, membuatmu sangat mengkhawatirkanku, menganggumu dalam mimpi-mimpi dan pikiranmu. Yah.. ketahuilah, kau pun tak pernah absen menghadiri rapat batin dalam kepala dan hatiku. Tapi tetap saja, aku merasa bersalah karena sepertinya porsi kesulitan yang kutimbulkan jauuuuuh lebih banyak padamu, dibandingkan yang sebaliknya.=____=


Secara keseluruhan, aku bahagia karena kau yang diutus Tuhan mendampingiku. Terima kasih banyak, karena bersedia kurepotkan dengan menarikmu masuk dalam hidupku, dan memaksa masuk dalam hidupmu 





Tertanda,


Inez yang mungkin tak pernah kau sangka ternyata jelmaan rusukmu.


(oleh @inezkriya) 

hari ke 25 : buat aku

You say you wander your own land
But when I think about it
I don't see how you can 
You're aching, you're breaking
And I can see the pain in your eyes
Says everybody's changing
And I don't know why
hai..


kamu yang lagi nulis surat ini..


saya tahu, kamu lagi banyak pikiran. dasar tipe pemikir! :D kadang kamu bodoh juga. terlalu banyak memikirkan orang lain tanpa memikirkan diri sendiri. peduli orang lain tanpa peduli diri sendiri. toh pada akhirnya hasil usahamu untuk orang lain belum tentu tepat seperti apa yang orang mau kan? terlalu berpijak pada pepatah " perlakukan orang lain layaknya kamu ingin diperlakukan" itu sih kalo orang lain itu punya pikiran yang sama kaya kamu.


So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same


kalo nggak? usaha sebesar apapun yang kamu lakukan juga gak bakal nyampe ke sasaran. kamu berusaha bersikap baik, orang juga hanya akan melihatmu baik. kamu bersikap buruk, orang juga akan hanya memandangmu buruk. mana mau sih orang repot-repot mikir kenapa orang itu begini? kenapa orang itu begitu? terlalu banyak kemauan diri sendiri yang menutupi keharusan bahwa dibalik setiap sikap tentu ada sebab.


You're gone from here
And soon you will disappear
Fading into beautiful light
Cause everybody's changing
And I don't feel right


dalam keadaan terlalu suka pada orang lain akan menyebabkan kita tidak mampu melihat keburukannya, sebesar apapun itu. dan begitu juga sebaliknya, terlalu membenci orang lainpun juga akan menutupi kebaikan yang dilakukan orang tersebut. lalu apa yang akan kamu lakukan tentang orang yang membencimu? biarkan mereka ada, merekalah yang membuat hidup kita berarti. biarkan mereka melakukan apapun yang mereka mau, mengambil apapun yang kamu punya. toh sudah kodratnya hal-hal yang kita miliki ini hanyalah sebuah titipan. tidak ada kata kekal didalamnya.


So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same


yang putih suatu saat akan berubah warna, begitu pula sebaliknya, sesuatu berwarna juga akan berkurang ketajamannya. yang jauh bisa mendekat, yang dekat suatu saat akan menjauh. begitu pula dengan kebaikan dan keburukan di sekitar kita. yang baik tidak selamanya baik. yang buruk tidak selamanya buruk. semua yang ada di dunia akan terus berubah, apapun itu, baik yang hidup ataupun yang mati. dan bagaimana sikap tentang perubahan itu? bergantung pada hati, pikiran dan lensa mata para pemiliknya. lalu bagaimana dengan milikmu? aku? hmm.. aku rasa aku akan meminta pada Tuhan untuk memperbaikinya kembali, menghapus iri dengki, benci dan kemauan diri yang terlalu tinggi. itu untuk hati. dan dengan pikiran? semoga Tuhan selalu menyeimbangkan, menyelaraskan dan menjaganya tetap pada lintasan. mata? penglihatan? biarlah dia tetap melihat kenyataan. izinkan hati menilai sesuai dengan nurani dan pikiran yang menyelaraskan dan menyimpulkan.


So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same





backsound : everybody's changing by keane





a friend is a strong encouragement for me
and haters will always motivate me
thanks for always there ..
you are really mean..  --muu


(oleh @muphii)

A Baby and Us

Selamat malam, Bebo…


Dexter’s gonna have a baby! Waw… Jadi kita yang ikut penasaran bakal jadi kaya apa anaknya nanti hehehe. Tapi kok, kamu jadi bertanya apakah kamu sudah tua atau belum? Aneh juga lho :p


Kita sudah hampir satu tahun menikah, dan ga ada tanda-tanda sama sekali bahwa perutku yang gendut ini berisi yang lain selain lemak. Padahal kita tidak berusaha buat menunda atau apapun ya? Well, bulan-bulan awal dimana lagi sering-seringnya making out karna euforia baru menikah sih mungkin bisa jadi penyebab ga jadi-jadi hehe, tapi bulan-bulan selanjutnya dimana berusaha buat melakukan pola kalender pun belum ada hasilnya.


Kata dokter, ada kista di rahimku. Kista yang rupanya setelah ngobrol dengan beberapa orang, aku tau cukup besar. 7,1cm. Waw… Mamanya sahabatku saja kemarin operasi buat menghilangkan kista yang hanya 1cm. Tapi mungkin faktor usia beliau juga ya… Syukur dokter tidak menyarankan sama sekali operasi. Tinggal usaha menurunkan berat badan nih yang sama sekali belum berhasil… Aduh… Istri yang payah :p


Aku tau, kadang kamu takut akan adanya kemungkinan kita tidak bisa melakukan konsepsi karenamu. Kau masih merasakan itukah? Semoga tidak ya… Karena toh kata dokter karena kistaku dan tumpukan lemak pengganggu ini. Aku mau percaya bahwa tidak ada yang salah dengan biologis kita. Ya spermamu, ya sel telurku. Mereka pasti berusaha buat bertemu. Tapi ya mau gimana, kitanya saja menemui banyak halangan, mungkin mereka juga hehe.


Aku sering kesal bila bertemu orang yang sudah lama tidak jumpa lalu bertanya, “Sudah jadi belum? Kenapa kok ditunda-tunda?”, sort of things. Hell, kita baru menikah kurang dari setahun kok! Memangnya kenapa kalau belum “jadi”? Tapi lebih seringnya merasa iri… Iri pada teman-teman seangkatan yang sudah hamil duluan padahal menikah belakangan, atau bahkan sudah bisa menampilkan foto-foto lucu buah hati mereka di jejaring sosial. Huh! Pamer! Ga tau apa ada yang akan iri?


Tapi iri juga buat apa ya? Memang harus buru-buru? Ga juga kan? Aku sudah berdamai dengan hatiku dan tidak lagi menginginkan untuk cepat-cepat hamil dan punya anak supaya bisa mendamaikanmu dengan mamaku. Hal itu harus terjadi kelak, dengan atau tanpa cucu mama. Jadi bukan masalah. Lalu iri kenapa? Karna sudah merasa cukup tua? Ah… yang lebih tua juga banyak yang masih single bahkan. Tapi kau kan sudah 30 lebih ya? Rasanya juga ga masalah… Pada akhirnya toh, kalau Tuhan sudah percaya, Dia pasti titipkan pada kita.


Mari berkaca. Mungkin memang kita belum siap. Mungkin kita memang masih benahi dulu diri sendiri masing-masing, dan hubungan kita berdua sebagai suami istri. Kita masih sering bertengkar buat hal-hal sepele. Mungkin kita diberi waktu buat saling mengenal satu sama lain dulu sebelum akhirnya harus lebih bertanggung jawab untuk hidup seorang manusia baru. Mungkin kita masih belum cukup mapan secara materi. Ya, masih banyak memang yang lebih tidak beruntung di luar sana. Tapi aku yakin kita lebih beruntung, karena tidak diijinkan buat membawa seorang anak ke dalam kesusahan bila dia lahir nanti. Kita diberi waktu buat menyiapkan diri dengan baik. Materi, dan diri.






Namun bagaimana bila akhirnya Tuhan tidak kunjung menitipkan sebuah nyawa buat kita bantu menjadi manusia baru di dunia?


Maka berarti Dia punya rencana yang berbeda buat kita. Rencana yang mungkin memang buat kita lebih baik, meskipun beda dengan orang lain. Tidak semua orang baik buat jadi orang tua, kan? Aku  yakin kalau kita pasti bisa jadi orang tua yang baik. We’re a fast learner both of us. Akan ada seorang atau lebih anak yang bahagia memiliki kita sebagai orang tuanya, insya Allah. Tapi kalaupun tidak jadi orang tua, kita adalah pasangan yang sangat saling mencintai dan solid, kan?


Jadi mari kita biarkan Tuhan yang tentukan. Sambil tetap berusaha, meminta, berdoa. Sambil siapkan hati, buat apapun keputusannya Kalau memang belum waktunya, aku sama sekali tidak mau memaksa buat adopsi atau apalah. Kita keliling dunia berdua dulu saja. 


(oleh @nonatazya) 

#30HariMenulisSuratCinta (Hari Dua Puluh Lima: Untuk Hatiku yang Pilu)

Hatiku sayang,


Maafkan keteledoranku pagi tadi yang membuatmu tersungkur dengan pilu. Berawal dari rasa ingin tahu melihat video itu, aku tidak tahan membuka tautannya, dan akhirnya kamu harus merasa perihnya melihat manusia kehilangan kemanusiaannya. Tolong sampaikan maafku juga untuk kedua mata, Sayang. Mereka sempat tersedu ketika emosiku ikut membuncah. Tapi terlebih aku kuatirkan kamu, hatiku. Betapa kamu tidak kuat melihat ketertindasan, anarki, dan kebiadaban. Mendengar makian saja kamu terenyuh, apalagi harus menyaksikan ini yang beribu-ribu kali lipat lebih menghantam sukma. Kasihan kamu, hatiku, harus melihat bagaimana Tuhan yang sebetulnya tidak perlu dibela malah jadi alasan untuk menyiksa dan menghilangkan nyawa. Kemana nurani mereka, aku juga tidak tahu. Entah bagaimana mereka bisa tidak punya hati begitu. Di bawah pengaruh substansi tertentu? Telah dicuci otak? Terhimpit keadaan dan tidak punya pilihan lain? Atau sesungguhnya mereka memang betul-betul bukan manusia? Mari kita berdoa malam ini, hatiku. Bukan hanya untuk korban yang teraniaya, tetapi juga untuk mereka yang semena-mena. Mari berdoa untuk jiwa mereka semua, dan membiarkan Tuhan yang jadi hakimnya.


Hatiku sayang,


Semoga malam ini kamu sudah baik-baik saja setelah kuajak bertamasya dan berkarya. Aku tahu, dibalik permukaanmu yang rentan itu kamu menyimpan kekuatan dan ketangguhan. Masih tersimpan banyak kasih di dalammu yang akan kubagi-bagi untuk sesama makhluk hidup. Semoga benih yang kita tebar itu bisa membuat penghuni bumi yang lain ikut menyebarkan cinta dan ketulusan. Karena dunia ini sudah terlalu gelap akan kedengkian. Mari kita mulai dari diri sendiri, Sayang. Karena setidaknya itulah yang bisa kita lakukan.


Penuh harapan,


Aku.

Hari ke-25: Home not so Sweet Home

Hey Rumah,
Kenapa sih kamu selalu berantakan? ga suka ya aku tinggal disini? asal kamu tahu aja ya, aku juga ga betah tinggal sama kamu, selalu saja suka ngerjain aku, ga pernah yang namanya benahin diri kamu sendiri, aku lelah tahu!!
Pertama kali kita berjumpa kamu sudah tak suka padaku, begitu terasa dingin dan gelap, sudah 3 tahun lamanya aku mencobah membenahi kamu, tapi kamu sepertinya tak mau aku benahi, kamu suka ya dengan keadaan seperti kapal pecah begini? Apa kamu sengaja supaya aku pergi dari sini? kalau aku mampu pergi, mungkin aku sudah lama pergi meninggalkanmu.
Setiap hari, kamu selalu memberiku beban, lantaimu tak suka ku tapaki, selalu merintih dan mengeluh, apakah kamu cemburu kepadaku yang merebut laki-laki kesayanganmu? cemburu ketika dia memberikan aku kebebasan untuk merapihkanmu? ini buat kebaikanmu juga, asal kamu tahu, aku tak pernah merasa kamu milikku, kamu masih asing untukku, kamu masih berontak dengan keberadaanku. 
Aku tak tahu apakah kita bisa berteman, aku hanya ingin kita saling mengerti, aku mohon jangan menyusahkan aku yang sudah dalam kesusahan, jangan kau timpakan orang yang sudah jatuh tertimpa tangga, aku mencoba membuatmu cantik dan aman, jangan kamu menambah masalah dengan membocorkan lantai kayumu, jangan kamu sabotase aku yang mencoba memotong rumput liat untuk kugantikan dengan bunga yang indah nan harum, jangan kamu rusakkan pintu dan melobangi karpet dengan rayap-rayapmu, aku sungguh tak punya energi lagi untuk merapihkanmu.
Rumah, mari kita berdamai demi dia yang bekerja keras dan membelimu, demi dia yang mengeluarkan uang untuk memperbaikimu, demi dia yang mencoba menyayangimu dengan memberikanmu teman-teman lainnya supaya kamu tidak hampa dan kesepian.
Mau ya, rumah? kita berdamai? Jangan kamu sabotase lagi niat baikku untuk mempercantik kamu, siapa tahu, penghunimu berikutnya membayarmu lebih mahal dari penghuni mu sekarang karena kamu cantik.
Rumahku yang mungil, untuk saat ini, kumohon jangan berikan aku beban yang aku tak sanggup untuk memikulnya…mau ya, rumah? kita berdamai.


(oleh @nonahujan_)

Selembar Tulisan Kecewa

Aku kekasihmu yang menitikan airmata disini. Hari ini tak ada hujan seperti biasa di kotaku, tak ada yang bisa menutupi airmata dan suara tangisku. Matahari, awan dan semua orang yang berpapasan denganku selalu bertanya “Kenapa?”. Tak ada jawaban yang keluar dari mulutku selain suara gemetar tentang kebohongan “Aku baik-baik saja”. Aku bersedih disini, bukan cengeng, ini emosiku yang tak bisa aku keluarkan. Mungkin aku tidak marah, mungkin. Aku mungkin kesal karna tak bisa ada disana, sekali lagi, mungkin. Aku tidak tau pasti apa yang kurasakan saat mendengarmu sakit.

Berulang kali aku mengingatkanmu, jaga kesehatanmu. Sekarang kau terbaring lemas di atas ranjang. Aku tak pernah melarangmu untuk berpergian, dengan siapapun itu, aku percaya. Aku hanya mengingatkanmu untuk tidak pulang larut, sekedar ingat kesehatanmu, kesehatan bayi kita yang kau kandung. Sekarang kau terbaring lemas diatas ranjang. Aku tau tak ada gunanya memarahimu disaat seperti ini, semua telah terjadi. Aku hanya mengingatkanmu untuk kebaikanmu, kebaikan kita. Beristirahatlah. Jangan memaksakan diri, aku percaya kau wanita yang kuat tapi tidak sekarang. Bukan hanya tubuhmu yang merasakan semua letih, ada titipan Tuhan didalam rahimmu yang harus kau jaga, ia masih terlalu lemah untuk bisa mengikuti kegiatanmu. Semoga kau lekas membaik sayangku tunanganku.

Ini surat yang kutulis bersama kecewa, bukan amarah yang membabi buta karna kau mengabaikan pesanku. Pesan singkat, jaga kesehatanmu.

Kekasihmu

Aulia.


---Oleh:


(diambil dari: www.auliasoemitro.wordpress.com )






note admin: surat Aulia Soemitro adalah surat bersambung, untuk lebih lengkapnya bisa mengunjungi:http://auliasoemitro.wordpress.com/category/30harimenulissuratcinta/

Waktu

Kepada waktu yang menjadi roda kehidupan.

Mulai dari detik
Kau melahirkan sebuah ekspresi
Mulai dari ekspresi
Kau melahirkan menit yang berisi ekspresi - ekspresi di tiap detiknya
Mulai dari menit
Kau mulai membuat karakter
Dan dari karakter inilah kau membuat jam, 24 jam di tiap harinya
Dari jam - jam itulah kau buat sebuah hari dimana sudah bercampur aduk antara ekspresi dan karakter yang mulai memenuhi kehidupan manusia yang asalnya tak berekspresi dan tak berkarakter

Waktu, kau terus berputar dan terus melahirkan detik demi detik begitu juga kau mengantar ekspresi dan karakter itu menjadi perilaku
Dengan sendirinya cinta mengikuti jejakmu
Tumbuh, membuat sebuah ekspresi lalu karakter dan akhirnya membuat perilaku

Waktu, air pun dibantu mengalir oleh roda waktumu
Begitu juga air cinta yang berada di hati
Kau bantu air cinta itu
Bagaimana dia memulai menguap ke langit dimana langit itu adalah pandangan dua sejoli yang masing - masing memiliki ekspresi dan karakter yang berbeda
Kedua pandangan dua sejoli ini terbentur menghasilkan petir yang mendebar jantung
Hujan cinta pun turun di hati yang berlawanan
Dari situ kau menciptakan perilaku yang membuat dua sejoli ini memulai menjalani hubungan mereka
dan kau tau?
Aku mulai mengetahui bagaimana cinta yang terbentuk dari Adam dan Hawa
Itu karenamu, waktu

Kepada waktu aku mohon
Teruslah berputar
Putarkanlah karakter, ekspresi, dan waktu yang menyatukan Adam dan Hawa pada waktu itu
Sehingga dunia tercipta dengan penuh cinta di dalamnya

Aku,
Penikmat cinta di putaran waktu


---Oleh:


(diambil dari: www.crezative.tumblr.com )

untuk Lalu Defriza Prawihardi

Selamat pagi, 2 tahun.

Memang tidak tepat 2 tahun, tapi kurang lebih sekitar itu.

Abang, 2 tahun itu waktu. Waktu kamu dan aku sudah menjadi kita. Kita dalam konteks yang berharga. Kita yang menjadi penuh arti. Arti tentang menit yang sudah kita bunuh bersama. Arti tentang kebersamaan yang sudah terlalu banyak kita habiskan. Arti pemahaman satu sama lain sepenuhnya, tanpa ada satu bagian pun yang terlewat. Arti tentang mimpi yang sama sama kita anyam. Arti tentang masalahmu yang selalu menjadi masalahku dan sebaliknya. Arti tentang konflik yang tak jarang muncul dan kita selesaikan bersama. Arti tentang sosok yang bisa diandalkan. Arti tentang banyak hal. Terlalu banyak hal.

Abang, 2 tahun itu makna. Makna kenyamanan. Ini sudah sekitar 2 tahun. Semoga tak ada yang berubah. Semoga kamu tak berganti. Apalagi atas sebab hal kecil yang tak pantas merubah. Semoga kita selamanya menjadi kita dan tak kembali terurai menjadi aku dan kamu.

Terima kasih untuk namamu yang sudah tertulis manis di tulisan hidupku. Terima kasih sudah menjadi teman. Sudah menjadi abang. Sudah menjadi keluarga bersama yang lain.

Selamat pagi, Defri!


---Oleh:


(diambil dari: www.raftnyambemm.blogspot.com )

Keajaiban Cinta

Untuk kedua mujahid kecil paling ganteng di dunia: Umar dan Salman.

Duhai keajaiban terbesar Illahi, yang dengan campur tanganNya, kalian berdua menjadikan dunia menjadi lebih berwarna. Bahkan ketika langit pekat tanpa bintang pun, kalian tetap bersinar dengan indahnya.

Aku masih ingat ketika di suatu pagi buta, seorang bayi terlahir ke dunia dengan tangisnya yang melengking menandakan bahwa dia sehat. Dinamakan Umar agar kelak dapat menjadi sekuat dan setangguh sayyidina Umar ra. Insya Allah, amin. Sudah lima tahun berlalu dari rekaman bersejarah itu.

Peristiwa yang berbeda terjadi ketika seorang bayi lahir dua tahun lalu. lahir tanpa tangis dan gerak. Sekujur tubuh membiru dan detak jantung yang lemah. Nyaris tanpa harapan. Kekuatan doa dan permohonan pada Illahi membuat bayi itu akhirnya menangis lemah. Keajaiban cinta itu dinamai Salman.

Hari ini, celoteh riang dan canda tawa memenuhi secawan bahagia dan selaksa rindu yang tak pernah usai. Tangis yang silih bergantian adalah luapan emosi tentang lelah dan perebutan perhatian. Ah, manisnya mengenang kalian berdua.

Jika terkadang ada emosi negatif tertuju pada kalian, itu bukanlah tanda benci. Khilaf tak menyadari bahwa kalian tidaklah salah. Dewasalah yang tak memahami dunia penuh eksplorasi itu. Dinamai cerdas kalian, terjebak aturan para dewasa itu. Maafkanlah para orang-orang yang mengaku sudah berpengalaman dalam hidup itu. Termasuk aku.

Duhai prajurit Allah, kelak masa yang kalian hadapi adalah niscaya. Dengan segala tantangan yang tiada mudah, pun muslihat yang tiada segan mencoba gelincirkan akidah kalian.

Kalian yang menjadi titipan terbaik dari Allah, juga menjadi ujian terberat tak terkira. Semoga Allah ridho dengan keputusanNya mengirimkan kalian ke hati dan hariku…

Segenap cinta yang kupunya tidaklah sepadan dengan harapan Allah padaku terhadap kalian. Maka, justru akulah yang belajar dari kalian bagaimana menyikapi hidup dan berjuang menghadapi segala rintangan.

Surat cintaku ini belumlah layak disebut indah untuk kalian. Tetapi inilah setitik rasa bahagia yang ingin kubagi pada kalian. Semoga kelak, ketika kalian dewasa, mengerti bahwa inilah keajaiban cinta. Kalian adalah sumber kekuatan untuk tetap bertahan. Terima kasih telah menjadi bagian terbaik dalam hidupku.

Peluk cium bunda selalu.

di rumah kita yang mungil dan sederhana dengan segala kemewahan dalam hati yang seluas semesta.


---Oleh:


(diambil dari: www.omansapena.wordpress.com )

Warteg. Peperangan Teg.

Dear Nasi Warteg Dekat Rumahku,

Kamu memang murahan, tapi kamu mengenyangkan dan menyelamatkan lambungku dari rasa perih. Jadi siapa bilang yang murahan itu nista? Tidak sama sekali. Contohnya kamu. Dan kamu selalu aku dapatkan dengan uang yang halal.

Dua hari yang lalu kamu ditemani kaki sapi. Kemarin kamu ditemani oseng kerang hijau. Hari ini kamu ditemani kikil lagi. Dan saya mulai bosan. Maafkan aku yang banyak maunya ini.

Tadi aku baru membeli kompor gas baru. Murah. “Lagi promo”, kata pekerja di supermarket raksasa itu. Sekarang di kulkasku sudah ada telur. Besok aku mau mulai membeli daging dan sayuran. Jadi mungkin tadi siang tadi adalah kencan kita yang terakhir.

Tapi kamu tidak perlu bersedih. Mungkin nanti kita akan berkencan lagi saat aku malas masak atau malas berbelanja. Jadi jangan anggap ini sebagai perpisahan. Anggap saja aku sedang ingin berkencan dengan diriku sendiri.

Ah, ini bukan sindiran untuk siapa-siapa. Sungguh. Memang sih, di luar masalah kencan siang kita, sudah lama aku tidak berkencan dengan siapa pun. Tapi yang ini bukan karena aku sedang ingin berkencan dengan diriku sendiri. Hanya saya, memang aku sedang dibiarkan sendiri. Entahlah. Yang pasti Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untukku.

Dear Nasi Warteg Limaribuan Sebungkus,

Semoga kamu makin enak sepeninggalku ya? Semoga banyak yang mencintaimu. Hahaha. Ternyata aku lebih tulus mendoakanmu dibanding mendoakan para mantan pacar-pacarku. Memang kita sering berciuman, dan ciuman kita selalu mengandung nafsu. Karena aku setiap hari kelaparan. Ternyata nafsu lapar akan makanan itu lebih sehat dibanding nafsu manusia lainnya ya? :))

Sudah dulu ya. Kamu diam dulu di situ. Jangan pindah kemana-mana. Nanti aku bingung harus menyuratimu kemana lagi kalau aku lapar.


Salam rindu terhitung dari sekarang,
Penggemarmu Semingguan Ini


P.S. Kamu dapat salam dari usus-ususku. Salam pelintir, kata mereka :*
P.S.S. Perpisahan itu kadang suatu pilihan. Maafkan aku.


---Oleh:


(diambil dari: www.poeticonnie.tumblr.com )

I miss you (too :p)

Hei… I miss you (too :p) !!!

“The stars lean down to kiss you
And I lie awake I miss you
But I’ll miss your arms around me
I’ll send a postcard to you dear
Cause I wish you were here

I watch the night turn light blue,
But it’s not the same without you
The silence isn’t so bad
Till I look at my hands and feel sad
Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly

Waist deep in thought because when I think of you, I don’t feel so alone..

As many times as I blink I’ll think of you, tonight..

But I swear I won’t forget you
Oh if my voice could reach back through the past,
I’d whisper in your ear
Oh darling I wish you were here..”

The Vanilla Twilight song from Owl City succesfully killing me tonight!
I really miss you right now..
Ternyata memang masih susah ya untuk terbiasa nggak #kepounited tentang kamu. Masi beradaptasi dengan hari-hari yang masih ‘baru’ menurutku.

Well, I still checked my cellphone for every minutes only to find out about your updates or recent news.. If I’m lucky, there will be some text from you.
Yep, the text is more than just enough for me…

I don’t mean to blame you for anything happened in the past, dear.. Really.. I just wanna release my feeling.. I promise you I’m not crying, I admit this feeling so later I’ll be free, deal with my destiny and then moved on to somewhere, a place where my heart belong to you no more..
But let me enjoy the time when I’m missing you badly.. Tonight.. okay?

I wish you will always fine there. Nggak telat en sedikit makannya (hal yang nggak mungkin terjadi sih memang :p), jaga kesehatan soalnya aktivitas kamu akan sangat padat, lutut kamu nggak lagi cenat-cenut (mimpi kok kebangetan sampe nendang tembok segala :p), dan semoga hari-hari kamu selalu penuh dengan senyum dan kebahagiaan. If you need me, you know how and where to find me. I’ll always be there for you..

:)


---Oleh:


(diambil dari: www.berceloteh.tumblr.com )

seseorang yang ku nanti

apa kabar? pasti sapaanku terdengar hambar, tapi sesungguhnya aku selalu mengkhawatirkan keadaanmu, meskipun aku sendiri tak tahu kamu sekarang dimana tapi nanti di masa depan,aku pasti akan menjagamu melebihi diriku sendiri.

gimana liburan hari ini? semoga menyenangkan meskipun aku tak ada disana. tapi nanti, aku berjanji kita akan menghabiskan waktu bersama - sama, liburan bersama. aahhh …. membayangkannya sudah membuatku senyum - senyum sendiri.

aku sedang mendengar hujan merajuk manja,melodi rintik - rintiknya membuatku ingin berdansa bersamamu di bawahnya, tapi nanti ya kalau kita sudah bertemu. sore ini di kotaku sedang dibalut hawa rindu,bagaimana di sekitarmu?

boleh aku mengadu? akhir - akhir ini, perasaanku sedang tidak menentu, bukan … bukan tentang kamu. aku tak bisa cerita panjang lebar disini, tapi aku rasa cukup dengan pelukanmu, kamu pasti akan tahu apa yang terjadi denganku, tapi kapan kita bertemu? bisakah secepatnya saja,Tuhan?

saat menjelang senja seperti ini, aku sering membayangkan, nanti sepulang kerja aku akan menyiapkan tikar di halaman belakang juga teh hangat untukmu, lalu di antara bias jingga mendengar celotehmu, membau aroma tubuhmu yang sudah kurindu seharian tadi … sederhana bukan? tapi aku suka

aku ingin sesegera mungkin bertemu denganmu, memelukmu dan mengadu … mengadu tentang rinduku, tentang sedihku, tentang tawaku karena semuanya tentang kamu

aku sering meraba - raba seperti apa dirimu tapi yang terlihat pasti senyuman manis, sorot mata teduh dan semuanya sudah pasti terlihat indah … bagaimana aku bisa bersabar menyentuhmu?

kalau saja kamu tahu, rasanya ingin aku berteriak - teriak memanggilmu supaya kamu cepat datang, luapan hati entah sampai kapan bisa aku tahan karena luapan air mata sudah terlalu sering menceritakan semuanya tapi sayang kamu tak melihatnya, tapi tak apa, karena nanti saat kita bertemu, yang kau lihat hanya senyumanku, buah kesabaranku menantimu

cepatlah datang, sayang karena kamu di sana juga pasti tidak tahan sendirian. apa kamu tidak ingin segera menemukanku? berdo’a lah … karena sekarang cuma itu yang bisa kita lakukan sembari bersabar,Tuhan Maha Tahu :)

Aku,

yang akan menemuimu nanti


---Oleh:


(diambil dari: www.gadisenja.tumblr.com )

Bukan Merindu Masa Lalu

buat kamu, masa lalu..

Seharusnya tak kutulis apapun untukmu. Sehuruf pun tidak. Tapi entahlah, mungkin ini yang terakhir untukmu. Aku janji.

Tadi aku melihatmu duduk sambil tertawa di seberang tempatku berdiam. Kau terlihat begitu bahagia, aku senang. Sesekali aku menoleh ke arahmu, seperti ingin memastikan bahwa kau masih di sana meski tak berbalik menoleh ke arahku. Jangan khawatir, aku cuma memastikan kau bahagia tanpa aku. Aku tak mau mengganggumu, karena aku juga tak mau lagi bersamamu. Sekedar ingin tau bahwa seseorang yang pernah jadi milikku bahagia meski telah tanpa aku.

Tadi, aku sempat bingung. Kenapa jantung masih berdegub saat pertama melihatmu? Bukan, ini bukan cinta ataupun rindu. Mungkin ini sisa-sisa penyesalan masa lalu. Di mana aku pernah menyakitimu, pun juga rasa sakit yang pernah pula kau hantarkan padaku. Ya ya ya, mungkin karena itu. Tapikan dulu kita sudah saling memaafkan, sudah pula saling dimaafkan. Ah entahlah..

Ada yang sudah berubah daripadamu. Banyak. Dan yang paling jelas kulihat adalah sikapmu. Sedikit tak acuh dan tak peduli. Apa hanya denganku? Apa hanya aku yang terlalu perasa? Mungkin karena masa lalu yang membuatmu seperti itu. Tapi aku tak berharap apa-apa darimu, hanya saja jika kita bisa berteman, mungkin akan lebih baik. Aku tak suka bermusuhan, apalagi dengan orang yang pernah membuatku bahagia..

Jujur, kadang aku merindukanmu. Rindu akan ketulusan yang pernah kau ajarkan padaku, dan aku masih menjalankannya sampai detik ini. Tentang ketulusan mencintai perjalanan, lurus terlebih berliku. Biar lebih bisa menikmati hidup, katamu dulu. Ya, aku masih ingat itu.

Aku tak mau lagi mengganggumu, jika nanti kau sempat membaca surat ini, maka kau akan tau aku tak pernah membencimu. Tak pernah melupakanmu. Bukan karena masih mencintaimu. Aku hanya menghargai bahagia yang pernah sengaja kau buat untukku. Senyum sampai tawa yang waktu dulu hanya kau buat untukku.

Jaga diri dan jangan pernah tinggalkan Tuhan, berdoa itu indah ( ini katamu waktu itu).

salam aku, masa lalu..


---Oleh:


(diambil dari: www.dzdiazz.blogdetik.com )

Untuk Lelaki Kemarin

Dear kamu,
Apa kabarmu?.
Maaf jika aku lancang. Aku melihatmu disini. Di cafe tempatku selalu menghabiskan senja milikku. Setiap hari hampir tiga bulan ini kamu disitu. Duduk di meja yang sama. Dengan posisi yang sama, menatap lurus ke pintu cafe. Wajahmu juga kadang-kadang tertunduk. Dari sikapmu, aku tahu kamu menunggu seseorang. Aku tahu orang itu pasti istimewa. Bagaimana tidak, setiap hari kamu datang. Setiap hari kamu melihat ke arah yang sama. Ah, aku jadi penasaran.
Jadilah aku bertanya-tanya pada yang lain, siapa kamu, dimana alamatmu dan sebagainya...
Ternyata mereka mengenalmu, para pelayan di cafe itu. Mereka bilang, kamu lelaki yang sedang menunggu seorang perempuan. Perempuan milikmu. Pacarmu. Yang sudah tiga bulan kau tunggu, tapi tak pernah datang.
Dan aku mulai menikmati keberadaanmu di cafe ini. Melihat wajah tampanmu disana. Melihat caramu duduk, sambil sesekali tunduk lalu melihat lagi ke pintu. Ah, rasanya aku menyukaimu. Aku tahu kamu setia. Tiga bulan menunggu kamu tak juga surut.
Dan senjaku jadi lebih indah. Ketika ada kamu duduk di sana. di tempat favoritmu.
Aku memanggilmu lelaki kemarin, karena tak tahu siapa namamu. Aku juga takut bertanya. Takut kamu pergi dan tak datang lagi di sini. Oh ya, sesekali bailkkan badanmu ke belakang. Ada aku disana, duduk di meja yang selalu sama setiap harinya. Di samping jendela. Lihat aku...lalu bolehkah setelahnya kita kenalan?.
Mungkin aku bisa menemanimu duduk di tempat favoritmu. Kita bisa jadi teman. Dan jika itu terjadi, senja milikmu pasti tak akan lagi sendu. Ada aku yang selalu datang. Yang selalu kau bisa lihat masuk dari pintu tempat pandanganmu terpaku.
Aku tahu Dia mungkin tak terganti. Tapi aku ingin, penantianmu tak sia-sia. Karena ada aku yang akan selalu masuk melewati pintu itu, mendatangi mejamu, hingga senja kita lepas dengan tawa bahagia.

Dariku.
Perempuan di belakangmu.


---Oleh:


(diambil dari: www.maachmad.blogspot.com )